[syiar-islam] Digest Number 3275

Kamis, 29 Desember 2011

There are 8 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Yesus Lahir Tanggal Berapa ?...
From: rifky pradana

2. Fwd: [Forum EA] [OOT] Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000
From: fahmi syahab

3. Fwd: # mediaumat # Fw: Tantangan Dakwah
From: ilyas mukti

4. Katakan tidak selamat natal
From: ilyas mukti

5. Buanglah jauh jauh pembagian ulama salaf dan ulama khalaf
From: ZonJonggol

6. [Lintas Islam] Umar bin Khattab
From: Lintas Islam

7. Inilah Para Penguasa Indonesia Sesungguhnya
From: wirawan

8. Deradikalisasi = Deislamisasi
From: wirawan


Messages
________________________________________________________________________
1. Yesus Lahir Tanggal Berapa ?...
Posted by: "rifky pradana" rifkyprdn@yahoo.com rifkyprdn
Date: Wed Dec 28, 2011 10:46 pm ((PST))

Apa arti kata Natal itu ?.
Kenapa dan mengapa Natal diperingati
di tanggal 25 Desember ?.
Sejak kapan ada peringatan Natal
di setiap tanggal 25 Desember itu ?.
Kenapa dipilih tanggal 25
Desember ?.
Tanggal berapakah sebenarnya
kelahiran Yesus itu ?.
 
*
 
Yang pasti, sejauh ini telah
diyakini bahwa Yesus  tidak lahir tepat
2011 tahun lalu,  meski kelahiran Yesus itulah
yang dijadikan patokan penanggalan Masehi.
 
Yesus juga diyakini tidak lahir
pada tanggal 25 Desember.  
 
Tanggal tersebut hanyalah 'tanggal
yang dipilih' untuk merayakannya, bersamaan dengan festival Saturnalia di masa
Romawi, saat masyarakat berbahagia dan saling berbagi hadiah.
 
*
 
 
Natal disambut dengan penuh
sukacita. Tapi, ada satu hal yang tetap menjadi misteri, Bintang Natal atau
Bintang Bethlehem yang dilihat oleh tiga pria bijaksana yang disebut "Para
Majus".
 
Bertahun-tahun, para astronom
berusaha memecahkan misteri bintang Natal. Namun, upaya itu belum sampai pada
satu kesimpulan.
 
Ada berbagai teori tentang
Bintang Natal. Satu teori menyebut bahwa Bintang Natal sebenarnya adalah komet Halley yang sedang  melintas. Sementara, teori
lain menyebutkan bahwa bintang Natal adalah supernova.
 
Salah satu teori yang menarik dan dianggap paling kuat, Bintang Natal
adalah konjungsi Jupiter-Saturnus.  Konjungsi
adalah dua planet tampak berdekatan dari sudut pandang manusia di Bumi.
 
Salah satu pendukung teori Bintang Natal adalah konjungsi planet ialah Johannes
Kepler. Ia mengamati konjungsi Jupiter-Saturnus pada tahun 1603 dari Praha dan
memperkirakan bahwa konjungsi sebelumnya terjadi tahun 799 M dan 7 SM.
 
Konjungsi Saturnus Jupiter yang terjadi tahun 7 SM adalah yang dianggap
berkaitan dengan Bintang Natal.  Konjungsi Saturnus Jupiter pada tahun tersebut terjadi
tiga kali, yakni pada 27 Mei, 6 Oktober, dan 1 Desember. Menggunakan
software Stellarium, konjungsi itu bisa dibuktikan.
 
 
Ada kesepakatan waktu yang harus
dijelaskan di sini. Kalender Masehi disusun saat masa Romawi oleh
Dionysius Exiguus. Namun, Dionysius membuat kesalahan dengan mengabaikan nol. Setelah
tahun 1 SM, ia langsung meneruskan ke 1 M.  Jadi, jika menyebut 7 SM, sebenarnya jika
dinyatakan dalam angka adalah -6.
 
 
Pada 29 Mei 7 SM, Saturnus dan
Jupiter hanya terpisah 1 derajat. Dua hingga tiga bulan kemudian, keduanya
terpisah tiga derajat. Pada 6 Oktober dan 1 Desember 7 SM, Jupiter dan Saturnus
kembali hanya terpisah 1 derajat. Saat konjungsi, dua planet tersebut tampak di
konstelasi Pisces.
 
Saat konjungsi tanggal 29 Mei 7 SM, Jupiter akan tampak dengan magnitud
-2,15 sementara Saturnus bermagnitud 1,14. Karena cukup terang, maka Para Majus
akan menyadarinya. Oleh sebab letak yang berdekatan, mungkin pula Para Majus
melihatnya sebagai objek yang satu, bukan dua.
 
Konjungsi Jupiter dan Saturnus juga bermakna bagai masyarakat waktu
itu.
 
Jupiter dikenal sebagai Planet Raja-raja sementara Saturnus dikenal
sebagai Pelindung Bangsa Yahudi.  konjungsi
Jupiter-Saturnus menandakan bahwa raja yang akan menyelamatkan Bangsa Yahudi
telah datang.
 
Sementara itu, secara astrologi, konstelasi Pisces dianggap sebagai
rumah bangsa Ibrani dan Saturnus identik dengan Palestina.
 
Sangat mungkin kenampakan dua planet itu bermakna besar bagi masyarakat
saat itu. Dan, itulah yang menggerakkan Para Majus, meyakinkan mereka bahwa
Mesias telah datang.
 
 
Nah, apakah Yesus benar-benar lahir pada 7 SM ?. Benarkah Bintang Natal
sebenarnya ialah konjungsi planet.
 
Bila ya, pemahamannya bisa
diperluas. David Whitehouse, peneliti dan penulis sains dalam tulisannya di
Huffington Post, Sabtu (24/12/2011) menuturkan bahwa Yesus mungkin lahir
Selasa, 15 September 7 SM.
 
 
Seperti diuraikan sebelumnya,
belum ada kepastian tentang kebenaran teori konjungsi Jupiter dan Saturnus.
 
Dalam rentang waktu 7 SM - 2 SM, ada pula konjungsi Jupiter dan Venus.
Selain itu, bisa jadi Bintang Natal adalah sebuah keajaiban, petunjuk yang
memang diberikan Tuhan bahwa Yesus telah datang.
 
 
Yang pasti, sejauh ini telah diyakini bahwa Yesus  tidak lahir tepat 2011 tahun lalu, meski
kelahiran Yesus dijadikan patokan penanggalan Masehi.
 
Yesus juga diyakini tidak lahir
pada 25 Desember. Tanggal tersebut hanyalah tanggal yang dipilih untuk merayakannya,
bersamaan dengan festival Saturnalia di masa Romawi, saat masyarakat berbahagia
dan saling berbagi hadiah.
 
 
Terlepas dari apa sebenarnya Bintang Natal dan kapan sebenarnya Yesus
lahir, kelahiran Yesus tetap menjadi momen istimewa bagi kemanusiaan. Kelahiran
Yesus menjadi semangat untuk memberikan cinta kasih.
 
Misteri Bintang Natal dan empat
planet yang tampak Sabtu (24/12/2011) bisa menjadi pelengkap perayaan.
 
 
*
 
Dicopy paste dari :
Misteri Bintang
Natal dan Konjungsi Planet
Yunanto Wiji Utomo , Tri Wahono 
Sains - Kompas.Com
Sabtu, 24 Desember 2011 , 23:32 WIB
http://sains.kompas.com/read/2011/12/24/23320611/Misteri.Bintang.Natal.dan.Konjungsi.Planet
 
*

[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Fwd: [Forum EA] [OOT] Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000
Posted by: "fahmi syahab" fahmisyahab@gmail.com
Date: Wed Dec 28, 2011 10:46 pm ((PST))

pak bambang... cerita yg bagus...
izin sharing
semoga bermanfaat untuk yg lain

---------- Forwarded message ----------
From: bambang wicaksono <saung.bams@gmail.com>


Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000.

Uang Rp 1000 & Rp 100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama2 dicetak &
diedarkan oleh BI. Ketika bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank
dan beredar dimasyarakat, 4 bulan kemudian mereka bertemu lg secara tdk
sengaja didlm dompet seorang pemuda. Kemudian diantara kedua uang tsb
terjadilah percakapan. Yg Rp 100.000 bertanya kpd Rp 1000, "Knp badan km
begitu lusuk, kotor dan bau amis?"
Rp. 1.000 menjawab, "Karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan
orang2 bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan
pengemis"
Lalu Rp.1000.bertanya balik kpd Rp 100.000, "Knp km kelihatan begitu baru,
rapi dan masih bersih?"
Dijawabnya, "Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut
perempuan cantik, & beredarnyapun di restoran mahal, di mall & jg hotel2
berbintang serta keberadaanku selalu di jaga dan jarang keluar dari dompet"
Lalu Rp 1000 bertanya lg, "Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"
Dijawablah, "Belum pernah"
Rp 1000 pun berkata lg, "Ketahuilah walaupun aku hanya Rp 1.000, tetapi aku
selalu mampir di rumah TUHAN dan ditangan anak2 yatim, bahkan aku selalu
bersyukur kpd TUHAN. Aku tdk dipandang bukan sebuah nilai, tetapi adalah
sebuah manfaat"
Akhirnya menangislah Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tetapi
tdk begitu bermanfaat selama ini.
Jd bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi seberapa bermanfaat
penghasilannya dipakai utk memuliakan TUHAN dan sebagai Channel of blessing
bagi orang yg tdk mampu. Karena kekayaan bukanlah utk kesombongan!!
Semoga ini menjadi renungan utk kita semua O:)

--
Thank You.

Best Regards.
Bambang. W
081558206601


--
Salam hangat,

Fahmi Syahab - Batam
---------------------------------------------------------
PT SAPTA DAYA KARYA - Cabang Batam
Perusahaan Pelayaran Nasional
Shipping Agency - Ship Owner
Shipping, Chartering, Bulk Carrier, Mother Vessel
Offshore Vessel Supply, Cargo Handling n Shipping
Fahmi: +62 819 9094 8352 / +62 852 6465 6300
email:
sdk.shippingbatam@gmail.com
sdk.shippingbatam@yahoo.com
fahmisyahab@gmail.com
---------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Fwd: # mediaumat # Fw: Tantangan Dakwah
Posted by: "ilyas mukti" ilyasa85@gmail.com
Date: Wed Dec 28, 2011 10:47 pm ((PST))

---------- Forwarded message ----------
From: qc_mpc@interaneka.com
Date: Tue, 27 Dec 2011 18:31:38 +0700
Subject: # mediaumat # Fw: Tantangan Dakwah
To: listmawar@mawarcantik.com
Cc: mediaumat@yahoogroups.com, sabili@yahoogroups.com

Tantangan Dakwah
� (TQS al-Hasyr [59]:18).

Ahli tafsir ternama, Imam Ibnu Katsir memaknai ayat tersebut: �Wahai
orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah! Ini adalah perintah
untuk bertakwa kepada-Nya, yang mencakup melakukan apapun yang
diperintahkan Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang oleh Dia. Adapun
perintah � artinya adalah, �Hisablah diri kalian sendiri sebelum kalian
dihisab. Lihatlah amal-amal shalih apa yang telah kalian lakukan untuk
menyongsong hari yang telah dijanjikan kepada kalian dan hari saat kalian
kembali kepada kalian. Bertakwalah kepada Allah. Ini merupakan penegasan
kedua untuk bertakwa. � maknanya adalah, �Ketahuilah sesungguhnya Dia
Mahatahu atas semua perbuatan kalian dan keadaan kalian.� Tidak ada
secuil pun yang tersembunyi bagi Allah. Tidak ada urusan kalian yang
tersembunyi dari Dia, baik perkara yang dilakukan terang-terangan maupun
sembunyi-sembunyi.� (Ibn Katsir, , hlm. 548).

Salah satu pelajaran penting dari ayat itu adalah bahwa hidup di dunia ini
mulai dari takwa, diselingi evaluasi () untuk semakin meneguhkan ketakwaan
tersebut.

Selama tahun 2011 suara yang menyeru untuk kembali ke pangkuan syariah
makin nyaring terdengar. Kawasan Timur Tengah sepanjang tahun ini terus
menerus diguncang revolusi. Tunisia, Maroko, Libya, Yaman, Suriah dan
Mesir berguncang. Gejolak revolusi umat terus menggelora. Islam politik
di kawasan itu mulai naik bahkan mendominasi media massa. Terlepas dari
apa yang dimaksud, pernyataan Perdana Menteri Tunisia, Hamadi Jebali,
menarik disimak. Hamadi menyampaikan, �Masa kini adalah momentum Ilahi
pada sebuah negara baru dan mudah-mudahan merupakan Masa Kekhalifahan
ke-6.�

Ucapan seperti ini dari seorang moderat menggambarkan betapa keinginan
masyarakat di sana untuk menerapkan Islam demikian besar sehingga
berpengaruh pada ucapan Hamadi. Memang, kecenderungan alami dari
masyarakat Arab lebih tertarik pada sistem Khilafah. Inilah ajaran agama
mereka dan bagian dari sejarah mereka.

Di sisi lain, Eropa sedang dilanda gunjang-ganjing. Amerika masih berada
dalam kubangan krisis. Gejolak selama tahun 2011 ini mengisyaratkan dunia
kemudian akan kembali pada model masa pra-1945-yang merupakan dunia
multipolar-yang didominasi oleh pusat-pusat pengaruh geopolitik yang
berbeda, dengan Kekhalifahan di puncaknya.

Suara yang sama berkumandang di Indonesia. Dukungan para ulama tampak
jelas. Berbagai forum ulama selama kurun 2011 menyerukan syariah dan
Khilafah. Begitu juga dukungan dari kalangan tokoh, intelektual,
mahasiswa dan pelajar. Tidak kalah pentingnya, kembali pada syariah Islam
dan menyatukan kaum Muslim ke dalam Khilafah juga diserukan oleh ibu-ibu
rumah tangga. Ini sebagian tanda makin dekatnya fajar kemenangan.

Bukan hanya harapan yang terang, tantangan dakwah Islam di Indonesia pun
tidak menyurut. Ketidakadilan terhadap umat Islam terus berlangsung selama
tahun 2011, yang bahkan dilakukan oleh sesama Muslim. Ketika terjadi
bunuh diri di Cirebon dan Solo, langsung Presiden menyebut bahwa pelakunya
adalah teroris hanya karena pelakunya beragama Islam. Namun, saat di
Papua meledak granat disertai penembakan, buru-buru Ansyaad Mbai, Kepala
Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), menyatakan bahwa itu tindak
kriminal biasa. Pada saat umat Islam menyerukan syariah Islam untuk
menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan, segeralah mereka dituduh
sebagai pihak yang membahayakan NKRI. Sebaliknya, upaya separatisme dan
disintegrasi yang secara terang-terangan dinyatakan oleh segelintir orang
yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak disebut
membahayakan NKRI. Bahkan TNI dan Polisi yang berupaya menindak tegas
mereka segera dituduh oleh LSM-LSM komprador sebagai melanggar HAM.
Intervensi Amerika Serikat (AS) dalam kasus ini tampak jelas. Menteri
Pertahanan AS Leon Panetta dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden SBY
di Nusa Dua, Bali, Senin (24/10/2011) membicarakan Papua. Berikutnya,
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton angkat suara mengenai konflik di
Papua. Hillary menyampaikan kekhawatiran akan kondisi HAM di Papua. Ia
menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah konflik
tersebut (, 11/11/11). Obama dalam pembicaraannya dengan Presiden SBY di
Bali juga menyinggung masalah Papua. Irama yang ditabuh asing ini diikuti
oleh antek-anteknya di dalam negeri.

