Kamis, 26 November 2015

[syiar-islam] Buku Iman untuk Memantapkan Iman Kita

 

Assalamu'alaikum wr wb,


Buku Iman untuk Memantapkan Iman Kita


Buku Media Islam
Tanpa Iman, semua amal kita akan sia-sia. Tidak diterima Allah. Sebaliknya Iman tanpa dilandasi ilmu yang kuat, akan mudah goyah. Untuk itulah buku "Membangun IMAN Di Zaman Modern" oleh Agus Nizami ini diterbitkan.
Alhamdulillah setelah bertahun2 ada juga penerbit yang mau menerbitkan buku saya yang merupakan kumpulan tulisan2 saat saya dakwah di internet selama 17 tahun. Buku ini bisa dipesan pracetak via FB ke:
Penerbit Sakata
https://www.facebook.com/profile.php?id=100006991984052
Silakan inbox nama_jumlah pesanan_alamat lngkap
contoh; muhammad_20 ekp_jl. Indonesia Raya, No. 17, RW. 08/RT 45, Kec. Jakarta, Kab. Merdeka, propinsi nusantara, kode pos 170845
Catatan: Harga Rp 49.500 harus ditambah ongkos kirim dari Ciputat ke alamat pembeli. Biaya kirim bisa dicek di:
http://www.jne.co.id
Anda bisa melihat isinya di Google Play Store:
Buku Sakata
Saat ini hingga tanggal 25 Desember 2015 adalah masa Precetak. Buku dicetak jika ada pesanan minimal sebanyak 400 buku. Jika kurang dari itu, pencetakan dibatalkan. Saat ini baru ada 14 buku yang dipesan. Masih kurang 386 buku lagi.
Berikut kata pengantar dari Ustad Ahmad Zarkasih (Penulis RumahFiqih.com):
Alhamdulillah, allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala Ali sayyidina Muhammad. Saya mengikuti update web media islam yang diampuh oleh ust. Agus Nizami ini, juga web kabar islam yang baru belakangan ini. Alhamdulillah banyak manfaat yang didapatkan untuk jiwa sebagai asupan informasi agama yang berimbang dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan saya semakin senang ketika mendapat naskah artikel-artikel tersebut akan dibukukan. Semoga apa yang dikerjakan ini menjadi tambahan pahala bagi penulisnya, dan kemanfaatan bagi pembacanya.
Di antara tulisannya adalah Bukti Tuhan itu Ada. Ini menjawab keraguan kita akan adanya Tuhan sehingga kita terhindar dari Atheist.
Ini beberapa komentar pembacanya:
luke_joins@yahoo.co.id:
Terima kasih , akhirnya saya mendapatkan jawabannya yang bilamana ada pertanyaan serupa, khususnya dari putra – putri kami.
Subhanallah.
GanryuKG
Subhanallah …
tulisan yang sangat bagus … thanks udah share …
====
Kemudian ada Sifat 20 yang menjelaskan Sifat-sifat yang harus ada pada Tuhan yang sejati dan sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada Tuhan. Ini dijelaskan dalam bahasa yang amat sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang2 awam. Misalnya Tuhan sejati itu pasti Hidup. Jika Mati, maka dia bukan Tuhan. Dengan memahami ini, insya Allah iman kita kepada Allah akan mantap dan tidak akan goyah. Apalagi jika Dajjal mendekati kita di akhir zaman yang penuh fitnah ini. Ini komentar pembacanya:
Miftah
Terima kasih semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk memperkuat ke imanan kita, dan bisa meyakinkan pada orang – orang yang belum kuat imannya
===
Ini komentar pembaca lainnya:
Virdha Rachma Sari
July 18, 2011 at 9:50 pm · Reply · Edit
Astaghfirullah, aku sempat beniat untuk pindah agama .
Ya Allah ampuni aku .
Setelah membaca ini semua aku sadar bahwa tiada Tuhan selain Engkau .
Ampuni akuuu :(
nda yuri
July 19, 2011 at 6:16 am · Reply · Edit
alhamdulillah ada tulisan bagus yang rasional, base on data, dan penuh etika. kadang banyak tulisan yg messagenya bagus tapi kalimatnya mengobarkan benci dan permusuhan antar agama. tulisan ini `sejuk` dan rasional. ga bikin marah, mengolok atau mengumpat. trims!!!
Dan masih banyak bab-bab lainnya seperti Keajaiban Al Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Modern, Keutamaan Ilmu, Perbandingan Agama, dsb yang mudah2an bermanfaat untuk menjaga iman kita dan keluarga kita. Aamiin..
Kenapa saya menulis buku tentang "IMAN"? yang kelihatannya remeh dan pasaran? Iman adalah nikmat Allah yang paling utama. Tanpa dilandasi Ilmu, Iman kita akan rapuh. Turunnya prosentasi Muslim di Indonesia dari 92% di tahun 1960-an jadi kurang dari 80% saat ini karena Imannya tidak punya fondasi ilmu yang kuat sehingga mudah dimurtadkan.
Mudah2an Buku ini bisa sedikit memberi landasan ilmu agar iman kita dan keluarga kita lebih kuat. Mudah2an bisa jadi amal ilmu yang bermanfaat. Aamiin.
Mohon sebarkan ke yang lain.
Ini adalah 1 contoh tulisannya:
Sifat 20: Sifat Allah yang Penting dan Wajib Kita Ketahui
Sifat-sifat itu adalah:
1. Wujud (ada)
Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu 'Adam (tidak ada).
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.
Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih komplek.
Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 "Cluster". Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk "Jagad Raya" (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya!
Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.
Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.
Dalam Al Qur'an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
"Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya." [Al Furqoon:61]
Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya." Pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?
Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?
Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakkan benda tersebut di bawah mikroskop yang amat kuat).
Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada?
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!
Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui." [Yunus:5]
"Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." [Yaa Siin:40]
Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:
"Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu." [Ar Ra'd:2]
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." [Ali Imron:191]
Artikel lengkap tentang Bukti Tuhan itu Ada dapat anda lihat di http://www.media-islam.or.id
