Senin, 31 Januari 2011

[syiar-islam] Digest Number 3066

There are 8 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!
From: wirawan

2. Pelanggar Sumpah
From: Zulhendri zk is

3. Fw: [doktermuslimfkui] Jalan Cinta Para Pejuang
From: Isan Johnson

4. Software agent pendukung dakwah online
From: k0p1.j4w4

5. Israel Sangat Takut Mubarak Jatuh
From: wirawan

6. Cara Cepat Hapal Al-Quran
From: yusuf shandy

7a. Antara Kewajiban dan Tugas
From: lucky firmansyah

8. Poll ttg Islam dan community development
From: k0p1.j4w4


Messages
________________________________________________________________________
1. Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!
Posted by: "wirawan" wirawan.smg@gmail.com wirawan_smg
Date: Sun Jan 30, 2011 7:09 pm ((PST))

Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memilihkan untuk kita agama
terbaik, Rasul paling mulia, kitab yang menghapus dan menyempurnakan
kitab-kitab sebelumnya, dan syariat yang paling sempurna, mudah, dan penuh
hikmah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan utusan Allah,
Muhammad bin Abdillah, keluarga dan para sahabatnya.

Sering kita dengar istilah tauqifiyah. Salah satunya dalam masalah ibadah.
Bahwa ibadah bersifat tauqifiyah. Lalu apa makna dan maksud istilah
tauqifiyyah tersebut?

Makna perkataan para ulama yang menjelaskan "Ibadah adalah tauqifiyah" atau
"Ibadah dibangun di atas tauqif" adalah tidak boleh beribadah kepada Allah
dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat
ketetapannya dalam nash-nash syar'i (Al-Qur'an dan sunnah) bahwa itu ibadah
yang telah Allah Ta'ala Syariatkan. Karena ibadah tidak disyariatkan (tidak
diperintahkan) kecuali dengan adanya dalil syar'i yang menunjukkan atas
perintah tersebut.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman,

Çáúíóæúãó ÃóßúãóáúÊõ áóßõãú Ïöíäóßõãú æóÃóÊúãóãúÊõ Úóáóíúßõãú äöÚúãóÊöí
æóÑóÖöíÊõ áóßõãõ ÇáúÅöÓúáóÇãó ÏöíäðÇ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu." (QS.
Al-Maidah: 3) Allah Ta'ala telah menyempurnakan agama ini untuk kita, maka
apa yang tidak Allah Ta'ala syariatkan sesudah turunnya ayat ini maka bukan
bagian dari agama kita.

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda,

ãóÇ ÈóÞöíó ÔóíúÁñ íõÞóÑøöÈõ ãöäó ÇáúÌóäøóÉö ¡ æíõÈóÇÚöÏõ ãöäó ÇáäøóÇÑö ¡
ÅöáÇ æóÞóÏú Èõíøöäó áóßõãú

"Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka
kecuali telah diterangkan kepada kalian." (HR. Thabrani dalam al-Kabir no.
1647 dan dishahihkan dalam al-Shahihah oleh Syaikh Al-Albani rahimahullaah)

ãóÇ ÊóÑóßúÊõ ÔóíúÆðÇ ãöãøóÇ ÃóãóÑóßõãõ Çááåõ Èöåö ÅöáÇøó æóÞóÏú ÃóãóÑúÊõßõãú
Èöåö ¡ æóáÇó ÊóÑóßúÊõ ÔóíúÆðÇ ãöãøóÇ äóåóÇßõãú Úóäúåõ ÅöáÇøó æóÞóÏú
äóåóíúÊõßõãú Úóäúåõ

"Tidaklah aku tinggalkan sesuatu yang Allah perintahkan kepada kalian
kecuali telah aku perintahkan kalian melaksanakannya. Dan tidak juga aku
meninggalkan suatu larangan yang telah Allah larang kalian darinya kecuali
telah aku larang kalian darinya." (HR. al-Syafi'i dalam Musnadnya dan
dihassankan Al-Albani dalam al-Shahihah)

Maka apa yang tidak pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jelaskan
kepada kita, maka ia bukan bagian dari agama ini dan bukan pula amalan yang
bisa mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka.

"Ibadah adalah tauqifiyah" adalah tidak boleh beribadah kepada Allah
dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat
ketetapannya dalam nash-nash syar'i (Al-Qur'an dan sunnah) bahwa itu ibadah
yang telah Allah Ta'ala syariatkan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah berkata, "Berdasarkan pengkajian
terhadap ushul syariah, kita mengetahui bahwa ibadah-ibadah yang telah Allah
wajibkan atau yang Dia cintai tidak ditetapkan perintahnya kecuali dengan
syariat. Sedangkan adat (tradisi) adalah apa yang biasa dikerjakan manusia
dalam kehidupan dunianya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Maka
hukum asal dalam masalah ini adalah tidak ada larangan. Tidak boleh dilarang
kecuali apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal itu, karena
perintah dan larangan adalah syariat (ajaran) Allah Ta'ala. Sedangkan ibadah
harus ada perintahnya. Maka yang tidak ada ketetapan bahwa itu
diperintahkan, bagaimana bisa disebut ibadah? Dan adat kebiasaan apa saja
yang tidak ditetapkan bahwa itu dilarang, bagaimana bisa dihukumi dilarang?

Oleh karena inilah, Imam Ahmad dan ulama hadits lainnya berkata:
Sesungguhnya hukum asal dalam ibadah adalah tauqif, tidak disyariatkan
kecuali apa yang telah Allah Ta'ala syariatkan. Jika tidak demikian maka
kita telah masuk dalam makna firman Allah Ta'ala,

Ãóãú áóåõãú ÔõÑóßóÇÁõ ÔóÑóÚõæÇ áóåõãú ãöäú ÇáÏøöíäö ãóÇ áóãú íóÃúÐóäú Èöåö
Çááøóåõ

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan
untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?"

Sedangkan adat (tradisi) hukum asalnya dimaafkan, tidak boleh dilarang.
Kecuali apa yang telah Allah haramkan. Jika tidak demikian, maka kita telah
masuk dalam makna firman Allah,

Þõáú ÃóÑóÃóíúÊõãú ãóÇ ÃóäúÒóáó Çááøóåõ áóßõãú ãöäú ÑöÒúÞò ÝóÌóÚóáúÊõãú
ãöäúåõ ÍóÑóÇãðÇ æóÍóáóÇáðÇ

"Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah
kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal"."
(QS. Yunus: 59)

Oleh karenanya, Allah mencela kaum musyrikin yang mereka membuat syariat
dalam agama mereka yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan sesuatu
yang tidak Dia haramkan." (Majmu' al-Fatawa: 29/16-17)

Maka hukum asal dalam masalah adat (tradisi) adalah tidak ada larangan.
Tidak boleh dilarang kecuali apa yang telah dilarang oleh Allah dan
Rasul-Nya. Hal itu, karena perintah dan larangan adalah syariat (ajaran)
Allah Ta'ala.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullaah berkata, "Ibadah adalah
tauqifiyah, maka apa saja yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya
secara mutlak, seperti itulah disyariatkannya. Sedangkan yang disyariatkan
dengan terikat waktu atau tempat maka kita batasi dan kita ikat dengan
tempat dan waktu tersebut." (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim: 6/75)

Ulama Lajnah Daimah berkata, "Ibadah dibangun di atas tauqif. Karenanya
tidak boleh dikatakan bahwa ini ibadah yang disyariatkan ditinjau dari sisi
asal perintahnya, jumlahnya, bentuknya, atau tempatnya kecuali dengan dalil
syar'i yang menunjukan perintah itu." (Fatawa al-Lajnah al-Daimah: 3/73)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah berkata, "Hukum asal ibadah adalah
larangan. Karenanya bagi seseorang tidak boleh beribadah untuk Allah kecuali
dengan sesuatu yang tidak pernah Allah syariatkan; baik dalam kitab-Nya atau
dalam sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Dan kapan saja
seseorang ragu terhadap salah satu amal, apakah ia ibadah atau tidak, maka
pada asalnya ia bukan ibadah sehingga ada dalil yang menunjukkan bahwa hal
itu merupakan ibadah." (Fatawa Nuur 'Ala al-Darb: 1/169)

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, "Ibadah adalah tauqifiyah,
tidak boleh mengamalkan suatu ibadah di satu tempat, waktu, corak ibadah
tertentu kecuali dengan tauqif dan perintah dari Syaari' (pembuat
syariat/Allah Ta'ala). Adapun orang yang membuat-buat hal baru yang tidak
pernah diperintahkan oleh Syaari' dari urusan ibadah, tempatnya, waktunya,
atau bentuknya maka ia adalah bid'ah." (al-Muntaqa' min Fatawa al-Fauzan:
13/16)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullaah berkata, "Ibadah adalah tauqifiyah,
maka tidak disyariatkan kecuali apa yang telah dibawa oleh Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam seperti shalat lima waktu, zakat, puasa
Ramadlan, haji dan ibadah-ibadah lainnya yang telah Allah syariatkan berupa
shalat-shalat sunnah, shadaqah, shaum, haji, jihad dan yang selain itu yang
telah ditetapkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bukti
disyariatkannya, baik berupa sabda atau amal beliau, seperti shalat Dzuha,
shalat istikharah, tahiyatul masjid dan amal-amal ibadah lainnya yang telah
ditunjukkan oleh dalil-dalil syar'i." (Dinukil dari www.binbaz.org.sa)

Karenanya tidak boleh dikatakan bahwa ini ibadah yang disyariatkan
ditinjau dari sisi asal perintahnya, jumlahnya, bentuknya, atau tempatnya
kecuali dengan dalil syar'i yang menunjukan perintah itu.

(Lajnah Daimah)

Ringkasnya, bahwa hukum asal ibadah adalah haram dan tidak boleh ditegakkan
kecuali adanya dalil syar'i yang memerintahkannya; baik berupa perintah
dasar adanya, waktu, tempat, atau tata caranya. Karenanya bagi yang ingin
beribadah kepada Allah harus mengetahui dan memastikan bahwa amal ibadah
yang akan dikerjakannya memang benar-benar ada perintahnya dari Al-Qur'an
dan sunnah. Dia juga harus memperhatikan tentang waktu, tempat, dan tata
caranya karena semua itu menjadi bagian makna tauqifiyah. Wallahu a'lam bil
shawab.

[PurWD/voa-islam.com]

http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2011/01/27/12982/jangan-asal-beribadah-karena-ibadah-bersifat-tauqifiyah/


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Pelanggar Sumpah
Posted by: "Zulhendri zk is" zulhendri.zkis@yahoo.com
Date: Sun Jan 30, 2011 7:09 pm ((PST))

Pelanggar Sumpah
Oleh : Zulhendri zk is

إِنÙ'ÙŽ الÙ'َذِينَ ÙŠÙŽØ´Ù'تَرُونَ بِعَهÙ'دِ اللÙ'هِ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙŠÙ'مَانِهِمÙ' ثَمَناÙ&lsqauo; قَلِيلاÙ&lsqauo; أُوÙ'لَـئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمÙ' فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلÙ'ِمُهُمُ اللÙ'هُ وَلاَ يَنظُرُ إِلَيÙ'هِمÙ' ÙŠÙŽÙˆÙ'Ù…ÙŽ الÙ'قِيَامَةِ وَلاَ يُزَكÙ'ِيهِمÙ' وَلَهُمÙ' عَذَابٌ أَلِيمٌ

3.77. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

Ayat ini menjelaskan kepada kita,akibat yang akan diterima oleh orang orang yang melanggar janjinya kepada ALLAH

Empat ancaman ALLAH bagi pelanggar sumpah

1.Mereka tidak akan mendapat pahala diakhirat...

Subhanaulah hanya karena keinginan dunia kita langgar Sumpah, membuat hilangnya Pahala kebajikan diakhirat nanti

2.Allah tidak akan bicara dan melihat pada mereka diakhirat nanti

Di akhirat hidup nafsi nafsi,diakhirat Hanya ALLAH satu satunya harapan,bagi pelanggar sumpah maka dia akan dikucilkan ALLAH,ALLAH tidak akan menghiraukan mereka

3.Mereka tidak akan disucikan hatinya tidak diampunkan dosanya...

Tiada yang diharapkan didunia ini kecuali ampunan ALLAH,bagi pelanggar sumpah kalau tidak sempat TAUBAT sebelum kematian dan mengganti kafarat sumpahnya maka tidak diampunkan dosanya

4.Walahun adzabun adziim
Dapat siksa yang pedih...

Bodoh memang,ketika orang orang yang dianggap intelek dengan tampilan intelek lalu mereka bersumpah akan menjaga amanah kemudian melanggar sumpahnya,mereka menganggap mereka beruntung padahal tiada yang didapatkannya di akhirat nanti kecuali azab yang pedih...

Ancaman ALLAH ini tidak main main.ALLAH pemegang teguh setiap pernyataaNya..untuk itu berhati jatilah kita..

Semoga ini bisa menyentakkan kita dan menjaga sesuatu yang telah diikrarkan dan menjaga janji yang telah kita janjikan kepada ALLAH
Salam/maaf www.zulhendri-zkis.net http://m.facebook.com/zulhendrizkis

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Fw: [doktermuslimfkui] Jalan Cinta Para Pejuang
Posted by: "Isan Johnson" ickle_zize@yahoo.com ickle_zize
Date: Sun Jan 30, 2011 7:09 pm ((PST))

----- Forwarded Message ----
From: adrin dokter <dr_adrin@yahoo.com>
To: doktermuslimfkui@yahoogroups.com; rohis8 sma 8 <rohis8@yahoogroups.com>
Sent: Sun, January 30, 2011 2:23:59 PM
Subject: [doktermuslimfkui] Jalan Cinta Para Pejuang


Jalan Cinta Para Pejuang karya Salim A. Fillah Kutipan salah satu bab di dalam
buku ini
Sergapan Rasa Memiliki

..milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang
dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di
hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan
pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut
perasaan yang halus, juga ruh yang suci.


Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat
kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat,
rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar
seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang
pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara
untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada
shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka
tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup,
beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota
Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia.
Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam
dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah
Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli
bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk
dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling
murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat
Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan
seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya
saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang
di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang
ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang,
maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak
pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang
sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang
puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan
ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman.
Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut
tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan
gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang
dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini
akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan
kalian!”
♥♥♥

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun
dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu
di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah
memilih pengantar â€"untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada
di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan
kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada
Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi
yang tak mudah.
Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..

Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong
lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk
menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran
bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir
yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna
karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..

Source: buku baru Salim A. Fillah : Jalan Cinta Para Pejuang/Gairah/Sergapan
Rasa Memiliki, by Pro-U Media 2008, Harga Rp. 55.000,-

M. Adrin A.P.
FKUI 2006


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Software agent pendukung dakwah online
Posted by: "k0p1.j4w4" k0p1.j4w4@gmail.com k0p1.j4w4
Date: Sun Jan 30, 2011 7:09 pm ((PST))

Assalamu'alaikum ...

TETAP EKSIS MESKI ANDA OFFLINE. Ini adalah mimpi dari proyek Daily Quran Reminder, yg mencoba menciptakan "software agent" yang memungkinkan Anda tetap bisa mengingatkan kawan-kawan Anda akan al-Qur'an meski Anda offline. Software agent ini yang akan melakukannya, UNTUK ANDA.

Alhamdulillah, setelah weekend ini ngoprek dan sejumlah bug telah di-iron out,

fitur layanan DAILY QURAN REMINDER bisa dinikmati.

Silahkan aktifkan dengan meng-klik link ini :

http://www.mosquelife.com/op-centre/preference.jsp

Dengan pendekatan ini, kawan-kawan yang takut akan "riya" saat check-in bisa mengaktifkan fitur reminder ini.

Buat yg memahami "check-in" sebagai "mengajak memasuki ruang yg teduh yaitu al-Qur'an" tetap bisa melanjutkan kenikmatan melakukan check-in :)


Daily Quran Reminder akan mengirimkan ayat al-Qur'an ke Wall dari Facebook ... Dengan layanan ini, Anda bisa BERPARTISIPASI mengingatkan kawan-kawan Anda akan ayat-ayat al-Qur'an
sehingga Facebook semakin TERWARNAI dgn indahnya al-Qur'an ...

Saya pun MENANTIKAN Anda mengingatkan saya akan al-Qur'an ... sebagaimana Rasulullah pun terbiasa mendengarkan al-Qur'an dari sahabat-sahabatnya :)

Wassalamu'alaikum ...

Eko Budhi S


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Israel Sangat Takut Mubarak Jatuh
Posted by: "wirawan" wirawan.smg@gmail.com wirawan_smg
Date: Sun Jan 30, 2011 7:09 pm ((PST))

Israel Sangat Takut Mubarak Jatuh

Pemerintah Israel masih yakin Mubarak akan tetap bisa bertahan dalam
kekuasaanya, karena menurut pejabat Israel, rezim Mubarak sangat kuat
mendapatkan dukungan militer. Mubarak masih sangat cukup kuat menghadapi
kekuatan oposisi, ucap seorang pejabat Israel.

Aksi gerakan yang digalang kaum oposisi sudah memasuki hari ketiga. Gerakan
yang menyebar ke seluruh Mesir, melibatkan anak-anak muda, yang selama ini
termarginalisasi oleh kebijakan penguasa Mesir. Mubarak mengerahkan pasukan
militer dan polisi yang dilengkapi tank-tank lapis baja menghadapi para
demonstran.

Gerakan oposisi yang sekarang berlansung merupakan gerakan yang terbesar
sejak Mubarak mengambil alih kekuasaan dari Presiden Sadat tahun 1981. Mesir
jumlah penduduknya 80 juta, dan di dominasi anak-anak muda. Banyak diantara
mereka yang melarikan diri keluar negeri 'braind drain' akibat kekerasan dan
pembungkaman oleh Mubarak.

Mesir adalah negara pertama yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel,
dan membuat perjanjian damai dengan negara Yahudi. Mesir merupakan sekutu
utama Israel, yang menjadi jembatan bagi Israel ke dunia Arab.

Mubarak dinilai sangat moderat, di tengah-tengah kekuatan-kekuatan Islam
yang ada di Mesir, karena Mubarak, selama kekuasaannya telah menjadi tulang
punggung 'back bone' bagi Israel, khususnya menghadapi negara-negara Arab
radikal.

Wakil perdana menteri Israel, Silvan Shalom mengatakan, Israel mempunyai
hubungan sangat dekat dengan Mubarak, dan akan terus mengikuti perkembangan
situasi di Mesir. "Mesir merupakan negara Arab yang sangat penting bagi
Israel, yang telah membuat perjanjian damai, dan memiliki kepentingan
bersama, dan sangat penting dan besar pengaruhnya", ucap Silvan Shalom.

Mantan Duta Besar Israel untuk Mesir, Eli Shaked, mengatakan, Israel
mempunyai kepentingan yang sangat besar kepada Mubarak, dan mengharapkan ia
tetap berkuasa, sampai ada penggantinya, yang tidak membahayakan hubungan
dengan negara Yahudi", ujar Eli Shaked.

"Saya sangat takut dengan perubahan politik di Mesir, dan muncul rezim baru,
yang tidak bersahabat dengan Israel. Ini sangat buruk buat Mesir, buruk buat
Israel, buruk buat AS, dan dunia Barat secara umum", tambah Eli Shaked.

Jika Mubarak runtuh, tak ada lagi yang menjadi tulang punggung 'back bone'
Israel, yang akan menjadi katalisator kepada dunia Arab. Inilah efek domino
lainnya, khususnya bagi masa depan Israel, yang bakal suram. (m/hrtz)

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-takut-mubarak-jatuh.htm


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6. Cara Cepat Hapal Al-Quran
Posted by: "yusuf shandy" myshandy77@yahoo.com myshandy77
Date: Sun Jan 30, 2011 8:07 pm ((PST))


Assalamu 'Alaikum wrwb.

