Kamis, 31 Mei 2012

[syiar-islam] Digest Number 3369

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Video Cara Sholat Subuh, Dzuhur, dan Maghrib
From: A Nizami


Message
________________________________________________________________________
1. Video Cara Sholat Subuh, Dzuhur, dan Maghrib
Posted by: "A Nizami" nizaminz@yahoo.com nizaminz
Date: Wed May 30, 2012 7:14 pm ((PDT))

Assalamu'alaikum wr wb,

Video Cara Sholat Subuh, Dzuhur, dan Maghrib bisa dilihat di:
http://media-islam.or.id/2012/05/30/cara-sholat-subuh-dzuhur-dan-maghrib/ 

Inilah video cara Sholat Subuh, Dzuhur, dan Maghrib berdasarkan Madzhab Imam Syafi'ie. Imam Syafi'ie yang lahir pada tahun 150 Hijriyah adalah murid dari Imam Malik (lahir 93 H) dan merupakan guru dari Imam Hambali (lahir 164 H). Merupakan satu dari 4 Imam Madzhab yang hafal Al Qur'an pada saat berusia 7 tahun dan hafal kitab Hadits Al Muwaththo pada umur 10 tahun. Beliau merupakan satu ulama yang diakui di zamannya:
Video ini adalah sekedar panduan. Lebih baik anda belajar sholat pada ulama yang lurus dan terpercaya di masjid-masjid terdekat.
Panduan Sholat Maghrib bersama Ustad Jefrey Bukhori:

Yang patut diperhatikan:
Saat ruku, punggung harus lurus mendatar sedang kaki lurus tegak. Tangan pun lurus bertumpu pada lutut. Silahkan lihat gambar
Saat sujud, tangan jangan dikepalkan. Tapi telapak tangan menyentuh lantai.
Saat pergerakan, jangan ada gerakan yang tidak perlu. Misalnya tangan jangan berayun-ayun seperti bandul jam
Sholat Zuhur dan sholat Ashar dikerjakan dengan suara perlahan. Orang lain tidak bisa mendengar suara kita. Cukup kita sendiri yang mendengar suara kita. Pada roka'at ke 3 dan roka'at ke 4 pada sholat Maghrib (3 roka'at) dan Isya (4 roka'at) juga suaranya harus sir/perlahan.
Sebaliknya pada sholat Subuh dan 2 roka'at pertama sholat Maghrib dan Isya, saat berdiri membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya harus dibaca secara keras/jahr (tapi jangan sampai berisik mengganggu orang).
Sholat Subuh terdiri dari 2 roka'at dan dilakukan di waktu Subuh. Sholat Zuhur, Ashar, dan Isya 4 roka'at. Ada pun sholat Maghrib 3 roka'at.
Sholat wajib ini untuk lelaki sebaiknya dikerjakan berjama'ah di masjid.
Panduan Sholat Zuhur:

 
.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id


Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.700/orang di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


Promosi Tahun Baru Hijriyah Pembuatan Website (All in) 1 Dinar (Rp 2,3 juta): http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com





Messages in this topic (1)



===


Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Layanan pembuatan website mulai 2 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar

Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.700/orang di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400

Ruby Store: Toko Film Islam dan Produk Muslim Terpercaya: http://media-islam.or.id/2012/04/30/ruby-store-toko-film-islam-dan-produk-muslim-terpercaya

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
syiar-islam-normal@yahoogroups.com
syiar-islam-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
syiar-islam-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

Meski Menderita Kanker Ganas, Kesabarannya Sungguh Patut Diacungi Jempol

Randa duduk tenang melipat kedua tangannya di depan dadanya, di sudut rumah seorang kawan, di suatu malam, di Madinah Gaza. Wajahnya yang manis menyembul cantik dari balik jilbab hitamnya. Matanya yang besar memancarkan sinar kesabaran seorang perempuan yang berjuang menahan sakit dan penderitaan karena kanker ganas di payudaranya.

Dada perempuan berusia 39 tahun yang ditutupi jilbab dan kedua tangannya itu sudah “tipis.” Empat kali operasi pengangkatan kanker serta 20 kali kemoterapilah yang menyebabkan tipisnya dadanya. Pada operasi ke empat, bekas-bekas luka di payudaranya harus “ditambal” dengan kulit dari pahanya.

Dalam pertemuan dengan relawan SA malam itu, ibu beranak lima itu sedang bersiap melakukan perjalanan lagi ke luar Gaza untuk memeriksakan benjolan dan cairan baru yang tumbuh lagi di bekas operasi yang sama.

“Kemana kau akan pergi memeriksakan benjolan di bekas payudaramu, Randa?”

“Tel Aviv. Di rumah sakit khusus kanker,” jawabnya perlahan. Tenang.

Kenapa Tel Aviv? Itu “ibu kota Israel” yang sudah 64 tahun menjajah Palestina, membunuhi dan memenjarakan warga Palestina yang ada di Tepi Barat Sungai Yordan, yang mengebom, meroket dan merobek-robek tubuh bayi, anak-anak sampai nenek-nenek di Gaza! Bukankah pada pergantian tahun 2008 – 2009 lalu orang-orang Zionis di Tel Aviv itu yang menghujani negerimu Gaza dengan segala persenjataan canggih yang mereka dapat dari Amerika Serikat, menyiramkan bom fosfor putih yang dilarang oleh semua konvensi internasional, sehingga membunuh dan membakar begitu banyak orang Gaza?

Pada 22 hari 22 malam Perang Furqan itu, air, tanah dan udara Gaza dipenuhi serbuk putih beracun yang kemudian menyebabkan ibu-ibu keguguran, bayi-bayi cacat, dan orang-orang yang semula sehat seperti Randa kemudian menderita kanker dan berbagai penyakit degeneratif ganas lainnya.

“Betul. Bahkan, aku mulai menderita kanker empat bulan sesudahnya. Dokter bilang, kankerku disebabkan racun kimiawi dari bom fosfor putih itu,” kata Randa menghela nafas.

“Lalu kenapa kau berobat ke Tel Aviv?”

“Karena tidak ada fasilitas pengobatan untukku di Gaza sesudah Zionis mengepung kami selama lima tahun ini. Kau lihat sendiri, Gaza mengalami krisis listrik dan obat-obatan,” jawab Randa. “Tidak ada rumah sakit yang bisa menangani kondisiku di Gaza ini. Maka, Tel Aviv.”

“Kenapa bukan Kairo? Meskipun sulit untukmu menembus pintu perbatasan Rafah (yang menghubungkan Gaza dengan Mesir), setidaknya kau tidak harus berobat di tempat mereka yang justru membuatmu, dan banyak orang Gaza lainnya, sakit!”

“Itu betul. Tapi Kairo terlalu jauh. Butuh enam jam perjalanan dari Rafah ke Kairo. Aku masih punya anak-anak yang kecil, jadi aku tidak mungkin berobat ke Kairo,” ujar ibunda Sarah (14 tahun), Usamah (13 tahun), Aya (11 tahun), Bilal (7 tahun) dan Maryam (5 tahun) itu.

Dihinakan

Bukan itu saja. Tel Aviv mungkin lebih dekat dari Gaza, tapi perjalanan melewati checkpoints militer Zionis Israel yang harus ditempuh Randa untuk setiap kali berobat dengan ditemani seorang kerabat perempuannya, sungguh tidak mudah. Pada suatu kali, tentara-tentara pengecut yang berjaga di salah satu checkpoint memaksanya turun dari kendaraan untuk menggeledahnya.

Harap diketahui, semua orang Zionis Israel takut kepada orang Gaza – dari bayi hingga nenek-nenek – dan mencurigai semua orang Gaza sebagai penyelundup senjata.

“Kukatakan, aku sakit. Aku ke Tel Aviv untuk berobat,” tutur Randa dengan nada biasa. “Tapi mereka tidak percaya. Aku katakan, aku ini sakit kanker! Mereka tidak percaya. Dengan kasar mereka menyuruhku turun. Lalu aku dibawa ke sebuah tempat, dan dipaksa membuka semua bajuku. Sampai salah seorang mereka melihat bekas-bekas luka di dadaku. Barulah dia sadar. Lalu berhenti menggeledah. Dan bilang, ‘I’m sorry’.”

Sabar

Ketika menceritakan penghinaan tentara-tentara Zionis itu terhadapnya, Randa tidak kemudian bercucuran airmata dan meratap-ratap. Nada suaranya tidak jadi berubah. “Alhamdulillah, semua ini baik,” tuturnya. “Ujian dari Allah ini pasti ada hikmahnya. Insya-Allah ini membuat imanku lebih kuat, membuatku lebih bergegas mendidik dan membesarkan anak-anak jadi orang-orang terbaik.”

Randa dan suaminya, Abu Usamah, adalah dua orang sabar dari begitu banyak orang sabar yang ditemui relawan SA di Gaza. Randa yang dilahirkan di Mesir pada tahun 1973 lalu dibawa hijrah oleh ayah ibunya ke Aljazair serta tinggal dan belajar di sana selama 20 tahun, mahir berbahasa Prancis. Keluarga Randa kembali ke Palestina pada tahun 1995 dan setahun kemudian Randa pun menikah dengan Abu Usamah, seorang perwira di kepolisian Gaza.

