Kamis, 28 Mei 2015

[syiar-islam] Majlis Fatwa Kebangsaan Malaysia: Wahabi tidak sesuai diamal di Malaysia

 

Assalamu'alaikum wr wb,

Majlis Fatwa Kebangsaan (MALAYSIA) memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini yang mengamalkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah. Ini karena Wahabi mudah mengkafirkan ummat Islam. Wahabi menganggap amalan Aswaja sebagai bid'ah yang sesat dan menganggap sesat aqidah Asy'ari dan Al Maturidi (Sifat 20).

Majlis Agama Islam Negeri Sembilan mengeluarkan fatwa mengharamkan penyebaran Wahabi di negeri itu.

Kapan ya Indonesia mengeluarkan Fatwa melarang penyebaran Wahabi? Ini agak sulit mengingat Wahabi sudah menyusup di berbagai ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyyah, dsb. Di MUI Wahabi sudah sekitar 45%. Di NU cuma sekitar 10%. Di Muhammadiyyah sekitar 30%.

Wahabi tidak sesuai diamal di Malaysia
WARTAWAN SINAR HARIAN
1 Mac 2015
SHAH ALAM – Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini yang mengamalkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Pengerusi Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan, Prof Emeritus Tan Sri Dr Abdul Shukor Husin berkata, aliran Wahabi bukan mazhab tetapi satu bentuk gerakan pemikiran agama yang banyak dipegang oleh ulama-ulama di Arab Saudi mengikuti pendekatan yang diambil Muhammad bin Abd Wahhab.

"Aliran tersebut tidak salah untuk diamalkan. Majlis Fatwa memutuskan sedemikian setelah mengadakan perbincangan mengenai aliran-aliran lain selain Wahabi yang tidak sesuai diamalkan di negara ini namun tidak sehingga haram," katanya, semalam.

Mengulas lanjut kata Abdul Shukor berkata, daripada segi mazhab, pengamal aliran Wahabi lebih hampir dengan mazhab Hambali walaupun daripada beberapa segi mereka lebih ketat dan keras.

Beliau berkata, pengikut Wahabi lebih cenderung dan mudah mengeluarkan orang Islam daripada lingkungan agama yang tidak sealiran dengan aliran Wahabi.

"Mereka menganggap setiap amalan yang tidak mengikuti cara yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW, dianggap bidaah dan terkeluar daripada Islam," katanya.

Abdul Shukor berkata, apa yang tidak dipersetujui dengan aliran Wahabi apabila ia menjuruskan pengamal aliran itu lebih ekstrem.

"Mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah bidaah, bukan mengikut sunnah. Mereka juga menolak akidah Asha'irah dan Maturidiyah, malah dengan mengatakan dua akidah ini keluar dari Ahli Sunnah Wal Jamaah. Jadi ini pertikaian yang tidak menguntungkan sesiapa," katanya.

Ditanya mengenai pengamal aliran ini ditegah untuk menyebarkan kepada orang lain, Abdul Shukor berkata, ia bergantung kepada enakmen negeri masing-masing untuk mencegah penyelewengan tersebut.

"Hak mengeluarkan fatwa adalah hak negeri masing-masing. Contoh seperti apa dilakukan Majlis Agama Islam Negeri Sembilan yang mengeluarkan fatwa mengharamkan penyebaran Wahabi di negeri itu, sememangnya ia tidak bertentangan.

"Saya fikir, negeri tersebut mengharamkan Wahabi kerana tidak mahu berlaku kacau bilau dalam masyarakat Islam negeri itu," katanya.

Dalam pada itu, Abdul Shukor berkata, tindakan negeri tersebut juga tidak akan menjejaskan hubungan negara dan Arab Saudi kerana sememangnya itu hak negeri tersebut.

"Jika perkara itu akan menjejaskan hubungan, maknanya tiada hak kepada negeri untuk membuat keputusan sendiri.