Persoalan calon Gereja Yasmin di Bogor menambah rasa ketidakadilan itu.
Umat Islam di Bogor dituding tidak toleran. Padahal umat Islam Bogor
ditipu. Ada penipuan dalam proses pengajuan izin IMB calon gereja
tersebut. Hilary Clinton bicara tentang kasus ini. Vatikan turut campur.
Pada 16 Desember 2011 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana mengadakan
rapat dengan Pemerintah membahas hal ini. Masalah ini
diinternasionalisasi. Memang, kalau untuk memojokkan umat Islam, suara
jarum jatuh pun terdengar ke seantero dunia!

Bukan hanya itu. Untuk mengerem gerak perjuangan Islam digembar-gemborkan
istilah deradikalisasi. Selama tahun 2011 digelar berbagai acara di
daerah-daerah. Pimpinan dan ormas Islam dikumpulkan. Temanya
deradikalisasi. Yang mengherankan, semua yang dimaksudkan dalam istilah
deradikalisasi ditujukan kepada umat Islam! Sasarannya adalah Islam.
Benar apa yang diingatkan oleh pengamat politik Herman Ibrahim bahwa
hakikat dari deradikalisasi merupakan deIslamisasi. Dalam deradikalisasi
pun terdapat politik belah-bambu di tubuh umat Islam. , deradikalisasi
ini tidak dapat dilepaskan dari program yang merupakan agenda AS. Yang
rugi adalah umat Islam sendiri.

Tantangan seperti ini sebenarnya merupakan . Setiap upaya dakwah untuk
membangkitkan umat Islam senantiasa menghadapi tantangan. Rasulullah saw.
sejak awal dakwahnya telah menghadapi banyak tantangan. Beliau dituduh
tukang sihir, tukang syair, gila, pemecah-belah bangsa Arab, dsb. Bahkan
beliau diembargo selama dua tahun dan diancam pembunuhan. Justru,
berbagai tantangan berupa tuduhan dan ancaman fisik menegaskan kemenangan
dakwah semakin dekat. Sebab, tuduhan dan ancaman fisik dari pihak
anti-Islam merupakan tanda kekalahan mereka secara intelektual. Yang
penting adalah kita tetap berada di atas aturan Allah SWT. Rasulullah
saw. bersabda, �� (HR Muslim).

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Katakan tidak selamat natal
Posted by: "ilyas mukti" ilyasa85@gmail.com
Date: Wed Dec 28, 2011 10:47 pm ((PST))

Bolehkah ucapan SELAMAT NATAL..?
TIDAK..!

Natal adlh pringatan lahirnya YESUS sbg TUHAN, shg peringatan Natal
ssungguhnya adlh sebuah ibadah inti dlm Kristen. Natal adlh ibdh yg
masuk dlm wilayah Aqidah. Krn dsinilah awal eksistensi ketuhanan
Kristen. Natal adlh inti iman Kristen. Mengapa kita sbg Muslim hrus
mmpertaruhkn atw bhkn mggadaikn Aqidah kita dg mngucap Selamat Natal
atas dalih Toleransi..?

Ini bukan Toleransi, tp PEMERKOSAAN AQIDAH..

(Ustzh.Irena Handono)

Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. Buanglah jauh jauh pembagian ulama salaf dan ulama khalaf
Posted by: "ZonJonggol" zonatjonggol@yahoo.com zonatjonggol
Date: Wed Dec 28, 2011 10:48 pm ((PST))

Buanglah jauh jauh pembagian ulama salaf dan ulama khalaf


Mereka yang mengaku-aku mengikuti pemahaman Salafush Sholeh yang kenyataannya adalah pengikut pemahaman ulama Ibnu Taimiyyah sering mengedepankan pembagian atau periodisasi ulama Salaf dan ulama khalaf. Pembagian atau periodisasi ini tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah maupun oleh Salafush Sholeh. Pembagian atau periodisasi ini ditengarai adalah bagian dari hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi untuk memecah belah umat Islam.

Salafush Sholeh artinya kaum muslim terdahulu yang sholeh pada masa tiga generasi. Namun harus kita ingat bahwa kaum muslim baik ulama salaf maupun ulama khalaf (ulama kemudian / ulama setelah tiga generasi) mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi muslim yang sholeh atau muslim disisiNya, generasi tidak membatasi untuk menjadi sholeh.

Nabi shallallahu `alaihi wasallam beliau bersabda: "sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian orang-orang pada masa berikutnya, kemudian orang-orang pada masa berikutnya, kemudian setelah mereka akan datang suatu kaum kesaksian mereka mendahului sumpah mereka, dan sumpah mereka mendahului kesaksian mereka." (HR Bukhari 5949)

Ada beberapa hadits yang senada baik yang diriwayatkan Imam Bukhari maupun Imam Muslim namun hampir semuanya diikuti dengan perkataan Rasulullah yang artinya "kemudian setelah mereka akan datang suatu kaum kesaksian mereka mendahului sumpah mereka, dan sumpah mereka mendahului kesaksian mereka."

Dari perkataan Rasulullah ini dapat kita pahami generasi terbaik tidak terbatas hanya pada tiga generasi pertama namun diiikuti generasi-generasi berikutnya bagi mereka yang bersaksi bahwa "Muhammad adalah utusan Allah".

Ini terkait dengan firman Allah ta'ala yang artinya, "kuntum khayra ummatin ukhrijat lilnnaasi", "Kamu (umat Rasulullah) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia" (QS Ali Imran [3]:110 ).

Sahabat dikatakan "sebaik-baik manusia" karena termasuk manusia awal yang "melihat" Rasulullah atau manusia awal yang bersaksi atau bersyahadat.

Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi'i berkata:

"Ash-Shabi (sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam"

Begitu pula dengan Tabi'in (orang yang "melihat"/"bertemu" dengan Sahabat) maupun Tabi'ut Tabi'in (orang yang "melihat"/"bertemu" dengan Tabi'in adalah "sebaik-baik manusia" karena mereka termasuk manusia awal yang bersaksi atau bersyahadat.

Bahkan Allah Azza wa Jalla menjamin untuk masuk surga bagi "sebaik-baik manusia" paling awal atau manusia yang bersaksi/bersyahadat paling awal atau yang membenarkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam sebagai utusan Allah ta'ala paling awal atau as-sabiqun al-awwalun. Hal ini dinyatakan dalam firmanNya yang artinya,

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar". (QS At Taubah [9]:100 )

Mereka yang termasuk 10 paling awal bersyahadat/bersaksi atau yang termasuk "as-sabiqun al-awwalun" adalah, Abu Bakar Ash Shidiq ra, Umar bin Khattab ra, Ustman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib ra, Thalhah bin Abdullah ra, Zubeir bin Awwam ra, Sa'ad bin Abi Waqqas ra, Sa'id bin Zaid ra, `Abdurrahman bin `Auf ra dan Abu `Ubaidah bin Jarrah ra .

Jadi yang disebut generasi terbaik atau sebaik-baik manusia adalah bagi seluruh umat Nabi Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam atau bagi seluruh manusia yang telah bersaksi/bersyahadat atau bagi seluruh muslim sampai akhir zaman.

Seluruh muslim mempunyai kesempatan untuk menjadi sholeh tanpa dibatasi zaman kapan mereka hidup.

Allah Azza wa Jalla tidak pernah membatasi manusia untuk menjadi terbaik atau paling mulia

Firman Allah ta'ala yang artinya, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu" (Al-Hujuraat [49]: 13 )

Indikator manusia bertaqwa adalah minimal menjadi muslim berakhlakul atau muslim yang sholeh

Muslim terbaik atau muslim yang paling mulia adalah muslim yang mendapatkan tempat (maqom) di sisi Allah Azza wa Jalla yakni mereka yang istiqomah di jalan yang lurus, mereka yang telah diberi ni'mat , mereka hanyalah terdiri dari 4 golongan manusia yakni para Nabi (yang utama adalah Rasulullah), para Shiddiqin, para Syuhada dan orang-orang sholeh.

Firman Allah ta'ala yang artinya

"Tunjukilah kami jalan yang lurus" (QS Al Fatihah [1]:6 )
" (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka…." (QS Al Fatihah [1]:7 )
"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya ." (QS An Nisaa [4]: 69 )

Muslim yang terbaik untuk bukan Nabi dan menjadi kekasih Allah (wali Allah) dengan mencapai shiddiqin dan bermacam tingkatan shiddiqin sebagaimana yang diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/14/2011/09/28/maqom-wali-allah/

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "sesungguhnya ada di antara hamba Allah (manusia) yang mereka itu bukanlah para Nabi dan bukan pula para Syuhada'. Mereka dirindukan oleh para Nabi dan Syuhada' pada hari kiamat karena kedudukan (pangkat) mereka di sisi Allah Swt seorang dari shahabatnya berkata, siapa gerangan mereka itu wahai Rasulullah? Semoga kita dapat mencintai mereka. Nabi Saw menjawab dengan sabdanya: Mereka adalah suatu kaum yang saling berkasih sayang dengan anugerah Allah bukan karena ada hubungan kekeluargaan dan bukan karena harta benda, wajah-wajah mereka memancarkan cahaya dan mereka berdiri di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Tiada mereka merasa takut seperti manusia merasakannya dan tiada mereka berduka cita apabila para manusia berduka cita". (HR. an Nasai dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)

Hadits senada, dari `Umar bin Khathab ra bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya diantara hamba-hambaku itu ada manusia manusia yang bukan termasuk golongan para Nabi, bukan pula syuhada tetapi pada hari kiamat Allah `Azza wa Jalla menempatkan maqam mereka itu adalah maqam para Nabi dan syuhada."Seorang laki-laki bertanya : "siapa mereka itu dan apa amalan mereka?"mudah-mudahan kami menyukainya. Nabi bersabda: "yaitu Kaum yang saling menyayangi karena Allah `Azza wa Jalla walaupun mereka tidak bertalian darah, dan mereka itu saling menyayangi bukan karena hartanya, dan demi Allah sungguh wajah mereka itu bercahaya, dan sungguh tempat mereka itu dari cahaya, dan mereka itu tidak takut seperti yang ditakuti manusia, dan tidak susah seperti yang disusahkan manusia," kemudian beliau membaca ayat : " Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Yunus [10]:62 )

Para Salafush Sholeh maupun muslim yang sholeh niscaya mereka akan masuk surga.

Firman Allah ta'ala yang artinya "Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya." ( QS An Nisaa' [4]:175

Namun mereka yang niscaya masuk surga berbeda kedekatan denganNya atau maqom (derajat) disisi Nya

Contoh perbedaan maqom (derajat) disisiNya ketika zaman Salafush Sholeh

Suatu hari Umar r.a. kedatangan rombongan dari Yaman, lalu ia bertanya : "Adakah di antara kalian yang datang dari suku Qarn?"
Lalu seorang maju ke dapan menghadap Umar. Orang tersebut saling bertatap pandang sejenak dengan Umar.
Umar pun memperhatikannya dengan penuh selidik. "Siapa namamu?" tanya Umar.
"Aku Uwais", jawabnya datar.
"Apakah engkau hanya mempunyai seorang Ibu yang masih hidup?, tanya Umar lagi.
"Benar, Amirul Mu'minin", jawab Uwais tegas.
Umar masih penasaran lalu bertanya kembali "Apakah engkau mempunyai bercak putih sebesar uang dirham?" (maksudnya penyakit kulit berwarna putih seperti panu tapi tidak hilang).
"Benar, Amirul Mu'minin, dulu aku terkena penyakit kulit "belang", lalu aku berdo'a kepada Allah agar disembuhkan. Alhamdulillah, Allah memberiku kesembuhan kecuali sebesar uang dirham di dekat pusarku yang masih tersisa, itu untuk mengingatkanku kepada Tuhanku".
"Mintakan aku ampunan kepada Allah".
Uwais terperanjat mendengar permintaan Umar tersebut, sambil berkata dengan penuh keheranan. "Wahai Amirul Mu'minin, engkau justru yang lebih behak memintakan kami ampunan kepada Allah, bukankah engkau sahabat Nabi?"
Lalu Umar berkata "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata "Sesungguhnya sebaik-baik Tabiin adalah seorang bernama Uwais, mempunyai seorang ibu yang selalu dipatuhinya, pernah sakit belang dan disembuhkan Allah kecuali sebesar uang dinar di dekat pusarnya, apabila ia bersumpah pasti dikabulkan Allah. Bila kalian menemuinya mintalah kepadanya agar ia memintakan ampunan kepada Allah"
Uwais lalu mendoa'kan Umar agar diberi ampunan Allah. Lalu Uwais pun menghilang dalam kerumunan rombongan dari Yaman yang akan melanjutkan perjalanan ke Kufah. (H.R. Muslim dan Ahmad)

Uwais ra adalah contoh kekasih Allah (Wali Allah) pada generasi Tabi'in , dimana permintaannya pasti dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla

Dalam sebuah haditas Qudsi, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan (amal ketaatan/perkara syariat), jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah (amal kebaikan), maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya. (HR Muslim 6021)

Seorang Wali Allah, mereka yang telah berma'rifat, mereka yang disisiNya, mereka yang telah sampai (wushul) kepada Allah Azza wa Jalla, jika mereka memohon kepada Allah Azza wa Jalla , pasti akan dikabulkanNya. Cuma mereka kadang malu untuk memohon kepada Allah karena telah mencukupkan diri kepada pengaturanNya.

Para Wali Allah (kekasih Allah), mereka yang disisiNya pastilah dapat melihat Allah dengan hatinya atau mereka yang telah berma'rifat atau mereka yang telah sampai (wushul) kepada Allah Azza wa Jalla

Rasulullah bersabda "Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada". (HR. Ath Thobari)

Imam Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi'lib Al-Yamani,
"Apakah Anda pernah melihat Tuhan?"
Beliau menjawab, "Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?"
"Bagaimana Anda melihat-Nya?" tanyanya kembali.
Sayyidina Ali ra menjawab "Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati"

Sebuah riwayat dari Ja'far bin Muhammad beliau ditanya: "Apakah engkau melihat Tuhanmu ketika engkau menyembah-Nya?" Beliau menjawab: "Saya telah melihat Tuhan, baru saya sembah". Bagaimana anda melihat-Nya? dia menjawab: "Tidak dilihat dengan mata yang memandang, tapi dilihat dengan hati yang penuh Iman."

Wali Allah (kekasih Allah), mereka yang telah berma'rifat, mereka yang disisiNya, mereka yang telah sampai (wushul) kepada Allah Azza wa Jalla adalah muslim yang Ihsan

Ada dua kondisi yang dicapai oleh muslim yang ihsan atau muslim yang telah berma'rifat.

Kondisi minimal adalah mereka yang selalu merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.
Kondiri terbaik adalah mereka yang dapat melihat Allah Azza wa Jalla dengan hati (ain bashiroh)

Apakah Ihsan ?

&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1610;&#1614;&#1575; &#1585;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1604;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616; &#1605;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1581;&#1618;&#1587;&#1614;&#1575;&#1606;&#1615; &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1578;&#1614;&#1582;&#1618;&#1588;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1614; &#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1603;&#1614; &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1603;&#1614; &#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1603;&#1615;&#1606;&#1618; &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1610;&#1614;&#1585;&#1614;&#1575;&#1603;&#1614;

Lalu dia bertanya lagi, `Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ` Beliau menjawab, `Kamu takut (takhsya / khasyyah) kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.' (HR Muslim 11) Link: http://www.indoquran.com/index.php?surano=2&ayatno=3&action=display&option=com_muslim

Jadi perjalanan manusia hingga sampai dapat mencapai maqom (derajat) disisiNya sehingga berma'rifat atau bertemu dengan Allah, melihat Allah dengan hati adalah

Muslim -> Mukmin -> Muhsin

Muslim adalah minimal manusia yang telah bersyahadat

Muslim yang menjalankan amal ketaatan atau perkara syariat (syarat hamba Allah) atau "bukti cinta" adalah disebut orang beriman (mukmin)

Firman Allah ta'ala yang artinya
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Ali Imron [3]:31 )
"Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir" (QS Ali Imron [3]:32 )
"dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (QS Al Anfaal [8]:1 )

Muslim yang menjalankan amal ketaatan atau muslim yang beriman (mukmin) dan menjalankan amal kebaikan atau mereka yang mengungkapkan cintanya kepada Allah Allah Azza wa Jalla dan RasulNya adalah disebut muhsin / muhsinin, muslim yang ihsan atau muslim yang baik atau sholihin.