Hikmah: Kunci Iman menyembah Allah. Kalau orang tidak mempercayai Allah itu ada, maka dia adalah Atheist. Tidak mungkin bisa ikhlas dan khusyu' menyembah Allah.
2. Qidam (Terdahulu)
Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).
"Dialah Yang Awal …" [Al Hadiid:3]
Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.
"Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?" [Al Mu'min:62]
Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.
Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.
3. Baqo' (Kekal)
Allah itu Baqo' (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana' (Binasa).
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana' atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?
"Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati…" [Al Furqon 58]
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." [Ar Rahman:26-27]
Karena itu jika ada "Tuhan" yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.
Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.
4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)
Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya "Tuhan" itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika "Tuhan" itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!
Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.
"…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia…" [Asy Syuura:11]
Misalnya sifat "Hidup" Allah beda dengan sifat "Hidup" makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada). Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat "Hidup" Allah beda dengan makhlukNya.
Demikian juga dengan sifat lain seperti "Kuat." Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat tidur pun manusia sama sekali tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.
5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)
Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.
".. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." [Al 'Ankabuut:6]
"Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya." [Al Israa' 111]
Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.
Sebaliknya Allah berdiri sendiri. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.
"Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji." [ Faathir 15]
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa
6. Wahdaaniyah (Esa)
Allah itu Wahdaaniyah (Esa/Satu). Mustahil Allah itu banyak (Ta'addud) seperti 2, 3, 4, dan seterusnya.
Allah itu Maha Kuasa. Jika ada sekutuNya, maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi. Jika satu Tuhan Maha Pencipta, maka Tuhan yang lain kekuasaannya terbatas karena bukan Maha Pencipta.
"Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu" [Al Mu'minuun:91]
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." [Al Ikhlas:1-4]
Oleh karena itu, ummat Islam harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa/Satu, yaitu Allah. Tidak pantas bagi ummat Islam untuk menyembah Tuhan selain Allah seperti Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Roh Kudus. Tidak pantas juga bagi ummat Islam untuk menyembah 3 Tuhan di mana satu adalah yang Menciptakan, satu lagi yang merusak, dan terakhir yang memelihara.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." [An Nisaa':48]
Hikmah: Tidak mempersekutukan Allah
7. Qudrat (Kuasa)
Sifat Tuhan yang lain adalah Qudrat atau Maha Kuasa. Tidak mungkin Tuhan itu 'Ajaz atau lemah. Jika lemah sehingga misalnya bisa ditangkap, disiksa, dan disalib, maka itu bukan Tuhan yang sesungguhnya. Hanya manusia biasa.
"… Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." [Al Baqarah:20]
"Jika Dia kehendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian tidak sulit bagi Allah." [Fathiir:16-17]
Hikmah: menyadari kekuasaan Allah dan tawakal kepada Allah.
8. Iroodah (Berkehendak)
Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak). Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).
"…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." [Huud:107]
"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia." [Al Baqarah:117]
"…Katakanlah : "Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al Fath:11]
Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah
9. Ilmu (Mengetahui)
Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.
Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.
"Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An'aam:59]
"Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu." [Al Kahfi:109]
"Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [An Nisaa':176]
10. Hayaat (Hidup)
Allah itu Hayaat (Maha Hidup). Tidak mungkin Tuhan itu Maut (Mati). Jika Tuhan mati, maka bubarlah dunia ini. Tidak patut lagi dia disembah. Maha Suci Allah dari kematian/wafat.
"Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati…" [Al Furqaan:58]
11. Sama' (Mendengar)
Allah bersifat Sama' (Maha Mendengar). Mustahil Tuhan bersifat Shomam (Tuli).
Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli.
"… Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Al Baqarah:256]
12. Bashor (Melihat)
Allah bersifat Melihat. Mustahil Allah itu 'Amaa (Buta).
"Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." [Al Hujuraat:18]
Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita
 
. === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id Buat website mulai 1 Dinar (Rp 2,4 juta) http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar Bagi yg ingin turut membantu www.media-islam.or.id DSB, bisa transfer mulai rp 5 ribu ke : Rekening BCA No 0061947069 a/n Agus Nizami dan konfirmasi. Mudah2an bisa jadi sedekah kita sbg ilmu yg bermanfaat. Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com

__._,_.___

Posted by: A Nizami <nizaminz@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
===


Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com


Toko Ayudia
Busana Gamis Modern http://pasarklewersolo.id

Pasang Iklan di Media Islam mulai Rp 500 ribu/bulan:
http://media-islam.or.id/pasang-iklan

.

__,_._,___

0 komentar:

Poskan Komentar