"Malahan Jakim dan Majlis Fatwa Kebangsaan telah membincangkan perkara tersebut lebih awal sebelum isu ini kembali disensasikan," katanya.
http://www.sinarharian.com.my/nasional/wahabi-tidak-sesuai-diamal-di-malaysia-1.364059

Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim)
Wahabi tidak sesuai diamal di Malaysia

SHAH ALAM – Majlis Fatwa Kebangsaan memutuskan aliran Wahabi tidak sesuai untuk diamalkan di negara ini yang mengamalkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Pengerusi Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan, Prof Emeritus Tan Sri Dr Abdul Shukor Husin berkata, aliran Wahabi bukan mazhab tetapi satu bentuk gerakan pemikiran agama yang banyak dipegang oleh ulama-ulama di Arab
http://f.hi18.cn/JabatanKemajuanIslamMalaysia/photos/a.651763748207531.1073741825.155056204544957/903763776340859/?type=1&fref=nf

Facebook Jakim:
Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim)
Wahabi tidak sesuai diamal di Malaysia
https://www.facebook.com/JabatanKemajuanIslamMalaysia/photos/a.651763748207531.1073741825.155056204544957/903763776340859/?type=1&pnref=story

Wahabi Berdasarkan Al Qur'an dan Hadits
Nabi menubuwatkan bahwa di akhir zaman akan timbul fitnah. Bahkan secara khusus Nabi menyebut Najd, tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai sumber fitnah dan "Tanduk Setan":
Ibnu Umar berkata, "Nabi berdoa, 'Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.' Mereka berkata, Terhadap Najd kami.' Beliau berdoa, 'Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.' Mereka berkata, 'Dan Najd kami.' Beliau berdoa, 'Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.' Maka, saya mengira beliau bersabda (Najd) pada kali yang ketiga, 'Di sana (Najd) terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.'" [HR Bukhari]

Ini dikuatkan dengan hadits lainnya:
Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.: Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)

Di hadits di bawah Nabi menyebut bahwa dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab berasal, akan muncul kaum Khawarij yang ibadahnya seperti hebat dan rajin membaca Al Qur'an, namun tidak mereka pahami dan tidak juga diamalkan (cuma di kerongkongan saja):
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin 'Abdur Rahman bahwa Abu Sa'id Al Khudriy ra berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW yang sedang membagi-bagikan pembagian (harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil.
Kemudian 'Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur'an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesetnya anak panah dari sasaran (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)
Hadits di atas yang menyebut dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW) akan muncul Khawarij, dan juga hadits dari Najd, tempat kelahiran MBAW sebagai sumber fitnah dan tanduk setan harusnya membuat kita sadar bahwa Wahabi lah sebagai sumber fitnah meski ibadah mereka terlihat hebat.

Rasulullah saw bersabda: "Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan, mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. " ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 )

Dajjal adalah Yahudi. Zionis Yahudi. Dan dari foto2 di atas, Wahabi dari sejak era lahirnya memang selalu dekat dengan Zionis Yahudi membunuhi ummat Islam yang mereka fitnah sebagai musyrik. Cuma jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah mereka perangi karena mereka anggap Musyrik, lalu ummat Islam yang lurus di mana? Di Najd yang disebut Nabi sebagai sumber fitnah? Wahabi juga selalu mengutip Al Qur'an dan Hadits namun cuma di kerongkongan. Pemahaman mereka bertentangan dgn pemahaman Jumhur Ulama.

 
.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id

Buat website mulai 1 Dinar (Rp 2,4 juta) http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar

Bagi yg ingin turut membantu www.media-islam.or.id DSB, bisa transfer mulai rp 5 ribu ke : Rekening BCA No 0061947069 a/n Agus Nizami dan konfirmasi. Mudah2an bisa jadi sedekah kita sbg ilmu yg bermanfaat.
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com

__._,_.___

Posted by: A Nizami <nizaminz@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
===


Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Layanan pembuatan website mulai 1 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar

Pusat Grosir Mukena di Solo http://www.grosirsolomukena.com

.

__,_._,___

0 komentar:

Poskan Komentar