Mereka tinggal di sebuah rumah mungil yang mereka kontrak dengan harga US$ 350 sebulan. Sebelum sakitnya, Randa sibuk membantu suaminya mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan cara membuka salon perawatan rambut. Allah menetapkan bahwa pada tahun 2008, beberapa waktu sebelum penyerangan Zionis Israel ke Gaza, Randa sempat mengikuti seminar kesehatan wanita dan belajar cara memeriksa payudara sendiri.

Pada November 2009, hanya beberapa bulan sesudah penyerangan dengan bom fosfor putih, Randa merasa ada yang tak biasa di payudara kirinya. Dia menemukan bengkak dan sesuatu yang mirip kantong cairan di situ. Abu Usamah membawanya ke rumah sakit untuk serangkaian pemeriksaan laboratorium dan scanning. Mereka berutang untuk membayar seluruh biaya pemeriksaan ini.

Ganas

Hasil pemeriksaan? Kanker. Randa harus menjalani mastektomi – pengangkatan seluruh payudaranya. Diikuti dengan serangkaian kemoterapi. Dengan sabar, Randa menjalani semua proses yang menyakitkan itu. Dia yakin, Allah punya rencana terbaik. “Saya hanya berdoa bahwa Allah akan membalas semua yang saya alami ini dengan pahala yang besar dan beratnya timbangan kebaikan untuk kami di Akhirat nanti,” tuturnya perlahan.

Tak lama sesudah operasinya, Randa berusaha kembali bekerja. Bahkan dengan lebih bersemangat karena ingin segera bisa membayar utang-utangnya. “Namun hanya dua setengah bulan sesudah operasi itu, saya menemukan lagi bengkak cairan di tempat yang sama.”

Para dokter dibuat terkaget-kaget oleh kecepatan kembalinya penyakit ini. Maka diputuskanlah operasi pengangkatan yang kedua, yang juga memakan biaya yang sama dengan operasi yang pertama yakni sekitar US$ 900. “Rasa sakit di dada sesudah operasi yang pertama belum lagi hilang, saya sudah harus dioperasi lagi."

Dokter menyatakan, Randa harus menjalani lagi kemoterapi. Masalahnya, pengobatan ini tidak ada di Gaza yang sudah bertahun-tahun mengalami krisis medis. Sebelum bisa berbuat apa-apa, Allah mentaqdirkan bahwa kembali muncul bengkak cairan yang sebenarnya kanker itu di tempat yang sama dengan pembedahan yang ke dua.

“Dokter di Gaza menyatakan, saya tidak mungkin diobati di sini. Tapi ada rumah sakit yang memiliki perawatan lengkap... di Tel Aviv. Maka, mau tidak mau, saya harus pergi ke sana. Di sana, saya harus memulai semua proses ini dari awal, mulai dari pemeriksaan sampai pembedahan berikutnya.”

Randa pergi bersama salah seorang kerabat perempuannya, karena suaminya yang perwira polisi itu tidak mungkin memasuki daerah Palestina yang dijajah Zionis Israel. “Dokter-dokter di Tel Aviv memutuskan 20 sesi kemoterapi. Sakit luar biasa. Semua rambut, bahkan alis mata saya pun rontok habis.”

Sekitar tiga bulan sesudah kemoterapi, ketika bengkak berisi cairan itu mulai mengecil, dilakukanlah operasi yang ke tiga. Namun Allah mentaqdirkan bahwa tiga bulan lagi sesudah itu, terjadi lagi pembengkakan di tempat yang sama.

“Subhanallah, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menghendaki semua ini, dan semoga Allah menjadikan semua ini sebuah jalan untuk menambah timbangan pahala bagi kami,” tutur Randa.

Maka dokter memutuskan untuk sekali lagi melakukan operasi – sedemikian rupa sehingga payudara Randa berubah menjadi ‘lapangan’ yang bukan saja tipis dan cekung tapi bahkan tak memiliki cukup kulit untuk menutupi bekas operasinya. Maka dokter mengambil jaringan dari paha Randa untuk “menambal” dadanya. Semua rasa sakit itu ditanggung Randa dengan berusaha terus sabar, termasuk ketika dokter menambahkan enam kali sesi kemoterapi lagi sesudah operasi ke empat itu.

Pada tanggal 29 April 2012 yang lalu, ketika relawan SA masih berada di Gaza, Randa harus kembali ke Tel Aviv untuk pemeriksaan laboratorium dan scanning yang ke sekian kalinya.

Kanker itu ternyata sudah kembali lagi.

“Semoga Allah mengampuni kami,” desah Randa.

Ketika laporan ini ditulis, pertengahan Mei 2012, Randa tengah berada di rumah sakit di Tel Aviv – menjalani operasinya yang ke lima!

Terkubur Utang

Pada masa-masa pengobatan di bulan Mei 2010, suami Randa memutuskan untuk membeli sebuah flat kecil di lantai delapan sebuah gedung di kota Gaza, agar tidak usah lagi mengontrak terus menerus. Dananya dari mana? Dipinjam dari Bank Islam Palestina dengan cara murabahah – separuh gaji Munir dipotong setiap bulannya untuk mencicil rumah. Rumah baru akan lunas pada tahun 2017.

“Sungguh tidak mudah, membiayai lima anak dengan separuh gaji sementara pengobatan saya juga luar biasa memakan biaya,” tutur Randa. Selama dua setengah tahun berobat ini, Randa harus melakukan 43 kali perjalanan dari Gaza ke Tel Aviv, dan setiap kali perjalanan membutuhkan dana setidaknya US$ 350.

“Sekarang ini, utang kami sudah menumpuk sampai belasan ribu dollar dan mereka yang meminjami sudah mulai kehilangan kesabaran.”

Apakah Randa tidak ingin hijrah saja dari semua kesulitan ini dan meninggalkan Gaza? Dengan wajah seperti syok, Randa menggeleng. “Tidak! Ini tanah air kami. Ini rumah kami. Ini tanah yang diberkahi Allah.”

Sekarang ini, Randa dan suaminya berniat menjual rumah mereka untuk membiayai mereka berdua pergi ke tanah suci Makkah Al-Mukaramah. “Kami ingin beribadah di sana, kami ingin minum air zamzam, dan insya-Allah di sana saya akan sembuh karena kata Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, zamzam memberikan manfaat sebagaimana diniatkan peminumnya.”

“Aku tidak takut mati, karena aku percaya bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah kebaikan yang abadi,” tutur Randa. “Saya hanya berharap bahwa sebelum mati, aku dan suamiku dapat pergi haji dan terbebas dari himpitan utang-utang yang akan mencegah langkah kami memasuki Syurga.”* (Sahabatalaqsha.com)

Sumber : Sahabat Al-Aqsha

Akhirnya, Cincin itu Tersemat di Jari Perempuan Pemberani di Gaza

Suatu siang di awal tahun lalu, di sebuah gedung tinggi di Jakarta Pusat. Seorang ibu muda mendatangi relawan Sahabat Al-Aqsha dan membuka dompetnya, mengeluarkan sebuah amplop kecil, lalu mengambil dari dalamnya sebentuk cincin emas berlian.

"Ini berlian Eropa. Kecil, tapi berlian Eropa," kata si ibu muda berjilbab cokelat muda itu, seakan hendak meyakinkan bahwa benda yang ada di tangannya itu adalah barang mahal. Kami tidak bertanya berapa harganya, karena amanah si ibu muda bersuara lembut itu kemudian jauh lebih mengejutkan. "Tolong berikan ini kepada istri seorang Mujahid di Gaza."

"Emmm..., maksud Ibu, kami harus mengantarkannya sendiri? Lalu, Ibu perlu foto cincin ini di tangan istri si mujahid itu?" tanya relawan SA.

"Kalau bisa, ya," jawab si ibu muda itu mantap.

Bismillah, tawakkalnaa 'ala Allah. Laa quwwata illa billah. Amanah yang berat. Selama berbulan-bulan cincin berlian cantik itu tersimpan aman. Alhamdulillah. Kami berikhtiar mencari kesempatan berangkat ke Gaza melalui Mesir untuk menyampaikan amanah ibu muda di Jakarta tadi.

Beberapa kali tim relawan harus menunda perjalanan karena berbagai amanah lain, namun akhirnya, dengan izin Allah, kami meninggalkan Jakarta pada suatu malam di awal April lalu. Hampir setahun sejak amanah berupa cincin itu disampaikan kepada kami.

Di sepanjang penerbangan dari Jakarta menuju bandara di sebuah negeri tempat kami transit, si cincin duduk manis di dompet salah satu relawan kita.

Alhamdulillah, pesawat landed safely di Kairo di suatu siang yang sejuk dan berangin kencang. Si Cincin bertengger manis di jari salah satu relawan sambil memandang ke arah sign besar, Cairo International Airport.