Apa kbr semua?
Semoga semuanya, baik, sehat dan sukses selalu.

Saudaraku,
Setiap orang pasti akan meninggalkan dunia yg fana ini, kembali kepada Allah swt. Namun, tak seorang pun yang tahu kapan kematian itu datang. Di sinilah rahasianya mengapa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita selalu beribadah dan beramal saleh sebanyak mungkin, sehingga pada hari kemudian nanti, kita dapat mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Allah swt.

Salah satu amal saleh yang sangat utama di sisi Allah swt adalah membaca al-Qur'an. Karena, pada hari kemudian nanti, bacaan al-Quran akan datang menghadap kepada Allah swt tuk memohon syafaat bagi orang-orang yang membacanya.

Rasulullah saw bersabda, "Bacalah al-Quran! Sungguh ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR.Muslim)

Beliau saw juga bersabda, "Puasa dan al-Quran akan memberikan syafaat pada hari kiamat kelak. Puasa berkata, 'Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makanan dan syahwat, maka jadikanlah aku pemberi syafaat untuknya'. Al-Quran berkata, 'Ya Rabb, aku telah mencegahnya tidur pada malam hari, maka jadikanlah aku sbg pemberi syafaat untuknya'. Lalu keduanya pun memberikan syafaat." (HR. Ahmad)

Dengan menghapal ayat-ayat Allah swt, mudah bagi kita untuk melakukan dan mendapatkan kebaikan sebanyak mungkin. Karena, setiap satu huruf yang kita baca, Allah swt berikan sepuluh kebaikan. (HR. Tirmidzi)

Kalau membaca al-Fatihah saja kita akan mendapatkan 1.260 kebaikan, bayangkan kalo dalam sehari kita membaca satu juz, berapa ratus ribu kebaikan yang dapat kita raih.

Bagi orang yang hapal al-Quran, tidak sulit baginya untuk mendapatkan berjuta-juta kebaikan dalam sehari, dengan terus menerus membaca ayat-ayat Allah swt. Maka tidaklah mengherankan bila Allah swt akan memberikan keistimewaan tersendiri bagi orang-orang yang menghapal al-Quran; Allah akan memberikan izin baginya untuk menarik keluarganya masuk ke dalam surga. Subhanallah...Allahu Akbar.

Saat ini, Yayasan al-Kauny, sebuah lembaga dakwah dan pembinaan umat yang dipimpin oleh Ust. Bobby Herwibowo, Lc. (alumni Univ. Al-Azhar, Mesir), telah menemukan cara cepat menghapal al-Quran. Cara itu kami sebut  dengan KAUNY QUANTUM MEMORY (KQM), sebuah metode yang insya Allah dapat membantu para pecinta Al-Quran menghapal ayat-ayat Allah swt dengan cepat, disertai dengan cara baca yang baik, terjemahan perkata, dan pemahaman terhadap ayat-ayat yang dihapal.

Sebagai apresiasi kami, melalui surat ini, kami mengundang saudara-saudaraku untuk hadir dalam acara Pelatihan Cara Cepat Hapal Al-Quran, yang akan dipandu langsung oleh Ust. Bobby Herwibowo, Lc., penemu cara cepat al-Quran, yang insya Allah akan diadakan pada:

Hari, Tgl: Kamis, 3 Februari 2011
Jam: 07.30 - 14.00 WIB
Trainer: Ust. Bobby Herwibowo, Lc.
Biaya: GRATIS
Tempat: Kaunee Center
Jl. Bambu Wulung No. 10,
Kel. Bambu Apus, Cipayung
Jakarta Timur 13890
Telp. 021-84599981/82

Bagi anda yang ingin hadir dalam acara ini, cukup menjawab pertanyaan berikut:
1. Apakah Anda menghapal Surah Al-Alaq?
2. Bersediakahn Anda menghadiri acara ini dari awal sampai selesai (hadir 30 menit sblm acara)
3. Alamat lengkap Anda, nomor kontak yang bisa dihubungi, email?

Jawaban dapat dikirim ke:
1. Email: my.shandy@gmail.com
2. Mobile: 087888042007 (SMS)

Setiap jawaban yang masuk akan kami seleksi untuk kemudian menentukan siapa yang dapat hadir dalam acara ini. Orang yang lulus seleksi akan dihubungi oleh panitia.

@ Contact Person:
- Arya: 021-84599981/82
- Wawan: 08388087087
- Yusuf: 081519279847; 081313443456;

Demikian, semoga bermanfaat.
Semoga berkah, sehat dan sukses selalu buat semua. Amin...

Jakarta, 26 Januari 2011
Kauny Quantum Memory

M. Yusuf Shandy, Lc.
(0813.1344.3456)


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
7a. Antara Kewajiban dan Tugas
Posted by: "lucky firmansyah" firman_lucky@yahoo.co.id firman_lucky
Date: Sun Jan 30, 2011 8:07 pm ((PST))

Assalamualaikum ?

Saudaraku, Polantas memiliki kewajiban & tugas yang harus ia lakukan. Kewajibannya antara lain memakai seragam, masuk tepat waktu, dll. Sedangkan tugasnya adalah mengatur lalu lintas. Jika ia hanya melakukan kewajibannya tanpa bertugas, maka bisa terjadi kecelakaan/ kekacauan di jalan. Akhirnya ia juga akan disalahkan.

Begitupun kita, selain kita memiliki kewajiban untuk beribadah sebagai hamba Alloh (QS. Adz-Dzaariyaat: 56), sebenarnya kita memiliki tugas khusus untuk saling mengingatkan dan mencegah orang-orang agar tidak terjerumus kedalam godanaan syetan dan gelimang kemaksiatan, dengan cara berdakwah (QS. Ali-Imron: 110). Namun, hari ini umat hanya melakukan kewajibannya saja tanpa menjalankan tugas. Sehingga banyak yang saling bertabrakan, antar individu, golongan, dll.

Untuk itu, mari kita laksanakan kewajiban dan tugas kita, agar kita terhindar dari azab Alloh (lihat QS. Al-Anfaal: 25). Semoga Alloh menerima amal kita. Amien

Wassalamualaikum !

[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
8. Poll ttg Islam dan community development
Posted by: "k0p1.j4w4" k0p1.j4w4@gmail.com k0p1.j4w4
Date: Sun Jan 30, 2011 8:07 pm ((PST))

Assalamu'alaikum

Beberapa polling yang HOT di MosqueLife.com yang membutuhkan partisipasi ... termasuk diskusi dan komentar :

Keuangan syariah untuk pengentasan kemiskinan
http://www.mosquelife.com/content.poll.web-app?cmd=view&id=1295014

Perlukah berdiri sejajar dengan Green Peace, WWF dan Friends of Earth ?
http://www.mosquelife.com/content.poll.web-app?cmd=view&id=1361007

Siapa layak memimpin kebangkitan bidang pertanian ?
http://www.mosquelife.com/content.poll.web-app?cmd=view&id=1383006

Samakah Facebook, Google, Twitter dengan Blackberry ?
http://www.mosquelife.com/content.poll.web-app?cmd=view&id=1319012

Yok ramaikan :)

Wassalamu'alaikum

Eko Budhi S


Messages in this topic (1)

===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Jangan lupa isi biodata anda.

Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.300+Rp 600 rb di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-300-via-amanah-iman/

Bagi yang ingin berinfaq untuk dakwah Islam di internet bisa klik:
http://media-islam.or.id/kerjasama
Atau kirim uang via paypal ke: agusnizami@yahoo.com.sg

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
syiar-islam-normal@yahoogroups.com
syiar-islam-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
syiar-islam-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 29 Januari 2011

[dakwatuna.com] Ada 4 Artikel & Berita Terbaru

[dakwatuna.com] Ada 4 Artikel & Berita Terbaru

Link to dakwatuna.com

Alasan Rakyat Mesir Tolak Mubarak

Posted: 29 Jan 2011 03:09 AM PST

dakawatuna.com - Kairo, Presiden Hosni Mubarak, yang berkuasa selama tiga dekade, menghadapi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Jumat. Walau “gerakan benci Mubarak” sudah mulai merebak di situs jejaring sosial beberapa bulan terakhir, namun para pengamat menyebut pergolakan di  Mesir terinspirasi oleh penggulingan presiden Tunisia. Mubarak tidak memiliki pengganti yang ditunjuk. Hal ini [...]


Ribuan Rakyat Yaman Demo Tuntut Presiden Mundur

Posted: 29 Jan 2011 03:00 AM PST

dakwatuna.com – Sanaa, Demonstrasi di mana-mana. Di Yaman, ribuan orang berunjuk rasa di Sanaa, ibukota Yaman hari ini. Para demonstran menyerukan pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa sejak tahun 1978. “Cukup sudah berkuasa lebih dari 30 tahun,” seru para demonstran dalam aksi protes yang digelar oleh kelompok oposisi Common Forum. Aksi protes [...]


Israel dan AS Cemas Mubarak Terguling

Posted: 29 Jan 2011 02:56 AM PST

dakwatuna.com – Jerusalem, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri Jumat mengumumkan bahwa mereka akan “mengawasi dari dekat” situasi di negara tetangga Mesir, tetapi menahan diri untuk tidak mengambil sikap politik. Departemen Luar Negeri Israel  selalu melakukan update di Mesir . Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman telah mengikuti perkembangan pada protes dengan tetap [...]


Uni Eropa Desak Mesir Bebaskan Demonstran

Posted: 28 Jan 2011 10:43 PM PST

dakwatuna.com – Pejabat Uni Eropa urusan luar negeri, Catherine Ashton berseru kepada pemerintah Mesir agar membebaskan tanpa syarat para demonstran yang ditawan. Ashton mengimbau Kairo mendengarkan aspirasi rakyat. Kekerasan polisi dan aparat keamanan terhadap demonstran dipandang sangat mencemaskan. Pejabat Uni Eropa iti mengimbau semua pihak menahan diri guna mencegah korban. Selain itu pemerintahan Presiden Hosni [...]


Jumat, 28 Januari 2011

[syiar-islam] Digest Number 3065

There are 12 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Mari bantu saudara kita muslim di JERMAN
From: bastari erry

2. Kebenaran Al-Quran : Daratan Itu Bergerak
From: lucky firmansyah

3. Menuhankan pendapat (kaum) sendiri
From: ZonJonggol

4a. Seminar ke-3 Forum Belajar Ekonomi Syariah
From: Rhesa Yogaswara

5a. Mazhab ataukah Manhaj
From: ZonJonggol
5b. Re: Mazhab ataukah Manhaj
From: Anggoro Setiawan

6. News Release: Siaga Gizi Anak Juara
From: Aan Sopiyan

7. MERENUNG PEJUANG ISLAM YANG MASIH GAGAL
From: amri el wahab

8. WAJIB BACA, khususnya ORANGTUA!
From: Lolita Wati

9. Renungan Untuk Kita
From: Bambang Sebastiar

10. Dalil Dzikir Berjama'ah dari Al Qur'an dan Hadits
From: A Nizami

11. Fw: [assunnah] >>KAJIAN ILMIAH DAN BEDAH BUKU<<
From: abu_arfa@yahoo.co.id


Messages
________________________________________________________________________
1. Mari bantu saudara kita muslim di JERMAN
Posted by: "bastari erry" erryb2@yahoo.com erryb2
Date: Thu Jan 27, 2011 6:59 pm ((PST))

Di Jerman sedang ada pemilihan suara mengenai apakah "ISLAM" sebuah agama dan layak diakui?

Jadi,
mari kita bantu saudara2 muslim kita disana dengan mengunjungi link nya
yg berada dibawah ini, setelah dibuka tolong pilih "Ja" yg artinya
'iya' kemudian tekan "Zur Auswertung" untuk mengirim. Link nya : http://www.tagesschau.de/inland/wulffrede112.html.

Ayo kita sebarkan ke teman2 kita yg muslim dan kita bantu saudara kita yg berada di Jerman..

Posisi saat ini yang memilih "Nein" (Tidak) adalah 67%, dan "Ja" (Ya) hanya 33%. Mohon bantuannya...


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Kebenaran Al-Quran : Daratan Itu Bergerak
Posted by: "lucky firmansyah" firman_lucky@yahoo.co.id firman_lucky
Date: Thu Jan 27, 2011 6:59 pm ((PST))

Assalamualaikum ?

Saudaraku, Empat belas abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur'an disebutkan gunung itu bergerak. (QS. An-Naml : 88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yg lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yg berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
  
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yg terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yg ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yg dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Subhanalloh, semoga menambah keimanan kita kepada Alloh SWT. Amien

Wassalamualaikum !

NB: Tolong kepada admin untuk menampilkan gambarnya di : http://laatakhof.blogspot.com/2011/01/bukti-kebenaran-al-quran-pergerakan.html

[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Menuhankan pendapat (kaum) sendiri
Posted by: "ZonJonggol" zonatjonggol@yahoo.com zonatjonggol
Date: Thu Jan 27, 2011 7:01 pm ((PST))

Menuhankan pendapat (kaum) sendiri

Sebagian kaum muda muslim dalam pemahaman agama, secara tidak disadari menjadi fanatik dengan kaumnya (ta'asub) dan menuhankan pendapat (kaum) sendiri (istibdad bir ro'yi). Menuhankan dalam arti apapun pendapat baik dari diri maupun kaumnya sendiri adalah sebuah kebenaran. Mereka beranggapan, "hanya merekalah yang berada dalam jalan kebenaran dan selain mereka telah terjerumus dalam kesesatan." Permasalahan inilah yang dimaksud dengan ekstreem/ghuluw dalam pemahaman agama. "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (QS Al Maa'idah [5]:87 ).
Tulisan selengkapnya mengenai ekstrem dalam pemahaman agama, silahkan baca pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/26/2010/08/18/ekstrem-dalam-pemikiran-agama/

Sebagai contoh bagaimana penilaian Ustadz Ahmad Sarwat Lc terhadap kaum muda muslim kita yang fanatik dan menuhankan pendapat Syaikh/Ulama mereka Syaikh Al Albani. Penilaian ini merupakan bagian dari tanggapan Ustadz Ahmad Sarwat LC dalam bedah buku guru besar ilmu fiqih, Dr. Said Ramadhan Al-Buthy dengan judul Al-Laa Mazhabiyah, Akhtharu Bid'atin Tuhaddidu As-Syariah Al-Islamiyah. Kalau kita terjemahkan secara bebas, kira-kira makna judul itu adalah : Paham Anti Mazhab, Bid'ah Paling Gawat Yang Menghancurkan Syariat Islam.

***awal kutipan ***
Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa seorang Al-Albani ketika membaca Quran dan Sunnah, lalu dia pun berjtihad dengan pendapatnya. Apa yang dia katakan tentang Quran dan Sunnah, pada hakikatnya adalah hasil ijtihad dan ra'yu dia sendiri. Sumbernya memang Quran dan Sunnah, tapi apa yang dia sampaikan semata-mata lahir dari kepalanya sendiri.

Sayangnya, para pendukung Al-Albani diyakinkan bahwa yang keluar dari mulut Al-Albani itulah isi dan makna Quran yang sebenarnya. Lalu ditambahkan bahwa pendapat yang keluar dari mulut para ulama lain termasuk pada imam mazhab dianggap hanya meracau dan mengada-ada. Naudzu billahi min dzalik.

Disinilah letak ketidak-adilan para pendukung Al-Albani. Seolah-olah mereka mendudukkan Al-Albani sebagai orang yang paling mengerti dan paling tahu isi Quran dan Sunnah. Apa pun yang dikatakan Al-Albani tentang pengertian Quran dan Sunnah, dianggap kebenaran mutlak. Sedangkan kalau ada ulama lain berbicara dengan merujuk kepada Quran dan Sunnah juga, dianggap sekedar ijtihad dan penafsiran.

Padahal kapasitas Al-Albani yang sebenarnya bukan ahli tafsir, juga bukan ahli fiqih. Bahkan sebagai ahli hadits sekalipun, banyak para ulama hadits di masa sekarang ini yang masih mempertanyakan kapasitasnya. Sebab secara tradisi, seorang ahli hadits itu idealnya punya guru tempat dia mendapatkan riwayat hadits. Al-Albani memang tidak pernah belajar hadits secara tradisi lewat perawi dan sanad, sebagaimana umumya para ulama hadits. Al-Albani hanya sekedar duduk di perpustakaan membolak-balik kitab, kemudian tiba-tiba mengeluarkan statemen-statemen yang bikin orang bingung

Al-Albani adalah tokoh hadits yang cukup kontroversial. Setidaknya menurut sebagian kalangan. Baik di kalangan ulama hadits sendiri, apalagi . di kalangan ulama fiqih. Tetapi yang menarik, Al-Albani memang sangat produktif dalam menerbitkan buku. Dan dahsyatnya, buku-buku karyanya memang cukup menghebohkan dunia ilmu syariah.

Selama ini para ulama dan ahli ilmu kebanyakan hanya diam saja dan tidak terlalu menanggapi ulah Al-Albani. Dan hanya sedikit ulama yang secara serius menanggapi dan meladeninya. Salah satunya yang pernah langsung menghadapinya adalah Dr. Said Ramadhan Al-Buthy.

Sumber: http://www.warnaislam.com/syariah/hadis/2009/12/4/2760/Paham_Anti_Mazhab_Ingin_Meruntuhkan_Syariah_Islam.htm
***akhir kutipan***

Seperti kami sampaikan dalam beberapa tulisan, permasalahan ini sebenarnya mulai terasa sejak Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengangkat kembali pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah. Fatwa beliau yang cukup terkenal dan diikuti oleh sebagian muslim saat ini.

***awal kutipan***
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : "Tidak ada aib bagi orang yang menampakkan madzhab salaf, menyandarkan diri kepadanya, dan bangga dengan madzhab salaf. Bahkan hal itu wajib diterima menurut kesepakatan para ulama, karena tidaklah madzhab salah kecuali di atas kebenaran. Apabila dia sesuai dengan salaf secara lahir dan batin, maka dia bagaikan seorang mukmin yang berada di atas kebenaran secara lahir dan batin" [Majmu Fatawa 4/149]

Sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/2111/slash/0
**akhir kutipan***

Dengan fatwa ini maka apapun pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah atau pemahaman syaikh/syaikh Salafi/wahabi yang lain, dianggap oleh para pengikutnya sebagai pemahaman Salafush Sholeh

Padahal apapun Syaikh Ibnu Taimiyah atau pemahaman syaikh/syaikh Salafi/wahabi yang lain ketika membaca Quran dan Sunnah, lalu dia pun berjtihad dengan pendapatnya. Apa yang dia katakan tentang Quran dan Sunnah, pada hakikatnya adalah hasil ijtihad dan ra'yu dia sendiri. Sumbernya memang Quran dan Sunnah, tapi apa yang dia sampaikan semata-mata lahir dari kepalanya sendiri.

Sangat disayangkan pengakuan bahwa mereka menegakkan dakwah tauhid, namun pada kenyataannya mereka secara tidak disadari mengarah pada syirik khofi dengan menuhankan pendapat (kaum) sendiri.

Syirik khofi munculnya kekuatan diri merasa besar, agung, benar sehingga mereka seperti yang diungkapkan oleh ulama Tasawuf sebagai mereka yang terhalang melihat Allah yakni mereka yang tertutup dari cahaya taufiq dan pertolongan Allah Ta'ala oleh kegelapan memandang ibadahnya. Siapa yang memandang pada gerak dan perbuatannya ketika taat kepada Allah ta'ala, pada saat yang sama ia telah terhalang (terhijab) dari Sang Empunya Gerak dan Perbuatan, dan ia jadi merugi besar.