Firman Allah ta'ala yang artinya, "Inilah ayat-ayat Al Qura'an yang mengandung hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi muhsinin (orang-orang yang berbuat kebaikan), (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" (QS Lukman [31]:2-5)

Jadi tujuan manusia hidup pada hakikatnya adalah untuk menjadi muslim yang Ihsan, muslim yang baik, muslim sholeh atau muslim yang berakhlakul karimah sebagaimana tujuan Rasulullah diutus oleh Allah Azza wa Jalla

Rasulullah menyampaikan yang maknanya "Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak." (HR Ahmad).

Berikut pernyataan para ulama-ulama terdahulu tentang siapakah yang dimaksud mereka yang mencapai muslim yang terbaik atau muslim yang ihsan atau muslim yang dapat melihat Allah Azza wa Jalla dengan hati.

Al-Imam Al-Kabir Abdul Qahir Al-Baghdadi berkata :

&#1575;&#1604;&#1601;&#1589;&#1604; &#1575;&#1604;&#1571;&#1608;&#1604; &#1605;&#1606; &#1601;&#1589;&#1608;&#1604; &#1607;&#1584;&#1575; &#1575;&#1604;&#1576;&#1575;&#1576; &#1601;&#1610; &#1576;&#1610;&#1575;&#1606; &#1571;&#1589;&#1606;&#1575;&#1601; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1587;&#1606;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1580;&#1605;&#1575;&#1593;&#1577;. &#1575;&#1593;&#1604;&#1605;&#1608;&#1575; &#1571;&#1587;&#1593;&#1583;&#1603;&#1605; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1571;&#1606; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1587;&#1606;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1580;&#1605;&#1575;&#1593;&#1577; &#1579;&#1605;&#1575;&#1606;&#1610;&#1577; &#1571;&#1589;&#1606;&#1575;&#1601; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1606;&#1575;&#1587;… &#1608;&#1575;&#1604;&#1589;&#1606;&#1601; &#1575;&#1604;&#1587;&#1575;&#1583;&#1587; &#1605;&#1606;&#1607;&#1605;: &#1575;&#1604;&#1586;&#1607;&#1575;&#1583; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; &#1575;&#1604;&#1584;&#1610;&#1606; &#1571;&#1576;&#1589;&#1585;&#1608;&#1575; &#1601;&#1571;&#1602;&#1589;&#1585;&#1608;&#1575;&#1548; &#1608;&#1575;&#1582;&#1578;&#1614;&#1576;&#1585;&#1608;&#1575; &#1601;&#1575;&#1593;&#1578;&#1576;&#1585;&#1608;&#1575;&#1548; &#1608;&#1585;&#1590;&#1608;&#1575; &#1576;&#1575;&#1604;&#1605;&#1602;&#1583;&#1608;&#1585; &#1608;&#1602;&#1606;&#1593;&#1608;&#1575; &#1576;&#1575;&#1604;&#1605;&#1610;&#1587;&#1608;&#1585;&#1548; &#1608;&#1593;&#1604;&#1605;&#1608;&#1575; &#1571;&#1606; &#1575;&#1604;&#1587;&#1605;&#1593; &#1608;&#1575;&#1604;&#1576;&#1589;&#1585; &#1608;&#1575;&#1604;&#1601;&#1572;&#1575;&#1583; &#1603;&#1604; &#1571;&#1615;&#1608;&#1604;&#1574;&#1603; &#1605;&#1587;&#1572;&#1608;&#1604; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1582;&#1610;&#1585; &#1608;&#1575;&#1604;&#1588;&#1585;&#1548; &#1608;&#1605;&#1581;&#1575;&#1587;&#1576; &#1593;&#1604;&#1609; &#1605;&#1579;&#1575;&#1602;&#1610;&#1604; &#1575;&#1604;&#1584;&#1585;&#1548; &#1601;&#1571;&#1593;&#1583;&#1615;&#1617;&#1608;&#1575; &#1582;&#1610;&#1585; &#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1593;&#1583;&#1575;&#1583; &#1604;&#1610;&#1608;&#1605; &#1575;&#1604;&#1605;&#1593;&#1575;&#1583;&#1548; &#1608;&#1580;&#1585;&#1609; &#1603;&#1604;&#1575;&#1605;&#1607;&#1605; &#1601;&#1610; &#1591;&#1585;&#1610;&#1602;&#1614;&#1610;&#1618; &#1575;&#1604;&#1593;&#1576;&#1575;&#1585;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1588;&#1575;&#1585;&#1577; &#1593;&#1604;&#1609; &#1587;&#1614;&#1605;&#1618;&#1578;&#1616; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1581;&#1583;&#1610;&#1579; &#1583;&#1608;&#1606; &#1605;&#1606; &#1610;&#1588;&#1578;&#1585;&#1610; &#1604;&#1607;&#1608; &#1575;&#1604;&#1581;&#1583;&#1610;&#1579;&#1548; &#1604;&#1575; &#1610;&#1593;&#1605;&#1604;&#1608;&#1606; &#1575;&#1604;&#1582;&#1610;&#1585; &#1585;&#1610;&#1575;&#1569;&#1548; &#1608;&#1604;&#1575; &#1610;&#1578;&#1585;&#1603;&#1608;&#1606;&#1607; &#1581;&#1610;&#1575;&#1569;&#1548; &#1583;&#1610;&#1606;&#1615;&#1607;&#1605; &#1575;&#1604;&#1578;&#1608;&#1581;&#1610;&#1583; &#1608;&#1606;&#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1578;&#1588;&#1576;&#1610;&#1607;&#1548; &#1608;&#1605;&#1584;&#1607;&#1576;&#1607;&#1605; &#1575;&#1604;&#1578;&#1601;&#1608;&#1610;&#1590;&#1615; &#1573;&#1616;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1578;&#1593;&#1575;&#1604;&#1609;&#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1608;&#1603;&#1604;&#1615; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1587;&#1604;&#1610;&#1605;&#1615; &#1604;&#1571;&#1605;&#1585;&#1607;&#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1602;&#1606;&#1575;&#1593;&#1577;&#1615; &#1576;&#1605;&#1575; &#1585;&#1586;&#1602;&#1608;&#1575;&#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1593;&#1585;&#1575;&#1590;&#1615; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1575;&#1593;&#1578;&#1585;&#1575;&#1590; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;. {&#1584;&#1604;&#1603;&#1614; &#1601;&#1590;&#1604;&#1615; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616; &#1610;&#1572;&#1578;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1610;&#1588;&#1575;&#1569;&#1615; &#1608;&#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1584;&#1608; &#1575;&#1604;&#1601;&#1590;&#1604;&#1616; &#1575;&#1604;&#1593;&#1592;&#1610;&#1605;&#1616;

" Fasal pertama dari fasal-fasal bab ini, tentang penjelasan kelompok-kelompok Ahlus sunnah waljama'ah. Ketahuilah, semoga Allah membuat kalian bahagia, sesungguhnya Ahlus sunnah waljama'ah ada delapan kelompok manusia..(hingga ucapan beliau).."
Kelompok ke enam di anatara mereka adalah orang-orang yang zuhud dan ahlis shufi yang mereka memandang dengan mata hati hingga mereka bisa berlaku sederhana, mereka mendapat ujian dan mereka mengambil pelajarannya. Mereka ridha dengan ketentuan dan legowo dengan hal yang ringan. Mereka ahli shufi mengetahui bahwa pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertangung jawabannya dari kebaikan atau keburukan dan akan dihisab walau seberat biji atom pun. Maka mereke mempersiapkan diri dengan sebaik-baik bekal untuk hari kembali kelak dan ucapan mereka berjalan di dalam dua jalan ibarat dan isyarat berdasarkan karakter ahli hadits bukan orang yang menjual permainan hadits. Mereka beramal kebaikan tidak dengan pamer dan tidak meninggalkan kebaikan karena malu. Agama mereka Tauhid dan meniadakan Tasybih (penyerupaan) dan mazdhab mereka Tafwidh (menyerahkan makna) kepada Allah Swt, tawakkal dan penyerahan diri kepada perintah Allah. Qonaah terhadap rezeki yang mereka dapat dan berpaling dari mengeluh atas-Nya. Itulah keutamaan Allah yang Allah berikan pada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah maha memiliki keutamaan yang agung ". (Al-Farq bainal Firaq halaman : 236)
Al-Imam Al-Allamah Al-Hafidz Abdu Rauf al-Manawi berkata :

&#1608;&#1573;&#1606;&#1610; &#1603;&#1606;&#1578; &#1602;&#1576;&#1604; &#1571;&#1606; &#1610;&#1603;&#1578;&#1576; &#1575;&#1604;&#1588;&#1576;&#1575;&#1576; &#1582;&#1591; &#1575;&#1604;&#1593;&#1584;&#1575;&#1585; , &#1571;&#1585;&#1583;&#1583; &#1606;&#1575;&#1592;&#1585;&#1610; &#1601;&#1610; &#1571;&#1582;&#1576;&#1575;&#1585; &#1575;&#1604;&#1571;&#1608;&#1604;&#1610;&#1575;&#1569; &#1575;&#1604;&#1571;&#1582;&#1610;&#1575;&#1585; , &#1608;&#1571;&#1578;&#1578;&#1576;&#1593; &#1605;&#1608;&#1575;&#1602;&#1593; &#1573;&#1588;&#1575;&#1585;&#1575;&#1578; &#1581;&#1603;&#1605; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; &#1575;&#1604;&#1571;&#1576;&#1585;&#1575;&#1585; , &#1608;&#1571;&#1578;&#1585;&#1602;&#1576; &#1571;&#1581;&#1608;&#1575;&#1604;&#1607;&#1605; &#1608;&#1571;&#1587;&#1576;&#1585; &#1571;&#1602;&#1608;&#1575;&#1604;&#1607;&#1605; … &#1581;&#1578;&#1609; &#1581;&#1589;&#1604;&#1578; &#1605;&#1606; &#1584;&#1604;&#1603; &#1593;&#1604;&#1609; &#1601;&#1608;&#1575;&#1574;&#1583; &#1593;&#1575;&#1604;&#1610;&#1575;&#1578; , &#1608;&#1581;&#1603;&#1605; &#1588;&#1575;&#1605;&#1582;&#1575;&#1578; &#1587;&#1575;&#1605;&#1610;&#1575;&#1578; &#1601;&#1571;&#1604;&#1607;&#1605;&#1578; &#1571;&#1606; &#1571;&#1602;&#1610;&#1583; &#1605;&#1575; &#1608;&#1602;&#1601;&#1578; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; &#1601;&#1610; &#1608;&#1585;&#1602;&#1575;&#1578; , &#1608;&#1571;&#1606; &#1571;&#1580;&#1593;&#1604;&#1607; &#1601;&#1610; &#1590;&#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1578;&#1585;&#1575;&#1580;&#1605; , &#1603;&#1605;&#1575; &#1601;&#1593;&#1604;&#1607; &#1576;&#1593;&#1590; &#1575;&#1604;&#1571;&#1593;&#1575;&#1592;&#1605; &#1575;&#1604;&#1571;&#1579;&#1576;&#1575;&#1578; , &#1601;&#1571;&#1606;&#1586;&#1604;&#1578; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; &#1601;&#1610; &#1591;&#1576;&#1602;&#1575;&#1578; , &#1608;&#1590;&#1585;&#1576;&#1578; &#1604;&#1607;&#1605; &#1601;&#1610; &#1607;&#1584;&#1575; &#1575;&#1604;&#1605;&#1580;&#1605;&#1608;&#1593; &#1587;&#1585;&#1575;&#1583;&#1602;&#1575;&#1578; , &#1608;&#1585;&#1578;&#1576;&#1578;&#1607;&#1605; &#1593;&#1604;&#1609; &#1581;&#1585;&#1608;&#1601; &#1575;&#1604;&#1605;&#1593;&#1580;&#1605; &#1593;&#1588;&#1585; &#1591;&#1576;&#1602;&#1575;&#1578; , &#1603;&#1604; &#1605;&#1575;&#1574;&#1577; &#1587;&#1606;&#1577; &#1591;&#1576;&#1602;&#1577; , &#1608;&#1580;&#1605;&#1593;&#1578;&#1607;&#1605; &#1603;&#1608;&#1575;&#1603;&#1576; &#1603;&#1604;&#1607;&#1575; &#1605;&#1593;&#1575;&#1604;&#1605; &#1604;&#1604;&#1607;&#1583;&#1610; , &#1608;&#1605;&#1589;&#1575;&#1576;&#1610;&#1581; &#1604;&#1604;&#1583;&#1580;&#1609; , &#1608;&#1585;&#1580;&#1608;&#1605; &#1604;&#1604;&#1605;&#1587;&#1578;&#1585;&#1602;&#1577;

" Sesungguhnya aku sebelum seorang pemuda dicatat akan catatan alasannya, ingin mencermati kisah-kisah para wali Allah yang terpilih, aku telusuri isyarat-isyarat hokum ahli shufi yang baik dan aku selidiki keadaan-keadaan mereka dan aku kuak ucapan-ucapan mereka hingga aku mendapatkan beberapa faedah yang tinggi sebab itu dan hikmah-hikmah berbobot nan luhur. Lalu aku mendapatkan ilham agar mencatat apa yang aku dalami itu pada sebuah buku, dan agar aku buat isi biografi perjalanan mereka sebagaimana telah dilakukan sebagian besar ulama. Maka aku posisikan ulama shufi dalam beberapa tingkatan dan ku beberkan beberapa tenda dalam kumpulan ini. Aku tertibkan nama mereka menjadi sepuluh tingkatan. Setiap seratus tahun satu tingkatan dan aku kumpulkan bintang-bintang seluruhnya bagaikan petunjuk bagi kebenaran dan penerang bagi kegelapan serta panah api bagi si pencuri ". (Al-Kawaiku Ad-Durriyyah fii Tarajimi ash-Shufiyyah halaman : 3-4, karya imam Abdur Raouf al-Manawi)
Al-Imam Al-Allamah Al-Mufassir Fakhruddin Ar-Razi berkata :