Sesudah naik van sewaan, ditemani para relawan Sahabat Al-Aqsha di Kairo, tibalah Cincin cantik kita di penginapan sederhana di kawasan Naser City. Banyak mahasiswa Indonesia dan Malaysia di sini, karenanya warung nasi dan masakan Indonesia pun mudah ditemui. Dari balik jendela penginapan, si Cincin, memandang jalan yang sibuk dan penuh debu seraya menunggu malam hari tiba.

Sampailah waktunya tim relawan meninggalkan Kairo menuju Gaza. Si Cincin naik ke atas van yang disetir seorang pria Mesir yang sangat ramah, sementara para relawan memasukkan barang-barang bawaan ke bagasi. Mulai dari peralatan kerja audio-visual, sampai satu tas khusus berisi jilbab dan bros-bros cantik dari clay yang dititipkan kaum ibu di Indonesia untuk para ustadzah di TK Bintang Al-Quran di Jabaliya dan kaum ibu lainnya.

Bismillahirrahmanirrahim. Ketua Tim SA2Gaza mengingatkan kami semua untuk membersihkan hati dan meluruskan niat untuk melakukan perjalanan ke Gaza itu hanya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala.

“Hanya dengan hati yang bersih dan niat yang luruslah kita layak mengharapkan ihdal husnayain - satu dari dua kebaikan: hidup mulia atau mati syahid di jalan Allah,” kata Ketua Tim kita, “Perbanyak istighfar, perbanyak dzikir.”

Ada sepuluh military checkpoints yang harus dilewati siapa saja yang safar dari Kairo menuju Arish, lalu Rafah, diawali dengan Port Said. Banyak cerita orang tentang betapa sulitnya melewati checkpoints ini - tidak sedikit rombongan relawan dari berbagai negara --termasuk Indonesia-- yang akhirnya harus pulang kampung tanpa pernah sempat menginjakkan kaki di Gaza meski sudah menunggu hingga berminggu-minggu.

Di Port Said, para tentara bersenjata melambaikan tangannya menyuruh kendaraan kami lalu terus - padahal di depan kami ada sejumlah kendaraan, termasuk bus besar, yang harus menurunkan para penumpangnya untuk diperiksa satu per satu.

Pak Supir kami yang ramah balas melambaikan tangan. "Tidak jarang, orang harus menunggu berjam-jam di sini," ceritanya.

Alhamdulillah. Sungguh sebuah kemudahan dari Allah. Hanya di checkpoint ke tiga ada sedikit pemeriksaan yang lebih lama; paspor dan dokumen lain para relawan diperiksa. Itu pun tidak terlalu lama. Sesudahnya perjalanan menuju Al-Arish, lalu ke Rafah, went like a breeze. Di semua checkpoints sisanya, kami bahkan sudah tidak ditengok lagi oleh para penjaganya

Alhamdulillah, Allah mengizinkan si Cincin masuk ke Tanah Syam, Tanah Palestina, Tanah Gaza Al-Muqaddas. Para relawan bersujud syukur di pasir Gaza dan memeluk hangat para penjemput selepas pintu imigrasi Gaza. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Mencari Pemilik Baru
Mulailah tahap baru dalam perjalanan si Cincin cantik bikinan Eropa -mencari pemilik baru. Salah satu relawan Tim SA2Gaza (tentu saja yang perempuan) akan menyematkannya ke jari seorang perempuan Gaza yang pemberani, istri seorang mujahid yang juga berjihad dalam kehidupannya di bawah pengepungan Zionis.

Si Cincin bersama para pembawanya ketika bertanya ke Fulan dan Fulanah, berkenalan dengan si Dia dan Itu, mendengar cerita tentang Ummu itu dan Ummu lainnya.

Sampai akhirnya para relawan berjumpa dengan seorang perempuan hebat, direktur sebuah instansi pemerintah Palestina yang khusus mengurusi kesejahteraan wanita Palestina. Beliau menyarankan, "Istri Dirar Seesi berhak mendapatkan cincin ini."

Maka pada suatu malam yang sangat gelap, karena pemadaman listrik di kota Gaza, sahabat-sahabat kita di kota ini mengantarkan Tim Relawan ke sebuah apartemen mungil yang ditata-rapi.

Begitu memasuki ruang tamunya, sebuah laptop menayangkan foto-foto seorang pria gagah --yang dimulai dari ketika dia tampak gagah dan sehat, sampai ketika tampak kurus dan lebih sayu saat duduk di sebuah kursi di bawah kawalan seorang tentara Zionis.

Dirar Musa Abu Seesi adalah pria Palestina yang berprofesi sebagai insinyur listrik yang sedang berjuang keras membantu mengatasi krisis energi di Jalur Gaza. Konon, Dirar-lah yang berhasil membangun kembali satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza yang dihancurkan oleh pasukan Zionis pada Perang Al-Furqan tahun 2009.

Dirar Seesi menikahi seorang wanita Muslimah Ukraina bernama Veronika, memboyongnya ke Gaza, dan berumahtangga sampai memiliki enam orang anak.

Dalam sebuah perjalanan dengan kereta api di Poltava, Ukraina, pada tanggal 19 Pebruari 2011, Dirar diculik oleh segerombolan orang yang ternyata agen-agen intelijen Zionis.

Dirar Seesi lalu dibawa ke tanah Palestina yang dijajah Zionis, diinterogasi di pos militer di Petah Tikvah lalu dipenjarakan di sel sempit berukuran 1,2 x 2,5 meter di Eichel - demikian menurut Maan News.

Selama interogasi dan pemenjaraan atas tuduhan membantu para pejuang kemerdekaan Hamas, Dirar Seesi disiksa dengan dipukuli, dipaksa melek terus menerus, serta diancam dengan berbagai ancaman - termasuk akan dibunuhnya anak-anak dan istrinya.

Dia juga disiksa dengan cara dibiarkan saja ketika sakit sehingga berbagai gangguan kesehatan, termasuk jantung, terus menggerogoti tubuhnya. "Berat badan Dirar turun lebih dari 32 kilogram dalam waktu 6 bulan di penjara," tutur Veronika.

Hingga hari ini, sudah dua tahun lebih Dirar berada di penjara Zionis tanpa kejelasan apa sebenarnya tuduhannya. Sementara itu, Veronika dan ke enam anaknya bertahan di Gaza. Sebuah keputusan berani yang diambil oleh seorang istri dan ibu, meskipun sebenarnya mereka bisa saja meninggalkan Gaza dan kembali ke Ukraina atau bergabung dengan kerabat Dirar lainnya di Yordania.

Kenapa Veronika tak keluar dari Gaza?
"Karena Gaza adalah tanah yang diberkahi Allah," jawab Veronika. Matanya berkaca-kata, suaranya bergetar, satu tanganya menutup kedua bibirnya ketika seorang Ukhti, relawan SA2Gaza menyematkan cincin itu ke jari manis tangan kanannya.

Relawan kita itu juga menyelempangkan sehelai selendang cantik khas Indonesia berwarna merah jambu keemasan, yang juga titipan seorang ibu di Depok, Jawa Barat. Kepada Veronika juga diserahkan sejumlah uang tanda sayang dari para Sahabat Al-Aqsha di Indonesia.

"Hadiah ini, bahkan cincin ini, bukanlah hadiah yang sangat besar, Ini hanyalah tanda kasih sayang seorang ibu di Jakarta dan para ibu lainnya di Indonesia, bagi Anda, seorang Muslimah pemberani," demikian kata relawan SA2Gaza. "Insya-Allah hadiah yang jauh lebih baik lagi, di dunia dan Akhirat, akan Anda dapatkan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga termasuk dari hadiah Allah itu adalah segera dibebaskannya suami Anda."

Veronika, Muslimah Ukraina istri Dirar Seesi, insinyur listrik Gaza yang diculik agen-agen intelijen Zionis Yahudi dalam sebuah perjalanan kereta di Poltava, Ukraina. Veronika teguh bertahan bersama keenam anaknya di Gaza. foto: Sahabat Al-Aqsha
Dengan bahasa Arab ‘ammiyah yang sangat lancar, Veronika menuturkan, sejak suaminya diculik Zionis, ada seekor burung merpati yang setiap hari hinggap di jendela apartemennya.

"Rasanya, seakan-akan burung itu pun berdoa bagi kami. Sampaikan salam dan terima kasih saya kepada kaum ibu di Indonesia. Hadiah-hadiah ini sungguh menghibur hati saya. Jangan berhenti mendoakan suami saya dan kami sekeluarga…"

Ketika Tim SA2Gaza berpamitan, Veronika mengantar sampai ke pintu dan melambaikan tangan kanannya. Si cincin berlian cantik duduk tenang di jari manis pemiliknya yang baru.

Alhamdulillah, satu amanah lagi telah selesai dilaksanakan.*

Sumber : Sahabat Al-Aqsh

Saat Anda Membaca Ini, 215 Anak Palestina Sedang di Penjara Zionis

Seorang peneliti masalah-masalah tawanan Palestina, Abdul-Nasser Farwana melaporkan saat ini ada 215 orang anak dan lima orang perempuan di penjara-penjara Zionis Israel. Jumlah total warga Palestina yang kini berada di dalam penjara lebih dari 4600 orang.

“Jumlah ini bertambah dan berkurang setiap hari, karena penangkapan-penangkapan itu terus terjadi setiap hari,” jelas Farwana kepada kantor berita PIC di Gaza kemarin.