Seperti contoh pernyataan ulama Salafi Wahabi, Syaikh Al Albani berikut:

***awal kutipan***
Golongan atau kelompok atau perkumpulan atau jamaah apa saja dari perkumpulan Islamiyah, selama mereka semua tidak berdiri di atas Kitabullah (Al Qur'an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam serta di atas manhaj (jalan/cara) Salafus Shalih, maka dia (golongan itu) berada dalam kesesatan yang nyata!

Tidak diragukan lagi bahwasanya golongan (hizb) apa saja yang tidak berdiri di atas tiga dasar ini (Al Qur'an, Sunnah Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam dan Manhaj Shalafus Shalih) maka akan berakibat atau membawa kerugian pada akhirnya walaupun mereka itu (dalam dakwahnya) ikhlas.

Berdasarkan pengetahuan saya, setiap golongan atau kelompok yang ada di muka bumi Islam ini, saya berpendapat sesungguhnya mereka semua tidaklah berdakwah pada dasar yang ketiga, sementara dasar yang ketiga ini adalah pondasi yang kokoh. Mereka hanya menyeru kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam saja, di sisi lain mereka tidak menyeru (berdakwah) pada manhaj Salafus Shalih kecuali hanya satu jamaah saja.

Sumber: http://www.darussalaf.or.id/myprint.php?id=281
***akhir kutipan***

Beliau mengatakan sesatlah golongan atau kelompok yang hanya bersandar pada Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah saja, tidak berdiri di atas dasar yang ketiga yakni manhaj Salafus Sholeh

Bagi mereka, apa yang mereka pahami adalah pemahaman Salafush Sholeh maka sebenarnya mereka menyatakan, sesatlah golongan atau kelompok yang hanya bersandar pada Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah saja, tidak mengikuti apa yang mereka pahami atau tidak mengikuti pemahaman mereka. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un .

Hal ini mengingatkan saya pada perbincangan antara Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan saudaranya Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahab, dalam soal kafir-mengkafirkan ini.

Sulaiman bertanya kepada adiknya: "…Berapa, rukun Islam"
Muhammad menjawab: "lima".
Sulaiman: Tetapi kamu menjadikan 6!
Muhammad: Apa, ?
Sulaiman: Kamu memfatwakan bahwa siapa, yang mengikutimu adalah
mu'min dan yang tidak sesuai dengan fatwamu adalah kafir.
Muhammad : Terdiam dan marah.

Sesudah itu ia berusaha menangkap kakaknya dan akan membunuhnya, tetapi Sulaiman dapat lolos ke Makkah dan setibanya di Makkah ia mengarang buku "As Shawa'iqul Ilahiyah firraddi `alal Wahabiyah" (Petir yang membakar untuk menolak paham Wahabi)

Tampaknya kaum Salafi Wahabi tidak dapat menghargai perbedaan pemahaman sehingga timbul sikap berselisih, berlepas diri bahkan pentakfiran secara sepihak. Sebagai contoh bagaimana kaum Salafi Wahabi beranggapan sesat bagi kaum muslim yang mengadakan pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad shallalahu `alaihi wasallam. Pensesatan terhadap (kaum) muslim lainnya terjadi karena kesalahpahaman mereka tentang bid'ah. Kesalahpahaman yang membawa malapetaka bagi umat muslim.

Bisa jadi karena beranggapan kaum muslim lainnya sesat, para ulama Salafi Wahabi (contohnya pada masalah kemerdekaan Palestina) berfatwa/berwasiat hanya ditujukan kepada saudara-saudara muslim kita di Palestina untuk bertaubat kepada Allah dan meninggalkan perpecahan. Tampak belum pernah mereka mengeluarkan fatwa kepada penguasa kerajaan Arab Saudi untuk tidak lagi bersekutu dengan Amerika yang jelas-jelas telah membuat kerusakan di muka bumi ini. Selengkapnya baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/08/fatwa-untuk-penguasa/

Padahal Allah ta'ala telah memperingatkan kita semua dalam firmanNya yang artinya "orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik" ( QS Al Maaidah [5]: 82 )

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya" , (Ali Imran, 118)

"Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati". (Ali Imran, 119)

Permasalahan perbedaan pemahaman ini semata-mata kehendak Allah. Kita tidak dapat mempertanyakan kehendakNya, namun kita akan ditanya bagaimana sikap kita atas kehendakNya. Untuk itulah kita harus hindari berselisih, berbantah-bantahan, bertengkar, saling menghujat sehingga seolah tidak malu dengan Allah yang dekat, kalaupun tidak merasa kedekatan dengan Allah ta'ala maka kita semua yakin bahwa Allah ta'ala melihat seluruh perbuatan kita.

Semoga Allah ta'ala memberikan petunjuk pada kita semua, khususnya pada saudara-saudara kita kaum Salafi / Wahabi.

Wassalam


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4a. Seminar ke-3 Forum Belajar Ekonomi Syariah
Posted by: "Rhesa Yogaswara" rhesayogaswara@yahoo.com rhesayogaswara
Date: Thu Jan 27, 2011 7:01 pm ((PST))

Undangan Seminar III : Forum Belajar Ekonomi Syariah (FBES)
Perencanaan Keuangan Keluarga sesuai Syariah

Apa itu FBES? Denah Pesantren Al Muta'allimin

Ringkasan materi Seminar III FBES : Perencanaan Keuangan Keluarga sesuai Syariah
1. Urgensi pengelolaan uang yang terencana
Pembahasan tentang latar belakang & urgensi perencanaan keuangan dalam
Islam dengan mengaitkannya kepada:

1. Ayat 63-75, surat Al Furqaan di mana pada ayat 67 Allah berfirman,
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta mereka), mereka tidak
berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan (pembelanjaan mereka) berada di
tengah-tengah antara (keduanya) itu."
2. Ayat 26-27, surat Al Israa`. Allah berfirman, "Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang
yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu)
secara boros. (26) Sesungguhnya orang-orang yang boros adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada
Tuhannya. (27)"
3. Sabda Rasulullah –shalawat dan salam untuk beliau,
Diceritakan oleh Ka'b bin 'Iyadh (semoga Allah meridhainya), dia berkata,
aku pernah mendengar Rasulullah -shalawat dan salam untuknya- bersabda,
"Sesungguhnya setiap ummat memiliki ujiannya tersendiri. Sementara ujian
umatku adalah harta."(Al Hakim, Al Mustadrak, hadis no. 8010)
1. Petunjuk teknis perencanaan keuangan dalam Al Qur'an dan Sunnah
1. Sabda Rasulullah -shalawat dan salam untuknya,
Seorang lelaki (yang sedang) berada di tanah lapang mendengar suara di
awan , "Siramilah kebun kurma si fulan!"
Awan pun bergerak menuju ke sana dan menumpahkan airnya di tanah (kering)
yang berbatuan hitam. Saluran air pun menjadi penuh dengan air sehingga
air mengalir deras. Saat itu (terdapat) seorang lelaki sedang berdiri di
kebunnya dan berusaha mengalirkan air (saluran) dengan sekopnya.
Lelaki (yang mendengar suara di awan) bertanya, "Hai hamba Allah, siapa
namamu." Lelaki di kebun menjawab, "fulan." (dia menyebtukan nama yang
didengarnya di awan).
Lelaki di kebun bertanya, "Hai hamba Allah, mengapa kamu menanyakan
namaku."
Lelaki itu menjawab, "Aku mendengar suara di awan (mendung) di mana air
yang yang diturunkannya adalah air ini. (Suara itu) mengatakan siramilah
kebun (kurma) si fulan (namamu). Apa yang kamu lakukan dengan kebunmu
ini?."
Lelaki yang di kebun itu menjawab, "Jika kamu bertanya tentang itu,
sesungguhnya aku mengatur apa yang dihasilkan dari kebun ini. Aku
menyedekahkan sepertiga (hasilnya). Aku makan untukku dan keluargaku
sepertiganya dan aku kembalikan sepertiganya ke dalam kebun ini."
2. ayat 219, surat Al Baqarah, Allah berfirman,
"… Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:
"Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepada kalian agar kalian berpikir."
1. Mengapa harus sesuai Sunnah?
Diceritakan oleh Amr bin 'Awf al-Muzaniy –semoga Allah meridhainya bahwa
Rasulullah -shalawat dan salam untuknya- bersabda, "Barangsiapa yang
menghidupkan satu sunnah dari sunnahku, kemudian sunnah itu dilakukan orang
lain, maka dia memperolah pahala (pahala) seperti pahala orang-orang yang
mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun."(HR Ibnu Majah,
no. 209)
2. Teknis manajemen keuangan
Peserta diberikan pengetahuan tentang membuat anggaran sesuai dengan poin
2, yaitu 3 x 1/3 ditambah dengan sedikit stimulus untuk mendapatkan
tambahan pemasukan atau income dengan berinvestasi secara syariah (Shariah
Financial Invesment Planning) yang bersumber dari 1/3 modal kerja.
Dengan pengetahuan pengaturan keuangan, peta dan arah kesulitan yang
dihadapi akan lebih terlihat sehingga memudahkan pencarian solusi dan
mengurangi beban stress.

Diceritakan oleh Abu Hurayrah –semoga Allah meridhainya, dia berkata,
Rasulullah -shalawat dan salam untuknya- bersabda, "Kekayaan (yang hakiki)
bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati
yang selalu merasa cukup."(Muttafaq 'alayh)
http://bit.ly/gqVCol
http://bes.site11.com/milis.html


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5a. Mazhab ataukah Manhaj
Posted by: "ZonJonggol" zonatjonggol@yahoo.com zonatjonggol
Date: Thu Jan 27, 2011 7:01 pm ((PST))

Mazhab ataukah Manhaj

Pernah kita mendengar dari saudara muslim kita kaum Salafi Wahabi sebuah ajakan dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits, agar kita melihat kehidupan Sayyidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Sahabatnya serta Salafush Sholih dibanding mengikuti salah satu mazhab.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita "melihat" kehidupan Sayidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Shahabatnya serta salafush sholih ?

Bukankah waktunya sudah berlalu (Al-Ghaibul Madhi) yaitu segala sesuatu atau kejadian yang terjadi pada zaman dahulu.

Jawabannya tentu "melihat" melalui pemahaman (ijtihad).

Jadi siapa orang yang kita ikuti, yang telah "melihat" kehidupan Sayidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Shahabatnya serta salafush sholih ?

Apakah syaikh/ulama kaum Salafi Wahabi telah "melihat" atau imam-imam madzhab kita tidak "melihat" kehidupan Sayyidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Shahabatnya serta Salafush Sholih

Imam-imam madzhab telah "melihat" melalui pemahaman (ijtihad) mereka terhadap hadits yang "sampai" kepada mereka.

Sebagai contoh Imam Syafi'i ~rahimullah.
Imam Syafi'i sebagai dimaklumi adalah seorang yang sering pindah-pindah tempat tinggal dari satu negeri ke negeri lain.

Beliau tinggal di Mekkah dan bergaul dengan seluruh Tabi'in, kemudian pindah ke Madinah dan bergaul juga dengan seluruh Tabi'in, pindah lagi ke Yaman dan bergaul dengan seluruh Tabi'in, pindah ke Iraq dan bergaul dengan seluruh Tabi'in, pindah ke Persia, kembali lagi ke Mekkah, dari sini pindah lagi ke Madinah dan akhirnya ke Mesir.

Perlu dimaklumi bahwa perpindahan beliau itu bukanlah untuk berniaga, bukan untuk turis, tetapi untuk mencari ilmu, mencari hadits-hadits, untuk pengetahuan agama.

Jadi tidak heran kalau Imam Syafi'i ~rahimullah, lebih banyak mendapatkan hadits daripada Tabi'in yang lain, melebih dari yang didapat oleh Imam Hanafi dan Imam Maliki ~rahimullah.

Ilmu beliau pun lebih banyak dari kedua Imam sebelumnya karena beliau banyak melihat, banyak mendengar, banyak bergaul dengan bangsa-bangsa lain bukan Arab (dari Persia, Turki dll).

Hadits-hadits dicari beliau kemana-mana. Para Tabi'in yang telah berjauhan tempat tinggalnya dijumpai dan ditemui beliau. Oleh karena itu beliau banyak sekali mendapat Hadits.

Selengkapnya tentang sekilas proses "sampai" hadits kepada imam mazhab, silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/03/madzhab-empat/

Lalu bagaimana syaikh/ulama kaum Salafi Wahabi "melihat" melalui pemahaman (ijtihad) mereka terhadap hadits yang "sampai" kepada mereka.

Sebagai contoh Syaikh Ibnu Taimiyah (yang diakui sebagai "guru" oleh Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab, pendiri Salafi Wahabi). Zaman kehidupan Syaikh Ibnu Taimiyah jauh terpaut dengan imam-imam mazhab, tentu hadits sampai kepada beliau tidak melalui pergaulan dengan tabi'in atau tabi'ut tabi'in sekalipun.

Hadits "sampai" kepada Syaikh Ibnu Taimiyah pertama kali dari Syihabuddin (bapaknya) seorang ulama muqolid, pengikut Mazhab Hanbali dan selanjutnya melalui guru/ulama yang diikuti oleh Syaikh Ibnu Taimiyah

Lalu bagaimana sampainya dari Syaikh Ibnu Taimiyah kepada Syaikh Muhammad bin AbdulWahhab yang zaman hidupnya beratus tahun setelah wafatnya Syaikh Ibnu Taimiyah ? tentulah melalui upaya pemahaman melalui guru/ulama yang diikuti oleh beliau. Inilah yang kami sampaikan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab "mengangkat" kembali pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah. Dalam penyiaran pemahamannya Syaikh Muhammad bin Abdulwhahab bersekutu dengan penguasa Muhammad bin Sa'ud pendiri dinasti/kerajaan Saudi.

Seorang pengunjung blog kami menyampaikan bahwa ustadz mereka mengajak orang-orang yang menuduh Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab membawa pemahaman baru, untuk menunjukkan satu saja perkataan Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab yang tidak didahului oleh ulama'-ulama' sebelum beliau."

Ada kesalahpahaman selama ini yang tidak disadari bahwa seolah-olah Syaikh/Imam kaum Salafi/Wahabi tidak membawa pemahaman baru atau tidak melakukan pemahaman (ijtihad). Sesungguhnya setiap kita menyatakan pendapat dan mengambil firman Allah atau hadits Rasulullah sesungguhnya termasuk kedalam upaya pemahaman (ijtihad)

Contohnya dalam sebuah forum diskusi, ada salah satu peserta diskusi yang mengaku bukan pengikut Salafi Wahabi (mungkin seorang pendukung) namun dia mengaku paham minhaj ilahi, "memperbolehkan" dirinya menghujat ataupun mengolok-olok saudara muslim lain dalam forum diskusi (menurut pemahaman dia) berdasarkan firman Allah antara lain,

"atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)" (QS Al Furqan [25]:44 )
"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun." (QS Al Anfaal [8]: 22 )
"Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti" [QS Al Baqarah [2]:171 )

Benarkah kaitan firman Allah dengan pendapat dia ?
Inilah contoh upaya pemahaman (ijtihad).
Jelaslah bahwa pemahaman yang disampaikan saudara kita itu bukanlah pemahaman Salafush Sholeh.

Disinilah kesalahpahaman pengikut kaum yang menisbatkan kepada manhaj Salaf. Apapun yang disampaikan oleh syaikh/ulama mereka maka para pengikutnya menganggap pastilah itu pemahaman Salafush Sholeh , sedangkan ulama/syaikh diluar kaum mereka pastilah bukan pemahaman Salafush Sholeh.

Jadi ketika kita menyatakan pendapat dan berhujjah dengan nash-nash Al-Qur'an dan hadits, atau pendapat-pendapat ulama salaf/terdahulu termasuk upaya pemahaman (ijtihad)

Syaikh/Ulama Salafi/Wahabi yang menyertakan nash-nash Al Qur'an, Hadits, dan pendapat-pendapat ulama salaf/terdahulu, yang terkait pendapat mereka adalah termasuk upaya pemahaman (ijtihad).

Berdasarkan pengamatan kami, syaikh/ulama Salafi/Wahabi ada berhujah dengan nash-nash untuk orang kafir (yang tidak bersyahadah) untuk pendapat mereka terhadap orang yang bersyahadah, saudara muslim mereka sendiri.

Oleh karenanya kita harus menghindari kekeliruan berhujjah dengan nash-nash Al-Quran, Hadits, pendapat para ulama salaf atas pendapat yang akan kita sampaikan sehingga kita tidak termasuk yang dikatakan

".…orang-orang muda berpemahaman kurang baik. Mereka banyak mengucapkan perkataan "Khairil Bariyah" (maksudnya firman-firman Allah dan hadis Rasul) namun iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati) …" (Hadits sahih riwayat Imam Bukhari).

Yang dimaksud orang-orang muda disini adalah penuntut ilmu yang baru, ulama-ulama yang belum dikenal keulamaannya, dukhala ilmi (mereka yang berkecimpung dalam ilmu namun bukan ahlinya)

Syeikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi dalam pembukaan Forum Alumni Al Azhar VI, yang mengangkat tema tentang "Persatuan dalam Komunitas Ahlu Sunnah" mengingatkan umat islam untuk tidak perlu mendengar dukhala ilmi terkait pentakfiran yang dilakukan oleh mereka. Syaikh Yusuf Al Qaradhawi mengingatkan bahaya terpecah-belahnya umat Islam karena sikap kita menghadapi perbedaan pemahaman.

Selengkapnya baca berita di http://www.hidayatullah.com/read/15001/26/01/2011/al-qaradhawi:-%E2%80%9Djangan-dengar-dukhala%E2%80%99-ilmi dan
http://hidayatullah.com/read/15006/26/01/2011/syeikh-al-azhar:%E2%80%9Dada-pihak-yang-berusaha-rusak-karya-ulama%E2%80%9D.html

Perbedaan pemahaman tidak dapat kita ingkari. Kebenaran itu dari Allah yang Ahad namun kita tidak dapat mengatakan satu pemahaman saja yang benar yang lain sesat. Semua upaya pemahaman adalah berupaya untuk meraih kebenaran, upaya menuju jalan yang lurus.

Kita harus dapat menghargai perbedaan pemahaman diantara hamba-hamba Allah yang telah bersyahadat. Perbedaan pemahaman adalah kehendakNya. Kita tidak dapat mempertanyakan kehendakNya, namun kita di akhirat nanti, hakikatnya akan ditanya bagaimana sikap kita atas kehendakNya.

Wassalam

Zon di Jonggol


Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
5b. Re: Mazhab ataukah Manhaj
Posted by: "Anggoro Setiawan" anggoro_setiawan@ymail.com anggoro_setiawan@ymail.com
Date: Fri Jan 28, 2011 12:17 am ((PST))

Assalaamu'alaykum...

Anda itu punya masalah atau dendam pribadi apa dengan Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab serta Ibnu Taimiyyah dan orang-orang yang mengaku bermanhaj salaf?
Dihampir setiap mailing list maupun forum2 Islam selalu mengutarakan tulisan2 yang menyudutkan dan menyiratkan kebencian anda kepada mereka semua...???
Sementara anda tdk pernah mau mendengar jika diajak berdiskusi di berbagai milis atau forum yang anda masuki, sampai-sampai anda dibanned dibeberapa milis dan forum???

Ada apakah gerangan ???

Wassalaamu'alaykum....