&#1575;&#1604;&#1576;&#1575;&#1576; &#1575;&#1604;&#1579;&#1575;&#1605;&#1606; &#1601;&#1610; &#1571;&#1581;&#1608;&#1575;&#1604; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577;:&#1575;&#1593;&#1604;&#1605; &#1571;&#1606; &#1571;&#1603;&#1579;&#1585; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1581;&#1614;&#1589;&#1614;&#1585;&#1614; &#1601;&#1585;&#1602; &#1575;&#1604;&#1571;&#1605;&#1577;&#1548; &#1604;&#1605; &#1610;&#1584;&#1603;&#1585; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; &#1608;&#1584;&#1604;&#1603; &#1582;&#1591;&#1571;&#1548; &#1604;&#1571;&#1606; &#1581;&#1575;&#1589;&#1604; &#1602;&#1608;&#1604; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; &#1571;&#1606; &#1575;&#1604;&#1591;&#1585;&#1610;&#1602; &#1573;&#1616;&#1604;&#1609; &#1605;&#1593;&#1585;&#1601;&#1577; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1578;&#1593;&#1575;&#1604;&#1609; &#1607;&#1608; &#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1601;&#1610;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1580;&#1585;&#1583; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1593;&#1604;&#1575;&#1574;&#1602; &#1575;&#1604;&#1576;&#1583;&#1606;&#1610;&#1577;&#1548; &#1608;&#1607;&#1584;&#1575; &#1591;&#1585;&#1610;&#1602; &#1581;&#1587;&#1606;.. &#1608;&#1602;&#1575;&#1604; &#1571;&#1610;&#1590;&#1575;&#1611;: &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601;&#1577; &#1602;&#1608;&#1605; &#1610;&#1588;&#1578;&#1594;&#1604;&#1608;&#1606; &#1576;&#1575;&#1604;&#1601;&#1603;&#1585; &#1608;&#1578;&#1580;&#1585;&#1583; &#1575;&#1604;&#1606;&#1601;&#1587; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1593;&#1604;&#1575;&#1574;&#1602; &#1575;&#1604;&#1580;&#1587;&#1605;&#1575;&#1606;&#1610;&#1577;&#1548; &#1608;&#1610;&#1580;&#1578;&#1607;&#1583;&#1608;&#1606; &#1571;&#1604;&#1575;&#1614;&#1617; &#1610;&#1582;&#1604;&#1608; &#1587;&#1585;&#1614;&#1617;&#1607;&#1605; &#1608;&#1576;&#1575;&#1604;&#1614;&#1607;&#1605; &#1593;&#1606; &#1584;&#1603;&#1585; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1578;&#1593;&#1575;&#1604;&#1609; &#1601;&#1610; &#1587;&#1575;&#1574;&#1585; &#1578;&#1589;&#1585;&#1601;&#1575;&#1578;&#1607;&#1605; &#1608;&#1571;&#1593;&#1605;&#1575;&#1604;&#1607;&#1605;&#1548; &#1605;&#1606;&#1591;&#1576;&#1593;&#1608;&#1606; &#1593;&#1604;&#1609; &#1603;&#1605;&#1575;&#1604; &#1575;&#1604;&#1571;&#1583;&#1576; &#1605;&#1593; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1593;&#1586; &#1608;&#1580;&#1604;&#1548; &#1608;&#1607;&#1572;&#1604;&#1575;&#1569; &#1607;&#1605; &#1582;&#1610;&#1585; &#1601;&#1585;&#1602; &#1575;&#1604;&#1570;&#1583;&#1605;&#1610;&#1610;&#1606;

" Bab kedelapan : Tentang keadaan-keadaan ahli tasawwuf. Ketahuilah, sesungguhnya kebanyakan orang yang menghitung pembagian golongan umat tidak menyebut golongan ahli tasawwuf dan hal itu salah, karena keseluruhan ucapan ahli tasawwuf adalah sesungguhnya jalan menuju pengenalan kepada Allah Ta'ala adalah Tashfiyyah (penyucian) dan membersihkan diri dari ketergantungan badan, dan jalan ini merupakan jalan yang baik. Beliau juga berkata " Kaum shufi adalah orang-orang yang menyibukkan diri dengan tafakkur dan membersihkan jiwa dari ketergantungan jasmaniyah, berusaha keras agar hati mereka tidak kosong dari mengingat Allah Ta'ala di dalam gerak-gerik mereka, selalu berpegang dengan kesempurnaan adab bersama Allah, dan merekalah paling baiknya golongan anak manusia ". (I'tiqadaat firaqil Muslimin wal musyrikin halaman : 72-73, Karya imam Fakhruddin Ar-Razi)

Al-Imam Al-Allamah Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi berkata :

&#1575;&#1593;&#1604;&#1605; &#1608;&#1601;&#1602;&#1606;&#1610; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1608;&#1573;&#1610;&#1575;&#1603; &#1571;&#1606; &#1593;&#1604;&#1605; &#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601; &#1601;&#1610; &#1606;&#1601;&#1587;&#1607; &#1593;&#1604;&#1605; &#1588;&#1585;&#1610;&#1601; &#1585;&#1601;&#1610;&#1593; &#1602;&#1583;&#1585;&#1607; &#1587;&#1606;&#1610; &#1571;&#1605;&#1585;&#1607; &#1548; &#1604;&#1605; &#1578;&#1586;&#1604; &#1571;&#1574;&#1605;&#1577; &#1575;&#1604;&#1573;&#1587;&#1604;&#1575;&#1605; &#1608;&#1607;&#1583;&#1575;&#1577; &#1575;&#1604;&#1571;&#1606;&#1575;&#1605; &#1602;&#1583;&#1610;&#1605;&#1575;&#1611; &#1608;&#1581;&#1583;&#1610;&#1579;&#1575;&#1611; &#1610;&#1585;&#1601;&#1593;&#1608;&#1606; &#1605;&#1606;&#1575;&#1585;&#1607; &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1580;&#1616;&#1604;&#1615;&#1617;&#1608;&#1606; &#1605;&#1602;&#1583;&#1575;&#1585;&#1607; &#1608;&#1610;&#1593;&#1592;&#1605;&#1608;&#1606; &#1571;&#1589;&#1581;&#1575;&#1576;&#1607; &#1608;&#1610;&#1593;&#1578;&#1602;&#1583;&#1608;&#1606; &#1571;&#1585;&#1576;&#1575;&#1576;&#1607; &#1548; &#1601;&#1573;&#1606;&#1607;&#1605; &#1571;&#1608;&#1604;&#1610;&#1575;&#1569; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1608;&#1582;&#1575;&#1589;&#1578;&#1607; &#1605;&#1606; &#1582;&#1604;&#1602;&#1607; &#1576;&#1593;&#1583; &#1571;&#1606;&#1576;&#1610;&#1575;&#1574;&#1607; &#1608;&#1585;&#1587;&#1604;&#1607; &#1548; &#1594;&#1610;&#1585; &#1571;&#1606;&#1607; &#1583;&#1582;&#1604; &#1601;&#1610;&#1607;&#1605; &#1602;&#1583;&#1610;&#1605;&#1575;&#1611; &#1608;&#1581;&#1583;&#1610;&#1579;&#1575;&#1611; &#1583;&#1582;&#1610;&#1604; &#1578;&#1588;&#1576;&#1607;&#1608;&#1575; &#1576;&#1607;&#1605; &#1608;&#1604;&#1610;&#1587;&#1608;&#1575; &#1605;&#1606;&#1607;&#1605; &#1608;&#1578;&#1603;&#1604;&#1605;&#1608;&#1575; &#1576;&#1594;&#1610;&#1585; &#1593;&#1604;&#1605; &#1608;&#1578;&#1581;&#1602;&#1610;&#1602; &#1601;&#1586;&#1604;&#1608;&#1575; &#1608;&#1589;&#1604;&#1608;&#1575; &#1608;&#1571;&#1590;&#1604;&#1608;&#1575; &#1548; &#1601;&#1605;&#1606;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1575;&#1602;&#1578;&#1589;&#1585; &#1593;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1575;&#1587;&#1605; &#1608;&#1578;&#1608;&#1587;&#1604; &#1576;&#1584;&#1604;&#1603; &#1573;&#1604;&#1609; &#1581;&#1591;&#1575;&#1605; &#1575;&#1604;&#1583;&#1606;&#1610;&#1575; &#1548; &#1608;&#1605;&#1606;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1604;&#1605; &#1610;&#1578;&#1581;&#1602;&#1602; &#1601;&#1602;&#1575;&#1604; &#1576;&#1575;&#1604;&#1581;&#1604;&#1608;&#1604; &#1608;&#1605;&#1575; &#1588;&#1575;&#1576;&#1607;&#1607; &#1601;&#1571;&#1583;&#1609; &#1584;&#1604;&#1603; &#1573;&#1604;&#1609; &#1573;&#1587;&#1575;&#1569;&#1577; &#1575;&#1604;&#1592;&#1606; &#1576;&#1575;&#1604;&#1580;&#1605;&#1610;&#1593; &#1548; &#1608;&#1602;&#1583; &#1606;&#1576;&#1607; &#1575;&#1604;&#1605;&#1593;&#1578;&#1576;&#1585;&#1608;&#1606; &#1605;&#1606;&#1607;&#1605; &#1593;&#1604;&#1609; &#1607;&#1584;&#1575; &#1575;&#1604;&#1582;&#1591;&#1576; &#1575;&#1604;&#1580;&#1604;&#1610;&#1604; &#1608;&#1606;&#1589;&#1608;&#1575; &#1593;&#1604;&#1609; &#1571;&#1606; &#1607;&#1584;&#1607; &#1575;&#1604;&#1571;&#1605;&#1608;&#1585; &#1575;&#1604;&#1587;&#1610;&#1574;&#1577; &#1605;&#1606; &#1584;&#1604;&#1603; &#1575;&#1604;&#1583;&#1582;&#1610;&#1604;.

" Ketahuilah, semoga Allah memberikan taufiq-Nya padaku dan kamu, sesungguhnya ilmu tasawwuf itu sendiri adalah ilmu yang mulia, tinggi derajatnya dan luhur urusannya. Para imam Islam dan para ulama penunjuk manusia sejak dulu hingga sekarang selalu mengangkat lambangnya, meninggikan martabatnya dan mengangungkan para pemeluknya dan meyakini kemulian ahlinya. Karena mereka adalah para wali Allah Swt dan orang-orang khusus-Nya dari makhluk-Nya setelah para nabi dan rasul-Nya, akan tetapi masuklah sesuatu yang asing sejak dulu hingga sekarang yang menyerupai penganut tasawwuf padahal sama sekali mereka bukanlah dari ahli tasawwuf. Mereka berbicara tanpa ilmu dan mengerti hakikat, sehingga mereka tergelincir, sesat dan menyesatkan. Di antara mereka ada yang mencukupkan saja dengan nama dan menjadikan perantara untuk mengambil keuntungan dunia. Di antara mereka ada yang belum mencapai hakikat sehingga mereka berucap dengan hulul dan semisalnya, sehingga itu semua membuat munculnya buruk sangka terhadap semua ajaran tasawwuf. Sungguh para pengambil pelajaran dari mereka telah member peringatan atas nasehat mulia ini dan menetapkan bahwa semua perkara buruk ini muncul dari sesuatu yang asing (di luar tasawwuf) tersebut ". (Ta'yidul Haqiqah al-`Aliyyah Wa Tasyiduth Thariqah asy-Syadziliyyah halaman : 7, karya imam as-Suyuthi)

Al-Imam Al-Allamah Syaikhul Islam Tajuddin As-Subuki berkata :

&#1581;&#1614;&#1610;&#1614;&#1617;&#1575;&#1607;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1608;&#1576;&#1610;&#1614;&#1617;&#1575;&#1607;&#1605; &#1608;&#1580;&#1605;&#1593;&#1606;&#1575; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1580;&#1606;&#1577; &#1606;&#1581;&#1606; &#1608;&#1573;&#1616;&#1610;&#1575;&#1607;&#1605;. &#1608;&#1602;&#1583; &#1578;&#1588;&#1593;&#1576;&#1578; &#1575;&#1604;&#1571;&#1602;&#1608;&#1575;&#1604; &#1601;&#1610;&#1607;&#1605; &#1578;&#1588;&#1593;&#1576;&#1575;&#1611; &#1606;&#1575;&#1588;&#1574;&#1575;&#1611; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1580;&#1607;&#1604; &#1576;&#1581;&#1602;&#1610;&#1602;&#1578;&#1607;&#1605; &#1604;&#1603;&#1579;&#1585;&#1577; &#1575;&#1604;&#1605;&#1615;&#1578;&#1604;&#1576;&#1616;&#1617;&#1587;&#1610;&#1606; &#1576;&#1607;&#1575;&#1548; &#1576;&#1581;&#1610;&#1579; &#1602;&#1575;&#1604; &#1575;&#1604;&#1588;&#1610;&#1582; &#1571;&#1576;&#1608; &#1605;&#1581;&#1605;&#1583; &#1575;&#1604;&#1580;&#1608;&#1610;&#1606;&#1610; &#1604;&#1575; &#1610;&#1589;&#1581; &#1575;&#1604;&#1608;&#1602;&#1601; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;&#1605; &#1604;&#1571;&#1606;&#1607; &#1604;&#1575; &#1581;&#1583;&#1614;&#1617; &#1604;&#1607;&#1605;. &#1608;&#1575;&#1604;&#1589;&#1581;&#1610;&#1581; &#1589;&#1581;&#1578;&#1607;&#1548; &#1608;&#1571;&#1606;&#1607;&#1605; &#1575;&#1604;&#1605;&#1593;&#1585;&#1590;&#1608;&#1606; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1583;&#1606;&#1610;&#1575; &#1575;&#1604;&#1605;&#1588;&#1578;&#1594;&#1604;&#1608;&#1606; &#1601;&#1610; &#1571;&#1594;&#1604;&#1576; &#1575;&#1604;&#1571;&#1608;&#1602;&#1575;&#1578; &#1576;&#1575;&#1604;&#1593;&#1576;&#1575;&#1583;&#1577;.. &#1579;&#1605; &#1578;&#1581;&#1583;&#1579; &#1593;&#1606; &#1578;&#1593;&#1575;&#1585;&#1610;&#1601; &#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601; &#1573;&#1616;&#1604;&#1609; &#1571;&#1606; &#1602;&#1575;&#1604;: &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1575;&#1589;&#1604; &#1571;&#1606;&#1607;&#1605; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1608;&#1582;&#1575;&#1589;&#1578;&#1607; &#1575;&#1604;&#1584;&#1610;&#1606; &#1578;&#1585;&#1578;&#1580;&#1609; &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1577; &#1576;&#1584;&#1603;&#1585;&#1607;&#1605;&#1548; &#1608;&#1610;&#1615;&#1587;&#1578;&#1606;&#1586;&#1604; &#1575;&#1604;&#1594;&#1610;&#1579; &#1576;&#1583;&#1593;&#1575;&#1574;&#1607;&#1605;&#1548; &#1601;&#1585;&#1590;&#1610; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1593;&#1606;&#1607;&#1605; &#1608;&#1593;&#1606;&#1614;&#1617;&#1575; &#1576;&#1607;&#1605;

" Semoga Allah memanjangkan hidup para penganut tasawwuf dan mengangkat derajat mereka serta mengumpulkan kita dan mereka di surga. Sungguh telah banyak pendapat miring tentang mereka yang bersumber dari kejahilan akan hakekat mereka disebabkan oknum-oknum yang membuat samar ajaran tasawwuf. Oleh karenanya syaikh Abu Muhammad Al-Juwaini berkata " Tidak boleh berhenti dalam mendefiniskan mereka, sebab mereka tak memiliki batasan istilah. Yang benar adalah keabsahannya dan definisi shufiyyah adalah orang-orang yang berpaling dari dunia yang menyibukkan diri disebagian besar waktunya dengan beribadah. Kemudian bermunculanlah ta'rif-ta'rif baru tentang tasawwuf..(sampai ucapan beliau) : "..Kesimpulannya ulama tasawwuf adalah keluarga dan orang-orang khusus Allah yang diharapan turunnya rahmat dengan menyebut nama mereka dan turunnya hujan dengan perantara doa mereka. Maka semoga Allah meridhoi mereka dan kita semua dengan sebab mereka ". (Mu'idun Ni'am wa Mubidun Niqam halaman : 140, karya imam Subuki)

Al-Allamah al-Hafidz Ibnu Hajar al-Haitami berkata :