Menurut data terbaru yang dikumpulkannya, Farwana memastikan bahwa sejak terjadinya Intifadhah kedua (Intifadhah Al-Aqsha) yang dimulai pada 28 September 2000 sampai hari ini, warga Palestina yang dipenjara oleh Zionis Israel lebih dari 75 ribu orang. Diantara mereka 9000 orang anak-anak berusia 16 tahun ke bawah, dan lebih dari 900 orang perempuan juga ikut dipenjara.

Farwana juga melaporkan bahwa diantara yang kini ditawan oleh Zionis, 302 orang diantaranya merupakan “tahanan administratif” (artinya ditahan tanpa alasan hukum, dan tanpa proses pengadilan apapun). Dintara tawanan itu juga terdapat 27 orang anggota parlemen Palestina, 3 orang bekas menteri, seorang bekas anggota parlemen.

Seluruh tawanan Palestina disekap di 17 penjara diantaranya Nafha, Raymond, the Negev, Ofer, Megiddo, Hadarim, Ashkelon, Hasharon and Ramle.

Lebih jauh Farwana memaparkan, bahwa di luar warga Palestina itu, terdapat juga warga negara lain yang dipenjara oleh Zionis karena pembelaannya terhadap Masjidil Aqsha dan Palestina khususnya mereka yang berasal dari Yordania, Suriah dan Mesir.

Para tawanan Palestina terdiri dari 463 tawanan asal Jalur Gaza, 345 dari Al-Quds dan kawasan Palestina yang dijajah, dan sisanya sebagian besar dari wilayah Tepi Barat.

Peneliti ini juga melaporkan 535 tawanan telah divonis penjara seumur hidup atau lebih (ada yang 10 kali seumur hidup, 20 kali seumur hidup dan seterusnya). Diantara mereka ini ada 62 orang yang biasa disebut “Dekan-dekan Penjara”, yaitu yang telah ditawan, disekap, dan disiksa oleh Zionis Israel selama 20 tahun terakhir ini terus menerus.

Menurut Farwana, diantara para tawanan juga ada gelar kehormatan yang disebut “Jenderal-jenderal Kesabaran” yang diberikan kepada mereka yang sudah ditawan, disekap, dan disiksa Zionis di penjara-penjara selama lebih dari 25 tahun. Jumlah para “Jenderal Kesabaran” ini mencapai 22 orang tawanan.

“Penghulu dari semua ‘dekan’ dan ‘jenderal’ kesabaran itu ialah Karim Younes,” kata Farwana. Karim adalah seorang Muslim Palestina yang lahir dan dibesarkan di wilayah yang sepenuhnya dijajah Zionis sejak tahun 1948. Karim ditawan, disekap, dan disiksa oleh Zionis di penjara sejak bulan Januari 1983. Sudah 29 tahun dipenjara hanya karena ingin tanah suci Palestina dan Masjidil Aqsha merdeka.*

Sumber : Sahabatalaqsha

Anak Kecil Ini Pura-pura Mati Saat Pasukan Assad Membunuhi Keluarganya

Ia hanya anak Muslim berusia 11 tahun, dengan izin Allah, selamat dari pembataian. Ia menggambarkan bagaimana ia melumuri dirinya sendiri dengan darah saudaranya yang dibunuh dan berpura-pura mati karena milisi loyalis Bashar Assad masuk ke rumahnya dan membunuh enam angota keluarganya pada saat pembantaian di Al-Haulah sedang berlangsung pada hari Jum’at (25/5/2012) di provinsi Homs, Suriah.

Bercerita kepada The Guardian, anak laki-laki yang baru beranjak remaja itu mengatakan bahwa pasukan rezim Assad tiba di distrik tempatnya tinggal sekitar pukul 3:00 waktu setempat pada hari Sabtu (26/5), beberapa jam setelah pemboman dan pembantaian dilakukan di Al-Haulah.

"Mereka datang dengan kendaraan lapis baja dan ada beberapa tank," kata anak itu. "Mereka menembak lima peluru melalui pintu rumah kami. Mereka mengatakan, mereka ingin Arif (pamannya) dan Syawqi (kakaknya), ayahku dan ibuku. Kemudian mereka menanyakan tentang pamanku, Abu Haidar. Mereka juga mengetahui namanya."

Dengan menggigil ketakutan, anak itu berdiri dibalik pintu masuk keluarganya, pada saat itu, pasukan Assad menembaki semua anggota keluarganya di depan matanya.

"Ibuku berteriak pada mereka," ujar anak itu.

"Dia bertanya: 'Apa yang kalian inginkan dari suami dan anakku?', seorang pria botak berjanggut menembaknya dengan sebuah senjata mesin dari leher. Kemudian mereka membunuh adik perempuanku, Rasha, dengan senjata yang sama. Dia berusia lima tahun. Kemudian mereka menembak kakakku Nadir di kepala dan di punggungnya. Aku melihat nyawanya meninggalkan jasadnya di depanku," ungkapnya sedih.

Ketika semua anggota keluarganya telah dibunuh, tentara loyalis Assad itu mengarahkan moncong senjatanya ke arahnya. Ketika itu, ia berinisiatif untuk berpura-pura mati dan mengambil darah saudaranya yang berceceran kemudian melumurinya ke tubuhnya dan berpura-pura mati.

"Mereka menembakku, tetapi pelurunya melewatiku dan aku tidak tertembak. Aku sangat gemetar, aku pikir mereka akan memperhatikanku. Aku mengolesi darah ke wajahku untuk membuat mereka berpikir bahwa aku telah mati," katanya.

Ternyata trik anak itu berhasil, dengan izin Allah, mereka yakin telah menyelesaikan misi pembunuhan mereka, kemudian mereka berpindah ke rumah di daerah lain untuk memburu Muslim lainnya.

"Rupanya mereka yakin pekerjaan mereka telah selesai, pria-pria bersenjata itu pindah ke daerah lain, ke rumah dimana mereka akan melanjutkan menjarah harta milik keluarga (di rumah itu yang dijarah)," katanya. "Mereka mencuri tiga televisi, sebuah Vacuum-cleaner dan sebuah komputer," tambahnya. "Dan kemudian mereka bersiap-siap pergi."

Dalam wawancara lain, ia bercerita bahwa kedua pamannya dan saudara laki-lakinya ditangkap dan dibunuh. "Mereka menangkap dan membawa mereka," katanya. Saat ditanya bagiamana ia tahu bahwa mereka telah terbunuh, ia menjawab, "hari berikutnya aku melihat mereka tewas di saluran TV pemerintah Suriah." "Pamanku bercerita bahwa sekelompok pria bersenjata membunuh anaknya."

The Guardian menghubungi anak laki-laki ini melalui seorang tokoh di kota yang merupakan seorang anggota Dewan Revolusi Suriah yang sekarang sedang merawatnya. The Guardian tidak diizinkan untuk memaparkan profil anak ini dan tidak menyebutkan namanya untuk tujuan keamanan.

Anak itu mengatakan bahwa dia menanti hingga para anggota lapis baja itu bergerak menjauh dari jalan rumahnya, kemudian ia berlari ke rumah pamannya yang letaknya tak jauh dari kediamannya, untuk bersembunyi. Ia mengatakan, milisi yang sama mengetuk pintu rumah pamannya beberapa menit kemudian, meminta pamannya apakah dia tahu siapa yang tinggal di dalam rumahnya, para anggota lapis baja itu hanya berteriak-teriak mengamuk.

"Ketika mereka pergi, mereka mengatakan bahwa mereka ingin membakar rumah, aku panik dan kemudian pergi ke rumah pamanku tanpa alas kaki."

"Mereka tidak tahu dia (paman) adalah keluargaku dan ketika mereka berbicara kepadanya, mereka menjelaskan ke-enam orang yang mati di rumahku. Termasuk aku. Mereka pikir aku telah mati."

Selama 15 menit percakapan, anak itu tetap diam hingga ia diminta untuk bercerita bagaimana dia tahu para pria bersenjata itu adalah milisi pro-rezim Assad, yang dikenal sebagai milisi Syi'ah Shabihah. Pasukan yang sering dituduh banyak melakukan pembantaian di Al-Hulah, dengan memasuki rumah-rumah warga Muslim dan membantai anggota keluarga di dalamnya. Pada pembantaian di Al-Hulah terakhir, lebih dari 50 dari lebih dari 100 korban adalah anak-anak, bahkan dari usia batita dan balita.

Anak itu menjawab bahwa mengapa ia yakin pasukan bersenjata itu adalah milisi pro-Assad, "Mereka keluar dari tank dan mereka memiliki senjata dan pisau," dia mengulangi kata-kata itu. "11 dari mereka berpakaian militer, dan beberapa dari mereka berpakaian biasa, rambut dicukur dan berjanggut (milisi Syi'ah Shabihah)."

"Mengapa kalian bertanya padaku siapa mereka? Aku tahu siapa mereka. Kami semua tahu! Mereka adalah para tentara rezim dan orang-orang yang berperang dengan mereka. Itu adalah benar," tegasnya.