Sent from my iPhone

On 27 Jan 2011, at 11:49, "ZonJonggol" <zonatjonggol@yahoo.com> wrote:

> Mazhab ataukah Manhaj
>
> Pernah kita mendengar dari saudara muslim kita kaum Salafi Wahabi sebuah ajakan dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits, agar kita melihat kehidupan Sayyidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Sahabatnya serta Salafush Sholih dibanding mengikuti salah satu mazhab.
>
> Pertanyaannya adalah bagaimana kita "melihat" kehidupan Sayidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Shahabatnya serta salafush sholih ?
>
> Bukankah waktunya sudah berlalu (Al-Ghaibul Madhi) yaitu segala sesuatu atau kejadian yang terjadi pada zaman dahulu.
>
> Jawabannya tentu "melihat" melalui pemahaman (ijtihad).
>
> Jadi siapa orang yang kita ikuti, yang telah "melihat" kehidupan Sayidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Shahabatnya serta salafush sholih ?
>
> Apakah syaikh/ulama kaum Salafi Wahabi telah "melihat" atau imam-imam madzhab kita tidak "melihat" kehidupan Sayyidina Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassalam dan para Shahabatnya serta Salafush Sholih
>
> Imam-imam madzhab telah "melihat" melalui pemahaman (ijtihad) mereka terhadap hadits yang "sampai" kepada mereka.
>
> Sebagai contoh Imam Syafi'i ~rahimullah.
> Imam Syafi'i sebagai dimaklumi adalah seorang yang sering pindah-pindah tempat tinggal dari satu negeri ke negeri lain.
>
> Beliau tinggal di Mekkah dan bergaul dengan seluruh Tabi'in, kemudian pindah ke Madinah dan bergaul juga dengan seluruh Tabi'in, pindah lagi ke Yaman dan bergaul dengan seluruh Tabi'in, pindah ke Iraq dan bergaul dengan seluruh Tabi'in, pindah ke Persia, kembali lagi ke Mekkah, dari sini pindah lagi ke Madinah dan akhirnya ke Mesir.
>
> Perlu dimaklumi bahwa perpindahan beliau itu bukanlah untuk berniaga, bukan untuk turis, tetapi untuk mencari ilmu, mencari hadits-hadits, untuk pengetahuan agama.
>
> Jadi tidak heran kalau Imam Syafi'i ~rahimullah, lebih banyak mendapatkan hadits daripada Tabi'in yang lain, melebih dari yang didapat oleh Imam Hanafi dan Imam Maliki ~rahimullah.
>
> Ilmu beliau pun lebih banyak dari kedua Imam sebelumnya karena beliau banyak melihat, banyak mendengar, banyak bergaul dengan bangsa-bangsa lain bukan Arab (dari Persia, Turki dll).
>
> Hadits-hadits dicari beliau kemana-mana. Para Tabi'in yang telah berjauhan tempat tinggalnya dijumpai dan ditemui beliau. Oleh karena itu beliau banyak sekali mendapat Hadits.
>
> Selengkapnya tentang sekilas proses "sampai" hadits kepada imam mazhab, silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/03/madzhab-empat/
>
> Lalu bagaimana syaikh/ulama kaum Salafi Wahabi "melihat" melalui pemahaman (ijtihad) mereka terhadap hadits yang "sampai" kepada mereka.
>
> Sebagai contoh Syaikh Ibnu Taimiyah (yang diakui sebagai "guru" oleh Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab, pendiri Salafi Wahabi). Zaman kehidupan Syaikh Ibnu Taimiyah jauh terpaut dengan imam-imam mazhab, tentu hadits sampai kepada beliau tidak melalui pergaulan dengan tabi'in atau tabi'ut tabi'in sekalipun.
>
> Hadits "sampai" kepada Syaikh Ibnu Taimiyah pertama kali dari Syihabuddin (bapaknya) seorang ulama muqolid, pengikut Mazhab Hanbali dan selanjutnya melalui guru/ulama yang diikuti oleh Syaikh Ibnu Taimiyah
>
> Lalu bagaimana sampainya dari Syaikh Ibnu Taimiyah kepada Syaikh Muhammad bin AbdulWahhab yang zaman hidupnya beratus tahun setelah wafatnya Syaikh Ibnu Taimiyah ? tentulah melalui upaya pemahaman melalui guru/ulama yang diikuti oleh beliau. Inilah yang kami sampaikan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab "mengangkat" kembali pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah. Dalam penyiaran pemahamannya Syaikh Muhammad bin Abdulwhahab bersekutu dengan penguasa Muhammad bin Sa'ud pendiri dinasti/kerajaan Saudi.
>
> Seorang pengunjung blog kami menyampaikan bahwa ustadz mereka mengajak orang-orang yang menuduh Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab membawa pemahaman baru, untuk menunjukkan satu saja perkataan Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab yang tidak didahului oleh ulama'-ulama' sebelum beliau."
>
> Ada kesalahpahaman selama ini yang tidak disadari bahwa seolah-olah Syaikh/Imam kaum Salafi/Wahabi tidak membawa pemahaman baru atau tidak melakukan pemahaman (ijtihad). Sesungguhnya setiap kita menyatakan pendapat dan mengambil firman Allah atau hadits Rasulullah sesungguhnya termasuk kedalam upaya pemahaman (ijtihad)
>
> Contohnya dalam sebuah forum diskusi, ada salah satu peserta diskusi yang mengaku bukan pengikut Salafi Wahabi (mungkin seorang pendukung) namun dia mengaku paham minhaj ilahi, "memperbolehkan" dirinya menghujat ataupun mengolok-olok saudara muslim lain dalam forum diskusi (menurut pemahaman dia) berdasarkan firman Allah antara lain,
>
> "atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)" (QS Al Furqan [25]:44 )
> "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun." (QS Al Anfaal [8]: 22 )
> "Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti" [QS Al Baqarah [2]:171 )
>
> Benarkah kaitan firman Allah dengan pendapat dia ?
> Inilah contoh upaya pemahaman (ijtihad).
> Jelaslah bahwa pemahaman yang disampaikan saudara kita itu bukanlah pemahaman Salafush Sholeh.
>
> Disinilah kesalahpahaman pengikut kaum yang menisbatkan kepada manhaj Salaf. Apapun yang disampaikan oleh syaikh/ulama mereka maka para pengikutnya menganggap pastilah itu pemahaman Salafush Sholeh , sedangkan ulama/syaikh diluar kaum mereka pastilah bukan pemahaman Salafush Sholeh.
>
> Jadi ketika kita menyatakan pendapat dan berhujjah dengan nash-nash Al-Qur'an dan hadits, atau pendapat-pendapat ulama salaf/terdahulu termasuk upaya pemahaman (ijtihad)
>
> Syaikh/Ulama Salafi/Wahabi yang menyertakan nash-nash Al Qur'an, Hadits, dan pendapat-pendapat ulama salaf/terdahulu, yang terkait pendapat mereka adalah termasuk upaya pemahaman (ijtihad).
>
> Berdasarkan pengamatan kami, syaikh/ulama Salafi/Wahabi ada berhujah dengan nash-nash untuk orang kafir (yang tidak bersyahadah) untuk pendapat mereka terhadap orang yang bersyahadah, saudara muslim mereka sendiri.
>
> Oleh karenanya kita harus menghindari kekeliruan berhujjah dengan nash-nash Al-Quran, Hadits, pendapat para ulama salaf atas pendapat yang akan kita sampaikan sehingga kita tidak termasuk yang dikatakan
>
> ".…orang-orang muda berpemahaman kurang baik. Mereka banyak mengucapkan perkataan "Khairil Bariyah" (maksudnya firman-firman Allah dan hadis Rasul) namun iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati) …" (Hadits sahih riwayat Imam Bukhari).
>
> Yang dimaksud orang-orang muda disini adalah penuntut ilmu yang baru, ulama-ulama yang belum dikenal keulamaannya, dukhala ilmi (mereka yang berkecimpung dalam ilmu namun bukan ahlinya)
>
> Syeikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi dalam pembukaan Forum Alumni Al Azhar VI, yang mengangkat tema tentang "Persatuan dalam Komunitas Ahlu Sunnah" mengingatkan umat islam untuk tidak perlu mendengar dukhala ilmi terkait pentakfiran yang dilakukan oleh mereka. Syaikh Yusuf Al Qaradhawi mengingatkan bahaya terpecah-belahnya umat Islam karena sikap kita menghadapi perbedaan pemahaman.
>
> Selengkapnya baca berita di http://www.hidayatullah.com/read/15001/26/01/2011/al-qaradhawi:-%E2%80%9Djangan-dengar-dukhala%E2%80%99-ilmi dan
> http://hidayatullah.com/read/15006/26/01/2011/syeikh-al-azhar:%E2%80%9Dada-pihak-yang-berusaha-rusak-karya-ulama%E2%80%9D.html
>
> Perbedaan pemahaman tidak dapat kita ingkari. Kebenaran itu dari Allah yang Ahad namun kita tidak dapat mengatakan satu pemahaman saja yang benar yang lain sesat. Semua upaya pemahaman adalah berupaya untuk meraih kebenaran, upaya menuju jalan yang lurus.
>
> Kita harus dapat menghargai perbedaan pemahaman diantara hamba-hamba Allah yang telah bersyahadat. Perbedaan pemahaman adalah kehendakNya. Kita tidak dapat mempertanyakan kehendakNya, namun kita di akhirat nanti, hakikatnya akan ditanya bagaimana sikap kita atas kehendakNya.
>
> Wassalam
>
> Zon di Jonggol
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6. News Release: Siaga Gizi Anak Juara
Posted by: "Aan Sopiyan" ansopiyan_rzi@yahoo.co.id ansopiyan_rzi
Date: Thu Jan 27, 2011 7:04 pm ((PST))


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

Untuk Moderator yang baik hati telah mengizinkan email ini masuk, dan untuk
semua yang berbahagia. Saya ucapkan terima kasih banyak dan mohon izin untuk
sharing berita dan informasi sbb:

26-Januari-2011


BEKASI. Rumah Zakat Cabang Bekasi melaksanakan aksi Siaga Gizi dalam rangka
memperingati Hari Gizi Nasional, Selasa (25/1). Aksi ini dihadiri oleh 100 anak
asuh Rumah Zakat dan dilaksanakan di dua tempat yaitu Bekasi Timur dan
Mustikajaya.

Dalam kegiatan ini anak asuh diajak minum susu dan menikmati makanan hasil
olahan berbahan dasar susu bersama-sama. Selain itu diadakan edukasi bagi anak
asuh dan orangtua mereka mengenai manfaat mengonsumsi susu. sebagai asupan
makanan tambahan, mengingat sebagian warga di Kota Bekasi masih mengalami
kekurangan gizi.

Siaga Gizi di Bekasi Timur dihadiri oleh 52 anak asuh dan dilaksanakan di Rumah
Baca Mandiri (RBM). Rumah Baca Mandiri ini merupakan wadah pemberdayaan anak
asuh dengan kegiatan bimbingan belajar dan perpustakaan juaranya. Di Mustikajaya
sebanyak 48 anak asuh hadir di Lentera Hati. Kegiatan ini juga turut dihadiri
oleh anak asuh peserta kelas tae kwon do program P3A (Pusat Pengembangan Potensi
Anak) Rumah Zakat. Korwil Mustikajaya mengemas kegiatan edukasi yang berkaitan
dengan gizi ini secara atraktif dengan kegiatan nonton bareng film-film
dokumenter.

Kegiatan Siaga Gizi ini dilaksanakan untuk menularkan kepedulain kepada orangtua
anak asuh tentang pentingnya manfaat gizi yang terkandung dalam susu. Tidak
hanya sebagai asupan makanan tambahan, susu juga dapat meningkatkan kecerdasan
otak anak. "Gizi yang seimbang dapat meningkatkan daya kerja otak dan secara
otomatis melejitkan prestasi anak," ujar Hermansyah, Non Formal Education
Officer Rumah Zakat. Acara ini diakhiri dengan pembagian paket susu dan
penyerahan bingkisan kepada anak asuh yang mendapat peringkat 10 besar di
sekolahnya.***


SIAGA GIZI BALITA
Donasi: Rp. 550.000 / balita

Program Siaga Gizi Balita dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi balita di
daerah ICD (Integrated Community Development) yang mengalami kekurangan gizi.
Pengembangan program di tahun 2011 meliputi peningkatan kuantitas bantuan
pangan yang diberikan dan peningkatan pendampingan.



---
Contact Person: (Via Japri)
Aan Sopiyan
ZIS Consultant Online
Rumah Zakat | Jalan Turangga No. 25 C Bandung.

e-mail: aan_sopiyan@rumahzakat.org | aan.rumahzakat@gmail.com
YM : ansopiyan_rzi
Phone : +62227332407
Fax : +62227332478
Mobile : +62817435036
www.rumahzakat.org

Menolong Itu Menyenangkan
bersama Rumah Zakat Mari Merangkai Senyum Indonesia

Rekening Donasi a.n Yayasan Rumah Zakat Indonesia:
BCA 094 301 6001
Mandiri 132000 481 974 5
BNI Syariah 155 555 5589

[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
7. MERENUNG PEJUANG ISLAM YANG MASIH GAGAL
Posted by: "amri el wahab" amriwahab@gmail.com amri_el_wahab
Date: Thu Jan 27, 2011 7:04 pm ((PST))

Saya minta maaf sekiranya ada nya pembaca pembaca yang akan
tersinggung,berkecil hati dan marah pada saya terhadap apa yang saya tulis
di sini.Sesungguhnya Apa yang akan saya paparkan di sini adalah ilmu dan
kebenaran.Ilmu mesti dihadapi dengan ilmu dan bukan sentimen.Pemburu
kebenaran tidak sepatutnya takut atau tersinggung pada kebenaran.Walaupun
dia terpukul dengan kebenaran itu.Sebab kebenaran tidak memecahkan akal dan
hati insan.Kecuali yag tidak mahu menerima kebenaran.

Pada setengah abad yang lalu, ketika di peringkat awal era kebangkitan
Islam di Malaysia ramai pihak menyatakan keinginan kepada masyarakat
Islam,sistem hidup Islam, dan dunia Islam.Semua melaung laung supaya sistem
hidup Islam di jadikan alternatif kepada sistem sekular yang di katakan
sistem jahiliah yang karut dan di benci.

Maka tumbuhlah macam cendawan jemaah jemaah perjuangan, yang saya masih
ingat nama nama besar saperti PAS, Al Arqam, Tabligh,Darul Atiq, Abim, Jim,
dan banyak lagi.Maka masing masing pun berjuang.Ketika itu kita lihat semua
pihak bersemangat sibuk bersyarah, berslogan, berseminar,bermotivasi
berkempen,bertindak dan bermacam macam lagi usaha ke arah untuk menegakkan
cita cita mendaulatkan Islam.Hari ini ada jemaah atau parti yang sudah
berjuang menjangkau lebih 50 tahun dan ada yang lebih lama lagi.

Tetapi hari ini saya lihat apa yang mereka usahakan tidak memperlihatkan
hasil saperti yang di jangkakan.Islam yang mereka laung laungkan dulu
dan selama ini tidak tertegak walaupun dalam jemaah atau parti masing
masing.Ada jemaah atau parti sudah pun dapat memerintah negeri.Tetapi usah
kata di dalam pemerintahan negeri yang mereka perintah tidak wujud sistem
Islam, di dalam jemaah atau parti mereka yang kecil pun tidak wujud sistem
Islam.Walaupun sudah dapat kuasa namun hendak menarik umat untuk sembahyang
dan menutup aurat pun masih gagal.*Rupa rupanya sistem politik pilihanraya
yang mereka ceburi hanya mampu melobi orang tetapi tidak mampu menarik orang
kepada penghayatan Islam.*

Walaupun demikian, hari ini, kesedaran umat Islam kepada Islam di seluruh
dunia kian meningkat.Kita sendiri pun mahu cara hidup Islam di dalam semua
aspek kehidupan kita.Kini kita sudah sedar tentang makanan halal,takut nak
melibatkan diri dengan riba, mahu menjauhi sistem pendidikkan
sekular, maksiat dan kemungkaran.Kita mahu Islam jadi cara hidup yang
syumul.

Tetapi pada hari ini juga nampaknya pejuang pejuang Islam walaupun sudah
lama berjuang masih belum bersedia! Tidak ada apa perubahan pun yang kita
nampak yang ada pada mereka, contohnya saperti yang saya sebut tadi di
perenggan 4.Kalau ada pun sedikit aje, itu pun di lakukan oleh badan badan
NGO Islam (yang kurang ahli dan tenaganya), bukan parti politik
yang mempunyai ahli dan penyokong (tenaga) lebih setengah juta orang!

Mengapa jadi begini? Pejuang yang berpentaskan parti politik mempunyai
matlamat untuk menang pilihanraya agar dapat memerintah negara.Maka tumpuan
untuk mendidik ahli dan penyokong kepada ilmu dan iman, dan perlaksanaan
Islam dalam parti kurang di ambil berat.*Bukan tidak ada* tetapi kurang di
beri tumpuan dan keutamaan.Dalam kuliah ilmu yang mereka anjurkan pun
berlandaskan untuk kempen mengundi dan menyerang lawan.Apatah lagi kalau
ianya memang kuliah politik.

Mendengar kuliah sabegini kurang membangkitkan kesedaran ahli dan penyokong
untuk rasa takut kepada Allah.Tetapi hanya membangkitkan semangat untuk
menghentam lawan dan menang dalam pilihanraya.Buktinya kita boleh melihat
perangai perangai ahli ahli dan penyokong parti politik ini yang liar dan
sangat keji di sepanjang kempen kempen pilihanraya, melaung, memekik, memaki
hamun, merosakkan harta awam macam orang kena syaitan.

Siapa yang boleh kita harapkan,NGO Islam atau parti politik?

Wallahu'alam.

===================================

Salaam & Regards

*Amri el Wahab*

My Online Shop: http://amri-shoppe.blogspot.com

My Blog: http://hembusan-amal.blogspot.com
=====================================

*Pesanan Guru Mursyid* :"Kalau kita hendak menasihati orangTanya hati kita
dahulu Tujuan kita hendak beri nasihat atau hendak memberi malu pada
orang.Apabila kita hendak menyampaikan ilmu kepada orang.Apakah tujuan kita?
Hendak berkongsi ilmu atau hendak menunjuk yang kita lebih tahu.
Kalau kita hendak bercakap tentang sesuatu, kita tentu tahu niat kita,
hendak menunjuk kita pandai atau rasa berkewajiban menyampaikan ilmu".

Ingatlah pahala sesuatu amal ditentukan oleh keikhlasan kita.Kalau tujuan
bukan kerana Allah, amalan itu akan menjadi macam debu.Bukan pahala kita
dapat tapi bala.


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
8. WAJIB BACA, khususnya ORANGTUA!
Posted by: "Lolita Wati" lolita.wati@ptcs.co.id
Date: Thu Jan 27, 2011 7:04 pm ((PST))

Dari Milist sebelah :

innalilahi wa inna ilaihi roji'un...na'udzubillah. WAJIB BACA, khususnya
ORANGTUA!

Bismillah.Ukhti wa ummahat fillah....


TEKNOLOGI yg selama ini memudahkankita, ternyata juga bisa jadi bumerang yg
sangat berbahaya ANAK2 kita.
Di notes ini akan diceritakan detail pengaruh perkembangan Teknologi itu
terhadap PERGAULAN DAN PERMAINAN ANAK MASA KINI.
Astagfirullaah...anajuga sempat kaget setelah membaca notes ini. Tapi ini
REALITA...


InsyaAllah, di akhir notes ada tips yg bisa dilakukan u/ menjaga anak" kita
dari ganasnya teknologi...
Hasil Seminar tanggal 30 Oktober 2010 di kemang village, Jakarta
By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)


Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat
orang tua agar aware
Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak
sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat
sedemikianrupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan
seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb?
Alaaahh...sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras
dulu buat tau maksudnya?
NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.
Dan, Taaaraa.....ternyataselain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus
dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u
imagine thattt????
DAN isinya adalah:

1. " Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung
bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...dsb ." (sori saya agak lupa persisnya
namun isinya kurang lebih spt itu - ML= Making Love=berhub SEX)
Seisi ruangan seminar lgs heboh.
Note dr pembicara:SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u,
tapi udah soal LAMA GA ML...
Demmm...Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!