&#1573;&#1610;&#1575;&#1603; &#1571;&#1606; &#1578;&#1606;&#1578;&#1602;&#1583; &#1593;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1587;&#1575;&#1583;&#1577; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; : &#1608;&#1610;&#1606;&#1576;&#1594;&#1610; &#1604;&#1604;&#1573;&#1606;&#1587;&#1575;&#1606; &#1581;&#1610;&#1579;&#1615; &#1571;&#1605;&#1603;&#1606;&#1607; &#1593;&#1583;&#1605; &#1575;&#1604;&#1575;&#1606;&#1578;&#1602;&#1575;&#1583; &#1593;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1587;&#1575;&#1583;&#1577; &#1575;&#1604;&#1589;&#1608;&#1601;&#1610;&#1577; &#1606;&#1601;&#1593;&#1606;&#1575; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1576;&#1605;&#1593;&#1575;&#1585;&#1601;&#1607;&#1605;&#1548; &#1608;&#1571;&#1601;&#1575;&#1590; &#1593;&#1604;&#1610;&#1606;&#1575; &#1576;&#1608;&#1575;&#1587;&#1591;&#1577; &#1605;&#1614;&#1581;&#1576;&#1578;&#1614;&#1617;&#1606;&#1575; &#1604;&#1607;&#1605; &#1605;&#1575; &#1571;&#1601;&#1575;&#1590; &#1593;&#1604;&#1609; &#1582;&#1608;&#1575;&#1589;&#1616;&#1617;&#1607;&#1605;&#1548; &#1608;&#1606;&#1592;&#1605;&#1606;&#1575; &#1601;&#1610; &#1587;&#1604;&#1603; &#1571;&#1578;&#1576;&#1575;&#1593;&#1607;&#1605;&#1548; &#1608;&#1605;&#1614;&#1606;&#1614;&#1617; &#1593;&#1604;&#1610;&#1606;&#1575; &#1576;&#1587;&#1608;&#1575;&#1576;&#1594; &#1593;&#1608;&#1575;&#1585;&#1601;&#1607;&#1605;&#1548; &#1571;&#1606;&#1618; &#1610;&#1615;&#1587;&#1614;&#1604;&#1616;&#1617;&#1605; &#1604;&#1607;&#1605; &#1571;&#1581;&#1608;&#1575;&#1604;&#1607;&#1605; &#1605;&#1575; &#1608;&#1580;&#1583; &#1604;&#1607;&#1605; &#1605;&#1581;&#1605;&#1604;&#1575;&#1611; &#1589;&#1581;&#1610;&#1581;&#1575;&#1611; &#1610;&#1615;&#1582;&#1618;&#1585;&#1616;&#1580;&#1607;&#1605; &#1593;&#1606; &#1575;&#1585;&#1578;&#1603;&#1575;&#1576; &#1575;&#1604;&#1605;&#1581;&#1585;&#1605;&#1548; &#1608;&#1602;&#1583; &#1588;&#1575;&#1607;&#1583;&#1606;&#1575; &#1605;&#1606; &#1576;&#1575;&#1604;&#1594; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1575;&#1606;&#1578;&#1602;&#1575;&#1583; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;&#1605;&#1548; &#1605;&#1593; &#1606;&#1608;&#1593; &#1578;&#1589;&#1593;&#1576; &#1601;&#1575;&#1576;&#1578;&#1604;&#1575;&#1607; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1576;&#1575;&#1604;&#1575;&#1606;&#1581;&#1591;&#1575;&#1591; &#1593;&#1606; &#1605;&#1585;&#1578;&#1576;&#1578;&#1607; &#1608;&#1571;&#1586;&#1575;&#1604; &#1593;&#1606;&#1607; &#1593;&#1608;&#1575;&#1574;&#1583; &#1604;&#1591;&#1601;&#1607; &#1608;&#1571;&#1587;&#1585;&#1575;&#1585; &#1581;&#1590;&#1585;&#1578;&#1607;&#1548; &#1579;&#1605; &#1571;&#1584;&#1575;&#1602;&#1607; &#1575;&#1604;&#1607;&#1608;&#1575;&#1606; &#1608;&#1575;&#1604;&#1584;&#1604;&#1616;&#1617;&#1577; &#1608;&#1585;&#1583;&#1614;&#1617;&#1607; &#1573;&#1604;&#1609; &#1571;&#1587;&#1601;&#1604; &#1587;&#1575;&#1601;&#1604;&#1610;&#1606; &#1608;&#1575;&#1576;&#1578;&#1604;&#1575;&#1607; &#1576;&#1603;&#1604; &#1593;&#1604;&#1614;&#1617;&#1577; &#1608;&#1605;&#1581;&#1606;&#1577;&#1548; &#1601;&#1606;&#1593;&#1608;&#1584; &#1576;&#1603; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1607;&#1584;&#1607; &#1575;&#1604;&#1602;&#1608;&#1575;&#1589;&#1605; &#1575;&#1604;&#1605;&#1615;&#1585;&#1618;&#1607;&#1616;&#1602;&#1575;&#1578; &#1608;&#1575;&#1604;&#1576;&#1608;&#1575;&#1578;&#1585; &#1575;&#1604;&#1605;&#1607;&#1604;&#1603;&#1575;&#1578;&#1548; &#1608;&#1606;&#1587;&#1571;&#1604;&#1603; &#1571;&#1606; &#1578;&#1606;&#1592;&#1605;&#1606;&#1575; &#1601;&#1610; &#1587;&#1604;&#1603;&#1607;&#1605; &#1575;&#1604;&#1602;&#1608;&#1610; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1610;&#1606;&#1548; &#1608;&#1571;&#1606; &#1578;&#1614;&#1605;&#1606;&#1614;&#1617; &#1593;&#1604;&#1610;&#1606;&#1575; &#1576;&#1605;&#1575; &#1605;&#1614;&#1606;&#1606;&#1578;&#1614; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;&#1605; &#1581;&#1578;&#1609; &#1606;&#1603;&#1608;&#1606; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1593;&#1575;&#1585;&#1601;&#1610;&#1606; &#1608;&#1575;&#1604;&#1571;&#1574;&#1605;&#1577; &#1575;&#1604;&#1605;&#1580;&#1578;&#1607;&#1583;&#1610;&#1606; &#1573;&#1606;&#1603; &#1593;&#1604;&#1609; &#1603;&#1604; &#1588;&#1610;&#1569; &#1602;&#1583;&#1610;&#1585; &#1608;&#1576;&#1575;&#1604;&#1573;&#1580;&#1575;&#1576;&#1577; &#1580;&#1583;&#1610;&#1585;.

" Berhati-hatilah kamu dari menentang para ulama shufi. Dan sebaiknya bagi manusia sebisa mungkin untuk tidak menentang para ulama shufi, semoga Allah member manfaat kpeada kita dengan ma'rifat-ma'rifat mereka dan melimpahkan apa yang Allah limpahkan kepada orang-orang khususnya dengan perantara kecintaan kami pada mereka, menetapkan kita pada jalan pengikut mereka dan mencurahkan kita curahan-curahan ilmu ma'rifat mereka. Hendaknya manusia menyerahkan apa yang mereka lihat dari keadaan para ulama shufi dengan kemungkinan-kemungkinan baik yang dapat mengeluarkan mereka dari melakukan perbuatan haram.

Kami sungguh telah menyaksikan orang yang sangat menentang ulama shufi, mereka para penentang itu mendapatkan ujian dari Allah dengan pencabutan derajatnya, dan Allah menghilangkan curahan kelembutan-Nya dan rahasia-rahasia kehadiran-Nya. Kemudian Allah menimpakan para penentang itu dengan kehinaan dan kerendahan dan mengembalikan mereka pada derajat terendah. Allah telah menguji mereka dengan semua penyakit dan cobaan . Maka kami berlindung kepada-Mu ya Allah dari hantaman-hantaman yang kami tidak sanggup menahannya dan dari tuduhan-tuduhan yang membinasakan. Dan kami memohon agar Engkau menetapi kami jalan mereka yang kuat, dan Engkau anugerahkan kami apa yang telah Engkau anugerahkan pada mereka sehingga kami menjadi orang yang mengenal Allah dan imam yang mujtahid, sesungguhnya Engkau maha Mampu atas segala sesuatu dan maha layak untuk mengabulkan permohonan ". (Al-Fatawa Al-Haditsiyyah : 113, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami)

Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqalani berkata :

&#1608;&#1585;&#1608;&#1609; &#1575;&#1604;&#1582;&#1591;&#1610;&#1576; &#1576;&#1587;&#1606;&#1583; &#1589;&#1581;&#1610;&#1581; &#1571;&#1606; &#1575;&#1604;&#1573;&#1605;&#1575;&#1605; &#1571;&#1581;&#1605;&#1583; &#1587;&#1605;&#1593; &#1603;&#1604;&#1575;&#1605; &#1575;&#1604;&#1605;&#1581;&#1575;&#1587;&#1576;&#1610; &#1601;&#1602;&#1575;&#1604; &#1604;&#1576;&#1593;&#1590; &#1571;&#1589;&#1581;&#1575;&#1576;&#1607; &#1605;&#1575; &#1587;&#1605;&#1593;&#1578; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1581;&#1602;&#1575;&#1574;&#1602; &#1605;&#1579;&#1604; &#1603;&#1604;&#1575;&#1605; &#1607;&#1584;&#1575; &#1575;&#1604;&#1585;&#1580;&#1604; &#1608;&#1604;&#1575; &#1571;&#1585;&#1609; &#1604;&#1603; &#1589;&#1581;&#1576;&#1578;&#1607;&#1605; . &#1602;&#1604;&#1578; – &#1571;&#1610; &#1575;&#1604;&#1573;&#1605;&#1575;&#1605; &#1575;&#1576;&#1606; &#1581;&#1580;&#1585; – &#1573;&#1606;&#1605;&#1575; &#1606;&#1607;&#1575;&#1607; &#1593;&#1606; &#1589;&#1581;&#1576;&#1578;&#1607;&#1605; &#1604;&#1593;&#1604;&#1605;&#1607; &#1576;&#1602;&#1589;&#1608;&#1585;&#1607; &#1593;&#1606; &#1605;&#1602;&#1575;&#1605;&#1607;&#1605; &#1601;&#1573;&#1606;&#1607; &#1601;&#1610; &#1605;&#1602;&#1575;&#1605; &#1590;&#1610;&#1602; &#1604;&#1575; &#1610;&#1587;&#1604;&#1603;&#1607; &#1603;&#1604; &#1608;&#1575;&#1581;&#1583; &#1608;&#1610;&#1582;&#1575;&#1601; &#1593;&#1604;&#1609; &#1605;&#1606; &#1610;&#1587;&#1604;&#1603;&#1607; &#1571;&#1606; &#1604;&#1575; &#1610;&#1608;&#1601;&#1610;&#1607; &#1581;&#1602;&#1607;. &#1608;&#1602;&#1575;&#1604; &#1575;&#1604;&#1571;&#1587;&#1578;&#1575;&#1584; &#1571;&#1576;&#1608; &#1605;&#1606;&#1589;&#1608;&#1585; &#1575;&#1604;&#1576;&#1594;&#1583;&#1575;&#1583;&#1610; – &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1581;&#1575;&#1585;&#1579; &#1575;&#1604;&#1605;&#1581;&#1575;&#1587;&#1576;&#1610; – &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1591;&#1576;&#1602;&#1577; &#1575;&#1604;&#1571;&#1608;&#1604;&#1609; &#1605;&#1606; &#1571;&#1589;&#1581;&#1575;&#1576; &#1575;&#1604;&#1588;&#1575;&#1601;&#1593;&#1610; &#1603;&#1575;&#1606; &#1573;&#1605;&#1575;&#1605;&#1575; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1601;&#1602;&#1607; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1583;&#1610;&#1579; &#1608;&#1575;&#1604;&#1603;&#1604;&#1575;&#1605; &#1608;&#1603;&#1578;&#1576;&#1607; &#1601;&#1610; &#1607;&#1584;&#1607; &#1575;&#1604;&#1593;&#1604;&#1608;&#1605; &#1571;&#1589;&#1608;&#1604; &#1605;&#1606; &#1610;&#1589;&#1606;&#1601; &#1601;&#1610;&#1607;&#1575;

" Al-Khatib meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa imam Ahmad mendengar ucapan Al-Muhasibi, maka beliau berkata pada sahabat-sahabatnya " Aku belum pernah mendengar ucapan tentang hakikat-hakikat seperti ucapan al-Muhasibi ini dan aku berpendapat jangan engkau berteman dengan semisal al-Muhasibi. Aku (Ibnu Hajar) katakana : " Sesungguhnya imam Ahmad melarang untuk berteman dengan orang semisal al-Muhasibi , karena beliau mengetahui pendeknya maqam (kedudukannya) dibandingkan kedudukan mereka. Karena al-Muhasibi berada di dalam maqam dhiq (sempit) yang tidak mampu ditapaki oleh setiap orang dan dikhawatirkan bagi orang yang menapaki tidak bisa memenuhi haqnya. Ustadz Abul Manshur al-Baghdadi berkata " Dari al-Harits al-Muhasibi di dalam bab Tingkatan pertama dari pengikut Imam Syafi'i " Beliau al-Muhasibi adalah seorang imam di bidang ilmu fiqih, tasawwuf, hadits dan kalam. Dan kitab beliau di dalam ilmu ini merupakan ushul / sandaran bagi ulama yang mengarang kitab ilmu ". (Tahdzib at-Tahdzib juz 2 halaman : 117, karya imam Ibnu Hajar al-Asqalani)

Imam Nawawi Rahimahullah berkata :

&#1571;&#1589;&#1608;&#1604; &#1591;&#1585;&#1610;&#1602; &#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601; &#1582;&#1605;&#1587;&#1577;: &#1578;&#1602;&#1608;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1585; &#1608;&#1575;&#1604;&#1593;&#1604;&#1575;&#1606;&#1610;&#1577;. &#1575;&#1578;&#1576;&#1575;&#1593; &#1575;&#1604;&#1587;&#1606;&#1577; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1571;&#1602;&#1608;&#1575;&#1604; &#1608;&#1575;&#1604;&#1571;&#1601;&#1593;&#1575;&#1604;. &#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1593;&#1585;&#1575;&#1590; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1582;&#1604;&#1602; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1602;&#1576;&#1575;&#1604; &#1608;&#1575;&#1604;&#1573;&#1616;&#1583;&#1576;&#1575;&#1585;. &#1575;&#1604;&#1585;&#1590;&#1609; &#1593;&#1606; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1602;&#1604;&#1610;&#1604; &#1608;&#1575;&#1604;&#1603;&#1579;&#1610;&#1585;.&#1575;&#1604;&#1585;&#1580;&#1608;&#1593; &#1573;&#1616;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1585;&#1575;&#1569; &#1608;&#1575;&#1604;&#1590;&#1585;&#1575;&#1569;.