Mengingat Barat dan rezim Assad membantah bahwa pasukan militer Assad dan milisi pro-Assad yang melakukan pembantaian selama ini, dan menyalahkan terhadapa kelompok 'pemberontak' atau 'teroris'. Kesaksian anak ini adalah salah satu dari banyak kesaksian bahwa yang melakukan pembantaian adalah pasukan Assad dan milisi-milisi Syi'ah pro-Assad.

Pesannya kepada masyarakat dunia

"Aku meminta kepada masyarakat internasional untuk menghentikan pembunuhan di Suriah dan di Al-Haulah,

Siapa saja yang mendengarku, harus tahu bahwa kami dibunuhi, kami dibunuh di rumah-rumah kami,

Masyarakat internasional duduk diam, hanya bicara dan tidak melakukan apapun,

Orang-orang harus berperang untuk kami, lakukan apa yang mereka katakan, dan lindungi kami,

Aku meninggalkan rumah dalam keadaan bergetar (ketakutan),

Aku melangkahi jasad adikku. Aku lihat kakak dan ibuku tewas di tempat tidur,

Aku melihat mereka semua..."

FPI Serbu Gudang Miras di Garut

Massa Front Pembela Islam (FPI) menyerbu sebuah gudang penyimpanan ribuan botol minuman keras (miras) di Garut. Massa memusnahkan berbagai jenis miras dengan cara memecahkan botol-botol tersebut di sebuah gudang Jalan Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin tengah malam (28/5/2012) lalu.

Penggerebekan gudang miras dilakukan oleh ratusan anggota FPI, sempat terjadi ketegangan dengan aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan.

Ketegangan terjadi ketika pihak kepolisian menahan massa untuk meminta waktu membuka gudang yang pemiliknya sedang tidak ada di tempat.

Namun massa FPI yang tidak mau didikte oleh polisi akhirnya mendobrak paksa gerbang gudang tersebut dan berhasil memasuki gudang yang terdapat tumpukan ratusan dus berisi ribuan botol minuman keras.

Massa FPI secara serempak langsung memecahkan seluruh botol minuman keras sehingga pecahan kaca botol tampak berserakan dan tumpahan cairan minuman keras menggenangi seantero lantai gudang.

Sebagian dus berisi minuman keras diamankan kepolisian dengan diangkut menggunakan truk untuk dibawa ke markas Polres Garut sebagai barang bukti.

Salah seorang pengurus FPI Kabupaten Garut, Ustadz Dadan mengatakan gudang penyimpanan minuman keras diketahui berdasarkan informasi laporan masyarakat dan sejumlah anggota FPI.

Menurut dia, gudang tersebut merupakan yang terbesar selama FPI melakukan razia terhadap tempat minuman keras di wilayah Kabupaten Garut.

Sementara keberadaan gudang minuman keras tersebut, kata Dadan seperti dibiarkan tanpa ada penindakan oleh aparat kepolisian, sehingga FPI terpaksa melakukan penggerebekan dan langsung memusnahkannya.

“Intinya saya sangat sedih gudang minuman keras yang sepengetahuan saya terbesar ini dibiarkan. Dan saya tidak akan melihat siapapun dalam memberantas peredaran minuman keras,” kata Dadan.

Sementara itu, dalam pers rilisnya yang diterima Redaktur KabarNet, Ustadz Dadan dari DPW FPI Kabupaten Garut menuliskan sebagai berikut:

“Kami DPW FPI Kabupaten Garut menerjunkan 50 laskar inti dan 120 laskar biasa untuk mengadakan Harakah.

Selama 5 jam kami merazia sarang miras dan berhasil menyita serta memusnahkan belasan ribu botol miras yang tersebar di 3 titik target operasi, yaitu sebuah toko miras di Karangpawitan didapati puluhan botol, di Sukadana didapati ratusan botol, dan yang paling banyak kami sita di sebuah gudang Jl. Maktal – Papandayan sebanyak belasan ribu botol miras. Disinyalir gudang tersebut merupakan pemasok kios-kios miras di Garut dan tak pernah tersentuh kepolisian karena mereka menggunakan label Sirup ABC untuk mengelabui aparat setempat.

Ingatlah wahai penjual/bandar miras, kami akan selalu menghantui kalian dimanapun berada. Siapapun backing kalian tak ngaruh bagi kami. Kami tak rhido Garut jadi gudangnya miras.

Wassalam

Beberapa orang warga setempat mengungkapkan kepada wartawan, mereka sudah pernah melaporkan kepada aparat kepolisian tentang kecurigaan bahwa gudang tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan miras. Namun laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Oleh karena itu, warga akhirnya melaporkan keberadaan gudang miras tersebut kepada Front Pembela Islam (FPI) yang langsung bertindak menyerbu gudang tersebut bersama-sama dengan warga setempat.

Rabu, 30 Mei 2012

Panglima & Pasukan Terhebat Sepanjang Masa

“…..kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!”[Napoleon Bonaparte ]

Tanggal 29 Mei merupakan salah satu hari yang paling bersejarah bagi kaum muslimin. Hari apakah itu? Yep! Itulah hari ketika janji Allah dan Rasul-Nya terwujud, yaitu hari dibebaskannya Konstantinopel, pada hari Selasa tanggal 29 Mei 1453 M, atau 20 Jumadil Awal 857 H. Dalam kitab Musnad al-Kubra, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya.” (HR Ahmad dalam musnadnya).

Pembebasan kota jantung Eropa ini dipimpin oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih, sultan ke-7 Khilafah Utsmaniyah. Sejak kecil, beliau sudah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin besar yang akan menaklukkan konstantinopel. Untuk itu, ayah beliau, Sultan Murad II, meminta syaikh Aaq Syamsuddin Al-Wali, keturunan Abu Bakar Ra., untuk mengajarkan berbagai disiplin ilmu kepada Muhammad al-Fatih.

Karena tempaan yang luar biasa tersebut, beliau menjadi sosok yang cerdas, tangguh dan shalih. Beliau adalah ahli strategi perang jenius yang melampaui zaman. Beliau juga mahir berkuda, bahkan diriwayatkan sebagian besar hidup beliau dihabiskan di atas kuda, untuk memimpin misi jihad secara langsung. Ketika membebaskan Konstantinopel, beliau masih berusia 21 tahun dan fasih berbicara dalam 7 bahasa: Arab, Latin,Yunani, Serbia, Turki, Parsi dan Ibrani.

Faktor utama terwujudnya bisyarah Nabi SAW di tangan al-Fatih, adalah kedekatan beliau dengan Allah SWT. Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Bahkan menurut sejarawan, beliau adalah satu-satunya pemimpin Islam yang tak pernah masbuq dalam shalat berjamaah.

Keshalihan ini pun juga terlihat pada pasukan yang ikut serta menaklukkan Konstantinopel. Tentara al-Fatih adalah pasukan elite Janissary, tentara pilihan yang direkrut sejak kecil dan dibina dengan sangat ketat. Mereka tidak pernah absen solat wajib sejak baligh, dan setengah dari mereka tak pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh. Selain shalih dan mempunyai kemampuan tempur yang lebih unggul, pasukan Janissary al-Fatih juga dibekali dengan berbagai keahlian khusus dan kemampuan survival. Bisa dibilang pasukan elite janissary adalah cikal bakal pasukan khusus modern. Secara umum, tentara Daulah Utsmaniyah diakui militer yang paling kuat di dunia yang hampir tak terkalahkan dalam setiap pertempuran.

Dalam membebaskan konstantinopel, kemampuan tempur yang hebat itu didukung dengan strategi perang yang brilian. Awalnya, al-Fatih menggunakan strategi perang biasa untuk merebut konstantinopel, yaitu dengan membobol benteng, dan menerobos lewat laut. Walaupun disebut taktik “biasa”, beliau juga menggunakan kekuatan yang luar biasa, yaitu membuat meriam terbesar dan terkuat yang pernah ada saat itu, dan 70 kapal dan 20 galley untuk menerobos ke selat Golden Horn.

Namun, terbukti cara biasa tidak mempan untuk kota benteng terkuat di dunia itu. Meriam terbesar ternyata tak mampu membobol benteng konstantinopel, kapal-kapal pun tak bisa masuk ke selat Golden Horn karena terhalang rantai besar yang membentang di lautan, bahkan upaya menggali terowongan bawah tanah juga gagal total. Pasukan al-Fatih pun menderita yang cukup kerugian besar.

Disinilah kemudian dibuktikan kejeniusan Muhammad Al-Fatih dan keteguhan tentaranya. Setelah berbagai cara dilakukan, akhirnya al-Fatih mengusulkan memindahkan kapal melewati perbukitan Galata, untuk memasuki titik terlemah konstantinopel, yaitu selat Golden Horn. Dan untuk mengejutkan musuh, pemindahan kapal itu pun harus dilakukan dalam 1 malam.

Ternyata, ide yang terdengar seperti lelucon itu dilaksanakan oleh semua pasukan. Kapal-kapal pasukan al-Fatih pun seolah berlayar mengarungi perbukitan dalam satu malam! Satu strategi luar biasa yang membuat para sejarawan terkagum-kagum.