2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik& cetak yang
diakses anak, banyak yang mengandungunsur pornografi: Games, Internet, HP,
TV, VCD, Komik, Majalah dll

3. . Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar
penelitian, gambar lebih realistis,pemain bisa memilih karakter apa saja,
yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg
lebih tinggi--->Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure,strategi, Role
playing.
Note dari pembicara:
SUPER HATI2 dengan GAMES anak-anak anda!

· Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb,
namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir
levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan...?????

· Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik,
ceritanya adalah tentang bagaimana "memperkosa paling asyik???????
Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih
perempuan model apa yg mau "dipilih",modelnya ga pake baju sama sekali, dan
tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor
berbentuk tangan, yg digerakkanoleh anak2-anakkitaa....------>Seisi ruangan
seminar lgs heboh lagiii....Gumaman Astagfirrullah bertebarann di
ruangan....:(

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikangames atau anak anak anda beli
games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan
sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat,
jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!
Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan
kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebarandi dunia maya. Dan, jangan salah,
pembuatnyajuga anak-anak kita juga! Bahkann...Untuk mendapatkan uang, mereka
menjual video sex mereka sendiri!--> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan
video sex yg gampang diperoleh lewat internet.

· Note dari pembicara è . Siapa bilang ML harus telanjang dan harus
di tempat tidur/hotel ? -->> kami ditunjukkan sekilas video ABG
berseragamSMP, sedang ML ditangga dan berpakaianlengkap!

· Hamil?siapa takkut!-->Bisa Aborsi !

7. HP è Hoho...Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar,
memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan
gambar porno. Anak anda CLEAN?-->Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video
dari temennya!
Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau,
shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyata setelah
ditelusuriadalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang
suka minjem BB beliau!)...:(

8. Televisi. Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan
1 tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan
pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan
salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2
korea/jepang!Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan,sex
bebas!

9. KOMIK. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah
dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikankarena didukung dengan
gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi
didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex
bebas.

Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara,salah satu judul games,
komik, dvd yang masuk dalam kategori "BaHAYA" adalah NAR***...semuanya yg
berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!

APA TUJUANNYA?APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA


1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO =
perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.
2.Kerusakan otak permanen ---> yang hasil akhir yang
diinginkanadalah-->INCEST!!!
3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami
33-36 ejakulasi--> pecandu pornografi-->PASAR MASA DEPAN!!!

Proses Kecanduan & Akibatnya.
1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC,
tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa
depan, organisasi, pengaturanemosi, control diri, konsekuensi, pengambilan
keputusan.PFC--> Matang diusia 25 thn.


2. Sekali anak mencoba "kenikmatan" semu-->Dopamin ( ket: suatu hormon yang
dihasilkanoleh hipotalamus) diproduksi--> Anak merasa senang--> Kemudian
timbul rasa bersalah.


3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan
terganggu adalah: Analisa, penilaian,pemahaman,pengambilan keputusan,Makna
hubungan, Hati Nurani--->Spiritualitas /Iman akan terkikis--> ANAK
TUMBANG-->Mental Model Porno--->INCEST!!!!


4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh
Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!


5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi,
Perfilman,Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video
Games dll


SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?


1. Kesalahan Budaya.

1. Kesalahan Budaya. è Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah,
bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!--->REVOLUSI PENGASUHAN!!
............ (Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where's All The Father
Gone?Kemana
Para Ayah?...Indonesia , A FatherlessCountry???) Lihat fenomena Anak2 Jack
Mania?--> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????
Note: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur
Alhamdullillah, saya berhasil "memaksa" suami saya untuk ikut seminar ini.

2. Kelalaian kita sebagai ortu, Orang Tua Kurang :

a. Mempunyai waktu dengan anak. Are u a weekend parent? Anak di ikutkan
les sana-sini.Pertanyaanorang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak?
Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari
ini?---> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring-->Lazzy--> Stress!)

b. Mengajarkan agama & penerapannya? è Eksport! Merasa cukup
menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama.
Penerapan?NOL BESAR!!!.... Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2
sholatnya?Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok
mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!!
dsb..dsbb..

c. Target pengasuhan è UMUM, kurang teguh pada prinsip---> hanyut dalam
TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan---> malu
dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?-->
dibelikan BB palg mutakhir...

d. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek) è Ortu bisanya
memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg
dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!...gimana
mo ngawasin anak? (Note dr pembicara:Jadi orangtua, harus "GAUL" dan PINTER
!!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?

e. Memberikananak perangkat teknologi,tidak tahu akibat negatifnya,
tanpa penjelasandan tanpa persyaratan.
Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI...Generasi ORTU
PINGSAN!! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer,
Games, HP, Televisi ---> Yakin, Anak anda AMAN????

f. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak &
remaja.

TIPS
Membuat Anak Tangguh di Era Digital:
1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah,
taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu
keluarga! Bapak / Ibu malu!!!---> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia
berada, Allah tau apa yang dia perbuat!
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan
jadi ortu yang abai bin pin
3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak
anda, anak yang BLASTED! Boringg --> Lazzy --> Stressed!!
4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga &
masyarakat.
5. Memberikanfasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama
yang jelas
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar

KOMIK
• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes:
JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikanbacaan dengan anak

GAMES
• Perhatikanletak computer/media video games di rumah
• Perhatikanjarak antara mata anak/ruangcukup pencahayaan , layar tidak
terlalu terang
• Pilihkan meja & kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yg boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam
kemasan games.
Banyak video games ber-ratingAO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak
dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga
pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San
Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.

Notes:
Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual
di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect.
GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia
seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya
mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)).Hal ini
mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.
Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban
penembakanyang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena
keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut
Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

TV
• Atur jam menonton TV
o No TV dibawah 2 thun
o 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikanttg program TV yang baik dan buruk
• Perhatikanjarak menonton


INTERNET
• Perhatikanletak computer : tidak menghadap dinding
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs
porno)
• Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer

IKHTIAR TERAKHIR
1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada
satu MULUT
2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar,
pelatihan,buku parenting dan agama)
4. Setelah semua upaya ---> DOA
Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan
airmata - mbrebes mili. Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang
memeluk anak-anak saya..
Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu... Semoga anak2 saya
(kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungioleh Yang Maha Kuasa
Amin...aminn..Ya robbal alamin...
Mohon maaf jika kurang berkenan...

Lolita

PT. Control Systems |Phone : +62217807881|Fax : +62217807879

[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
9. Renungan Untuk Kita
Posted by: "Bambang Sebastiar" bundatea@yahoo.co.id bundatea
Date: Thu Jan 27, 2011 7:06 pm ((PST))

Assalamulaikum Wr.Wb,
Ada postingan dari millis tetangga tetapi sedikit saya edit dengan tidak mengubah arti dan maksudnya, bagus sekali semoga bermanfaat,.............
10 hal untuk sama2 kita
renungkan....

1. Doa bukanlah "ban serep" yang kita keluarkan ketika dalam masalah, 

Doa adalah "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat...

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? 

Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. 

Jadi, pandanglah ke depan dan majulah...

3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik
untuk membakarnya, tapi membutuhkan waktu tahunan untuk menulisnya.

4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmati dan syukuri ,
karena tidak akan bertahan selamanya.

Jika berlangsung salah, segera bertobat , karena kita tidak tahu maut menjemput kita.

5. Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika kita mendapat sebuah
berlian, jangan lupakan emas! 

Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kita selalu memerlukan dasar
emas...

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari
segalanya. Ingat bahwa sesungguhnya seseorang tidak dikatakan beriman, sebelum diuji oleh Allah SWT dan dengan maksud untuk meningkatkan derajatnya.


7. Ketika Allah SWT memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada
kemampuan-Nya. 

Ketika masalahmu tidak terpecahkan olehmu, sesungguhnya Dia sedang menguji atas kemampuanmu dan sesungguhnya Dia Maha Tahu atas kemampuanmu.

8. Jawaban doa tidak selalu dari Allah SWT "Yes" tetapi terkadang
"No" dengan lanjutan "Bukan itu yang terbaik untukmu.....Aku
punya rencana yang  lebih baik untukmu".

9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Allah SWT mendengarkanmu dan mengabulkan do'amu..., dan terkadang, ketika kamu aman dan gembira, ingat bahwa seseorang
telah mendoakanmu...

10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan
kedamaian hari ini. ...

Semoga bermanfaat, barakallahi waminkum....

 Wassalam,

Bambang S


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
10. Dalil Dzikir Berjama'ah dari Al Qur'an dan Hadits
Posted by: "A Nizami" nizaminz@yahoo.com nizaminz
Date: Thu Jan 27, 2011 7:17 pm ((PST))

Assalamu'alaikum wr wb,

Dalil Dzikir Berjama'ah dari Al Qur'an dan Hadits

Kelompok Salafi/Wahabi menganggap Dzikir berjama'ah adalah Bid'ah atau Sesat. Namun dari dalil-dalil Al Qur'an dan Hadits di bawah, pernyataan tersebut tidak berdasar.

Sebagai contoh dalam surat Al Fatihah kita mengucapkan:

Iyyaka NA'budu (Kepada Mu KAMI menyembah/beribadah)

Wa Iyyaka NAsta'iin (Kepada Mu KAMI meminta/berdo'a)

Ayat di atas menunjukkan kata NA (KAMI) yang artinya JAMAK/BANYAK. Bukan sendiri-sendiri. Pada akhir Surat Al Fatihah, seluruh Makmum dari shalat berjama'ah menyatakan "AAMIIIN".

Ayat-ayat Al Fatihah itu saja sudah jelas menunjukkan bahwa beribadah (termasuk Dzikir dan Do'a) secara berjama'ah itu tidak sesat. Dan pernah dicontohkan Nabi.

Surat Al Fatihah sendiri pada dasarnya adalah Do'a. Contohnya "Ihdinash Shiroothol Mustaqiim" (Tunjuki Kami ke Jalan yang Benar) yang kemudian diaminkan oleh para Makmum. Dengan mengucap Allah sebagai Ar Rahman dan Ar Rahim, pada dasarnya Imam itu berdzikir menyebut nama Allah. Bukankah itu contoh yang jelas?

Banyak ibadah yang dicontohkan Nabi dan para sahabat secara berjama'ah seperti Shalat Wajib Berjama'ah yang pahalanya malah 27 x lipat daripada shalat sendiri. Selain itu juga ada Shalat Tarawih berjama'ah, Shalat 'Ied, dsb. Bahkan shalat Jum'at tidak sah jika tidak dilakukan secara berjama'ah.

Berbagai do'a dalam Al Qur'an seperti "Robbana Aatina Fid dunya Hasanah.." (Ya Tuhan KAMI berilah KAMI di dunia Kebaikan) menyatakan bahwa do'a-doa tersebut sebaiknya dilaksanakan secara berjama'ah [Al Baqarah 201].

"Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" [Al Baqarah 201]

Lihat ayat Al Qur'an di atas bagaimana orang berdoa secara berjama'ah. Kata siapa beribadah berjama'ah seperti Dzikir itu Bid'ah atau sesat? Hendaknya kita berpegang pada wahyu Allah.

Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil hamdu, Allahu Akbar, wa Ajalla Allahu Akbar 'alaa maa hadaNAA.
"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikannya pada KITA". [Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315 dan sanadnya shahih]

Kalimat Takbir Ibnu Abbas di atas jelas menunjukkan Takbir tersebut dilakukan berjama'ah. Sebab kalau sendiri tentu kata terakhir jadi hadaNII (Petunjuk yang diberikan kepada saya).

Silahkan lihat dalil-dalil lengkapnya dari Al Qur'an dan Hadits di bawah. Jadi keliru besar menganggap Dzikir Berjama'ah sebagai Bid'ah atau Sesat.

Baca selengkapnya di sini:
http://syiarislam.wordpress.com/2011/01/28/dalil-dzikir-berjamaah

DZIKIR BERJAMA`AH BUKANLAH BID`AH !!!

Oleh Imron Rosyadi

DALIL-DALILNYA DZIKIR, TERMASUK DALIL DZIKIR SECARA JAHAR

Dalil-dalil dzikir termasuk dalil dzikir secara jahar (agak keras)

Firman Allah swt. dalam surat Al-Ahzab 41-42 agar kita banyak berdzikir sebagai berikut :

"Hai orang-orang yang beriman! Berdzikirlah kamu pada Allah sebanyak-banyak nya, dan bertasbihlah pada-Nya diwaktu pagi maupun petang!".

Dan firman-Nya: فَاذْكُرُونِي أذْكُرْكُمْ ………..

"Berdzikirlah (Ingatlah) kamu pada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu! " (Al–Baqarah :152)

Firman-Nya : اَلَّذِيْنَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنوُبِهِم

"…Yakni orang-orang dzikir pada Allah baik diwaktu berdiri, ketika duduk dan diwaktu berbaring". (Ali Imran :191)

Firman-Nya : وَالذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ

مَغْفِرَة وَأجْرًا عَظِيْمٌا.

"Dan terhadap orang-orang yang banyak dzikir pada Allah, baik laki-laki maupun wanita, Allah menyediakan keampunan dan pahala besar". (Al-Ahzab :35)

Firman-Nya lagi : الَّذِيْنَ آمَنُوا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ

ألآ بِذِكْرِ الله تَطْمَئِنُّ الـقُلُوبُ.

"Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka aman tenteram dengan dzikir pada Allah. Ingatlah dengan dzikir pada Allah itu, maka hatipun akan merasa aman dan tenteram". (Ar-Ro'd : 28)

Dalam hadits qudsi, dari Abu Hurairah, Rasul saw. bersabda : Allah swt.berfirman :

اَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْـدِي بِي, وَاَنَا مَعَهُ حِيْنَ يَذْكـرُنِي, فَإنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإنْ ذَكَرَنِي فِي مَلاَءٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلاَءٍ خَيْرٍ مِنْهُ وَإنِ اقْتَرَبَ اِلَيَّ شِبْرًا اتَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِرَاعًا وَإنِ اقْتَرَبَ إلَيَّ ذِرَاعًا اتَقـَرَّبْتُ إلَيْهِ بَاعًـا وَإنْ أتَانِيْ يَمْشِيأتَيْتُهُ هَرْوَلَة.

"Aku ini menurut prasangka hambaKu, dan Aku menyertainya, dimana saja ia berdzikir pada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula padanya dalam hati-Ku, jika ia mengingat-Ku didepan umum, maka Aku akan mengingatnya pula didepan khalayak yang lebih baik. Dan seandainya ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sehasta, jika ia mendekat pada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari". (HR. Bukhori Muslim, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan Baihaqi).

Allamah Al-Jazari dalam kitabnya Miftaahul Hishnil Hashin berkata : 'Hadits diatas ini terdapat dalil tentang bolehnya berdzikir dengan jahar/agak keras'. Imam Suyuthi juga berkata: 'Dzikir dihadapan orang orang tentulah dzikir dengan jahar, maka hadits itulah yang menjadi dalil atas bolehnya'

Hadits qudsi dari Mu'az bin Anas secara marfu': Allah swt.berfirman:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: لاَ يَذْكُرُنِي اَحَدٌ فِى نفْسِهِ اِلاَّ ذَكّرْتُهُ فِي مَلاٍ مِنْ مَلاَئِكَتِي

وَلاَيَذْكُرُنِي فِي مَلاٍ اِلاَّ ذَكَرْتُهُ فِي المَلاِ الاَعْلَي.

"Tidaklah seseorang berdzikir pada-Ku dalam hatinya kecuali Akupun akan berdzikir untuknya dihadapan para malaikat-Ku. Dan tidak juga seseorang berdzikir pada-Ku dihadapan orang-orang kecuali Akupun akan berdzikir untuknya ditempat yang tertinggi' ". (HR. Thabrani).

At-Targib wat-tarhib 3/202 dan Majma'uz Zawaid 10/78. Al Mundziri berkata : 'Isnad hadits diatas ini baik (hasan). Sama seperti pengambilan dalil yang pertama bahwa berdzikir dihadapan orang-orang maksudnya adalah berdzikir secara jahar ' !

Hadits dari Abu Hurairah sebagai berikut:

سَبَقَ المُفَرِّقُونَ, قاَلُوْا: وَمَا المُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الذَّاكِرُونَ اللهَ كَثِيْرًاوَالذَّاكِرَاتِ (رواه المسلم)

"Telah majulah orang-orang istimewa! Tanya mereka 'Siapakah orang-orang istimewa?' Ujar Nabi saw. 'Mereka ialah orang-orang yang berdzikir baik laki-laki maupun wanita' ". (HR. Muslim).

Hadits dari Abu Musa Al-Asy'ary ra sabda Rasul saw.:

'Perumpamaan orang-orang yang dzikir pada Allah dengan yang tidak, adalah seperti orang yang hidup dengan yang mati!" (HR.Bukhori).

Dalam riwayat Muslim: "Perumpamaan perbedaan antara rumah yang dipergunakan dzikir kepada Allah didalamnya dengan rumah yang tidak ada dzikrullah didalamnya, bagaikan perbedaan antara hidup dengan mati".

Hadits dari Abu Sa'id Khudri dan Abu Hurairah ra. bahwa mereka mendengar sendiri dari Nabi saw. bersabda :

لاَ يَقْـعُدُ قَوْمٌ يَذْكُـرُنَ اللهَ تَعَالَى إلاَّ حَفَّتْـهُمُ المَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمةُ, وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ.

"Tidak satu kaumpun yang duduk dzikir kepada Allah Ta'ala, kecuali mereka akan dikelilingi Malaikat, akan diliputi oleh rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah pada siapa-siapa yang berada disisi-Nya". (HR.Muslim, Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

Hadits dari Mu'awiyah :

خَرَجَ رَسُولُ الله (صَ) عَلَى حَلَقَةِ مِنْ أصْحَابِهِ فَقَالَ: مَا اَجْلََسَكُم ؟ قَالُوْا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلإسْلاَمِِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا قَالَ: اللهُ مَا أجْلَسـَكُمْ إلاَّ ذَالِك ؟ قَالُوْا وَاللهُ مَا اَجْلَسَنَا اِلاَّ ذَاكَ. قَالَ : اَمَا إنِّي لَمْ أسْتَخْلِفكُم تُهْمَةُ لـَكُمْ, وَلَكِنَّهُ أتَانِي جِبْرِيْلُ فَأخْـبَرَنِي أنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبـَاهِي بِكُمُ المَلآئِكَةَ.

"Nabi saw. pergi mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, tanyanya 'Mengapa kamu duduk disini?' Ujar mereka : 'Maksud kami duduk disini adalah untuk dzikir pada Allah Ta'ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan kurnia yang telah diberikan-Nya pada kami dengan menganut agama Islam'. Sabda Nabi saw. 'Demi Allah tak salah sekali ! Kalian duduk hanyalah karena itu. Mereka berkata : Demi Allah kami duduk karena itu. Dan saya, saya tidaklah minta kalian bersumpah karena menaruh curiga pada kalian, tetapi sebetulnya Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah swt. telah membanggakan kalian terhadap Malaikat' ". (HR.Muslim)

Diterima dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw. bersabda :

إذَا مَرَرْتُم بِرِيَاضِ الجَنَّة فَارْتَعُوْا, قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الجَنَّة يَا رَسُولُ الله ؟ قَالَ: حِلَقُ الذِّكْرِ فَإنَّ لِلَّهِ تَعَالَى سَيَّرَاتٍ مِنَ المَلآئِكَةَ يَطْلُبُونَ حِلَـقَ الذِّكْرِ فَإذَا أتَوْا عَلَيْهِمْ حَفُّوبِهِمْ.

"Jika kamu lewat di taman-taman surga, hendaklah kamu ikut bercengkerama! Tanya mereka : Apakah itu taman-taman surga ya Rasulallah? Ujar Nabi saw. : Ialah lingkaran-lingkaran dzikir karena Allah swt. mempunyai rombongan pengelana dari Malaikat yang mencari-cari lingkaran dzikir. Maka jika ketemu dengannya mereka akan duduk mengelilinginya".

Hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulallah saw.bersabda :

عَنْ أبِيْ هُرَيْرَة(ر) قَالَ: رَسُولُ الل.صَ. : إنَّ اللهَ مَلآئِكَةً يَطًوفُونَ فِي الطُُّرُقِ يَلتَمِسُونَ أهْلِ الذّكْرِ, فَإذَا وَجَدُوا قـَوْمًا يَذْكُرُونَ اللهَ تَناَدَوْا : هَلُمُّـوْا إلَى حَاجَتِكُمْ, فَيَحُفّـُونَهُمْ بِأجْنِحَتِهِمْ إلَى السَّمَاءِ, فَإذَا تَفَرَّقُوْا عَرَجُوْا وَصَعِدُوْا اِلَى السَّمَاءِ فَيَسْألُهُمْ رَبُّـهُم ( وَهُوَ أعْلَمُ بِهِمْ ) مِنْ اَيْنَ جِئْتُمْ ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عَبَيْدٍ فِي الاَرْضِ يُسَبِّحُوْنَكَ وَيُكَبِّرُوْنَكَ وَيُهَلِّلُوْنَكَ. فَيَقُوْلُ :
هَلْ رَأوْنِي؟ فَيَقُولُوْنَ : لاَ, فَيَقُوْلُ : لَوْ رَأوْنِي؟ فَيَقوُلُوْنَ : لَوْ رَأوْكَ كَانُوْا اَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً, وَ اَشَدَّ لَكَ تَمْجِيْدًا وَاَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيْحًا, فَيَقُوْلُ : فَمَا يَسْألُنِى ؟ فَيَقوُلُوْنَ : يَسْألُوْنَكَ الجَنَّةَ, فَيَقُوْلُ : وَهَلْ رَأوْهَا ؟ فَيَقُولُوْنَ : لاَ, فَيَقُوْلُ : كَيْفَ لَوْ رَأوْهَا ؟ فَيَقُولُوْنَ : لَوْ اَنَّهُمْ رَأوْهَا كَانُوْا اَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَ اَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَاَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً. فَيَقُوْلُ : فَمِمَّا يَتَعَوَّذُوْنَ ؟ فَيَقولُوْنَ :
مِنَ النَّارِ, فَيَقُوْلُ : وَهَلْ رَأوْهَا ؟ فَيَقُولُوْنَ : لاَ, فَيَقُوْلُ : كَيْفَ لَوْ رَأوْهَا ؟ فَيَقُلُوْنَ : لَوْ رَأوْهَا كاَنُوْا اَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا, فَيَقُوْلُ : اُشْهِدُكُمْ اَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ, فَيَقُوْلُ مَلَكٌ مِنَ المَلاَئِكَةِ : فُلاَنٌ فَلَيْسَ مِنهُمْ, اِنَّمَا جَائَهُمْ لِحَاجَةٍ فَيَقُوْلُ : هًمْ قَوْمٌ لاَ يَشْقَى جَلِيْسُهُمْ.

"Sesungguhnya Allah memilik sekelompok Malaikat yang berkeling dijalan-jalan sambil mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka menemu- kan sekolompok orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka saling menyeru :'Kemarilah kepada apa yang kamu semua hajatkan'. Lalu mereka mengelilingi orang-orang yang berdzikir itu dengan sayap-sayap mereka hingga kelangit. Apabila orang-orang itu telah berpisah (bubar dari majlis dzikir) maka para malaikat tersebut berpaling dan naik kelangit. Maka bertanyalah Allah swt. kepada mereka (padahal Dialah yan lebih mengetahui perihal mereka). Allah berfirman : Darimana kalian semua ? Malaikat berkata : Kami datang dari sekelompok hambaMu dibumi. Mereka bertasbih, bertakbir dan bertahlil kepadaMu. Allah berfirman : Apakah mereka pernah melihatKu ? Malaikat berkata: Tidak pernah ! Allah berfirman : Seandainya mereka pernah melihatKu ? Malaikat berkata: Andai mereka pernah melihatMu niscaya mereka akan lebih
meningkatkan ibadahnya kepadaMu, lebih bersemangat memujiMu dan lebih banyak bertasbih padaMu. Allah berfirman: Lalu apa yang mereka pinta padaKu ? Malaikat berkata: Mereka minta sorga kepadaMu. Allah berfirman : Apa mereka pernah melihat sorga ? Malaikat berkata : Tidak pernah! Allah berfirman: Bagaimana kalau mereka pernah melihatnya? Malikat berkata: Andai mereka pernah melihanya niscaya mereka akan bertambah semangat terhadapnya, lebih bergairah memintanya dan semakin besar keinginan untuk memasukinya. Allah berfirman: Dari hal apa mereka minta perlindungan ? Malaikat berkata: Dari api neraka. Allah berfirman : Apa mereka pernah melihat neraka ? Malaikat berkata: Tidak pernah! Allah berfirman: Bagaimana kalau mereka pernah melihat neraka ? Malaikat berkata: Kalau mereka pernah melihatnya niscaya mereka akan sekuat tenaga menghindarkan diri darinya. Allah berfirman: Aku persaksikan kepadamu bahwasanya Aku telah mengampuni mereka. Salah satu dari
malaikat berkata : Disitu ada seseorang yang tidak termasuk dalam kelompok mereka. Dia datang semata-mata karena ada satu keperluan (apakah mereka akan diampuni juga ?). Allah berfirman : Mereka (termasuk seseorang ini) adalah satu kelompok dimana orang yang duduk bersama mereka tidak akan kecewa".

Dalam riwayat Muslim ada tambahan pada kalimat terakhir : 'Aku ampunkan segala dosa mereka, dan Aku beri permintaan mereka'.

Empat hadits terakhir ini jelas menunjukkan keutamaan kumpulan majlis dzikir, Allah swt.akan melimpahkan rahmat, ketenangan dan ridho-Nya pada para hadirin termasuk disini orang yang tidak niat untuk berdzikir serta majlis seperti itulah yang sering dicari dan dihadiri oleh para malaikat. Alangkah bahagianya bila kita selalu kumpul bersama majlis-majlis dzikir yang dihadiri oleh malaikat tersebut sehingga do'a yang dibaca ditempat majlis dzikir tersebut lebih besar harapan untuk diterima oleh Allah swt. Juga hadits-hadits tersebut menunjukkan mereka berkumpul berdzikir secara jahar, karena berdzikir secara sirran/pelahan sudah biasa dilakukan oleh perorangan !

Al-Baihaqiy meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik ra bahwa Rasul- Allah saw. bersabda:

لاَنْ اَقْعُدَنَّ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى مِنْ بَعْدِ صَلاَةِ الْفَجْرِ ِالَى طُلُوْعِ الشَّمْسِ اَحَبُّاِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا (رواه البيهاقي)

"Sungguhlah aku berdzikir menyebut (mengingat) Allah swt. bersama jamaah usai sholat Shubuh hingga matahari terbit, itu lebih kusukai daripada dunia seisinya."

Juga dari Anas bin Malik ra riwayat Abu Daud dan Al-Baihaqiy bahwa Nabi saw. bersabda: 'Sungguhlah aku duduk bersama jamaah berdzikir menyebut Allah swt. dari salat 'ashar hingga matahari terbenam, itu lebih kusukai daripada memerdekakan empat orang budak.'

Riwayat Al Baihaqy dari Abu Sa'id Al Khudrij ra, Rasul saw bersabda :

يَقُوْلُ الرَّبُّ جَلَّ وَعَلاَ يَوْمَ القِيَامَةِ سَيَعْلَمُ هَؤُلاَءِ الْجَمْعَ الْيَوْمَ مَنْ اَهْلُ الْكَرَمِ؟ فَقِيْلَ مَنْ اَهْلُ الْكَرَمِ؟ قَالَ : اَهْلُ مَجَالِسِ الذِّكْرِ فِي الْمَسَاجِدِ (رواه البيهاقي)

"Allah jalla wa 'Ala pada hari kiamat kelak akan bersabda: 'Pada hari ini ahlul jam'i akan mengetahui siapa orang ahlul karam (orang yang mulia). Ada yg bertanya: Siapakah orang-orang yg mulia itu? Allah menjawab, Mereka adalah orang-orang peserta majlis-majlis dzikir di masjid-masjid ".

Ancaman bagi orang yang menghadiri kumpulan tanpa disebut nama Allah

dan Shalawat atas Nabi saw.

Hadits riwayat Turmudzi (yang menyatakan Hasan) dari Abu Hurairah, sabda Nabi saw :

مَا قَعَدَ قَوْمُ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرُونَ اللهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى النَّبِيِّ اِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رواه الترمذي وقال حسن)

"Tiada suatu golonganpun yang duduk menghadiri suatu majlis tapi mereka disana tidak dzikir pada Allah swt. dan tak mengucapkan shalawat atas Nabi saw., kecuali mereka akan mendapat kekecewaan di hari kiamat".

Juga diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dengan kata-katanya yang berbunyi sebagai berikut :

وَرَوَاهُ اَحْمَدُ بِلَفْظٍ مَا جَلَسَ قَوْمُ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوْا اللهَ فِيهِ اِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تَرَةً

'Tiada ampunan yang menghadiri suatu majlis tanpa adanya dzikir kepada Allah Ta'ala, kecuali mereka akan mendapat tiratun artinya kesulitan… ".

Dalam buku Fathul 'Alam tertera : Hadits tersebut diatas menjadi alasan atas wajibnya (pentingnya) berdzikir dan membaca shalawat atas Nabi saw. pada setiap majlis.

Hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda:

.صَ. مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ

لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالىَ فِيْهِ اِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً (رواه ابو داود

"Tiada suatu kaum yang bangun (bubaran) dari suatu majlis dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah dalam majlis itu, melainkan mereka bangun dari sesuatu yang serupa dengan bangkai himar/keledai, dan akan menjadi penyesalan mereka kelak dihari kiamat ". (HR.Abu Daud)

Hadits-hadits diatas mengenai kumpulan atau lingkaran majlis dzikir itu sudah jelas menunjukkan adanya pembacaan dzikir bersama-sama dengan secara jahar, karena berdzikir sendiri-sendiri itu akan dilakukan secara lirih (pelan). Lebih jelasnya mari kita rujuk lagi hadits shohih yang membolehkan dzikir secara jahar.

Hadits dari Abi Sa'id Al-Khudri ra. dia berkata :

اَكْثِرُوْا ذِكْرَاللهَ حَتَّى يَقُولُ اِنَّهُ مَجْنُوْنٌ.

"Sabda Rasulallah saw. 'Perbanyaklah dzikir kepada Allah sehingga mereka (yang melihat dan mendengar) akan berkata : Sesungguhnya dia orang gila' " (HR..Hakim, Baihaqi dalam Syu'abul Iman , Ibnu Hibban, Ahmad, Abu Ya'la dan Ibnus Sunni)

Hadits dari Ibnu Abbas ra. dia berkata : Rasulallah saw. bersabda :

اَكْثِرُوْا ذِكْرَاللهَ حَتَّى يَقُولَ المُنَافِقُوْنَ اِنَّكُمْ تُرَاؤُوْنَ

"Banyak banyaklah kalian berdzikir kepada Allah sehingga orang-orang munafik akan berkata : 'Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang riya' (HR. Thabrani)

Imam Suyuthi dalam kitabnya Natiijatul Fikri fil jahri biz dzikri berkata : "Bentuk istidlal dengan dua hadits terakhir diatas ini adalah bahwasanya ucapan dengan 'Dia itu gila' dan 'Kamu itu riya' hanyalah dikatakan terhadap orang-orang yang berdzikir dengan jahar, bukan dengan lirih (sir)."

Hadits dari Zaid bin Aslam dari sebagian sahabat, dia berkata :

ِ اِنْطَلَقْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ(صَ) لَيْلَةً, فَمَرَّ بِرَجُلٍ فِي المَسْجِدِ يِرْفَعُ صَوْتَهُ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ عَسَى اَنْ يَكُوْنَ هَذَا مُرَائِيًا فَقَالَ: لاَ وَلاَكِنَّهُ اَوَّاهُ. (رواه البيهاقي)

'Aku pernah berjalan dengan Rasulallah saw. disuatu malam. Lalu beliau melewati seorang lelaki yang sedang meninggikan suaranya disebuah masjid. Akupun berkata : Wahai Rasuallah, jangan-jangan orang ini sedang riya'. Beliau berkata : "Tidak ! Akan tetapi dia itu seorang awwah (yang banyak mengadu kepada Allah)". (HR.Baihaqi)

Lihat hadits ini Rasul saw. tidak melarang orang yang dimasjid yang sedang berdzikir secara jahar (agak keras). Malah beliau saw. mengatakan dia adalah seorang yang banyak mengadu pada Allah (beriba hati dan menyesali dosanya pada Allah swt.) Sifat menyesali kesalahan pada Allah swt itu adalah sifat yang paling baik !

Hadits dari Uqbah bahwasanya Rasulallah saw. pernah berkata kepada seorang lelaki yang biasa dipanggil Zul Bijaadain 'Sesungguhnya dia orang yang banyak mengadu kepada Allah. Yang demikian itu karena dia sering berdzikir kepada Allah'. (HR.Baihaqi). (Julukan seperti ini jelas menunjukkan bahwa Zul- Bijaadain sering berdzikir secara jahar).

Hadits dari Amar bin Dinar, dia berkata : Aku dikabarkan oleh Abu Ma'bad bekas budak Ibnu Abbas yang paling jujur dari tuannya yakni Ibnu Abbas dimana beliau berkata :

اَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ المَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ

'Sesungguhnya berdzikir dengan mengeraskan suara ketika orang selesai melakukan shalat fardhu pernah terjadi dimasa Rasulallah saw.'.(HR.Bukhori dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain diterangkan bahwa Ibnu Abbas berkata : 'Aku mengetahui selesainya shalat Rasulallah saw. dengan adanya ucapan takbir beliau (yakni ketika berdzikir)'. (HR.Bukhori Muslim)

Ibnu Hajr dalam kitabnya Khatimatul Fatawa mengatakan: "Wirid-wirid, bacaan-bacaan secara jahar, yang dibaca oleh kaum Sufi (para penghayat ilmu tasawwuf) setelah sholat menurut kebiasaan dan suluh (amalan-amalan khusus yang ditempuh kaum Sufi) sungguh mempunyai akar/dalil yang sangat kuat".

Sedangkan hadits-hadits Rasul saw. yang diriwayatkan oleh Muslim mengenai berdzikir secara jahar selesai sholat sebagai berikut :

Hadits nr. 357: Dari Ibnu Abbas, katanya: "Dahulu kami mengetahui selesainya sembahyang Rasulullah saw. dengan ucapan beliau "takbir".

Hadits nr. 358 : Dari Ibnu Abbas, katanya "Bahwa dzikr dengan suara lantang/agak keras setelah selesai sembahyang adalah kebiasaaan dizaman Nabi saw. Kata Ibnu Abbas. Jika telah kudengar suara berdzikir, tahulah saya bahwa orang telah bubar sembahyang".

Hadits nr. 366: Dari Abu Zubair katanya: "Adalah Abdullah bin Zubair mengucapkan pada tiap-tiap selesai sembahyang sesudah memberi salam:…." Kata Abdullah bin Zubair" Adalah Rasulullah saw. Mengucapkannya dengan suara yang lantang tiap-tiap selesai sembahyang"

Ketiga hadits terakhir ini dikutip dari kitab "Terjemahan hadits Shahih Muslim" jilid I, II dan III terbitan Pustaka Al Husna, I/39 Kebon Sirih Barat, Jakarta, 1980.

Al-Imam al-Hafidz Al-Maqdisiy dalam kitabnya 'Al-Umdah Fi Al-Ahkaam' hal.25 berkata:

"Abdullah bin Abbas menyebutkan bahwa berdzikir dengan meng- angkat suara dikala para jemaah selesai dari sembahyang fardhu adalah diamalkan sentiasa dizaman Rasullullah saw.. Ibnu Abbas berkata "Saya memang mengetahui keadaan selesainya Nabi saw. dari sembahyangnya (ialah dengan sebab saya mendengar) suara takbir (yang disuarakan dengan nyaring)." (HR Imam Al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Juraij).

Hadits yang sama dikemukakan juga oleh Imam Abd Wahab Asy-Sya'rani dalam kitabnya Kasyf al-Ghummah hal.110; demikian juga Imam Al-Kasymiriy dalam kitabnya Fathul Baari hal. 315 dan As-Sayyid Muhammad Siddiq Hasan Khan dalam kitabnya Nuzul Al-Abrar hal.97; Imam Al-Baghawiy dalam kitabnya Mashaabiih as-Sunnah 1/48 dan Imam as-Syaukani dalam Nail al-Autar.

Dalam shohih Bukhori dari Ibnu Abbas ra beliau berkata : 'Kami tidak mengetahui selesainya shalat orang-orang di masa Rasulallah saw. kecuali dengan berdzikir secara jahar'.

Dan masih banyak lagi dalil mengenai keutamaan kumpulan berdzikir yang belum saya cantumkan disini tapi insya Allah dengan adanya semua hadits diatas cukup jelas bagi kita dan bisa ambil kesimpulan bahwa (kumpulan) berdzikir baik dengan lirih maupun jahar/agak keras itu tidaklah dimakruhkan atau dilarang bahkan didalamnya justru terdapat dalil yang menunjukkan 'kebolehannya', atau 'kesunnahannya'.

Demikian juga dzikir dengan jahar itu dapat menggugah semangat dan melembutkan hati, menghilangkan ngantuk, sesuatu yang tidak akan didapatkan pada dzikir secara lirih (sir). Dan diantara yang membolehkan lagi dzikir jahar ini adalah ulama mutaakhhirin terkemuka Al-'Allaamah Khairuddin ar-Ramli dalam risalahnya yang berjudul Taushiilul murid ilal murood bibayaani ahkaamil ahzaab wal-aurood mengatakan sebagai berikut : "Jahar dengan dzikir dan tilawah, begitu juga berkumpul untuk berdzikir baik itu di majlis ataupun di masjid adalah sesuatu yang dibolehkan dan disyari'atkan ber- dasarkan hadits Nabi saw : 'Barangsiapa berdzikir kepadaKu dihadapan orang orang, maka Akupun akan berdzikir untuknya dihadapan orang-orang yang lebih baik darinya' dan firman Allah swt. 'Seperti dzikirmu terhadap nenek-moyangmu atau dzikir yang lebih mantap lagi' (Al-Baqoroh: 200) bisa juga dijadikan sebagai dalilnya. "

Agama hanya memakruhkan dzikir jahar yang keterlaluan begitu juga jahar yang tidak keterlaluan bila sampai mengganggu orang yang sedang tidur atau sedang shalat atau menyebabkan dirinya riya' serta mensyariatkan/mewajibkan dzikir jahar ini. Berapa banyak perkara yang sebenarnya mubah tapi karena diwajibkan pelaksanaanya dengan cara-cara tertentu padahal agama tidak mengajarkan demikian, maka ia akan berubah menjadi makruh sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qori' dalam Syarhul Miskat, Al-Hashkafi dalam Ad- Durrul Mukhtar dan beberapa ulama lainnya.