" Pokok-pokok metode ajaran tasawwuf ada lima : Taqwa kepada Allah di dalam sepi maupun ramai, mengikuti sunnah di dalam ucapan dan perbuatan, berpaling dari makhluk di dalam penghadapan maupun saat mundur, ridha kepada Allah dari pemberian-Nya baik sedikit ataupun banyak dan selalu kembali pada Allah saat suka maupun duka ". (Risalah Al-Maqoshid fit Tauhid wal Ibadah wa Ushulut Tasawwuf halaman : 20, Imam Nawawi)
Al-Imam Al-Hafidz Abu Nu'aim Al-Ashfihani berkata :

&#1571;&#1605;&#1575; &#1576;&#1593;&#1583; &#1571;&#1581;&#1587;&#1606; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1578;&#1608;&#1601;&#1610;&#1602;&#1603; &#1601;&#1602;&#1583; &#1575;&#1587;&#1578;&#1593;&#1606;&#1578; &#1576;&#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1593;&#1586; &#1608;&#1580;&#1604; &#1608;&#1571;&#1580;&#1576;&#1578;&#1603; &#1575;&#1604;&#1609; &#1605;&#1575; &#1575;&#1576;&#1578;&#1594;&#1610;&#1578; &#1605;&#1606; &#1580;&#1605;&#1593; &#1603;&#1578;&#1575;&#1576; &#1610;&#1578;&#1590;&#1605;&#1606; &#1571;&#1587;&#1575;&#1605;&#1610; &#1580;&#1605;&#1575;&#1593;&#1577; &#1608;&#1576;&#1593;&#1590; &#1571;&#1581;&#1575;&#1583;&#1610;&#1579;&#1607;&#1605; &#1608;&#1603;&#1604;&#1575;&#1605;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1571;&#1593;&#1604;&#1575;&#1605; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1581;&#1602;&#1602;&#1610;&#1606; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601;&#1577; &#1608;&#1571;&#1574;&#1605;&#1578;&#1607;&#1605; &#1608;&#1578;&#1585;&#1578;&#1610;&#1576; &#1591;&#1576;&#1602;&#1575;&#1578;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1606;&#1587;&#1575;&#1603; &#1605;&#1606; &#1602;&#1585;&#1606; &#1575;&#1604;&#1589;&#1581;&#1575;&#1576;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1575;&#1576;&#1593;&#1610;&#1606; &#1608;&#1578;&#1575;&#1576;&#1593;&#1610;&#1607;&#1605; &#1608;&#1605;&#1606; &#1576;&#1593;&#1583;&#1607;&#1605; &#1605;&#1605;&#1606; &#1593;&#1585;&#1601; &#1575;&#1604;&#1571;&#1583;&#1604;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1602;&#1575;&#1574;&#1602; &#1608;&#1576;&#1575;&#1588;&#1585; &#1575;&#1604;&#1571;&#1581;&#1608;&#1575;&#1604; &#1608;&#1575;&#1604;&#1591;&#1585;&#1575;&#1574;&#1602; &#1608;&#1587;&#1575;&#1603;&#1606; &#1575;&#1604;&#1585;&#1610;&#1575;&#1590; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1583;&#1575;&#1574;&#1602; &#1608;&#1601;&#1575;&#1585;&#1602; &#1575;&#1604;&#1593;&#1608;&#1575;&#1585;&#1590; &#1608;&#1575;&#1604;&#1593;&#1604;&#1575;&#1574;&#1602; &#1608;&#1578;&#1576;&#1585;&#1571; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1606;&#1591;&#1593;&#1610;&#1606; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1593;&#1605;&#1602;&#1610;&#1606; &#1608;&#1605;&#1606; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1583;&#1593;&#1575;&#1608;&#1609; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1587;&#1608;&#1601;&#1610;&#1606; &#1608;&#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1603;&#1587;&#1575;&#1604;&#1609; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1579;&#1576;&#1591;&#1610;&#1606; &#1575;&#1604;&#1605;&#1578;&#1588;&#1576;&#1607;&#1610;&#1606; &#1576;&#1607;&#1605; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1604;&#1576;&#1575;&#1587; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1602;&#1575;&#1604; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1582;&#1575;&#1604;&#1601;&#1610;&#1606; &#1604;&#1607;&#1605; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1593;&#1602;&#1610;&#1583;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1601;&#1593;&#1575;&#1604; &#1608;&#1584;&#1604;&#1603; &#1604;&#1605;&#1575; &#1576;&#1604;&#1594;&#1603; &#1605;&#1606; &#1576;&#1587;&#1591; &#1604;&#1587;&#1575;&#1606;&#1606;&#1575; &#1608;&#1604;&#1587;&#1575;&#1606; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1601;&#1602;&#1607; &#1608;&#1575;&#1604;&#1570;&#1579;&#1575;&#1585; &#1601;&#1610; &#1603;&#1604; &#1575;&#1604;&#1602;&#1591;&#1585; &#1608;&#1575;&#1604;&#1571;&#1605;&#1589;&#1575;&#1585; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1605;&#1606;&#1578;&#1587;&#1576;&#1610;&#1606; &#1573;&#1604;&#1610;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1601;&#1587;&#1602;&#1577; &#1575;&#1604;&#1601;&#1580;&#1575;&#1585; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1576;&#1575;&#1581;&#1610;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1604;&#1608;&#1604;&#1610;&#1577; &#1575;&#1604;&#1603;&#1601;&#1575;&#1585; &#1608;&#1604;&#1610;&#1587; &#1605;&#1575; &#1581;&#1604; &#1576;&#1575;&#1604;&#1603;&#1584;&#1576;&#1577; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1608;&#1602;&#1610;&#1593;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1573;&#1606;&#1603;&#1575;&#1585; &#1576;&#1602;&#1575;&#1583;&#1581; &#1601;&#1610; &#1605;&#1606;&#1602;&#1576;&#1577; &#1575;&#1604;&#1576;&#1585;&#1585;&#1577; &#1575;&#1604;&#1571;&#1582;&#1610;&#1575;&#1585; &#1608;&#1608;&#1575;&#1590;&#1593; &#1605;&#1606; &#1583;&#1585;&#1580;&#1577; &#1575;&#1604;&#1589;&#1601;&#1608;&#1577; &#1575;&#1604;&#1571;&#1576;&#1585;&#1575;&#1585; &#1576;&#1604; &#1601;&#1610; &#1573;&#1592;&#1607;&#1575;&#1585; &#1575;&#1604;&#1576;&#1585;&#1575;&#1569;&#1577; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1603;&#1584;&#1575;&#1576;&#1610;&#1606; , &#1608;&#1575;&#1604;&#1606;&#1603;&#1610;&#1585; &#1593;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1582;&#1608;&#1606;&#1577; &#1575;&#1604;&#1576;&#1575;&#1591;&#1604;&#1610;&#1606; &#1606;&#1586;&#1575;&#1607;&#1577; &#1604;&#1604;&#1589;&#1575;&#1583;&#1602;&#1610;&#1606; &#1608;&#1585;&#1601;&#1593;&#1577; &#1604;&#1604;&#1605;&#1578;&#1581;&#1602;&#1602;&#1610;&#1606; &#1608;&#1604;&#1608; &#1604;&#1605; &#1606;&#1603;&#1588;&#1601; &#1593;&#1606; &#1605;&#1582;&#1575;&#1586;&#1610; &#1575;&#1604;&#1605;&#1576;&#1591;&#1604;&#1610;&#1606; &#1608;&#1605;&#1587;&#1575;&#1608;&#1610;&#1607;&#1605; &#1583;&#1610;&#1575;&#1606;&#1577; , &#1604;&#1604;&#1586;&#1605;&#1606;&#1575; &#1573;&#1576;&#1575;&#1606;&#1578;&#1607;&#1575; &#1608;&#1573;&#1588;&#1575;&#1593;&#1578;&#1607;&#1575; &#1581;&#1605;&#1610;&#1577; &#1608;&#1589;&#1610;&#1575;&#1606;&#1577; , &#1573;&#1584; &#1604;&#1571;&#1587;&#1604;&#1575;&#1601;&#1606;&#1575; &#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601; &#1575;&#1604;&#1593;&#1604;&#1605; &#1575;&#1604;&#1605;&#1606;&#1588;&#1608;&#1585; &#1608;&#1575;&#1604;&#1589;&#1610;&#1578; &#1608;&#1575;&#1604;&#1584;&#1603;&#1585; &#1575;&#1604;&#1605;&#1588;&#1607;&#1608;&#1585;

" Selanjutnya, semoga Allah memperbagus taufiqmu, maka sungguh aku telah memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala dan menjawabmu atas apa yang engkau mau dari pengumpulan kitab yang mengandung nama-nama kelompok dan sebagian hadits dan ucapan mereka dari ulama hakikat dari orang-orang ahli tasawwuf, para imam dari mereka, penertiban tingkatan mereka dari orang-orang ahli ibadah sejak zaman sahabat, tabi'in dan tabi'it tabi'in dan setelahnya dari orang yang memahami dalil dan hakikat. Menjalankan hal ihwal serta thariqah, bertempat di taman (ketenangan) dan meninggalkan ketergantungan. Berlepas dari orang-orang yang berlebihan dan orang-orang yang mengaku-ngaku, orang-orang yang berandai-andai dan dari orang-orang yang malas yang menyerupai mereka di dalam pakaian dan ucapan dan bertentangan pada mereka di dalam aqidah dan perbuatan. Demikian itu ketika sampai padamu dari pemaparan lisan kami dan lisan ulama fiqih dan hadits di setiap daerah dan masa tentang orang-orang yang menisabatkan diri pada mereka adalah orang-orang fasiq, fajir, suka mudah berkata mubah dan halal lagi kufur. Bukanlah menghalalkan dengan kedustaan, umpatan dan pengingkaran dengan celaan di dalam manaqib orang-orang baik pilihan dan perendahan dari derajat orang-orang suci lagi baik, akan tetapi di dalam menampakkan pelepasan diri dari orang-orang pendusta dan pengingkaran atas orang-orang pengkhianat, bathil sebagai penyucian bagi orang-orang jujur dan keluhuran bagi orang-orang ahli hakikat. Seandainya kami tidak menyingkap kehinaan dan keburukan orang-orang yang mengingkari tasawwuf itu sebagai bagian dari agama, maka kami pasti akan menjelaskan dan mengupasnya sebagai penjagaan, karena salaf kami di dalam ilmu tasawwuf memiliki ilmu yang sudah tersebar dan nama yang masyhur ". (Muqoddimah Hilyah Al-Awliya, karya imam Al-Ashfihani)
Al-Imam Al-Kabir Al-Mufassir An-Nadzdzar Abi Al- muzdhaffar Al-Isfirayaini berkata :

&#1601;&#1610; &#1575;&#1604;&#1576;&#1575;&#1576; &#1575;&#1604;&#1582;&#1575;&#1605;&#1587; &#1593;&#1588;&#1585; : &#1601;&#1610; &#1576;&#1610;&#1575;&#1606; &#1575;&#1593;&#1578;&#1602;&#1575;&#1583; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1587;&#1606;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1580;&#1605;&#1575;&#1593;&#1577; &#1608;&#1576;&#1610;&#1575;&#1606; &#1605;&#1601;&#1575;&#1582;&#1585;&#1607;&#1605; &#1608;&#1605;&#1581;&#1575;&#1587;&#1606; &#1571;&#1581;&#1608;&#1575;&#1604;&#1607;&#1605; &#1608;&#1587;&#1575;&#1583;&#1587;&#1607;&#1575; : &#1593;&#1604;&#1605; &#1575;&#1604;&#1578;&#1589;&#1608;&#1601; &#1608;&#1575;&#1604;&#1573;&#1588;&#1575;&#1585;&#1575;&#1578; , &#1608;&#1605;&#1575; &#1604;&#1607;&#1605; &#1601;&#1610;&#1607;&#1575; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1583;&#1602;&#1575;&#1574;&#1602; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1602;&#1575;&#1574;&#1602; , &#1604;&#1605; &#1610;&#1603;&#1606; &#1602;&#1591; &#1604;&#1571;&#1581;&#1583; &#1605;&#1606; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1576;&#1583;&#1593;&#1577; &#1601;&#1610;&#1607; &#1581;&#1592; &#1576;&#1604; &#1603;&#1575;&#1606;&#1608;&#1575; &#1605;&#1581;&#1585;&#1608;&#1605;&#1610;&#1606; &#1605;&#1605;&#1575; &#1601;&#1610;&#1607; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1585;&#1575;&#1581;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1604;&#1575;&#1608;&#1577; , &#1608;&#1575;&#1604;&#1587;&#1603;&#1610;&#1606;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1591;&#1605;&#1571;&#1606;&#1610;&#1606;&#1577; &#1608;&#1602;&#1583; &#1584;&#1603;&#1585; &#1571;&#1576;&#1608; &#1593;&#1576;&#1583; &#1575;&#1604;&#1585;&#1581;&#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1587;&#1604;&#1605;&#1610; &#1605;&#1606; &#1605;&#1588;&#1575;&#1610;&#1582;&#1607;&#1605; &#1602;&#1585;&#1610;&#1576;&#1575; &#1605;&#1606; &#1571;&#1604;&#1601; &#1548; &#1608;&#1580;&#1605;&#1593; &#1573;&#1588;&#1575;&#1585;&#1575;&#1578;&#1607;&#1605; &#1608;&#1571;&#1581;&#1575;&#1583;&#1610;&#1579;&#1607;&#1605; &#1608;&#1604;&#1605; &#1610;&#1608;&#1580;&#1583; &#1601;&#1610; &#1580;&#1605;&#1604;&#1578;&#1607;&#1605; &#1602;&#1591; &#1605;&#1606; &#1610;&#1606;&#1587;&#1576; &#1573;&#1604;&#1609; &#1588;&#1610;&#1569; &#1605;&#1606; &#1576;&#1583;&#1593; &#1575;&#1604;&#1602;&#1583;&#1585;&#1610;&#1577; &#1608;&#1575;&#1604;&#1585;&#1608;&#1575;&#1601;&#1590; &#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1582;&#1608;&#1575;&#1585;&#1580; &#1548; &#1608;&#1603;&#1610;&#1601; &#1610;&#1578;&#1589;&#1608;&#1585; &#1601;&#1610;&#1607;&#1605; &#1605;&#1606; &#1607;&#1572;&#1604;&#1575;&#1569; &#1608;&#1603;&#1604;&#1575;&#1605;&#1607;&#1605; &#1610;&#1583;&#1608;&#1585; &#1593;&#1604;&#1609; &#1575;&#1604;&#1578;&#1587;&#1604;&#1610;&#1605; &#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1601;&#1608;&#1610;&#1590; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1576;&#1585;&#1610; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1606;&#1601;&#1587; &#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1608;&#1581;&#1610;&#1583; &#1576;&#1575;&#1604;&#1582;&#1604;&#1602; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1588;&#1610;&#1574;&#1577; &#1548; &#1608;&#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1576;&#1583;&#1593; &#1610;&#1606;&#1587;&#1576;&#1608;&#1606; &#1575;&#1604;&#1601;&#1593;&#1604; &#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1605;&#1588;&#1610;&#1574;&#1577; &#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1582;&#1604;&#1602; &#1548; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1602;&#1583;&#1610;&#1585; &#1573;&#1604;&#1609; &#1571;&#1606;&#1601;&#1587;&#1607;&#1605; &#1548; &#1608;&#1584;&#1604;&#1603; &#1576;&#1605;&#1593;&#1586;&#1604; &#1593;&#1605;&#1575; &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; &#1571;&#1607;&#1604; &#1575;&#1604;&#1581;&#1602;&#1575;&#1574;&#1602; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1578;&#1587;&#1604;&#1610;&#1605; &#1608;&#1575;&#1604;&#1578;&#1608;&#1581;&#1610;&#1583;

Di bab ke-15 : Tentang penjelasan aqidah Ahlus sunnah waljama'ah dan penjelasan kebanggaan serta kebaikan hal ihwal mereka. Fasal yang ke- 6 adalah : Ilmu Tasawwuf dan isyarat dan apa yang mereka miliki dari ilmu-ilmu yang lembut dan ilmu hakikat. Yang tidak akan mendapat bagian sedikitpun dari ilmu ini orang-orang ahli bid'ah bahkan mereka terhalang mendapatkan apa yang ada pada ulama tasawwuf dari ketenangan, manisnya ibadah, sakinah dan tuma'ninah. Abu Abdirrahman As-Salmi telah menyebutkan guru-guru mereka hampir mendekati seribu, mengumpulkan isyarat dan hadits mereka namun tak ditemukan satu pun dari mereka orang-orang ahli bid'ah seperti qodariyyah, rowafidh dan khowarij. Bagaimana bisa tergambar pada mereka padahal ucapan ahli tasawwuf berputar pada taslim, tawakkal dan berlepas dari diri. Dan bertauhid dengan akhlak dan keinginan. Sedangkan ahlul bid'ah menisbatkan perbuatan dan keinginan, akhlak dan pennetuan pada diri mereka. Hal ini bertentangan dengan ahli hakikat dari sifat taslim dan tauhid ". (At-Tabshir fiddin halaman : 164, karya imam al-Isfirayaini)

Wassalam

Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6. [Lintas Islam] Umar bin Khattab
Posted by: "Lintas Islam" born.rich70@gmail.com
Date: Wed Dec 28, 2011 11:04 pm ((PST))

Ringkasan: Sejarah dibengkokkan kepada kehendak manusia ketika dilaksanakan
dengan iman dan keteguhan. Umar RA adalah orang tersebut. Dia membengkokkan
sejarah sesuai kehendaknya, meninggalkan sebuah warisan yang oleh
generasi-generasi berikutnya dipandang sebagai model untuk ditiru. Dia
adalah salah satu penakluk terbesar, seorang administrator yang bijaksana,
seorang pemimpin yang adil, seorang pembangun monumental dan seorang yang
saleh yang mencintai Allah dengan intensitas yang sama dengan penakluk lain
sekalibernya dalam mencintai emas dan kekayaan. Nabi menanam benih Tauhid.
Pada tingkat yang paling mendasar, Tauhid berarti percaya pada satu Tuhan.
Dalam arti sejarah, ia dikonotasikan sebagai peradaban berfokus-Tuhan, di
mana semua usaha manusia diarahkan mencari keridhaan Ilahi. Abu Bakar RA,
dengan syafaat bijaksana pada momen bersejarah, memastikan bahwa benih itu
tidak turut binasa dengan kematian Nabi. Selama kekhalifahan Umar RA benih
itu tumbuh menjadi pohon yang mekar sepenuhnya dan membuahkan hasil. Umar
RA membentuk bangunan sejarah Islam dan Islam menjadi atau tidak menjadi
apa pun dalam abad-abad berikutnya terutama disebabkan oleh pekerjaan tokoh
sejarah ini. Memang, Umar RA adalah arsitek peradaban Islam.