Setelah itu barulah keadaan mulai berbalik, pasukan al-Fatih semakin merangsek dan mengepung Konstantinopel, sementara pertahanan pasukan Byzantium semakin melemah, bahkan semangat pasukan semakin merosot tajam. Melihat keadaan tersebut, pada tanggal 26-27 Mei, al-Fatih mempersiapkan serangan terakhir. Pada tanggal 28 Sultan al-Fatih meminta pasukannya untuk bermunajat kepada Allah, bertahajud, dan menahan diri dari maksiat, dan meminta pertolongan Allah.

Esoknya serangan terakhirpun dilancarkan. Sultan dan pasukannya berjuang dengan gigih. Akhirnya sebelum ashar, sultan Muhammad al-Fatih menginjakkan kakinya di gerbang Konstantinopel. Allahu akbar, janji Allah telah dipenuhi oleh pemimpin terbaik dan pasukan terkuat.

Upaya menaklukkan konstantinopel sudah dilakukan sejak masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan pada tahun 34 H, tapi gagal total. Selanjutnya misi tersebut diemban oleh sahabat Nabi lainnya, yaitu Abu Ayyub al-Anshari pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan tahun 49 H, walaupun usia beliau sudah renta. Ekspedisi inipun gagal bahkan Abu Ayyub gugur syahid. Upaya selanjutnya dilakukan oleh para Khalifah berikutnya, tapi tak pernah berhasil.

Salah satu faktor penyebabnya adalah pertahanan Konstantinopel yang sangat kuat. Kota yang dijuluki jantung eropa ini dikelilingi benteng setinggi 13 m dan lebar 8 m. Sebelah selatan dan timur kota dilindungi oleh laut Marmara, dan sebelah utara nya ada selat Golden Horn yang dirantai yang sulit ditembus kapal. Maka wajarlah bila Sultan Muhammad al-Fatih dan pasukannya dijuluki sebagai..........panglima dan pasukan terhebat sepanjang masa.

Pemilik Wikileaks Bertanya Tentang Bersatunya Muslim Dalam Khilafah Islam ??

Pada episode kelima program “The World Tomorrow” di TV Russia Today, yang dipublikasikan pada 15/05/2012; acara yang dipandu oleh Julian Assange pemilik situs WikiLeaks ini, melakukan wawancara dengan dua orang Muslim, yaitu Moazzam Begg mantan tahanan di penjara Guantanamo, dan seorang pengacara Asim Qureshi.

Pemilik situs WikiLeaks bertanya pada salah satu dari keduanya: “Apa pendapat Anda tentang keinginan penyatuan masyarakat Muslim dalam Khilafah Islam?” Yang pertama menjawab: “Saya yakin bahwa banyak kaum Muslim secara umum yang setuju dengan konsep penyatuan kaum Muslim dan penegakkan Khilafah. Dan ini merupakan sikap radikal yang senantiasa dipegang teguh masyarakat.”
Ketika Assange bertanya tentang sistem apakah yang ideal menurut Anda? Yang kedua menjawab: “Akan tetapi seperti yang Anda tahu bahwa ini adalah pendapat pribadi saya, dimana saya yakin ketakutan terbesar yang Anda lihat adalah ketika mereka berbicara tentang sistem Islam dan Khilafah, maka semua menjadi ketakutan.”

Namun dalam realitasnya, seperti apa bentuk sistem itu? Apakah hal itu berupa penyatuan negeri-negeri yang berbahasa Arab? Sementara di Eropa, kami memiliki lima puluh bahasa yang berbeda, dimana masyarakat mencoba untuk menyatukan dan menghapus egoisme negara-negara, sehingga mereka memiliki kesatuan mata uang bersama, dan sebagainya.

Yang kedua menambahkan ketika menjawab tentang masalah bahasa: “Sungguh telah berlangsung penanaman nasionalisme yang datang setelah salah satu dari mereka membuat rancangan peta Afrika. Kemuadian ia mengatakan Anda Libya, Anda Aljazair, serta Anda anu dan anu. Apabila bangsa Arab dapat kembali pada konteks era modern, dengan kondisinya yang sekarang, menuju semacam kesatuan, maka hal ini akan memberi mereka kekuatan besar. Dan saya yakin hal inilah yang merupakan sumber keprihatinan di Barat, bahwa akan timbuh kekuatan lain di bagian selatan Eropa. Sedang Barat tidak suka hal itu terjadi. Namun saya yakin bahwa semua itu akan terjadi.”

Yang kedua menjawab terkait mekanisme penerapan syariah Islam: “Tidak ada dari kita yang memenuhi syarat untuk berbicara tentang metode itu, yang di dalamnya semua perkara perlu dibahas, yakni mekanisme pendirian negara, dan penyusunan konstitusinya, sebab tidak ada satu negarapun yang menerapkan syariah sejak runtuhnya Khilafah Islam.”

Sesungguhnya hal penting dalam wawancara itu, dan yang perlu diperhatikan bahwa pemilik situs WikiLeaks ini adalah orang Barat yang jauh dari Islam dan kaum Muslim. Namun, ia menyadari bahwa masyarakat Muslim benar-benar menginginkan persatuan dalam naungan Khilafah Islam. Ia juga menyadari bahwa Khilafah itulah yang akan menyatukan mereka.

Sehingga ia menanyakan kepada dua orang Muslim tentang bagaimana mekanisme mendirikan Khilafah, bagaimana membangun persatuan masyarakat Muslim, dan bagaimana mekanisme penerapan sistem Islam dalam naungan Khilafah. Semua ini menegaskan bahwa Barat dan Rusia menyadari betul keinginan kaum Muslim untuk bersatu di bawah naungan Khilafah. Dan bedirinya Khilafah ...........SUNGGUH SUDAH SANGAT DEKAT SEKALI.

Dahlan Iskan, The Next Masonic President ?????


Kooptasi gerakan zionis Internasional menyusup hingga ke semua kalangan. Mereka bergerak untuk kepentingan Israel Dengan jargon-jargon yang terkesan indah.

Banyak tokoh yang muncul ke permukaan dengan pencitraan yang aduhai. Salah satunya ialah Dahlan Iskan, Mentri Badan Umum Milik Negara (BUMN). Begitu menjabat, banyak gebrakan di lakukan sehingga menuai pujian dari berbagai kalangan. Namanya melambung. Belakangan dahlan sudah mulai digadang-gadang sebagai calon Presiden Indonesia.

Tapi tahukah anda, Dahlan Iskan tercatat sebagai anggota dari Lions Club Indonesia. Ia tercatat sebagai anggota organisasi yang berafiliasi ke Yahudi itu dengan nomor 83335. Ia menjadi anggota dari District 307B Indonesia-Surabaya Surya. Ia sempat menjadi ‘President’ District tersebut. Kini ia menjabat sebagai salah satu direktor.

Pantas kemudian pandangan-pandangannya sangat neoliberal. Di tengah jabatannya yang sekarang, ia pun tetap melanjutkan rencana privatisasi BUMN. Satu per satu BUMN yang ‘sehat’ masuk dalam rencana penjualan. Pembelinya tidak lain adalah kapitalis asing.

Sebelumnya, di media yang di pimpinnya yakni Jawa Pos Grup,Dahlan member tempat yang eksklusif bagi kelompok Liberal, Ulil dan kawan-kawan. Mereka mengisi rubrik ‘Kajian Utan Kayu, yang pesan-pesannya kental akan nuansa pluralisme dan deislamisasi.

Lions Club sendiri adalah sebuah klub yang di yakini oleh para ahli menginduk kepada Freman sonry-tangan dari Zionisme Internasional. Tidak semua orang bisa menjadi anggotanya. Hanya orang yang di anggap berhasil/sukses dan berpengaruh yang bias masuk ke dalamnya. Lions club secara lahiriah menyerukan ide “Ikatan Kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antara umat manusia. Namun hakikat yang sebenarnya adalah organosasi ini merupakan mantel selubung Zionisme.

Setali tiga uang dengan Lions Club, ada juga Rotary Club. Organisasi yang induknya juga sama dengan Lions Club ini menancapkan kukunya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Organisasi ini juga merekrut orang-orang berpengaruh di suatu wilayah menjadi anggotanya.

Salah satu yang terjerat adalah istri Walikota Solo, Kamis (23/2), Rotary Club (RC) Solo Kartini melantik Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan mereka, bersamaan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional. Iriana mengaku senang di jadikan anggota ke hormatan karena tertarik dengan kegiatan Rotary Club yang banyak bergelutdi bidang kemanusiaan.

Sepak terjang kaki tangan Zionis di Indonesia sebenarnya telah berlangsung lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mereka merekrut orang lokal untuk mempropagandakan slogan mereka yakni HAM, demokrasi, Sikap moderat, dan toleransi. Apalagi Belanda terkenal sebagai tempat pertemuan Zionis Internasional sejak dulu kala.

Dr Th. Stevens, seorang sejarawan Belanda, dalam bukunya: ‘Tarekat Mason Bebas dan Masy`rakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962’ menyebut gerakan-gerakan kesukuan dan berbasiskan sekularisme,pluralisme dan liberalisme dan anti islam di gerakan oleh tokoh-tokoh anggota jaringan Zionis internasional.

Dalam buku yang peredarannya terbatas itu di sebutkan bahwa beberapa tokoh yang kini di sebut sebagai pahlawan adalah kaki tangan Zionis, sebut saja Boedi Oetomo, yang tokoh kuncinya adalah anggota jaringan Zionis Internasional, seperti Pangeran Ario Notodirejo yang merupakan anggota Loge Mataram dan ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914.

Nama lain yang di sebut dalam buku itu antara lain Raden Adipati Tirto Koesoemo, Bupati Karang Anyar dan menjadi anggota Lodge Mataram sejak tahun 1895. Lodge adalah pusat aktifitas para anggota freemason

Juga ada nama Mas Boediarjo, Raden Mas Toemenggoeng Ario Koesoemo Yoedha, dan salah satu tokoh kemerdekaan Dr Radjiman Wedyodiningrat (Ketua Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia)

RM Adipati Ario Poerbo Hadiningrat, Bupati Semarang termasuk juga di dalamnya. Ia menulis buku berjudul: “Wat Ik als Javaan voor geest an ge moed in de vrijmetselarij heb gevonden” yang berisi tentang pengalaman hidupnya sebagai seorang jawa yang menemukan jiwa dalam organisasi Freemason.

Ada pula nama Sultan hamengkubuwono VIII, RM AAA Tjokro Adiekoesoemo,RAS Soemiro Kolopaking Poerbonegoro Paku Alam VIII, dan juga Raden Said Soekanto. Nama terakhir ini adalah kepala kepolisian RI pertama yang menjabat pada tahun 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.

Di tahun 1952, saat masih menjabat sebagai Kapolri, Jendral (pol) Soekanto juga aktif menjabat sebagai Suhu Agung (Grandmaster) dari Timur Agung Indonesia atu Federasi Nasional Mason Indonesia. Ia memimpin Loji Indonesia Purwo Daksina. Ia juga menjabat sebagai ketua Yayasan Raden Saleh, yang merupakan penerusan Dari Carpentier Althing Stiching.

Keberadaan jaringan Zionis Internasional ini pernah di bubarkan dan di larang oleh Presiden Soekarno melalui Lembaran Negara dengan Nomor 18/1961, bulan Februari 1961, yang di kuatkan melalui Keppres no.264 tahun 1962. Yang di bubarkan adalah beberapa organisasi yang merupakan jaringan Zionis Internasional Seperti Rosikrusian, Morl Re-armament, Lion Club, Rotary dan Bahaisme dan seluruh Lodge (loji) mereka di sita.

Di era Soeharto, kendati hubungan Diplomatik tidak ada, beberapa tokoh Militer dan Intellijen berhubungan dengan Israel. Mereka mendapatkjan ilmu dari Negara Zionis tersebut.

Ketika Abdurrahman Wahid berkuasa, semua putus dengan Israel itu dihidupkan kembali. Gusdur mencabut Keppres yang di keluarkan oleh Soekarno itu melalui keppres No.69 Tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.

Walhasil, gerakan kaum Zionis ini kian leluasa di Indonesia. Apalagi memasuki era Reformasi. Semua kran dibuka dan tidak ada filter sama sekali terhadap racun yang ingin di sebarkan masuk ke Indonesia. Hubungan kerja sama dagang dengan orag-orang Zionis sudah kasat mata. Misalnya: bagaiman Grup Bakri yang menggandeng perusahaan Rothschild-Yahudi Amerika.

Di Indonesia, para pengemban ide-ide Zionis ini tak lagi berbaju organisasi Zionis tetapi berbaju liberal dan organisasi-organisasi sosial. Jargon yang di suarakan juga sama yakni kebebasan, persamaan, toleransi, demokrasi, HAM, Pluralisme, dan sejenisnya. Tujuan jangka panjangnya adalah mengakui keberadaanya kaum Zionis sebagai satu entitas politik yang harus di akui. Itulah Israel Raya.

Sepenggal Kisah Seorang Siswi PALESTINA

Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.

Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian.

Saat itu di pojok ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya.

Beberapa saat kemudian tim pemeriksa sampai pada siswi tersebut hendak melakukan pemeriksaan. Tapi sang siswi tersebut justru semakin erat memegang tasnya. Seakan dia mengatakan, tolong jangan buka tas saya, pak.

Silahkan kau buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak bergeming. Dilihatnya wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: JANGAAAN. Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut.

Saat itu sedang terjadi adegan perebutan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Semua siswi dalam ruangan itu terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri sembari tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam.


Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama …

Air mata sang Siswi bercucuran deras kala dirinya dibawa ke sebuah kantor. Matanya yang sayu memandang lemah ke arah semua yang hadir di ruangan itu, seolah takut karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak, rahasia yang sekian lama dijalaninya.

Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Tiba tiba apa yang ditakutkannya pun terjadi saat sang kepala sekolah tiba-tiba bertanya kepadanya "apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku …?

Saat-saat yang tak diinginkannya itu pun terjadi, dengan teramat berat dia membuka tasnya. Tahukah pembaca apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya, pembaca. Tidak ada. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah sesuatu yang ada di dalam tasnya, sesuatu yang ia sembunyikan.

Diiringi tetes demi tetes air matanya yang dari tadi ia pertahankan, keluarlah baris demi baris kalimat dari mulutnya.

“Maafkan saya bu, ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulang untuk keluarga saya di rumah untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki apa-apa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Oleh sebab itu saya bersikukuh untuk tidak membuka tas tadi, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi. sekali lagi maafkan saya”. Sambil menarik napas panjang, sesekali terdengar isak tangisnya, tangis yang tak seorangpun dapat memahami artinya.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Semua mata yang menyaksikan dan mendengar peristiwa itu mencucurkan air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.

----------Selesai------------

Diatas adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel.

[syiar-islam] Digest Number 3368

There is 1 message in this issue.

Topics in this digest:

1. Suka duka anak-anakku di Indonesia, yang berasal dari sekolah Indone
From: Rahima


Message
________________________________________________________________________
1. Suka duka anak-anakku di Indonesia, yang berasal dari sekolah Indone
Posted by: "Rahima" rahimarahim@yahoo.com rahimarahim
Date: Tue May 29, 2012 8:21 pm ((PDT))

Bismillahirrahmaanirrahiim, 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Alhamdulillah, salut dan bangga untuk ananda Ila atas prestasinya yang menurutku sudah lumayan bagus. Kenapa aku katakan bagus, meski Ila bukan yang terbaik dari teman-temannya?

Karena aku sadar betul, Ila anak pindahan dari sekolah Indonesia di luar negeri, yang mana jelas banyak hal yang kalah bila bersaing dengan siswa yang sejak dari SD-SMP di Indonesia. Mereka sudah biasa dengan sistem yang disiplin, tegas, dan sulit, sementara Ila di Cairo, mungkin karena kondisi lingkungan juga, terbiasa santai dan pelajarannyapun seadanya saja, sangat jauh beda dengan sistem di Indonesia ini kurasakan terhadap semua anak-anakku. Dan aku tak menyalahkan sekolah di luar negeri itu, karena memang kondisi seperti itu, mau diapakan?

Baik Muhammad, Yaman, Rahmat dan Ila, semenjak pindah ke Indonesia, jauh perubahan mereka dalam hal belajar, sehingga mempengaruhi prestasi mereka juga, padahal di SIC dulunya, mereka juga tidak bodoh, masuk dalam rangking juga. Mat juara I di SIC, Yaman II, Ila pun begitu, juara II juga. Tapi, disaat pertama sekali masuk disekolah Indonesia ini, baik Yaman, Mat, Ila, apalagi Muhammad, rata-rata rangking terakhir semuanya. (Gila banget dah).

Tapi, aku tak pernah putus asa memberikan support buat mereka. Karena setiap aku tanyakan pada guru masing masing, apakah anak-anak saya bodoh otaknya sampai rangking terakhir begitu?

Apa jawab guru mereka semuanya? Sama jawaban semua guru, meski dari sekolah yang berbeda.

"Tidak Bu,..anak Ibu otaknya cerdas, buktinya Matematika, IPA, Bahasa Inggris, mereka boleh dikatakan masih peringkat 5 tertinggi, Bahasa Inggris dan Matematika mereka selalu tertinggi dikelasnya mulai dari awal masuk sampai sekarang mereka bertahan dikedua pelajaran itu, "

Lantas dimana kekurangan mereka?

"Dipelajaran lain Bu,..PKN mereka 30-50an, IPS juga begitu, apalagi bahasa Indonesia mereka, dan paling parah bahasa Minang mereka NOL. Mereka kurang bisa komunikasi, kadang tak mengerti perintah dalam soal yang berbasiskan penjelasan, uraian. Seperti Matematika, jawaban mereka benar, dan kami tahu mereka tak mencontek, karena kami tahu saat di kelas mereka bisa dengan cepat mengerjakannya, tapi disaat ujian, yang diminta bukan sekedar jawaban terakhir, tapi menguraikan, menjelaskan jalan-jalan sampai bisa kejawaban terakhir tersebut.