Kalau kita baca ayat-ayat al-Quran dan hadits diatas mengenai kumpulan dzikir dan pendapat ulama yang membolehkan dzikir secara jahar dengan berdalil pada hadits-hadits tersebut, bagaimana saudara kita yang tidak senang menghadiri majlis dzikir berani mencela dan mensesatkan majlis pembacaan tahlil/yasinan dan sebagainya yang mana disitu selalu dibacakan firman-firman Ilahi diantaranya; surat Yaasin, surat Al-Fatihah, sholawat pada Nabi saw. juga pembacaan Tasbih, Takbir dan lain sebagainya serta mendo'akan saudara muslimin baik yang masih hidup atau yang sudah wafat. Bacaan yang dibaca ini semuanya ini berdasarkan hadits Nabi saw. dan mendapat pahala bagi si pembaca dan pendengar serta tidak ada dalil yang melarang/ mengharamkannya ?

Memang ada hadits riwayat Baihaqi, Ibnu Majah dan Ahmad. : "Sebaik-baik dzikir adalah secara lirih (sir) dan sebaik-baik rizki adalah yang mencukupi ". Menurut ulama' diantaranya Imam as-Suyuthi, kata-kata Sebaik-baik dalam suatu hadits berarti Keutamaan bukan Yang lebih utama. Jadi hadits terakhir diatas ini bukan menunjukkan kepada jeleknya atau dilarangnya dzikir secara jahar, karena banyak riwayat hadits shohih yang mengarah pada bolehnya dzikir secara jahar.

Mari kita baca lagi perincian berdzikir dengan jahar yang lebih jelas menurut pendapat Imam Suyuthi dan lainnya.

Imam As Suyuthi didalam Natijatul /fikri Jahri Bidz Dzikri, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan padanya mengenai tokoh Sufi yang membentuk kelompok-kelompok dzikir dengan suara agak keras, apakah itu merupakan perbuatan makruh atau tidak ? Jawab beliau: Itu tidak ada buruknya (tidak makruh)! Ada hadits yang menganjurkan dzikir dengan suara agak keras (jahran) dan ada pula menganjurkan dengan suara pelan (sirran). Penyatuan dua macam hadits ini yang tampaknya berlawanan, semua tidak lain tergantung pada keada- an tempat dan pribadi orang yang akan melakukan itu sendiri.

Dengan merinci manfaat membaca Al-Qur'an dan berdzikir secara jahran dan sirran itu Imam Suyuthi berhasil menyerasikan dua hal ini kedalam suatu pengertian yang benar mengenai hadits-hadits terkait. Jika anda berkata bahwa Allah swt. telah berfirman:

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيْفَةً وَدُوْنَ الجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُضُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ.

'Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati dengan merendahkan diri disertai perasaan dan tanpa mengeraskan suara'. (Al A'raf:205). Itu dapat saya (Imam Suyuthi) jawab dari tiga sisi:

1. Ayat diatas ini adalah ayat Makkiyah ( turun di Mekkah sebelum hijrah). Masa turun ayat (Al A'raf 205) ini berdekatan dengan masa turunnya ayat berikut ini :

وَلاَ تَجْهَرْ بصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِبَيْنَ ذَالِكَ سَبِيْلاً

'Dan janganlah engkau (hai Nabi) mengeraskan suaramu diwaktu sholat, dan jangan pula engkau melirihkannya……..' (Al Isra':110).

Ayat itu (Al A'raf :205) turun pada saat Nabi saw. sholat dengan suara agak keras (jahran), kemudian didengar oleh kaum musyrikin Quraisy, lalu mereka memaki Al Qur'an dan yang menurunkannya (Allah swt). Karena itulah beliau saw. diperintah meninggalkan cara jahar guna mencegah terjadinya kemungkinan yang buruk (saddudz-dzari'ah). Makna ini hilang setelah Nabi saw. hijrah ke Madinah dan kaum Muslimin mempunyai kekuatan untuk mematahkan permusuhan kaum musyrikin. Demikian juga yang dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

2. Jama'ah ahli tafsir (Jama'atul Mufassirin), diantaranya Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan Ibnu Jarir, menerapkan makna ayat diatas tentang dzikir pada masalah membaca Al-Quran. Nabi saw menerima perintah jahran membaca Al-Quran sebagai pemuliaan (ta'dziman) terhadap Kitabullah tersebut., khususnya diwaktu sholat tertentu. Hal itu diperkuat kaitannya dengan turunnya ayat: 'Apabila Al-Qur'an sedang dibaca maka hendaklah kalian mendengarkan- nya…' (Al A'raf:204). Dengan turunnya perintah 'mendengarkan' maka orang yang mendengar Al-Quran yang sedang dibaca, jika ia (orang yang beriman) tentu takut dalam perbuatan dosa. Selain itu ayat tersebut juga menganjurkan diam (tidak bicara) tetapi kesadaran berdzikir dihati tidak boleh berubah, dengan demikian orang tidak lengah meninggalkan dzikir (menyebut) nama Allah. Karena ayat tersebut diakhiri dengan: 'Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai'.

3. Orang-orang Sufi mengatakan berdzikir sirran (lirih) itu hanya khusus dapat dilakukan dengan sempurna oleh Rasulullah saw. karena manusia yang disempurnakan oleh Allah swt. Manusia-manusia selain beliau saw. sangat repot sekali melakukan dengan sempurna sering diikuti was-was, penuh ber- bagai angan-angan perasaan, karena itulah mereka disuruh berdzikir secara agak keras/jahran. Dzikir jahran semua was-was, angan-angan dan perasaan lebih mudah dihilangkan, serta akan mengusir setan-setan jahat.

Pendapat demikian ini diperkuat oleh sebuah hadits yang diketengah- kan oleh Al- Bazzar dari Mu'adz bin Jabal ra. bahwa Rasulallah saw. bersabda:

'Barangsiapa diantara kamu sholat diwaktu malam hendaklah bacaannya diucapkan dengan jahran (agak keras). Sebab para malaikat turut sholat seperti sholat yang dilakukannya, dan mendengarkan bacaan-bacaan sholat- nya. Jin-jin beriman yang berada di antariksa dan tetangga yg serumah dengannya, merekapun sholat seperti yang dilakukannya dan mendengarkan bacaan-bacaannya. Sholat dengan bacaan keras akan mengusir Jin-jin durhaka dan setan-setan jahat'. Demikianlah pendapat Imam Suyuthi.

Pendapat Ibnu Taimiyyah yang dijuluki Syaikhul Islam oleh sebagian ulama mengenai majlis dzikir didalam kitab Majmu 'al fatawa edisi King Khalid ibn 'Abd al-Aziz. Ibnu Taimiyyah telah ditanya mengenai pendapat beliau mengenai perbuatan berkumpul beramai-ramai berdzikir, membaca al-Qur'an berdo'a sambil menanggalkan serban dan menangis sedangkan niat mereka bukanlah karena ria' ataupun membanggakan diri tetapi hanyalah karena hendak mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. Adakah perbuatan-perbuatan ini boleh diterima? Beliau menjawab: 'Segala puji hanya bagi Allah, perbuatan-perbuatan itu semuanya adalah baik dan merupakan suruhan didalam Shari'a (mustahab) untuk berkumpul dan membaca al-Quran dan berdzikir serta berdo'a….' "

Jawaban pertanyaan Ibnu Taimiyyah mengenai kelompok-kelompok dzikir dimasjid-masjid yang dilakukan kaum Sufi Syadziliyyah. Ibnu Hajr mengatakan bahwa pembentukan jamaah-jamaah seperti itu adalah sunnah, tidak ada alasan untuk menyalah-nyalahkannya. Sebab berkumpul untuk berdzikir telah diungkapkan pada hadits Qudsi Shohih: 'Tiap hambaKu yang menyebutKu di tengah sejumlah orang, ia pasti Kusebut (amal kebaikannya) di tengah jamaah yang lebih baik'.

Dengan kumpulnya orang bersama untuk berdzikir ini sudah tentu menunjukkan dzikir tersebut dengan suara yang bisa didengar sesamanya (agak keras). Bila tidak demikian, apa keistimewaan hadits tentang kumpulan (halaqat) dzikir yang dibanggakan oleh Malaikat dan Rasul saw ?, karena berdzikir secara sirran/pelahan sudah biasa dilakukan oleh perorangan !

Imam An-Nawawi menyatukan dua hadits (jahar dan lirih) itu sebagaimana katanya: Membaca Al-Quran maupun berdzikir lebih afdhol/utama secara sirran/lirih bila orang yang membaca khawatir untuk riya', atau mengganggu orang yang sedang sholat ditempat itu, atau orang yang sedang tidur. Diluar situasi seperti ini maka dzikir secara jahran/agak keras adalah lebih afdhol/baik. Karena dalam hal itu kadar amalannya lebih banyak daripada membaca Al-Qur'an atau dzikir secara lirih/sirran.

Selain itu juga membaca Qur'an dan dzikir secara jahran/keras ini manfaatnya berdampak pada orang-orang yang mendengar, lebih konsentrasi atau memusatkan pendengarannya sendiri, membangkitkan hati pembaca sendiri, hasrat berdzikir lebih besar, menghilangkan rasa ngantuk dan lain lain. Menurut sebagian ulama bahwa beberapa bagian Al Quran lebih baik dibaca secara jahran, sedangkan bagian lainnya dibaca secara sirran. Bila membaca secara sirran akan menjenuhkan bacalah secara jahran dan bila secara jahar melelahkan maka bacalah secara lirih.

Imam Syafi'i dalam kitabnya Al-Umm berkata sebagai berikut :

"Aku memilih untuk imam dan makmum agar keduanya berdzikir pada Allah sesudah salam dari shalat dari keduanya melakukan dzikir secara lirih kecuali imam yang menginginkan para makmum mengetahui kalimat-kalimat dzikirnya, maka dia boleh melakukan jahar sampai dia yakin bahwa para makmum itu sudah mengetahuinya kemudian diapun berdzikir secara sir lagi".

Dengan demikian tidak diketemukan dikalangan ulama Syafi'iyah pernyataan-pernyataan yang melarang atau mengharamkan dzikir secara jahar apalagi sampai memutuskannya dengan bid'ah !

Mari kita rujuk riwayat hadits bahwa setan akan lari bila mendengar suara adzan atau iqamah, karena yang dibaca dalam adzan/iqamah kalimat dzikir dan sekaligus mencakup kalimat-kalimat tauhid juga, sebagaimana yang dibaca dalam kumpulan majlis-majlis dzikir (tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan sebagai- nya).

Hadits nomer 581 riwayat Muslim sabda Rasul saw.: "Sesungguhnya apabila setan mendengar adzan untuk sholat ia pergi menjauh sampai ke Rauha', berkata Sulaiman; 'Saya bertanya tentang Rauha' itu, jawab Nabi saw. jaraknya dari Madinah 36 mil' ".

Hadits nomer 582 riwayat Muslim dari Abu Hurairah : "Sesungguhnya apabila setan mendengar adzan sholat ia bersembunyi mencari perlindungan sehingga suara adzan itu tidak terdengarnya lagi. Tapi apabila setan itu mendengar iqamah, ia menjauh (lagi) sehingga suara iqamah tidak terdengar lagi. Namun apabila iqamah berakhir, setan kembail (lagi) melakukan waswasah, yaitu membisikkan bisikan jahat ".

Lihat hadits dari Mu'adz bin Jabal dan dua hadits diatas bahwa dengan baca Al-Qur'an waktu sholat malam secara jahar akan didengar oleh malaikat, jin-jin beriman dan lainnya, serta bisa mengusir setan-setan yang jahat dan durhaka. Walaupun hadits ini berkaitan dengan bacaan Al-Quran pada waktu sholat malam hari serta bacaan adzan dan iqomah, tapi inti/pokok bacaannya ialah sama yaitu pembacaan ayat Al-Quran dan bacaan kalimat-kalimat tauhid secara jahar.

Perbedaannya adalah satu didalam keadaan sholat membacanya yang lain diluar waktu sholat, yang mana kedua-duanya bisa didengar oleh malaikat, jin dan mengusir setan. Juga berdasarkan hadits-hadits yang telah tercantum pada halaman sebelum ini, maka tidak ada saat bagi setan untuk memperdayai manusia selama manusia itu sering berdzikir karena dzikirnya itu bisa didengar oleh setan-setan tersebut. Maka dari itu Allah swt. sering memperingatkan dalam Al-Qur'an agar kita selalu berdzikir padaNya.

Orang dianjurkan berdzikir setiap waktu dan pada setiap tempat baik dalam keadaan junub atau haid (kecuali baca ayat Al-Qur'an), sedang sibuk atau lenggang waktu, sedang berbaring atau duduk dan lain-lain. Itulah yang dimaksud ayat Allah swt. (An-Nisa:103) karena dzikir semacam ini boleh dilaksanakan terus menerus..

Lain halnya dengan sholat ada syarat dan waktu-waktu tertentu yang tidak boleh melakukan sholat, umpama: orang yang sedang haid, nifas, junub ( harus mandi dulu), sholat sunnah yang tidak ada maksudnya setelah sholat ashar/shubuh dan sebagainya. Begitu juga ibadah puasa akan batal bagi orang yang sedang haid, nifas atau junub dan hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa.

Masih banyak lagi hadits mengenai kumpulan majlis dzikir yang diamalkan kaum muslimin setelah usai sholat shubuh atau waktu-waktu lainnya. Amalan ini berasal dari sunnah yang benar ! Mereka berdzikir dengan suara yang jahar tapi bila ditempat mereka dzikir terdapat orang yang merasa terganggu umpama orang sedang sholat, atau ada orang tidur maka mereka akan melirihkan suaranya. Sebagian orang senang berdzikir secara agak keras untuk dapat memerangi bisikan busuk (was-was), godaan hawa nafsu, lebih konsentrasi tidak mudah lengah, dan langsung menyatukan ucapan lisan dengan hatinya, lebih khusyu' apalagi dengan irama yang enak, menghilangkan ngantuk dan lain-lain. Masjid-masjid yang dijadikan tempat dzikir oleh kaum Sufi ini diantaranya masjid Ar Ribath .

Bagi juga bagi yang memilih dzikir secara sirran (lirih, pelan) untuk memudahkan perjuangan melawan hawa nafsu, melatih diri agar tidak berbau riya' (mengharap pujian-pujian orang) dan menahan nafsu agar tidak menjadi orang yang terkenal. Terdapat riwayat Umar bin Khattab ra. berdzikir secara jahar/agak keras sedangkan sahabat Abubakar ra dengan suara lirih (sirran). Waktu mereka berdua ditanya oleh Rasul saw. mereka menjawab dengan penjelasan seperti diatas ini. Ternyata Rasul saw membenarkan mereka berdua ini !

Dengan adanya keterangan-keterangan diatas ini kita bisa menarik kesimpulan ada ulama yang senang berdzikir secara lirih dan ada yang lebih senang secara jahar, tergantung situasi sekitarnya dan pribadi masing-masing, bila situasi mengizinkan maka secara jahar itu lebih baik/afdhol.

Aturan (paling baik/tidak wajib) dalam dzikir menurut Syaikh 'Ali Al-Marshafy rh dalam kitabnya Manhajus Shalih mengatakan diantaranya sebagai berikut :

A. Kita selalu dalam keadaan bersih yakni mandi dan berwudu', menghadap kiblat (kalau bisa), duduk ditempat yang suci (bukan najis).

B. Orang agar sepenuhnya konsentrasi (penuh perhatian) dengan hatinya mengenai dzikir yang dibaca itu.

C. Tempat dzikir tersebut ditaburi dengan minyak wangi.

D. Berdzikir dengan ikhlas karena Allah swt.

Dan masih banyak yang beliau anjurkan cara yang terbaik untuk berdzikir tapi empat diatas itu cukup buat kita agar tercapainya dzikir itu, sehingga kita bisa menikmatinya dan menenangkan jiwa. Yang dimaksud Syaikh 'Ali Al Marshafy ditaburi minyak wangi pada tempat dzikir ialah agar tempat dzikir tersebut semerbak wangi baunya. Dalam hal ini dibolehkan semua jenis bahan yang bisa menimbulkan bau harum umpama minyak wangi, sebangsa kayu-kayuan (gahru dan sebagainya) atau menyan Arab yang kalau dibakar asapnya berbau wangi, karena disamping bau-bauan ini lebih mengkhusyukkan/ mengkonsentrasikan, menyegarkan pribadi orang itu atau para hadirin, juga menyenangkan malaikat-malaikat dan jin-jin yang beriman yang hadir di majlis dzikir ini. Bau harum ini malah lebih diperlukan bila berada diruangan yang banyak dihadiri oleh manusia agar berbau semerbak ruangan tersebut. Gahru, uluwwah atau menyan ini banyak dijual baik di Indonesia, Mekkah, Medinah maupun
dinegara lainnya. Yang paling mahal harganya adalah Gahru kwaliteit istemewa.

Mari kita baca hadits Nabi saw mengenai wangi- wangian diantaranya:

Hadits dari Abu Hurairah ra, Rasul saw bersabda: 'Siapa yang diberi wangi-wangian janganlah ditolak, karena ia mudah dibawa dan semerbak harumnya". (HR.Muslim, Nasa'I dan Abu Dawud)

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Nasa'i: "Adakalanya Ibnu Umar ra.membakar uluwwah tanpa campuran, dan adakalanya kapur barus yang dicampur dengan uluwwah seraya berkata: 'Beginilah Rasulullah saw. mengasapi dirinya'."

Begitu juga zaman sekarang di masjid Madinah setiap usai sholat Isya' terutama pada bulan suci Ramadhan di tempat Raudhah (antara Rumah dan Mimbar Rasul saw.) dan disekitar Mimbar Rasul saw. selalu diasapi kayu gahru. Bagi orang-orang yang pernah hadir di tempat ini pada waktu tertentu itu insya Allah bisa menyaksikan serta menikmati bau-bauan harum tersebut. Padahal kalau kita lihat negara Saudi Arabia banyak disana golongan wahabi/ salafi yang sering mengeritik dan membuat ceritera atau mengisukan yang tidak-tidak terhadap golongan muslimin yang membakar dupa/gahru waktu mengadakan majlis dzikir. Diantara golongan wahabi dan pengikutnya ini ada yang mengatakan pembakaran dupa/gahru dan sebagainya waktu sedang berkumpul berdzikir maupun sendirian untuk mendatangkan setan-setan dan lain-lain !

Tetapi kalau kita baca hadits Nabi saw. setan malah lari mendengar bacaan dzikir itu, dan senang bersemayam dirumah dan diri orang yang tidak mengadakan majlis dzikir. Lihatlah, karena kedengkian golongan tertentu pada majlis dzikir ini , mereka membuat fitnah dan mengadakan khurafat-khurafat (tahayul) yang dikarang-karang sendiri, agar manusia mengikuti faham mereka dan tidak menghadiri majlis dzikir tersebut. Mengapa mereka tidak berkata pada sipenjual Gahru, menyan arab di Mekkah dan Medinah bahwa itu haram, khurafat karena bisa mendatangkan setan-setan?

Dalil mereka yang melarang dzikir secara jahar

Buat golongan majlis dzikir sudah cukup hadits-hadits dan wejangan ulama-ulama pakar mengenai dibolehkannya dzikir secara jahar seperti yang penulis kutip dibuku ini tetapi bagi golongan pengingkar majlis (kumpulan) dzikir secara jahar selalu mengajukan dalil-dalil yang menurut mereka dalil tersebut sebagai larangan/haramnya orang berkumpul berdzikir secara jahar. Mari kita baca dalil mereka untuk masalah ini :

Firman Allah swt (Al 'Araf : 204) : 'Dan apabila dibacakan (kepadamu) ayat-ayat suci Al-Qur'an, maka dengarkanlah dia dan perhatikan agar kamu diberikan rahmat'. Ayat ini dibuat dalil oleh mereka untuk melarang pembacaan Al-Qur'an secara bersama, yang di amalkan orang-orang pada majlis dzikir (Istighothah, tahlilan, yasinan dan lain lain).

Sudah tentu pemikiran seperti ini tidak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Makna atau yang dimaksud firman Allah swt. itu ialah: Bila ada orang membaca Al-Qur'an sedangkan orang lainnya tidak ikut membaca bersama orang tersebut, maka yang tidak ikut membaca ini di anjurkan untuk mendengarkan serta memperhatikan bacaan Al Qur'an tersebut agar mereka juga mendapat pahala dan rahmat dari Allah swt. Jadi bukan berarti ayat ini melarang orang bersama-sama membaca Al-Quran dalam kumpulan majlis dzikir ! Karena cukup banyak hadits yang menjanjikan pahala bagi orang yang membaca Al-Quran baik membacanya secara berkelompok maupun perorangan, serta tidak ada nash baik dalam Al-Quran maupun Sunnah yang melarang membaca Al-Quran secara bersama-sama ! Malah justru mendapat pahala bagi yang membacanya !.

Mereka berdalil juga pada firman Allah Al-A'raf :205 yang berbunyi : 'Dan ingatlah Tuhanmu didalam hatimu sambil merendahkan diri dan merasa takut serta tidak dengan suara keras (yang berlebihan) dipagi maupun sore hari'.

Ayat diatas juga tidak bisa dibuat dalil untuk melarang semua bentuk dzikir secara jahar sebenarnya yang dimaksud ayat ini adalah untuk orang-orang yang sedang mendengarkan Al-Quran yang sedang dibaca oleh orang lain sebagaimana ditunjukkan oleh ayat sebelumnya yaitu surat Al-A'raaf : 204.

Dengan demikian, makna surat Al-A'raf : 205 adalah : 'Berdzikirlah kepada Tuhanmu didalam hati (wahai orang yang memperhatikan dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an) dengan merendahkan diri serta rasa takut'.

Seperti ini pula makna yang dikehendaki oleh ulama pakar diantaranya : Ibnu Jarir, Abu Syaikh dari Ibnu Zaed. Sedangkan Imam Suyuthi dalam kitabnya Natijatul Fikri berkata: Ketika Allah swt. memerintahkan untuk inshot (memperhatikan bacaan Al Qur'an) dikhawatirkan terjadinya kelalaian dari mengingat Allah swt. Maka dari itu disamping perintah inshot dzikir didalam hati tetap dibebankan agar tidak terjadi kelalaian mengingat Allah swt. Karenanya ayat tersebut diakhiri dengan 'Dan janganlah kamu termasuk diantara orang-orang yang lalai'. (baca keterangan pada halaman sebelum ini)

Menurut Imam Ar-Rozi bahwa ayat Al A'raf : 205 justru menetapkan dzikir dengan jahar yang tidak berlebihan, bukan malah mencegahnya karena disitu disebut juga '…dan bukan dengan jahar yang berlebihan…' Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tuntutan ayat itu adalah 'melakukan dzikir antara sir dan jahar yang berlebihan' makna yang demikian sesuai dan dikuatkan oleh firman Allah swt dalam surat Al-Isro': 110 yang berbunyi : 'Janganlah kamu mengeraskan suara dalam berdo'a dan janganlah pula kamu melirihkannya melainkan carilah jalan tengah diantara yang demikian itu'.

Golongan pengingkar ini juga berdalil pada hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ahmad bin Hambal, Ibnu Marduwaih dan Al-Baihaqi dari Abu Musa Al-Asy'ari ra yang berkata :

"Kami pernah bersama Rasulallah saw. dalam sebuah peperangan, maka terjadilah satu keadaan dimana kami tidaklah menuruni lembah dan tidak pula mendaki bukit kecuali kami mengeras kan suara takbir kami. Maka mendekatlah Rasulallah saw. kepada kami dan bersabda: 'Lemah lembutlah kalian dalam bersuara karena yang kalian seru bukanlah zat yang tuli atau tidak ada. Hanyalah yang kalian seru adalah zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Sesungguhnya yang kalian seru itu lebih dekat kepadamu ketimbang leher-leher onta tungganganmu'".

Hadits ini tercantum dalam kitab-kitab hadits yang enam. Imam Turmudzi dalam bab Fadhlut Tasbih menyebutkan juga hadits dari Abu Musa al-Asy'ari yang senada tapi sedikit berbeda dan ditambah dengan sabda Rasul saw. "Wahai Abdullah bin Qais, maukah kamu aku beritahukan sebagian dari perbendaharaan sorga…? Dialah : 'Laa Haulaa Walaa Quwwata Illa Billah' ". Turmudzi berkata : Ini adalah hadits yang shohih.

Golongan ini berkata: Mengapa kita harus mengeraskan suara dalam berdzikir ..?, padahal hadits diatas memerintahkan untuk merendahkan suara diketika berdzikir karena Zat yang didzikirkan yakni Allah swt. bukan Zat yang tuli, bukan Zat yang tidak ada bahkan ilmu dan kekuasanNya ada dihadapan kita ! Dia lebih dekat kepada kita dibanding leher-leher onta tunggang an kita !

Alasan inipun tidak tepat untuk dijadikan dalil melarang atau mengharamkan semua bentuk dzikir jahar, perintah irba'uu dihadits tersebut bukanlah hukum wajib sehingga berakibat haramnya berdzikir secara jahar. Hal ini karena perintah dengan menggunakan kata ar-rab'u adalah semata-mata untuk memberikan kemudahan kepada mereka. Berdasarkan inilah maka Syeikh Ad-Dahlawi dalam Al-Lama'aat Syarhul Misykat mengatakan bahwa irba'uu adalah satu isyarat dimana larangan jahar hanyalah untuk memudahkan, bukan karena jahar itu tidak disyariatkan !

Kalau sekiranya Rasul saw. tidak mencegah para sahabat berdzikir secara keras pada waktu peperangan menaiki dan menuruni bukit, maka mereka jelas akan menyangka bahwa mengeraskan suara dzikir yang berlebihan itu sewaktu dalam perjalanan adalah disunnatkan, karena perbuatan mereka itu didiamkan/diridhoi oleh Rasul saw.. Padahal kesunnatan yang seperti itu tidaklah dikehendaki oleh beliau saw. karena pada saat itu sedang dalam perjalanan perang menuju Khaibar dan mengeraskan dzikir seperti itu tidak ada mashlahatnya/ kebaikannya, bahkan bisa menimbulkan bencana kalau sampai didengar oleh musuh orang-orang kafir. Terlebih-lebih ada hadits mengatakan 'Perang itu adalah satu tipu daya'.

Begitupun juga beliau saw. melarang mereka supaya nantinya tidak merasa lebih lelah dan kesulitan dalam menghadapi peperangan. Beginilah juga yang diterangkan oleh Al-Bazzaazi makna pelarangan pengerasan suara pada waktu itu. Pengarang kitab Fathul Wadud Syarah Sunan Abi Daud mengatakan bahwa kata-kata rofa'uu ashwaatahum menunjukkan bahwa mereka itu terlalu berlebihan dalam menjaharkan dzikir. Maka hadits itu tidaklah menuntut terlarangnya menjaharkan dzikir secara mutlak ! Jadi dzikir jahar yang dilakukan oleh para sahabat itu adalah jahar yang berlebihan sebagaimana ditunjukkan oleh kaitan larangan itu dalam beberapa riwayat.

Begitu juga bila hadits dari Abu Musa Al-Asy'ari diatas ini dipakai sebagai dalil untuk melarang semua bentuk dzikir secara jahar maka akan berlawanan dengan hadits-hadits yang berkaitan dengan dzikir secara jahar (silahkan baca keterangan sebelumnya).

Sebelum ini sudah saya kutip sebagian fatwa seorang ulama yang diandalkan oleh golongan ini yaitu Ibnu Taimiyah didalam kitabnya Majmu'at fatawa edisi Raja Saudi Arabi Malik Khalid bin 'Abdul 'Aziz sebagai berikut:

"Ibnu Taimiyyah telah ditanya mengenai pendapat beliau mengenai perbuatan berkumpul beramai-ramai berdzikir (secara jahar), membaca al-Quran berdo'a sambil menanggalkan serban dan menangis sedangkan niat mereka bukanlah karena ria' ataupun menunjuk-nunjuk tetapi hanyalah karena hendak mendekat- kan diri kepada Allah swt. Adakah perbuatan-perbuatan ini boleh diterima? Beliau menjawab, 'Segala puji hanya bagi Allah, perbuatan-perbuatan itu semua- nya adalah baik dan merupakan suruhan didalam Shari'a (agama) untuk berkumpul dan membaca al-Quran dan berdzikir serta berdo'a'."

Sebagian golongan ini juga melarang kumpulan majlis dzikir dengan berdalil suatu riwayat bahwa Umar bin Khattab ra. mencambuk suatu kaum yang berkumpul karena kaum ini berdo'a untuk kebaikan kaum muslimin dan para pemimpin ! Dengan demikian mereka melarang semua bentuk berdzikir secara jahar.

Umpama riwayat tersebut benar-benar ada dan shohih, kita harus meneliti dahulu apa sebab Umar bin Khattab ra melarang mereka berkumpul untuk berdo'a kebaikan tersebut, sehingga tidak langsung menghukum semua berkumpulnya manusia untuk do'a kebaikan itu dilarang. Dengan demikian nantinya riwayat ini berlawanan dengan firman Allah swt (hadits Qudsi) dan hadits-hadits Rasul saw mengenai keutamaan berdo'a dan halaqat (kumpulan dzikir) ! Dzikir dan do'a itu termasuk amalan ibadah yang sangat dianjurkan baik oleh Allah swt. maupun Rasul saw.. Tidak ada penentuan/ kewajiban dalam syariat tentang cara-cara berdzikir dan berdo'a boleh dilakukan secara berkumpul ataupun secara individu !

Penafsiran mereka seperti itu adalah sangat sembrono sekali, karena ini bisa mengakibatkan orang akan merendahkan sifat Umar bin Khattab, sehingga orang-orang non muslim maupun muslim akan mensadiskan beliau karena mencambuk (tanpa alasan yang tepat) orang yang berkumpul hanya karena berdo'a kebaikan untuk muslimin dan pemimpinnya. Hati-hatilah!

Juga golongan ini mengatakan ada riwayat dari Bukhori yang berkata ada suatu kaum/kelompok setelah melaksanakan sholat Magrib seorang dari mereka berkata: "Bertakbirlah kalian semua pada Allah seperti ini…. bertasbihlah seperti ini….dan bertahmidlah seperti ini…maka Ibnu Mas'ud ra mendatangi orang ini dan berkata:….sungguh kalian telah datang dengan perkataan bid'ah yang keji atau kalian telah menganggap lebih mengetahui dari sahabat Nabi."

Riwayat diatas ini dibuat juga oleh golongan pengingkar sebagai dalil untuk melarang semua kumpulan majlis dzikir, alasan seperti ini juga tidak tepat sama sekali. Pertama kita harus mengetahui dahulu kalimat takbir, tasbih atau tahmid apa yang diperintahkan orang tersebut pada sekelompok muslimin itu. Kedua umpama bacaan takbir, tasbih, tahmid serta cara pemberitahuan sesuai yang dianjurkan oleh Nabi saw. maka tidak mungkin Ibnu Mas'ud ra akan melarangnya, karena Rasul saw. sendiri meridhoi dan menganjurkan dzikir berkelompok. Ketiga, kelompok tersebut belum melakukan dzikir yang diperintahkan oleh orang itu, oleh karenanya Ibnu Mas'ud bukan tidak menyenangi kumpulan dzikir dan bacaannya tapi beliau tidak menyenangi cara pemberitahuan orang tersebut kepada kelompok itu, yang seakan-akan mewajibkan kelompok tersebut untuk mengamalkan hal tersebut, karena dzikir adalah amalan-amalan sunnah/bukan wajib !!

Jadi janganlah kita main pukul rata mengharamkan semua jenis kelompok dzikir secara jahar karena larangan sebagian sahabat pada kelompok manusia tertentu, tapi kita harus meneliti motif atau sebab apa dzikir tersebut pada waktu itu dilarang oleh sahabat. Dengan demikian kita tidak akan kebingungan atau kesulitan untuk mengamalkan hadits Rasul saw. lainnya yang membolehkan untuk berdzikir secara jahar dan berkelompok, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh ulama-ulama pakar Imam Nawawi, Ibnu Hajr , Imam Suyuthi serta lain-lainnya dan hadits-hadits yang telah saya kutip dibuku ini.

Berdzikir baik secara jahar maupun lirih kedua-duanya mempunyai dalil dan semuanya mustahab/baik. Begitu juga bila ada sebagian ulama pakar tidak menyenangi berdzikir secara jahar atau secara lirih itu tidak berarti semua dzikir secara jahar atau lirih itu haram diamalkan ! Tidak lain hal tersebut tergantung pada pribadi ulama itu masing-masing atau tergantung pada situasi lokasi dan tempat untuk berdzikir tersebut.

Saya tambahkan lagi hadits yang shohih menganjurkan manusia untuk membaca Talbiyah dan Tahlil secara jahar pada waktu musim haji, yang mana Talbiyah dan Tahlil juga termasuk dzikir pada Allah swt. Hadits dari Khalad bin Sa'id Al Anshori dari Bapaknya bahwa Nabi saw bersabda:

"Jibril datang kepadaku lalu menyuruhku untuk memerintahkan kepada sahabatku atau kepada orang-orang yang bersamaku agar mengeraskan suara dengan Talbiyah dan tahlil". ( Riwayat Abu Dawud nr.1797, Tirmidzi nr.829, Nasa'i dalam bab mengeraskan suara ketika berihram, Ibnu Majah nr.2364, Imam Malik dalam Al Muwattha hadits nr.34). Menurut Imam Syafii Takbir dan Tahlil dalam haji ini boleh diamalkan secara jahar baik dimasjidil Haram atau dilapangan.

Kalau dzikir Talbiyah dan Tahlil secara jahar yang dilakukan oleh berjuta-juta jamaah haji secara berkelompok-kelompok malah dianjurkan dan tidak dilarang, apalagi dzikir secara jahar yang hanya dilakukan oleh kelompok lebih sedikit jumlahnya dari itu, apa salahnya dalam hal ini..?. Wallahu a'lam.

Contoh zaman sekarang yang bisa kita dengar dan beli kaset-kaset al-Qur'an, qosidah-qosidah (bacaan sholawat Nabi saw. dan lain-lain) semuanya termasuk dzikir yang dijual dan dikumandangkan diseluruh dunia Saudi Arabia, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Marokko, Mesir dan lain lain baik di negara yang anti maupun yang senang bacaan dzikir secara jahar. Kalau semua ini misalnya mungkar dan dilarang maka akan ditegur atau dikecam oleh ulama-ulama pakar di negara tersebut. Tapi sampai detik ini tetap berjalan dan malah lebih banyak lagi toko-toko yang jual kaset-kaset tersebut karena banyak peminatnya.

Insya Allah dengan beberapa firman Allah swt. serta hadits-hadits diatas kita dapat mengambil manfaatnya dan mengerti serta jelas apa yang dianjurkan oleh Allah swt. melalui perantara junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. Dengan demikian insya Allah saudara-saudara kita muslimin yang belum pernah menghadiri atau mendapat kesalahan informasi mengenai kumpulan dzikir, baca tahlil/yasinan dan sebagainya ini akan diberi taufiq oleh Allah swt. serta bisa menghadiri majlis dzikir yang penuh berkah atau setidaknya tidak akan mencela, mensyirikkan dan mensesatkan orang yang mengamalkan ini, tidak lain hanya akan menambah dosa saja.Dengan demikian hubungan silatorrohmi dengan saudara-saudara muslimin lainnya tidak akan terputus.

Tambahan… Dalil Tentang Hadits Dzikir (Termasuk yg Jahar)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling, mereka mengikuti majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemui majelis yang didalamnya ada dzikir, maka mereka duduk bersama-sama orang yang berdzikir, mereka mengelilingi para jamaah itu dengan sayap-sayap mereka, sehingga memenuhi ruangan antara mereka dengan langit dunia, jika para jamaah itu selesai maka mereka naik ke langit (HR Bukhari no. 6408 dan Muslim no. 2689)

Abdullah Ibnu Abas r.a berkata: "semasa zaman kehidupan Rosulullah(SAW) adalah menjadi kebiasaan untuk orang ramai berdzikir dengan suara yang kuat selepas berakhirnya sholat berjamaah(HR.Bukhori)

Abdullah Ibnu Abas r.a berkata:"Apabila aku mendengar ucapan dzikir, aku dapat mengetahui bahwa sholat berjamaah telah berakhir(HR.Bukhori)

Abdullah Ibnu Zubair r.a berkata:"Rasululloh(SAW) apabila melakukan salam daripada solatnya, mengucap doa/zikir berikut dengan suara yang keras-"La ilaha illallah…"(Musnad Syafi'i)

Sahabat Umar bin Khattab selalu membaca wirid dengan suara lantang, berbeda dengan Sahabat Abu Bakar yang wiridan dengan suara pelan. Suatu ketika nabi menghampiri mereka berdua, dan nabi lalu bersabda: Kalian membaca sesuai dengan yang aku sampaikan. (Lihat al-Fatâwâ al-hadîtsiyah, Ibnu Hajar al-Haitami, hal 56)…jazaakumullah sahabatku Fillah.

http://www.facebook.com/profile.php?id=100001916033569#!/notes/k-h-muhammad-arifin-ilham/dasar-zikir-berjamaah/173931065984095?notif_t=like

===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: ekonomi-nasional-subscribe@yahoogroups.com
Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.300+Rp 600.000:
http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-300-via-amanah-iman/

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
11. Fw: [assunnah] >>KAJIAN ILMIAH DAN BEDAH BUKU<<
Posted by: "abu_arfa@yahoo.co.id" abu_arfa@yahoo.co.id
Date: Fri Jan 28, 2011 12:17 am ((PST))


Powered by Telkomsel BlackBerry�

-----Original Message-----
From: ali bin rusdi marwan <kijoe76@yahoo.com>
Sender: assunnah@yahoogroups.com
Date: Thu, 27 Jan 2011 15:49:40
To: <assunnah@yahoogroups.com>
Reply-To: assunnah@yahoogroups.com
Subject: [assunnah] >>KAJIAN ILMIAH DAN BEDAH BUKU<<

Bismillah..

Assalamualaykum....

ikhwan wa akhwati fillah thalobul 'ilmi


HADIRILAH KAJIAN ILMIAH BEDAH BUKU
(ikhwan dan Akhwat)

"BEGINILAH CARA MENGAMALKAN ALQURAN"

Pemateri :
Ustadz Mahfud Umri, Lc

Waktu :
Ahad, 30 Januari 2011
Jam 09.00 WIB - Zuhur

Tempat :
MASJID NURUL IMAN
Jl. Raya Pos Pengumben No. 21
Srengseng Kembangan Jakarta Barat

Contact Person:
Abu Nadya 920 705 62

Semoga Alloh memudahkkan kita dalam menuntut ilmu..

Ajaklah keluarga, Kerabat dan Tetangga..





[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)

===
Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Jangan lupa isi biodata anda.

Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.300+Rp 600 rb di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-300-via-amanah-iman/

Bagi yang ingin berinfaq untuk dakwah Islam di internet bisa klik:
http://media-islam.or.id/kerjasama
Atau kirim uang via paypal ke: agusnizami@yahoo.com.sg

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
syiar-islam-normal@yahoogroups.com
syiar-islam-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
syiar-islam-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------