Prestasi Umar bin Khattab RA adalah semuanya luar biasa mengingat bahwa ia
tidak memiliki keuntungan dari kelahiran, bangsawan atau kekayaan yang
dinikmati oleh beberapa sahabat lainnya. Ia lahir dalam suku Bani 'Adi,
sepupu miskin di antara Quraish. Dalam kata-katanya sendiri, sebelum ia
memeluk Islam, ia berada dalam berbagai waktu sebagai pedagang kecil dan
seorang gembala yang sering kehilangan domba-dombanya. Dari asal yang
sederhana seperti itu, ia bangkit untuk menggabungkan bersama sebuah
kerajaan yang lebih besar luasnya dari Roma dan Persia dan diatur dengan
kebijaksanaan Sulaiman dan dikelola dengan kebijaksanaan Yusuf.

Setelah terpilih menjadi khalifah, Umar RA dihadapkan langsung dengan
situasi geopolitik di Asia Barat. Jazirah Arab adalah padang pasir yang
luas, kecuali ujung barat dayanya dekat Najran dan Yaman, di mana pada saat
musim hujan membawa hujan dari Samudera Hindia dan menjadikan daerah
tersebut subur. Di sebelah utara, luasnya gurun ditandai oleh Sungai
Yordan, yang memisahkannya dari perbukitan Palestina dan Lebanon. Di
sebelah timur, batas-batasnya ditandai oleh Efrat. Daerah antara Sungai
Eufrat dan Tigris disebut Jazirah (pulau). Daerah ini, yang dikenal di
zaman kuno sebagai Mesopotamia, disebut Irak e Arab di periode awal Islam.
Air dari dua sungai mengairi daerah ini dan menjadikan tempat lahirnya
peradaban. Sebelah timur Sungai Tigris, tanah naik secara bertahap ke
Dataran Tinggi Persia menuju jantung Fars kuno. Orang Arab menyebut daerah
ini Irak e Ajam dan termasuk daerah berbahasa Farsi (Persia) Khuzistan,
Hamadan, Fars, Persepolis, Isfahan, Azerbaijan, Khurasan, Makran dan
Baluchistan.

Kekaisaran Persia dan Bizantium memegang keseimbangan kekuasaan di kawasan
itu dengan Sungai Efrat sebagai pemisah sejarah antara daerah pengaruh
mereka masing-masing. Persia juga menguasai Yaman dan wilayah sepanjang
utara Laut Merah ke Mekkah dan Madinah. Munculnya Islam dan penyatuan Arab
mengubah keseimbangan kekuasaan itu. Ini adalah situasi yang tidak bisa
diabaikan Byzantium maupun Persia. Khisra, kaisar Persia, tercatat pernah
memerintahkan serangan terhadap Madinah. Bizantium telah menyerang di
perbatasan utara dan membunuh jenderal Muslim Zaid bin Haris (632).
Bentrokan perbatasan telah dimulai pada masa kekhalifahan Abu Bakar RA
antara negara Islam yang baru lahir dan dua adikuasa. Kemenangan Umar RA
atas kerajaan besar Persia dan Bizantium dalam rentang singkat sepuluh
tahun adalah salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah militer.

Kemenangan Muslim yang sangat cepat didorong oleh misi yang ditanamkan oleh
Islam. Ini adalah karena iman. Iman Muslim mendiktekan bahwa manusia
dilahirkan merdeka dan terikat hanya pada transendensi ke Allah. Peradaban
Islam adalah berpusat-Allah dan misinya adalah untuk membentuk pola Ilahi
di atas bumi ini. Dari perspektif ini, setiap sistem sosial atau politik
yang dipaksakan untuk tunduk kepada penguasa yang zalim atau kekaisaran
yang menindas berlawanan dengan transendensi ini dan pantas ditantang.

Ketika Umar RA menjadi khalifah, kampanye di Suriah sedang berlangsung.
Pertempuran Yarmuk (636) telah mematahkan perlawanan Bizantium tetapi
Palestina belum tenang. Umar RA memerintahkan Amr bin al As untuk
melanjutkan dari Yarmuk ke Yerusalem. Karena perlawanan itu sia-sia,
Patriark Yerusalem menawarkan untuk memberikan kunci kota tetapi Khalifah
sendiri yang harus datang untuk menerima mereka. Ketika Khalifah mendengar
hal ini, ia menunjuk Ali bin Abu Thalib Kwh untuk bertindak sebagai
Khalifah dan berangkat ke utara dari Madinah. Umar bin Khattab RA sekarang
Khalifah dari semua wilayah Arab dan sekitarnya. Dia bisa saja bepergian
sebagai seorang penakluk dalam kemegahan dan kemewahan. Tetapi dia, seperti
para sahabat lainnya, telah menerima pelatihan dari Nabi Muhammad SAW.
Kerajaan mereka adalah kerajaan langit dan bukan kerajaan bumi. Mereka
memegang kunci harta bumi tetapi hanya sebagai Pengemban Amanat Ilahi
sebagai hamba Allah. Umar RA melakukan perjalanan ke utara dengan satu unta
dan seorang pembantu, bergantian dengannya naik ke atas unta. Saat ia
mendekati Yerusalem, begitu kejadiannya, pembantu itu berada di atas unta
dan Khalifah berjalan bersamanya. Para penguasa Yerusalem berpikir bahwa
pengendara unta adalah Khalifah dan orang yang berjalan kaki itu, di dalam
pakaian yang ditambal, adalah hambanya. Mereka menawarkan pemberhentian
untuk pengendara. Ketika para komandan muslim menyapa Khalifah yang
sebenarnya, penguasa Yerusalem terkejut dan sujud dalam kekaguman.

Umar RA memperlakukan orang-orang yang ditaklukkan dengan keluhuran budi
yang tak tertandingi. Dokumen kapitulasi yang ditandatangani dengan
orang-orang Kristen atas kejatuhan Yerusalem memberikan sebuah contoh:

"Ini adalah keselamatan yang diberikan oleh seorang hamba Allah, pemimpin
umat beriman, Umar bin Khattab RA kepada masyarakat Ilia. Keamanan ini
adalah untuk hidup, properti, gereja, dan salib mereka, untuk yang sehat
dan yang sakit dan untuk mereka semua yang seagama dengan mereka. Gereja
mereka tidak akan digunakan sebagai tempat tinggal atau dihancurkan. Tidak
ada kerusakan yang akan dilakukan atas gereja-gereja mereka atau
batas-batas mereka. Tidak akan ada penurunan salib atau kekayaan mereka.
Tidak akan ada pemaksaan dalam agama dan tidak pula mereka akan dirugikan."

Dokumen ini berbicara untuk dirinya sendiri. Tentara Muslim berjuang untuk
kebebasan beribadah, bukan untuk mengubah agama. Mereka menganggap misi
mereka di bumi adalah untuk membebaskan manusia dari penindasan,
eksploitasi dan penyalahgunaan. Orang-orang yang ditaklukkan dianggap
sebagai zhimmi (dari dhimana, yang berarti kepercayaan atau tanggung
jawab). Mereka dianggap sebagai sebuah amanah dan tidak dilanggar seperti
yang terjadi berkali-kali dalam sejarah. Umar RA tinggal selama beberapa
hari di Jerusalem dan setelah memeriksa posisi tentara di Suriah, beliau
kembali ke Madinah.

Bizantium mencoba untuk berkumpul kembali di Mesir dan menggunakannya
sebagai dasar untuk memulihkan Suriah. Pada tahun 641, Umar RA mengirimkan
sebuah ekspedisi di bawah pimpinan Amr bin al As ke Alexandria. Para Koptik
netral dalam uji kekuatan ini antara Bizantium dan Muslim. Alexandria jatuh
dan tentara Muslim terus maju sejauh Tripoli di Libya.

Sementara itu, front timur dengan Persia sedang aktif. Persia tidak
menganggap ringan kerugian mereka di daerah perbatasan barat Sungai Efrat.
Mereka mereorganisasi, menempatkan pertahanan barat mereka di bawah
Jenderal Khisrani terkenal Rustam dan memperkuatnya dengan pelayanan dari
dua perwira handal, Narsi dan Jaban. Penarikan Khalid bin Walid dari front
Irak ke Suriah telah melemahkan pertahanan Muslim. Jadi, Al Muthannah pergi
ke Madinah dan mencari tentara tambahan. Khalifah Umar RA mengizinkannya
untuk menambah tentara baru, yang memungkinkan untuk pertama kalinya
perekrutan tentara dari suku-suku Arab yang pada satu waktu pernah murtad.

Abu Obaid Saqafi dipilih untuk memimpin tentara baru. Pertempuran segera
dimulai antara kekuatan yang berlawanan. Abu Obaid bertemu dengan perwira
Persia Jaban pada Pertempuran Namaraq dan mengalahkannya. Ia melanjutkan
kemenangannya atas Narsi di Pertempuran Maqatia. Tanpa gentar, komandan
Persia Rustam mengirim pasukan barunya di bawah Syah Mardan dan diperkuat
dengan seratus gajah perang. Orang Arab tidak memiliki pengalaman bertempur
melawan pasukan gajah. Dalam pertempuran berikutnya, Abu Obaid
terinjak-injak di bawah salah satu gajah dan pasukan Arab mundur kembali
melintasi Sungai Efrat.

Sekarang sudah jelas bahwa apa yang dimulai sebagai perang perbatasan telah
menjadi uji kekuatan antara Muslim dan Kekaisaran Persia. Umar RA
menyelenggarakan pertemuan dengan semua bangsawan Arab untuk berkonsultasi
dan menawarkan untuk secara pribadi memimpin kampanye ke Persia. Namun,
atas nasihat dari Ali bin Abu Thalib Kwh, khalifah memilih Sa'ad bin Waqqas
untuk memimpin 20.000 tentara menuju Persia.

Sa'ad bin Waqqas adalah seorang sahabat Nabi dan veteran Perang Badar.
Termasuk di antara mereka yang memulai misi tujuh puluh sahabat Nabi yang
bertempur di Perang Badar. Dimasukkannya sahabat Badar meningkatkan
semangat umat Islam pada puncaknya. Bahkan beberapa dari suku Kristen di
daerah perbatasan menawarkan diri untuk mendukung tentara Muslim. Di sisi
berlawanan, Jenderal Persia Rustam mengepalai 50.000 tentara berpengalaman.

Sebagaimana diarahkan oleh Khalifah, Sa'ad bin Waqqas mengirim misi
perdamaian ke Rustam dipimpin oleh Mutsannah bin Harits. Rustam, menyadari
motivasi dari tentara Arab, mengarahkan delegasi Arab ke Kaisar Yazdgard.
Kaisar Persia menerima Muslim dengan keangkuhan dan menawarkan mereka harta
yang banyak asalkan mereka kembali ke tanah air mereka. Dalam jawabannya,
Muthannah bin Harits menawarkan tiga pilihan kepada Kaisar. Pertama,
menerima penyerahan diri kepada Allah, menjadi seorang Muslim dan seorang
saudara dalam iman. Kedua, menerima perlindungan dari negara Islam dan
membayar jizyah. Ketiga, jika dua yang pertama tidak dapat diterima, hadapi
perang. Kaisar marah dengan saran ini, mengatakan kepada mereka bahwa dia
akan mendapatkan mereka tewas bila mereka tidak sedang dalam misi
perdamaian dan mengirim mereka kembali dengan segenggam debu dari tanah
Persia, mengingatkan bahwa orang Arab tidak akan mendapatkan lebih dari
sejumlah debu yang hina dari Persia.

Perang tak terelakkan dan sangkakala telah ditiupkan. Pada saat itu, Rustam
membuat kesalahan taktis. Para prajurit Persia mengenakan baju besi yang
berat, tidak cocok untuk perang di padang pasir. Orang-orang Arab, di sisi
lain, tidak memiliki baju besi dan terbiasa berperang di padang pasir.
Melawan penilaiannya sendiri yang lebih baik, Rustam memilih untuk
mendatangi konfrontasi di dataran Qadasia di padang pasir, sekitar empat
puluh mil dari Efrat. Panas gurun melemahkan kekuatan tentara Persia di
dalam baju besi yang berat. Pada pertempuran awal, gajah-gajah tentara
Persia menimbulkan kesulitan besar bagi para pejuang muslim. Selama dua
hari, pertempuran terus berlangsung dan tidak ada kepastian. Pada hari
ketiga roda keberuntungan berubah ketika tentara Arab, berusaha untuk
menetralisir gajah, menembak panah yang tajam ke mata mereka. Gajah-gajah
yang terluka berbalik dan berpencaran, menginjak-injak pasukan mereka
sendiri. Rustam bertempur dengan gagah berani, namun terbunuh dalam
pertempuran.

Pertempuran Qadasia (637) adalah salah satu titik balik dalam sejarah
dunia. Ini menandai berakhirnya Kekaisaran Persia dan awal Kekaisaran
Islam. Persia menjadi bagian dari dunia Islam dan selama seribu empat ratus
tahun telah menjadi wilayah yang penting dalam urusan muslim.

Dari Qadasia, Sa'ad bin Waqqas bergerak maju ke kota Alkitab tua Babel,
yang hanya memberikan perlawanan yang lemah. Kota-kota Kosi dan Babrasyir
mengikuti. Madayen, ibukota Kekaisaran Persia, sekarang dalam jarak yang
sangat dekat. Sebagian besar tentara Persia telah tewas dalam Pertempuran
Qadasia. Yazdgard mencoba untuk memperlambat kemajuan tentara Arab dengan
menghancurkan jembatan yang menghubungkan sisi barat Sungai Tigris ke
Madayen. Taktik ini, bagaimanapun, terbukti sia-sia. Orang-orang Arab
mengendarai kuda mereka melintasi sungai, menyeberang ke sisi lain sungai
dan Madayen jatuh pada tahun 637. Harta ibukota Persia kini berada di
tangan Muslim. Jumlah tak terhitung dari emas, perak, perhiasan, karpet dan
artefak diambil dan diangkut ke Madinah. Termasuk dalam rampasan perang
adalah gajah yang membangkitkan rasa ingin tahu yang sangat di kalangan
wanita di Madinah.

Yazdgard meninggalkan Madayen ke arah Merv, di timur laut Persia. Menyadari
bahwa perang dengan Muslim itu tidak hanya pertempuran kecil tetapi invasi
skala penuh, ia meminta semua orang Persia dan sekutu mereka untuk membela
Persia. Tentara besar sebanyak 150.000 orang dibentuk dan berada di bawah
perintah Mardan Syah yang sudah melihat aksi melawan Arab sebelumnya pada
Pertempuran Efrat. Untuk menginspirasi Persia, Mardan Syah menyematkan
durafsh, lambang nasional Persia. Gubernur Kufah, Ammar bin Yassir mengirim
informasi ini kepada khalifah dan meminta pasukan tambahan. Umar RA
mengirim korps 30.000 orang di bawah komando Numan bin Muquran. Pembicaraan
damai terbukti sia-sia dan dua tentara bertemu di Pertempuran Nahawand.
Dalam pertempuran awal, Nu'man bin Muquran terluka parah tetapi komandan
Muslim terus merahasiakan fakta ini dari kawan maupun lawan. Menjelang
akhir hari pertama, garis musuh dapat dipatahkan dan Muslim menang. Numan
tidak dapat bertahan dari luka-lukanya dan meninggal malam itu.