 Nah mereka tak mengerti apa itu arti :"Uraikan, jelaskan". Kalau untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, bisalah mereka benar semua, dengan jawaban yang ada, tapi disaat pelajaran Bahasa Indonesia, PKN, IPS, dllnya itu yang butuh penjelasan dan uraian, tentu jawaban mereka tak lengkap, akhirnya nilainya down begitu, makanya semua nilai rata rata raport adalah penggabungan semua nilai mata pelajaran, itulah penyebab mereka di rangking terakhir.

Hmmm,..aku sempat bingung juga. Akhirnya kusuruh anak-anak banyak membaca, banyak nonton televisi, nontonlah sinetron itu kalau bosan dengan berita, banyak bergaul dengan teman-temannya, dan jangan coba coba internet yang chatting chattingan menghabiskan waktu itu, apalagi tiap sebentar kirim foto. Padahal foto itukan buat simpanan dikenang di dalam file, agar tak terbuang, bukan untuk semua difoto dikirim dalam moment bergaya gaya itu yang dikirim tiap sebentar..

 Itulah yang kusampaikan pada anak-anak. Aku sangat tegas dalam hal ini, dan aku terus memantau mereka, boleh dikatakan stand by. Dan itu tidak selamanya, hanya butuh sampai mereka bisa di nasehatin, dan melaksanakan apa yang terbaik untuk mereka dengan arahan yang kuberikan, dan babanya juga terkadang memberikan dorongan, terutama sisi finansial.

Alhamdulillah, pada putaran bulan berikut, saat penerimaan raport bulanan, semua anak-anak kami mulai berangsur naik nilainya. Bahkan tidak sampai 6 bulan, sudah berada di peringkat 10 tertinggi. Terakhir Rahmat Yaman, sudah masuk peringkat ke II. Dan dalam sisi mata pelajaran Matematika, bahasa Inggris, alhamdulilah tetap diperingkat pertama.

 Untuk mata pelajaran keseluruhannya, sudah jauh meningkat. Buktinya saat UN, Rahmat masuk rangking, dan bisa masuk ke sekolah terpavorit di Bukittinggi itu. Dan terakhir Ila, seharusnya Ila bisa masuk mahasiswa Undangan ke PT, dilihat dari sisi nilainya. namun amat disayangkan, syarat mahasiswa undangan adalah harus menjadi siswa disekolah itu semenjak mulai dari KLS I-III SMA, sementara Ila tidak memenuhi syarat itu, Ila anak pindahan.

Dan yang sangat menyedihkan Ila adalah, temannya yang dibawah Ila nilainya. Ila rata rata 84, teman tersebut 80-81, tapi teman tersebut diterima dan lulus di mahasiswa undangan UI, dan itu hanya berdasarkan hasil nilai, dan Ila lebih tinggi kalau dilihat dari hasil, namun syarat anakku itu satu saja, bukan siswa sejak dari kelas I-III SMA disekolah yang sama, tapi Ila siswi pindahan. Hanya karena siswi pindahan saja, Ila tidak bisa masuk mendapatkan mahasiswa Undangan, meski nilainya lebih tinggi. Sedih dan kecewa memang, namun aku tetap memberikan semangat, berarti itu yang terbaik, dan bersabar sajalah.

Apalagi Nilai UN Ila masuk rangking 6 di sekolahnya, dan masuk rangking ke- 35 dari 40 siswa meraih rangking tertinggi UN se Bukittinggi, dan Ila tidak bisa masuk kategori siswi Undangan ke PT yang diinginkannya. Ila sempat down dan nangis, sebagaimana Ila pernah nangis kencang sekali, pulang sampai rumah dia berurai air mata sambil menangis didepanku. Lantas kutanyakan ada apa Ila?

Apa jawab anakku itu :"Ila sedih dan kecewa Mama, masak orang nyontek dikelas dan lihat kunci dibiarin saja, akhirnya nilainya sama dengan Ila yang tidak nyontek, dan sudah capek capek belajar, hasil sama?"

"Yah,..sudahlah Ila, sabar aja, karena tokh,,,nantik akan terbukti siapa benar siapa salah, Allah Ta'ala tidak pernah tidur, kelak lihat saja hasilnya saat kita bekerja aja".

"Ila tetap menangis, masih belum bisa menerima hal seperti itu".

Karena anak anak sudah semenjak dari kecil kutanamkan tidak menyontek, kadang mereka sampai mau saja menyontek, sakit hati, ngapain sibuk sibuk belajar, tokh..kalau nilai yang nyontek dan tak nyontek sama saja, bahkan kadang mereka yang nyontek lebih tinggi, ada perasaan mereka mau nyontek juga sih. 

Tapi,..dasar memang hati kecil mereka sudah biasa jujur...mereka tak mau lakukan itu, biarlah nilai rendah asal hasil sendiri. Itulah prinsip mereka yang kutahu. Dan mereka jujur berapapun niai mereka disampaikan ke aku, meski nilai mereka rendah, dan aku menanamkan kemereka,..seseorang berhasil kelaknya, bukan dinilai dari prestasi akademik raportnya. Tidak sama sekali tidak. 

Banyak orang berhasil yang dulu dikelasnya biasa biasa saja nilainya, tapi dia mapan dalam ekonomi, bahkan tingkatan kaya, dibandingkan dengan temanya yang juara umum disekolahnya. Aku tanamkan hal itu. Jangan nilai raport perlihatkan ke Mama, tapi kreatif dan inovatif dari prakarya nyata kalian, skill kalian untuk bisa hidup mandiri kelak, punya hasil dari keahlian yang bisa bermanfaat buat diri sendiri, dan agama, juga negara, terutama masyarakat, dan semua itu dibarengi akhlak dan pengetahuan agama kalian yang paling terpenting, bukan nilai akademik.

Alhamdulillah, meski aku sudah menanamkan aku bukan minta nilai akademik, tapi nilai nilai akhlaq, kepribadian, kemandirian, agama dan skill yang nyata, itu yang kuharapkan dari mereka, mereka tetap saja memberikan aku dan babanya suatu kebanggaan dengan nilai akademik mereka masuk dalam katagori tertinggi dari sekian siswa. Yah..aku tetap kasih hadiah dan apresiasi untuk itu. 

Aku tetap sampaikan ke anak-anak kami, bukan nilai prestasi akademik, nilai raport meski juara Umumpun yang dicapai mereka, kalau akhlaq dan agama serta skill mereka untuk menghadapi hidup masa depan mereka tak meraka miliki, itu sama saja nonsen, alias bulshit dan Boong dalam pandanganku.

 "Mama,..tidak pernah menilai seseorang dari kepintarannya, juaranya dalam bidang akademik, karena Mama sudah sering meraih prestasi excellent, jadi hal yang biasa dan lumrah bagi Mama untuk hal itu, bukan hal luar biasa lagi.

 Tapi bagi Mama, kalau kalian bisa menjadi anak yang shalih dan shalihah, punya keahlian yang bermanfaat buat hidup diri kalian, agama dan masyarakat kelak, inilah yang Mama belum punya dan Mama banggakan". Kalau soal juara I juara Umum,..itu mah..hal biasa...tapi kalian bisa bikin robot, bisa bikin rumah,.bisa bikin mobil, bisa jahit baju sendiri, bisa hafal AlQuran dan faham isinya melaksanakannya,..ini barulah anak Mama,..dan Baba...yang membahagiakan Mama dan Baba". 

Ini yang sering aku sampaikan, sehingga anak-anak santai aja dalam pelajarannya, namun alhamdulillah tetap saja masuk dalam peraih nilai tinggi disekolahnya. Alhamdulilah a'la kuli haalin. Tetap saja aku mengingatkan akhlaq, agama dan skill yang terutama. Itu sampai mati tetap yang diharapkan.

Orang mau nyontek kek, mau juara kek,..cuekin ajalah..tapi lihatlah kepada akhlaq dan agama serta skill mereka yang maju, tirulah itu, perhatian terhadap hal-hal seperti itu, karena itu demi hidup bahagia dunia dan akhirat. Tetap saja anak-anak kami memberikan nilai akademik disekolahnya yang terbaik untuk kami ortunya, dan aku tetap berikan apresiasi dan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, dan tak perlu sombong dan memandang rendah bagi mereka yang mendapatkan nilai rendah dari kita, karena bisa jadi kelak, mereka lebih berhasil dari kita.

 Masa depan manusia tak ada yang tahu seorangpun kecuali Allah semata, maka gantungkanlah hidup hanya untuk Allah semata, yang mana DIA lah yang menentukan nasib hidup kita didunia dan akhirat ini.

Wassalamu'alaikum. Biaro, 30 Mei 2012. Rahima.


 
Rahima.

Dan akhirat itu, jauh lebih baik dari dunia


[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)



===


Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Layanan pembuatan website mulai 2 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar

Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.700/orang di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400

Ruby Store: Toko Film Islam dan Produk Muslim Terpercaya: http://media-islam.or.id/2012/04/30/ruby-store-toko-film-islam-dan-produk-muslim-terpercaya

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
syiar-islam-normal@yahoogroups.com
syiar-islam-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
syiar-islam-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------