Perlawanan Persia terus berlanjut dari provinsi-provinsi timur. Yazdgard
mengambil bagian di Merv dan mengomandani sendiri pasukannya. Menyadari
bahwa musuh yang terluka adalah musuh yang berbahaya, Khalifah Umar RA
memutuskan untuk mengakhiri semua perlawanan Persia. Dari Nahawand, tentara
Arab berpencar, dan mengadakan serangan dari berbagai arah terhadap kubu
pertahanan Persia. Abi al Aas memenangkan Persepolis. Aasim ibn Amr
mendapatkan Sistan. Hakam bin Umair menaklukkan Makran dan Baluchistan.
Azerbaijan jatuh ke tangan Uthba bin Farqad. Abdullah bin Buqair
memenangkan Armenia. Sebuah kontingen di bawah pimpinan Ahnaf bin Qais
berbaris menuju Khorasan. Pada tahun 650, Kekaisaran Persia sepenuhnya
berada di bawah kendali tentara Arab. Yazdgard melarikan diri dari Persia
dan meninggal di pengasingan.

Dalam satu dekade setelah pemilihan Umar bin al Khattab RA sebagai
khalifah, peta Asia Barat dan Afrika Utara telah berubah. Madinah sekarang
adalah ibukota kekaisaran terbesar di dunia, membentang dari Tripoli di
Afrika Utara ke Samarqand di Asia Tengah. Kerajaan ini diperintah bukan
oleh seorang raja atau seorang jenderal, tetapi oleh sebuah aqidah
revolusioner: "Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya".
Khalifah itu tidak lebih dari seorang hamba Allah, dan penjaga Hukum Ilahi.

Ketika Khalifah Umar RA diberitahu kemenangan atas Persia, ia pergi ke
masjid di Madinah dan berpidato kepada orang-orang:

"Wahai orang-orang beriman! Persia telah kehilangan kerajaan mereka. Mereka
tidak dapat membahayakan kita lagi. Allah telah membuat kalian mewarisi
negara mereka, properti-properti mereka dan kekayaan mereka, sehingga Dia
mungkin menguji kalian. Oleh karena itu, kalian harus tidak mengubah jalan
kalian. Jika tidak, Allah akan mendatangkan bangsa lain untuk menggantikan
tempat kalian. Aku merasakan kekhawatiran terhadap masyarakat kita dari
orang-orang kita sendiri ".

Ini adalah kata-kata nubuwah. Sebagaimana akan kita lihat di
artikel-artikel lain, kekayaan Persia telah mengubah jalan beberapa orang
di Madinah dan menyebabkan perang saudara yang merobek masyarakat Islam
menjadi terpisah-pisah.

Umar RA adalah seorang administrator yang hebat. Dia mendirikan sebuah
dewan Syura (konsultasi) dan meminta nasihat mengenai masalah-masalah
negara. Ia membagi-bagi kekaisaran yang berjauhan ke sebuah propinsi
Mekkah, Madinah, Suriah, Jazira (daerah subur antara Sungai Tigris dan
Efrat di Irak), Basrah, Khurasan, Azerbaijan, Persia dan Mesir. Seorang
gubernur, bertanggung jawab kepada khalifah, ditunjuk untuk tiap-tiap
provinsi. Tanggung jawab dan batas-batas wewenang masing-masing gubernur
secara jelas didefinisikan. Gubernur yang menggunakan kantor mereka untuk
memperkaya diri dihukum berat. Eksekutif dan yudikatif dipisahkan dan
qadi-qadi ditunjuk untuk mengelola keadilan.

Khalifah Umar RA memiliki pikiran terbuka untuk menerima dan mengadopsi apa
yang baik di peradaban lain. Bila dapat diaplikasikan, ia belajar dari
mereka dan mengadopsi teknologi dan praktik administrasi dari orang-orang
yang ditaklukkan. Kincir angin digunakan secara luas di Persia pada waktu
itu dan Umar RA memerintahkan pembangunan kincir angin di beberapa kota
Arab, termasuk Madinah. Ketika Abu Hurairah kembali dengan ghanimah
(rampasan perang) yang besar dari Bahrain, ada perbedaan pendapat di antara
orang-orang Madinah mengenai bagaimana cara untuk membaginya. Khalid bin
Walid, mengamati perbedaan, menyarankan kepada Khalifah agar sebuah
departemen dokumentasi dibentuk di Madinah mirip dengan yang ia lihat di
Persia. Khalifah Umar RA bertanya tentang praktik tersebut di Persia dan
setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan bahwa ia memang dapat
diaplikasikan pada kekhalifahan, memerintahkan untuk dibentuk departemen
dokumentasi. Karena sebagian besar orang Arab buta huruf, ia mempekerjakan
ahli-ahli panitera Persia untuk mengelola departemen baru ini. Ahli-ahli
Panitera mendokumentasikan setiap item ghanimah dan haknya atas
masing-masing, sehingga khalifah bisa membagikan secara adil kepada yang
berhak. Kemudian, departemen diperluas untuk mendokumentasikan semua
transaksi kas dan tentara. Mengikuti contoh dari Umar bin Khattab RA,
penyusunan dan pemeliharaan dokumentasi menjadi profesi yang terhormat di
kalangan umat Islam, dan khalifah dan juga sultan-sultan, diturunkan kepada
Ottoman di zaman modern, tradisi ini tetap hidup.

Adalah selama kekhalifahan Umar RA bahwa yurisprudensi Islam dan
metodologinya yang didasarkan pada Al-Qur'an, Sunnah, ijma dan qiyas
sepenuhnya didirikan. Dengan peraturan Umar RA, yang mencerminkan konsensus
(ijma) para sahabat, memberikan landasan bagi mazhab Fiqh Maliki yang
muncul seratus tahun kemudian.

Militer diorganisasikan secara profesional. Tentara-tentara dibayar dan
barak-barak pertahanan dibentuk di Madinah, Kufah, Basrah, Mosul, Fustat
(Kairo), Damaskus, Edesa dan Yordania. Keuangan, akuntansi, perpajakan dan
departemen keuangan diorganisasikan dengan tanggung jawab penuh. Polisi,
penjara dan unit pos dibentuk.

Tanah disurvei dan pertanian didorong. Kanal-kanal lama digali dan yang
baru dibangun. Sebagian besar daratan dijadikan budidaya pertanian.
Jalan-jalan ditata dan secara teratur dipatroli. Seorang wisatawan bisa
bergerak dengan aman sepanjang jalan dari Mesir ke Khorasan di Asia Tengah.

Wilayah yang luas dari Asia Barat dan Afrika Utara direkatkan menjadi zona
perdagangan bebas. Perdagangan menghasilkan kemakmuran. Pendidikan didorong
dan guru dibayar. Studi Al-Qur'an, Hadis, bahasa, sastra, menulis dan
kaligrafi mendapatkan perlindungan. Umar RA sendiri adalah seorang penyair
yang bereputasi dan seorang orator yang handal. Lebih dari 4.000 masjid
dibangun selama kekhalifahan Umar RA.

Teknologi seperti pembangunan kincir angin didorong. Jembatan tua dan
jalan-jalan diperbaiki dan dibangun yang baru. Sebuah sensus penduduk
dilakukan mengambil contoh dari Cina pada jaman dinasti Tang. Dan adalah
Umar RA yang memulai kalender Islam yang didasarkan pada Hijrah Nabi.

Diriwayatkan bahwa Umar RA menangis ketika ayat berikut dalam Al Qur'an
diturunkan kepada Nabi: "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada
langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat
itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu
oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,"(Al
Qur'an, 33:72). Umar RA memahami bahwa amanah yang dimaksud di sini adalah
kehendak bebas manusia. Manusia, yang mabuk dengan cinta kepada Allah,
menerima amanah ini, sementara semua ciptaan lainnya menolak. Ketika
kehendak bebas manusia dilaksanakan dengan cara yang layak bagi kemuliaan
manusia, ia mengangkatnya ke posisi yang lebih tinggi dari malaikat.
Manusia memiliki kendali atas takdir, untuk menyadari sifat luhurnya
sendiri, dalam hubungannya dengan urusan manusia. Ketika kebebasan
disalahgunakan, ia menurunkan manusia menjadi makhluk yang paling celaka.
Tidak ada orang yang memahami hal ini lebih baik dari Umar RA dan sedikit
dari sahabat sejak Nabi membawa kepercayaan ini dengan penuh kebijaksanaan,
kerendahan hati, tekad, ketekunan, sensitivitas, dan keberanian. Diukur
dengan tolok ukur apapun, Umar RA adalah salah satu tokoh terbesar dalam
sejarah manusia.

Umar bin Khattab RA meletakkan dasar peradaban Islam. Ia adalah tokoh
sejarah yang melembagakan Islam dan menentukan cara di mana Muslim
berhubungan dengan satu sama lain dan dengan non-Muslim dan akan berjuang
untuk memenuhi misi tauhid di bumi.

Ironisnya, lelaki keadilan ini dibunuh akibat vonis yang ia berikan di
dalam kasus perdata yang dibawa ke hadapannya. Salah satu sahabat, Mughira
bin Sho'ba, menyewakan sebuah rumah kepada seorang tukang kayu Persia
bernama Abu Lulu Feroze. Sewanya adalah dua dirham sehari, suatu jumlah
yang Abu Lulu rasa terlalu tinggi. Dia mengeluh kepada Khalifah Umar RA
yang mengumpulkan semua fakta, mendengarkan kedua belah pihak dan
memberikan penilaian bahwa sewa itu adil. Ini insiden yang tampaknya kecil
yang menyebabkan salah satu gejolak terbesar dalam sejarah Islam. Abu Lulu
begitu putus asa dengan vonis tersebut sehingga ia memutuskan untuk
mengambil nyawa Khalifah. Keesokan paginya, ketika Umar RA muncul di masjid
untuk memimpin shalat, Abu Lulu bersembunyi di pojok, pedang bermata duanya
disembunyikan di bawah jubah panjang. Ketika khalifah berdiri di depan
jamaah membaca Al Qur'an, Abu Lulu melompat ke arahya dan menusukkan pedang
bermata dua ke dalam perut Khalifah. Pendarahan internal tidak dapat
dihentikan dan Umar RA, benteng dari komunitas orang beriman, meninggal
pada hari berikutnya. Saat itu tahun 645.


Disumbangkan oleh Prof Dr Nazeer Ahmed, PhD

Temukan artikel lainnya di http://www.lintas-islam.blogspot.com

Untuk bergabung dengan group Lintas Islam, click
http://groups.yahoo.com/group/lintas-islam/join; atau kirim email kosong ke
alamat: lintas-islam-subscribe@yahoogroups.com

--
Posting oleh Lintas Islam ke Lintas Islam pada 12/29/2011 07:45:00 AM


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
7. Inilah Para Penguasa Indonesia Sesungguhnya
Posted by: "wirawan" wirawan.smg@gmail.com wirawan_smg
Date: Wed Dec 28, 2011 11:04 pm ((PST))

Inilah Para Penguasa Indonesia Sesungguhnya

Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Sebuah film dokumenter yang menggambarkan para penguasa Indonesia
sebenarnya. Wajib ditonton setiap orang.

Indonesia telah 'merdeka' selama 66 tahun. Tapi, negeri yang kaya raya ini,
kini tak lebih dari negeri budak-bayaran dan pengemis. Kemiskinan semakin
merajalela. Kekayaan alam semakin terkuras. Kemanakah gerangan kakayaan
alam kita ini?

Di balik slogan 'pembangunan' yang selalu didengungkan, dan globalisasi
yang dipuja-puji, kenyataannya adalah proses pemiskinan secara global.
Rakyat Indonesia, sebagaimana rakyat negeri meskin lainnya, dicengkeram
debtorship. Kekayaan alam terus dijarah, sementara rakyat dimiskinkan dalam
jeratan utang. Dan utang ini dijadikan alat untuk lebih jauh lagi mendikte
dan menjajah bangsa 'merdeka' ini.

Siapa saja para penguasa Indonesia yang sebenarnya? Di mana peran IMF dan
Bank Dunia? Bagaimana mereka menjarah kekayaan kita? Apa posisi politik
Jenderal Soeharto, Presiden RI ke-2? Adakah keterlibatan CIA? Bagaimana
dengan pemerintahan Inggris? Dan bagaimana kait mengaitnya dengan situasi
sosial politik dan ekonomi kita saat ini? Semuanya terpaparkan dengan cukup
jelas di sini.

Inilah film dokumentasi yang wajib ditonton oleh setiap warga Indonesia.
Dibuat pada tahun 2002, film ini bukan saja masih sangat penting ditonton,
tetapi semakin relevan. Film ini dibuat oleh John Pilger, wartawan
investigatif Australia yang kini mukim di London, judulnya adalah Penguasa
Baru Dunia. Selain melalui penyajian gambar yang pengambilannya dilakukan
secara tersembunyi, karya John Pilger ini juga dilengkapi dengan wawancara
sejumlah nara sumber yang sangat dapat dipercaya. Termasuk para pejabat
tinggi IMF dan Bank Dunia, selain akademisi seperti Jeffrey Winter, dan
aktivis buruh Dita Indah Sari.

Film dokumentasi ini bisa dilihat lewat youtube, dengan *sub-title* dalam
bahasa Indonesia, dan dibagi dalam enam bagian. Durasi total film ini
adalah sekitar 53 menit. Lengkapnya link film ini, secara berurutan dari
bagian 1- bagian 6, adalah sebagai berikut:

http://www.youtube.com/watch?v=5Gd8TFEmgSs&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=BDgYTWxyeNQ&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=X-60-j66AtI&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=TKUwOV1ua9A&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=LBCEGFCOBSg&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=KTAC2cSR43c&feature=related

Selamat menyaksikan. Selanjutnya? Kembali gunakan dinar emas dan dirham
perak untuk zakat dan muamalah dengan demikian kita akan mulai terbebas
dari penguasa semu dan kembali mengabdi kepada penguasa sejati, Allah
subhanahu wa ta'ala
*Dibaca : 4325 kali

http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Inilah.Para.Penguasa.Indonesia.Sesungguhnya/1039/id
*


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
8. Deradikalisasi = Deislamisasi
Posted by: "wirawan" wirawan.smg@gmail.com wirawan_smg
Date: Wed Dec 28, 2011 11:05 pm ((PST))

http://rdsfmsolo.com/deradikalisasi-deislamisasi.html

Deradikalisasi = Deislamisasi

Upaya deradikalisasi yang dilakukan BNPT, sejatinya adalah upaya
de-Islamisasi. Yakni upaya mereduksi ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga
umat Islam tidak punya identitas keIslaman yang kuat. Ajaran seperti Jihad,
kini mulai dikampanyekan BNPT sebagai ajaran kekerasan, yang tidak sesuai
dengan konsep Islam rahmatan lil 'alamin. Bagaimana sebenarnya upaya
Deradikalisasi menurut pendapat para tokoh Islam di Indonesia? Simak
penelusuran tim RDS review kali ini, yang kami beri tajuk Deradikalisasi =
Deislamisasi

http://rdsfmsolo.com/deradikalisasi-deislamisasi.html


[Non-text portions of this message have been removed]


Messages in this topic (1)

===


Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Layanan pembuatan website mulai 2 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar

Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.400/orang di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
syiar-islam-normal@yahoogroups.com
syiar-islam-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
syiar-islam-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------

0 komentar: