[syiar-islam] Digest Number 3366

Jumat, 25 Mei 2012

There are 13 messages in this issue.

Topics in this digest:

1. Sedekah di Jalan Allah
From: A Nizami

2a. Kunjungi www.kautsar.co.id
From: Handono Adi Sulistyo

3. mohon ijin broadcast (Info Pembangunan Ponpes Yadin)
From: dwiepur_oke

4. Selalu Optimis dan Bersykur dalam Kondisi Apapun
From: Abu Nayla

5. PENGERTIAN FATWA MENURUT YUSUF AL QARDAWI
From: amri el wahab

6. Bagaikan satu tubuh
From: ZonJonggol

7. Minyak wangi beralkohol
From: Firman A

8. dzikir dan tabligh akbar malam Isra' Mi'raj di Monas 16 Juni 2012 ja
From: Nugroho Laison

9. Mencintai Rasul dan para sahabatnya..
From: Salman Media

10. Bernyanyi Saja Dapat Cegah Kepikunan, Apalagi Ngaji!
From: Nugroho Laison

11. Amar Ma'ruf Nahi Munkar
From: nugon19

12. potret Syiah di masa lalu dan Salafi Modern di Indonesia
From: Nugroho Laison

13. Hukum mencela sahabat Nabi Muhammad s.a.w
From: Nugroho Laison


Messages
________________________________________________________________________
1. Sedekah di Jalan Allah
Posted by: "A Nizami" nizaminz@yahoo.com nizaminz
Date: Thu May 24, 2012 7:01 pm ((PDT))

Assalamu'alaikum wr wb,

Sedekah di Jalan Allah
Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bersedekah di jalan Allah:
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah 195]
Allah menjanjikan jalan yang mudah/surga bagi orang yang memberikan hartanya di jalan Allah:
“Allah  Ta’ala berfirman, ”Adapun orang yang memberikan hartanya  di  jalan Allah dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik  syurga  maka  Kami  kelak  akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “. [Al Lail  5-8]
Sesungguhnya orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah mendapat balasan berlipat ganda:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 261]
“Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [At Taubah 121]
Orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya lebih tinggi derajadnya daripada orang yang duduk/diam saja:
“Yaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” [Ash Shaff 11]
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” [An Nisaa' 95]
Dalam surat Al Maa’uun, Allah menyebut orang yang tidak mau sedekah untuk membantu fakir miskin sebagai pendusta agama meski mereka rajin shalat.
Tanpa bersedekah, kita tidak akan mendapat pahala:
“Kamu sekalian tidak akan memperoleh kebaikan (pahala), kecuali menafkahkan (memberikan) apa yang kalian cintai” [Ali Imran 92]
”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” ” [Al Baqarah 276]
Di antara rahasia dan keutamaan orang yang rajin bersedekah, yaitu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis,
“Orang yang pemurah itu dekat dari Allah, dekat dari manusia, dekat dari surga dan jauh dari neraka. Adapun orang yang kikir, maka jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat kepada neraka (siksaan Allah). ” (H.R. Tirmidzi clan Baihaqi)
“Sesungguhnya shadaqah itu dapat memadamkan murka Allah dan dapat menolak cara mati yang buruk. ” (H.R. Tirmidzi, lbnu Hibban, lbnu ‘Adi, clan Baihaqi)
Hadits di atas cukup jelas menggambarkan keutamaan sedekah. Jika kita tidak sedekah, Allah bisa murka kepada kita dan kita bisa mati dalam keadaan su’ul khotimah atau masuk neraka. Padahal kita ingin mati dalam keadaan husnul khotimah bukan?
Dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw bersabda, “setiap hari, dua malaikat turun ke bumi. salah seorang dari mereka berkata, ‘ya Allah, gantilah harta orang yang bersedekah di jalan-Mu’. sedangkan yang satunya lagi berkata, ‘ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan hartanya untuk disedekahkan’.”
Rajinlah bersedekah sehingga di akhirat tidak termasuk orang yang menyesal karena dimasukkan ke neraka akibat tidak bersedekah:
“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan” [Ibrahim 31]
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah di jalan Allah sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” [Al Baqarah 254]
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” [Al-Munafiqun 10]
Hendaknya kita bersedekah dengan harta yang kita cintai. Bukan yang memang tidak kita ingini:
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Al Baqarah 267]
“Bentengi Hartamu dengan Zakat, Obat Orang Sakit dari Kalanganmu dengan Sedekah dan Persiapkan Do’a untuk Menghadapi Datangnya Bencana”. (HR. Tabrani).
Jika kita atau saudara kita menderita penyakit yang parah atau tak kunjung sembuh seperti kanker atau lainnya, coba obati penyakit kita dengan Sedekah. Kita tahu bahwa yang Maha Menyembuhkan adalah Allah. Obat sebagus apa pun dan dokter sehebat apa pun tidak akan bisa menyembuhkan penyakit kita jika tidak diizinkan oleh Allah. Hanya Allah yang bisa menyembuhkan kita:
“Dan apabila aku sakit, Dialah Allah Yang menyembuhkan aku” [Asy Syu'araa' 80]
Oleh karena itu dengan bersedekah, semoga penyakit kita disembuhkan oleh Allah.
Kita mengira dengan memberi fakir miskin uang Rp 1.000 atau Rp 2.000 kita sudah bersedekah. Padahal jika kita diberi uang sebesar itu, kita tentu enggan mengambilnya bukan? Itulah maksud ayat di atas.
Islam tidak akan tegak/berjaya jika ummat Islam yang mampu/berkelebihan hanya menyumbang receh. Nanti di bawah kita akan ketahui bagaimana Abu Bakar bahkan rela menyumbang seluruh hartanya untuk kejayaan Islam.
Janganlah kikir/pelit karena takut miskin. Jarang ada orang yang miskin karena rajin bersedekah:
“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. ” [Al Baqarah 268]
Untuk siapakah kita bersedekah?
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. ” [Al Baqarah 215]
Seperti halnya zakat, sedekah tidak terbatas hanya untuk fakir miskin saja, tapi juga terhadap orang yang berjuang di jalan Allah seperti berdakwah atau para mujahidin yang berperang:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At-Taubah 60]
Kenapa Islam dulu berjaya? Mengapa Islam dulu mampu bukan hanya menahan kaum kafir, Yahudi, tentara Romawi dan Persia, tapi bahkan menaklukkan mereka?
Karena para aghniya / orang-orang kaya rajin bersedekah untuk perjuangan Islam. Saat perang Tabuk di mana 30 ribu pasukan Muslim harus berperang dengan 200 ribu pasukan Romawi, orang-orang kaya berlomba menginfakkan hartanya untuk mendukung perjuangan.  Usman menyumbang sepertiga hartanya sehingga bisa membiayai 1/3 pasukan berikut onta dan kuda. Umar menyumbang separuh hartanya. Sementara Abu Bakar menyumbang seluruh hartanya. Yang lain ada yang menyumbang ribuan kilo makanan sementara yang kurang mampu pun menyumbang beberapa kepal makanan.
Dengan cara itu, maka puluhan ribu orang yang miskin juga bisa turut berperang sehingga ummat Islam jadi lebih kuat. Bayangkan jika yang bisa perang hanya beberapa ribu orang kaya saja sementara puluhan ribu orang miskin tak bisa perang, tentu jadi lemah dan mudah dikalahkan.
Sedekah juga digunakan untuk memperkuat dakwah dan persenjataan ummat Islam:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). “ [Al Anfaal 60]
Dengan kekuatan tentara dan persenjataan ummat Islam yang didukung oleh jihad dengan jiwa dan harta, maka 200 ribu pasukan Romawi begitu gentar hingga tidak berani menampakkan dirinya di kota Tabuk untuk melawan 30 ribu pasukan Muslim yang berdiam hingga 20 malam di sana.
Sekarang banyak tokoh/aghniya Islam yang menghabiskan uangnya untuk bermewah-mewah seperti Qarun atau orang-orang yang dikutuk Allah dalam surat At Takatsuur. Ketimbang membeli persenjataan atau media dakwah ummat Islam (media cetak, radio, TV, dsb), mereka memilih menghabiskan uangnya untuk rumah dan mobil mewah seperti Alphard, Mercy, dsb. Tak heran jika TV2 sekarang akhirnya membuat ummat Islam jauh dari agamanya dan rusak moralnya. Tidak aneh pula jika orang-orang kafir dari AS dan Eropa dengan mudah menyerang dan menduduki negara-negara Islam seperti Iraq, Afghanistan, Libya, dan sebagainya.
Banyak orang yang naik haji atau umrah berkali-kali. Padahal yang wajib hanya sekali. Ada pun setelah itu, maka menggunakan hartanya untuk berjihad di jalan Allah atau membantu orang yang berjihad justru lebih utama dan lebih besar pahalanya:
“Amal apa yang utama?”. Maka Nabi SAW menjawab : “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Penanya berkata : “Kemudian apa?” Nabi SAW berkata : “Jihad di jalan Allah”. Beliau ditanya lagi: “Kemudian apa?” Nabi SAW menjawab : ‘Haji mabrur”. [Muttafaq ‘alaih]
Baca selengkapnya di:
http://media-islam.or.id/2010/04/27/sedekah-di-jalan-allah

Bagi yang ingin mempelajari cara membaca 10 Surat Terakhir dari Juz ‘Amma di Al Qur’an bisa mendengarkan ini.
Mudah-mudahan bisa memperbaiki makhroj dan tajwid kita:
http://media-islam.or.id/2012/04/13/10-surat-terakhir-dari-juz-amma-al-quran

 
.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id


Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.700/orang di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


Promosi Tahun Baru Hijriyah Pembuatan Website (All in) 1 Dinar (Rp 2,3 juta): http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com





Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2a. Kunjungi www.kautsar.co.id
Posted by: "Handono Adi Sulistyo" handono_as@yahoo.com handono_as
Date: Thu May 24, 2012 7:37 pm ((PDT))

Kunjungi website resmi Pustaka Al-Kautsar: www.kautsar.co.id
Dapatkan info-info seputar buku-buku terbaru, buku best seller, buku terbaik versi IBF Award terbitan Pustaka Al-Kautsar Group.
Ada pula info-info tentang agenda bedah buku dan pameran yang diikuti oleh Pustaka Al-Kautsar dalam waktu dekat ini.
Bagi yang ingin menambah wawasan keislaman ada juga rubrik-rubrik seperti, Sinopsis, Taklim, Keluarga, Tanya Jawab dengan Ustadz, Ekspresi yang berisi tentang hikmah, motivasi dan tips-tips untuk mengisi keseharian kita.
Anda bisa langsung memesan buku dan dapatkan diskonnya.Pemesanan dan pertanyaan juga bisa dikirim melalui e-mail: pustaka_alkautsar@yahoo.co.id  atau  marketing@kautsar.co.id
Buku-buku terbitan Pustaka Al-Kautsar bisa juga didapatkan di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Togamas, TM Bookstore, Kurnia Agung, Tisera, Eureka, Karisma, Leksika dan toko-toko lainnya di seluruh Indonesia

[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (2)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. mohon ijin broadcast (Info Pembangunan Ponpes Yadin)
Posted by: "dwiepur_oke" dwiepur@gmail.com dwiepur_oke
Date: Thu May 24, 2012 7:42 pm ((PDT))

Assalamualaykum wr.wb
Semoga Alloh SWT senantiasa mencurahkan rahmat, hidayah & keberkahan utk kita semua, amiin.
Jumat berkah isi dengan sedekah, kesempatan utk sedekah jumat ada panti asuhan plus ponpes yang mendidik anak yatim/dhuafa , PONPES YADIN (Yayasan Darma Indonesia) saat ini sedang membangun & menambah lokal asrama utk yatim & dhuafa agar bisa menampung lebih banyak anak yatim & dhuafa,
Apabila berkenan ikut serta membantu proses pembangunan silahkan transfer donasi anda ke :
Rek Bank BRI : 0818-01-032104-53-2 , BRI UNIT CIPONDOH.

Pimpinan Ponpes Yadin
ust Bukhori (0813 111 20 986)

Ponpes YADIN beralamat di kp Nerogtog - Pinang - Cipondoh - Tangerang, sebuah ponpes kecil yg berawal dari sebuah panti asuhan saat ini ada 140 santri termasuk di dlmnya 70 anak yatim/dhuafa.
Semoga Alloh SWT melipat gandakan sedekah & donasi kita semua, amiin.
Wassalamualaykumwr.wb.

...................






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Selalu Optimis dan Bersykur dalam Kondisi Apapun
Posted by: "Abu Nayla" abunaylah@yahoo.com abunaylah
Date: Thu May 24, 2012 7:42 pm ((PDT))

Matahari bersinar cerah di pagi hari,
udara segar, suasana tenang, tiada kebisingan, macet dan pencemaran
udara. Tidak ada inflasi, apa yang kita inginkan akan kita dapatkan,
lapangan kerja melimpah dan gajinya pun lumayan. Langit pun terhiasi
bulan, udara hangat menyebar, tidak dingin juga tidak gerah, Memang
sungguh indah! Demikianlah, semua orang mengharapkan dunianya seperti
itu. Lalu, apa gunanya Allah swt menciptakan surga?

Sobat, dunia ini hanyalah berisi dua
perkara: sengsara dan nikmat, senang dan susah, gagal dan sukses, setia
dan khianat, musim panas dan dingin, serta siang dan malam. Ia
diciptakan demikian bukan dalam satu bentuk. Sementara itu, orang yang
tak mau menerima kondisi dunia yang seperti itu, maka seolah-olah ia
menghendaki matahari terbit dari barat, padahal semestinya ia terbit
dari timur.
Kesengseraan dan cobaan bukanlah akhir
dari dunia. Bahkan, jika Anda mau merenung, justru kesengsaraan dan
kesusahan itulah yang melahirkan semangat. Kesengsaraan itulah yang
memberi rasa lezat pada kehidupan yang seandainya tanpa kesusahan,
niscaya kenikmatan, kenyamanan dan kemakmuran tidak akan pernah ada.
Sekarang, bayangkanlah diri Anda sedang menonton pertandingan bola bersamaku!
Namun
sebelumnya, mari kita bahas ter­lebih dahulu. Inti dari pertandingan
ini adalah dua kesebelasan yang bersaing. Tugas masing-masing anggota
tim adalah mengeluarkan segala ke­mam­puannya dalam satu tim untuk
mengalahkan tim lawan. Apa bisa sepak bola hanya dimainkan oleh satu tim
yang  berada di lapangan? Lalu apakah kita duduk di depan tv untuk
menontonnya?
Andaikata di sana ada satu kesebelasan
saja yang main di lapangan, apakah para pemain kesebelasan itu
menggiring dan menyarang bola ke gawang lawan?
Bayangkan juga andai kata pertandingan
itu adalah final Piala Dunia, maka betapa gembiranya tim kesebelasan
yang memenangkan pertandingan itu.
Andai Anda merenungi kehidupan ini,
niscaya ia persis seperti permainan bola. Anda berdiri sebagai satu tim
kesebelasan, sementara kesulitan, halangan dan rintangan adalah lawan
Anda yang jika Anda menyerah niscaya mereka akan mennggilas Anda.
Sebaliknya, apabila Anda memainkan strategi dan mengerahkan segala
kemampuan, niscaya Anda menang. Bayangkan betapa gembiranya saat Anda
memenangkan pertandingan itu!
Selengkapnya: http://www.jasadesainwebsite.net/selalu-optimis-dan-bersykur-dalam-kondisi-apapun/menu-id-71.html


[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
5. PENGERTIAN FATWA MENURUT YUSUF AL QARDAWI
Posted by: "amri el wahab" amriwahab@gmail.com amri_el_wahab
Date: Thu May 24, 2012 7:49 pm ((PDT))

Hari ini kita lihat ada sesetengah pihak mempertikaikan fatwa yang di
keluarkan oleh Majlis Fatwa Kebangsaan kerana ada fatwa yang tidak selari
dengan kehendak,selera dan kefahaman mereka.

Sebelum kita terikut ikut dengan rentak golongan ini marilah kita fahamkan
terlebih dahulu tentang pengertian fatwa itu sendiri.

Saya bentangkan di sini metod Fatwa Al Qardawi secara ringkas sebagai
contoh.

*Fatwa* menurut Al Qardhawi adalah penjelasan mengenai hukum syarak dalam
sesuatu isu sebagai jawapan kepada soalan yang di kemukakan oleh pihak yang
bertanya, sama adatwa diketahui orangnya ataupun tidak diketahui dan samada
daripada individu mahupun daripada masyarakat.Orang yang bertanggunjawab
mengeluarkan fatwa dinamakan sebagai *Mufti*.Tugasnya mengeluarkan fatwa di
namakan *Ifta'.*Pendek kata fatwa ialah mengeluarkan satu hukum syarak yang
di lakukan oleh mufti berhubung dengan sesuatu isu yang berlaku dalam
masyarakat yang tidak terdapat nas yang jelas dari Quran, Hadis, Ijmak dan
Qiyas mahu pun dari sumber mazhab yang empat yang muktabar.

Hukum mengeluarkan fatwa dalam sesuatu situasi adalah *Fardhu Kifayah.*Namun
adalah *haram* keatas orang yang tidak mempunyai kelayakan mengeluarkan
fatwa.Bererti haram juga sesiapa yang mengikutnya.

Kebanyakkan fatwa yang di keluarkan di putuskan berdasar suara majoriti
melalui *majlis fatwa* yg di tubuhkan oleh sesebuah kerajaan.*Keputusan
fatwa saperti ini lebih selamat di amalkan oleh umat Islam, kerana ia
berdasarkan suara majoriti ulama.Fatwa seumpama ini di sebut Fatwa Jama'i.*
*
*
Menurutnya lagi fatwa di keluarkan dan berubah mengikut perubahan masa,
tempat ,situasi,tradisi dan adat masyarakat setempat.

Contoh: Mufti di negara A mungkin fatwanya berbeza dengan fatwa mufti di
negara B mengenai isu yang serupa.

Contoh lagi: Seseorang bertanya mufti tentang keperluan menentang
kemungkaran tertentu dengan tangan tetapi mufti berpendapat menghilangkan
kemungkaran dengan cara ini boleh menimbulkan kemungkaran yang lebih besar
daripada kemungkaran sebelumnya.Di waktu ini, mufti tidak boleh menfatwakan
berdasarkan hukum yang umum iaitu boleh menentang kemungkaran dengan tangan
kerana ia akan mendatangkan keburukan yang lebih besar. *Qardawi* merujuk
dan bersandar kepada kisah Ibn Taimiyah yang pernah bertembung dengan
segolongan tentera Tartar yang sedang minum arak dan mabuk.Para sahabat
beliau cuba mencegah atas alasan mereka orang orang Islam dan haram minum
arak.Walaubagaimanapun Ibn Taimiyah melarang sahabat sahabatnya daripada
berbuat demikian kerana pada pandangan beliau, dalam kes yang beliau hadapi
itu, arak telah menghalang tentera Tartar daripada menumpahkan darah orang
Islam dan merampas harta benda mereka.

Qardawi menjelaskan dalam situasi dunia zaman moden ini jika ada seorang
mufti sendiri berselisih pendapat dalam sesuatu isu maka hendaklah ikut
fatwa *majoriti mufti* kerana menurutnya fatwa yang di keluarkan oleh
majoriti mufti adalah hampir kepada kebenaran berbanding pendapat yang di
kemukakan oleh seorang mufti.Beliau beralasan dengan sebuah hadis yang di
riwayatkan oleh Ibnu Umar r.a yang bermaksud:
*"Sesungguhnya syaitan bersama dengan seorang, tetapi menjauhi dari dua
orang".(Al Tirmizi, kitab al Fitan, bab Luzum al Jamaah, hadis no 2165)*

(Sumber: Buku Metode Fatwa Al Qardawi oleh Basri bin Ibrahim Al hasani Al
Azhari)
===================================

Salaam & Regards

*Amri el Wahab*

My Online Shop: http://amri-shoppe.blogspot.com

My Blog: http://fitrahislami.wordpress.com<http://hembusan-amal.blogspot.com/>
=====================================

*Pesanan Guru Mursyid* :"Kalau kita hendak menasihati orangTanya hati kita
dahulu Tujuan kita hendak beri nasihat atau hendak memberi malu pada
orang.Apabila kita hendak menyampaikan ilmu kepada orang.Apakah tujuan
kita? Hendak berkongsi ilmu atau hendak menunjuk yang kita lebih tahu.
Kalau kita hendak bercakap tentang sesuatu, kita tentu tahu niat kita,
hendak menunjuk kita pandai atau rasa berkewajiban menyampaikan ilmu".

Ingatlah pahala sesuatu amal ditentukan oleh keikhlasan kita.Kalau tujuan
bukan kerana Allah, amalan itu akan menjadi macam debu.Bukan pahala kita
dapat tapi bala.


[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
6. Bagaikan satu tubuh
Posted by: "ZonJonggol" zonatjonggol@yahoo.com zonatjonggol
Date: Thu May 24, 2012 7:49 pm ((PDT))

Bagaikan satu tubuh

Sebagaimana yang telah kami sampaikan dalam tulisan sebelumnya pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/05/06/dua-fitnah-besar/ bahwa Ada dua fitnah besar yang telah terjadi yakni

Wahabi atau Salafi

Mereka yang mengaku-aku mengikuti Salafush Sholeh namun tidak bertemu atau bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh. Mereka tidak sejalan dengan Imam Mazhab yang empat yang bertemu dan bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh

Syiah

Mereka yang mengaku-aku mengikuti imam Ahlul Bait tapi mereka tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Imam Ahmad Al Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al Uraidhi bin Ja'far Ash Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain ra bin Sayyidina Ali ra untuk mengikuti Imam Mazhab yang empat yang bertemu dan bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh

Hal serupa disampaikan oleh Mufti Kerajaan Negeri Sembilan, Malaysia, SS Dato' Haji Mohd Yusof Bin Hj Ahmad dalam video berikut
http://www.youtube.com/watch?v=ZCh2nVfgRt4
http://www.youtube.com/watch?v=2JT28bp_Ep4

Sepanjang sejarah kaum Syiah tidak terlihat mereka mengarahkan tentaranya dan menembakkan banyak butir peluru ke Zionis Yahudi Israel bahkan sebaliknya kaum syiah lebih banyak menorehkan darah kaum muslim.

Begitupula sepanjang sejarah kaum Wahhabi tidak terlihat mereka mengarahkan tentaranya dan menembakkan banyak butir peluru ke Zionis Yahudi Israel, bahkan sebaliknya mereka bekerjasama dengan Amerika yang merupakan representatif kaum Zionis Yahudi sehingga Amerika secara tidak langsung terbantu untuk membeli peluru dan menembakkannya kepada kaum muslim diberbagai belahan dunia.



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang untuk membunuh manusia yang baru saja bersyahadat apalagi membunuh manusia yang telah bersyahadat, muslim yang taat, taat mengerjakan sholat, zakat, puasa, bahkan telah melaksanakan ibadah haji, mereka melaksakan kewajiban-kewajiban yang ditetapkan Allah, menjauhi hal-hal yang diharamkan-Nya, menyebarkan dakwah, mendirikan masjid, dan menegakkan syi'ar-syi'ar-Nya

Rasulullah lalu bertanya: `Kenapa kamu membunuh orang yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illaahu? ` Aku menjawab, Wahai Rasulullah! Sesungguhnya lelaki itu mengucap demikian karena takutkan ayunan pedang. Rasulullah bertanya lagi: Sudahkah kamu membelah dadanya sehingga kamu tahu dia benar-benar mengucapkan Kalimah Syahadat atau tidak? Rasulullah terus mengulangi pertanyaan itu kepadaku hingga menyebabkan aku berandai-andai bahwa aku baru masuk Islam saat itu. (HR Muslim 140)

Dia berkata, `Dan kami saat itu diberitahukan peristiwa Usamah bin Zaid, yang mana ketika dia telah mengangkat pedangnya, tiba-tiba orang musyrik itu mengucap, `Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah', namun dia tetap saja membunuhnya. Maka Basyir pun mendatangi Nabi shallallahu `alaihi wasallam untuk mengadukan dan menanyakan hal itu kepada beliau. Dia menceritakannya kepada beliau dan apa yang diperbuat oleh lelaki tadi. Maka beliau pun memanggil Usamah dan menanyainya, `Kenapa kamu membunuhnya? ` Dia menjawab, `Wahai Rasulullah, dia telah melukai kaum muslimin, dia telah membunuh si fulan dan si fulan, dan dia menyebutkan sebuah nama kepadanya, dan sungguh telah menyimpan dendam terhadapnya, namun ketika dia melihat pedangku ini, dia mengucap, `Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah'. Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bertanya lagi: `Apakah kamu yang telah membunuhnya? ` Dia menjawabnya, `Ya.' Beliau bertanya lagi: `Lalu apa yang hendak kamu perbuat dengan kalimat, `Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah', jika di hari kiamat kelak ia datang (untuk minta pertanggung jawaban) pada hari kiamat nanti? ` (HR Muslim 142)

Begitupula sepanjang riwayat penguasa dinasti Saudi, Raja Faisal bin Abdul Azis sajalah yang telah membuktikan syahadatnya dengan menjauhi laranganNya, dengan tidak menjadikan Amerika yang merupakan representatif kaum Zionis Yahudi sebagai teman kepercayaan, penasehat, ataupun sebagai pelindung.

Setelah resolusi PBB mengenai pemecahan Palestina dan pendirian Israel, Pangeran Faisal (masih belum menjadi raja) mendesak ayahandanya supaya memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat, tetapi desakannya itu ditolak.

Selepas skandal keuangan Raja Saud, Pangeran Faisal dilantik menjadi pemerintah sementara. Pada tanggal 2 November 1964, ia dilantik menjadi raja setelah Raja Saud di usir keluar dari Arab Saudi ke Yunani.

Raja Faisal melakukan banyak reformasi sewaktu menjadi raja, diantaranya adalah memperbolehkan anak-anak perempuan bersekolah, televisi, dan sebagainya. Usahanya ini mendapat tentangan dari berbagai pihak karena perkara-perkara ini dianggap bertentangan dengan Islam. Ia berasa amat kecewa saat Israel memenangkan Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Pada tahun 1973, Raja Faisal memulai suatu program yang bertujuan untuk memajukan kekuatan tentara Arab Saudi. Pada tanggal 17 Oktober 1973, ia menghentikan ekspor minyak Arab Saudi ke Amerika Serikat yang menyebabkan harga minyak di Amerika Serikat melambung tinggi. Hal ini dilakukan untuk mendesak Amerika Serikat agar menekan Israel keluar dari wilayah Palestina.

Namun kenyataan yang "tampak" kemudian adalah pada tanggal 25 Maret 1975, Raja Faisal ditembak mati oleh anak adiknya, yaitu Faisal bin Musad. Beberapa analisa mengatakan pembunuhan ini ada dalam pengaturan kaum Zionis Yahudi.

Sedangkan para penguasa dinasti Saudi pada zaman sekarang tampak belum dapat membuktikan syahadat mereka karena mereka tidak mentaati larangan Allah Azza wa Jalla. Mereka telah menjadikan Amerika yang merupakan representatif kaum Zionis Yahudi sebagai teman kepercayaan, penasehat maupun pelindung.

Firman Allah Azza wa Jalla, yang artinya,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya" , (QS Ali Imran, 118)

"Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati". (QS Ali Imran, 119)

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui". (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

Amerika yang merupakan sosok representatif dari kaum Zionis Yahudi, sebagaimana sutradara film Holywood, membutuhkan sosok "musuh" dan "sahabat" untuk mencitrakan diri mereka sebagai hero, pahlawan bagi manusia di muka bumi. Istilah orang periklanan, "nggak ada loe nggak rame".

Kaum Zionis Yahudi "mengarahkan" kaum Syiah khususnya yang membenci para Sahabat, sebagai "musuh" bagi kaum Zionis Yahudi dengan tujuan sebagai alasan untuk membunuh kaum muslim.

Kaum Zionis Yahudi "mengarahkan " kaum wahhabi sebagai "sahabat" bagi kaum Zionis Yahudi dengan tujuan untuk melancarkan atau tidak menghalangi kaum Zionis Yahudi untuk membunuh kaum muslim.

Pengarahan, pengaturan atau "Getting things done through other people" yang dilakukan oleh Amerika bertujuan untuk melaksacanakan cita-cita mereka yang dinamakan "The New World Order", NWO, tatanan dunia baru. Dunia dalam tatanan atau pengaturan Amerika yang dibelakangnya kaum Zionis Yahudi, sebagai pemimpin manusia di muka bumi.

Dengan penguasaan mereka dalam militer, farmasi dan bidang-bidang lainnya, mereka merasa berhak menentukan mana manusia yang berhak hidup maupun mati. Hal ini telah mereka perlihatkan ketika mereka melenyapkan ras suku Indian dari benua Amerika. Ditengarai Amerika melakukan pemusnahan masal dan perang biologi melalui penyebaran kuman-kuman dan penyakit-penyakit terhadap penduduk asli, suku Indian.

Beberapa data yang tertuang dalam The Atlas of the North American Indian, and the Conspiracy of Pontiac and the Indian War after the Conquest of Canada, menunjukkan bahwaJenderal Amherts, telah "menyetujui" pendistribusian selimut dan sapu tangan yang telah terkontaminasi bibit cacar untuk digunakan sebagai alat perang wabah penyakit terhadap Indian Amerika. Bahkan ada bukti tertulis berupa surat yang ditulis sendiri oleh Jeffrey Amherst. Dalam suratnya kepada Kolonel Henry Bouquet, Komandan angkatan bersenjata Inggris, Jenderal Amherts bertanya : "Tidak bisakah diatur suatu cara bagi pengiriman bibit campak kepada suku-suku Indian yang tidak menyenangkan itu? Dalam hal ini kita harus menggunakan berbagai strategi untuk dapat mengurangi jumlah mereka." Bouquet menjawab, "Saya akan mencoba untuk menularkan penyakit tersebut kepada mereka melalui selimut-selimut yang akan jatuh ke tangan mereka dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak ikut tertular.".

Bagi kaum Zionis, manusia yang paling pandai atau paling unggul adalah Tuhan dan berhak memimpin serta mengatur kehidupan seluruh manusia di muka bumi. Bagi mereka Tuhan kaum beragama hanyalah persepsi akal manusia belaka. Naudzubillah min zalik.

Penguasa negeri kaum Wahhabi, kaum beragama yakni penguasa kerajaan dinasti Saudi pada hakikatnya membantu secara tidak langsung Amerika yang dibelakangnya kaum Zionis Yahudi untuk membeli peluru-peluru untuk membunuh kaum muslim diperbagai belahan dunia. Bantuan tersebut didapati dari hasil pertambangan negara pemerintahan kerajaan dinasti Saudi. Bantuan-bantuan lainnya diperoleh Amerika dari penguasa-penguasa negeri yang muslim lainnya seperti dari penguasa negara kita sendiri yang diperoleh dari hasil tambang minyak bumi dan tamban-tambang lain seperti di freeport dll.

Salah satu tanda akhir zaman adalah sebagaimana yang disampaikan hadits berikut

Dari Ibnu Umar Ra. ia berkata: "Pada satu ketika dibawa ke hadapan Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam sepotong emas. Emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dibawa oleh Bani Sulaim dari pertambangan mereka. Maka sahabat berkata: "Hai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari tambang kita". Lalu Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam menjawab, "Nanti kamu akan dapati banyak tambang-tambang, dan yang akan menguasainya adalah orang-orang jahat. (HR. Baihaqi)

Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai." (HR Muslim)

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: "Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Bukhari 5552) (HR Muslim 4685)

Ketika kaum muslim di suatu negara diperangi oleh kaum Zionis Yahudi maka sebaiknya semua penguasa negeri yang mengaku muslim merasakan sebagai keadaan perang juga sehingga dapat menghentikan segala bentuk kerjasama yang dapat memberikan kekuatan finansial bagi kaum Zionis Yahudi.

Seharusnya dari kolaborasi antara ulama kaum Wahhabi dengan umaro / penguasa kerajaan dinasti Saudi yang di amanahkan sebagai pelayan dua tanah suci , mencontohkan atau meneladankan untuk menghentikan segala bentuk kerjasama yang dapat memberikan kekuatan finansial bagi Amerika dan sekutunya yang merupakan representatif daru kaum Zionis Yahudi.

Kaum Zionis Yahudi diduga "mengarahkan" Osama bin Laden dengan peristiwa WTC 11 September menjadikan alasan bagi kaum Zionis Yahudi untuk melakukan penyerangan dan penjajahan terselubung terhadap Irak, Afghanistan dll dengan alasan menumpas terorisme dan dengan alasan tersebut mereka dapat membunuh kaum muslim di Irak dan Afghanistan baik dengan tangan mereka langsung atau melalui tangan kaum muslim yang berselisih yang pada hakikatnya karena termakan hasutan kaum Zionis Yahudi.

Kaum Zionis Yahudi diduga `'mengarahkan" tragedi bom bali, menjadikan alasan untuk membentuk densus 88 (rakyat Indonesia) sehingga mereka melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang muslim (rakyat Indonesia) tanpa memandang hak-hak mereka dengan alasan menumpas terorisme.

Begitupula tragedi di Somalia sebagaimana yang telah disampaikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/08/29/belajar-dari-somalia/ maupun di Palestina, Irak, Afghanistan dan di Suriah pada akhir-akhir ini pada hakikatnya adalah akibat hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi.

Wallahu a'lam

Wasallam

Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
7. Minyak wangi beralkohol
Posted by: "Firman A" maintenance@mitsubishi-eai.co.id
Date: Thu May 24, 2012 7:49 pm ((PDT))

Assalamu'alaikum wr wb,



Ustad apakah ada dalil untuk tidak menggunakan minyak wangi beralkohol



Syukron

Firman



[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
8. dzikir dan tabligh akbar malam Isra' Mi'raj di Monas 16 Juni 2012 ja
Posted by: "Nugroho Laison" nugon19@yahoo.com nugon19
Date: Thu May 24, 2012 8:58 pm ((PDT))

Bagi yang tertarik utk mengikuti dzikir dan tabligh akbar malam Isra' Mi'raj,  
yg diorganisir oleh Majelis Rasulullah pada Malam Minggu (Sabtu Malam) 16 Juni 2012, jam 20:15 di Monas,
silahkan hadir.


turut serta majelis tsb, Habib Ali Al-Jufri, da'i dan ulama serta murobbi level Internasional.
Insya Allah beliau akan memberikan taushiyah.
biografinya saya sertakan di bawah email ini.



mohon maaf bila kurang berkenan.

Wassalam,
 



Nugon


Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  


http://nugon19.multiply.com/journal


-=-=-=-=-=-

 




http://ahlulkisa.com/biografi-habib-ali-al-jufri.html 


Biografi Habib Ali Al Jufri



July 5, 2010 ahlulkisa Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri, News, Profil Habaib



HABIB ALI ZAINAL ABIDIN AL-JUFRI JEDDAH

Penampilan fisiknya mengagumkan: tampan, berkulit putih, tinggi, besar, berjenggot tebal dan rapi tanpa kumis. Wajar jika kehadirannya di suatu majelis selalu menonjol dan menyita perhatian orang.

Tetapi kelebihannya bukan hanya itu. Kalau sudah berbicara di forum, orang akan terkagum-kagum lagi dengan kelebihan-kelebihannya yang lain. Intonasi suaranyamembuat orang tak ingin berhenti mengikuti pembicaraannya. Pada saat tertentu, suara dan ungkapan-ungkapannya menyejukkan hati pendengarnya. Tapi pada saat yang lain, suaranya meninggi, menggelegar, bergetar, membuat mereka tertunduk, lalu mengoreksi diri sendiri.

Namun jangan dikira kelebihannya hanya pada penampilan fisik dan kemampuan bicara. Materi yang dibawakannya bukan bahan biasa yang hanya mengandalkan retorika, melainkan penuh dengan pemahaman-pemahaman baru, sarat dengan informasi penting, dan ditopang argumentasi-argumentasi yang kukuh. Wajar, karena ia memang memiliki penguasaan ilmu agama yang mendalam dalam berbagai cabang keilmuan, ditambah pengetahuannya yang tak kalah luas dalam ilmu-ilmu modern, juga kemampuannya menyentuh hati orang, membuat para pendengarnya bukan hanya memperoleh tambahan ilmu dan wawasan, melainkan juga mendapatkan semangat dan tekad yang baru untuk mengoreksi diri dan melakukan perubahan.

Itulah sebagian gambaran Habib Ali bin Abdurrahman Al-Jufri, sosok ulama dan dai muda yang nama dan kiprahnya sangat dikenal di berbagai negeri muslim, bahkan juga di dunia Barat.

Ia memang sosok yang istimewa. Pribadinya memancarkan daya tarik yang kuat. Siapa yang duduk dengannya sebentar saja akan tertarik hatinya dan terkesan dengan keadaannya. Bukan hanya kalangan awam, para ulama pun mencintainya. Siapa sesungguhnya tokoh ini dan dari mana ia berasal?

Menimba Ilmu dari para Tokoh Besar

Habib Ali Al-Jufri lahir di kota Jeddah, Arab Saudi, menjelang fajar, pada hari Jum’at 16 April 1971 (20 Shafar 1391 H). Ayahnya adalah Habib Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Alwi Al-Jufri, sedangkan ibundanya Syarifah Marumah binti Hasan bin Alwi binti Hasan bin Alwi bin Ali Al-Jufri.

Di masa kecil, ia mulai menimba ilmu kepada bibi dari ibundanya, seorang alimah dan arifah billah, Hababah Shafiyah binti Alwi bin Hasan Al-Jufri. Wanita shalihah ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengarahkannya ke jalur ilmu dan perjalanan menuju Allah.

Setelah itu ia tak henti-hentinya menimba ilmu dari para tokoh besar. Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf adalah salah seorang guru utamanya. Kepadanya ia membaca dan mendengarkan pembacaan kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, Tajrid Al-Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, dan kitab-kitab penting lainnya. Cukup lama Habib Ali belajar kepadanya, sejak usia 10 tahun hingga berusia 21 tahun.

Ia juga berguru kepada Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad, ulama terkemuka dan penulis karya-karya terkenal. Di antara kitab yang dibacanya kepadanya adalah Idhah Asrar `Ulum Al-Muqarrabin. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki juga salah seorang gurunya. Kepadanya ia mempelajari kitab-kitab musthalah hadits, ushul, dan sirah. Sedangkan kepada Habib Hamid bin Alwi bin Thahir Al-Haddad, ia membaca Al-Mukhtashar Al-Lathif dan Bidayah Al-Hidayah.

Ia pun selama lebih dari empat tahun menimba ilmu kepada Habib Abu Bakar Al-`Adni bin Ali Al-Masyhur, dengan membaca dan mendengarkan kitab Sunan Ibnu Majah, Ar-Risalah Al-Jami`ah, Bidayah Al-Hidayah, Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah, Tafsir Al-Jalalain, Tanwir Al-Aghlas, Lathaif Al-Isyarat, Tafsir Ayat Al-Ahkam, dan Tafsir Al-Baghawi.

Pada tahun 1412 H (1991 M) Habib Ali mengikuti kuliah di Fakultas Dirasat Islamiyyah Universitas Shan`a, Yaman, hingga tahun 1414 H (1993 M).

Kemudian ia menetap di Tarim, Hadhramaut. Di sini ia belajar dan juga mendampingi Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz sejak tahun 1993 hingga 2003. Kepadanya, Habib Ali membaca dan menghadiri pembacaan kitab-kitab Shahih Al-Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, Adab Suluk Al-Murid, Risalah Al-Mu`awanah, Minhaj Al-`Abidin, Al-`Iqd An-Nabawi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah, Al-Hikam, dan sebagainya.

Selain kepada mereka, ia pun menimba ilmu kepada para tokoh ulama lainnya, seperti Syaikh Umar bin Husain Al-Khathib, Syaikh Sayyid Mutawalli Asy-Sya`rawi, Syaikh Ismail bin Shadiq Al-Adawi di Al-Jami` Al-Husaini dan di Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, juga Syaikh Muhammad Zakiyuddin Ibrahim. Di samping itu, Habib Ali juga mengambil ijazah dari 300-an orang syaikh dalam berbagai cabang ilmu.

Dakwah yang Dialogis

Berbekal berbagai ilmu yang diperolehnya, ditambah pengalaman berkat tempaan para gurunya, ia pun mulai menjalankan misi dakwahnya. Aktivitas dakwahnya dimulai pada tahun 1412 H/1991 di kota-kota dan desa-desa di negeri Yaman. Ia kemudian berkelana dari satu negeri ke negeri lain. Perjalanannya ke mancanegara dimulai pada tahun 1414 H/1993 dan terus berlangsung hingga kini.

Berbagai kawasan negara dikunjunginya. Misalnya negara-negara Arab, yakni Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Arab Saudi, Sudan, Suriah, Oman, Qatar, Kuwait, Lebanon, Libya, Mesir, Maroko, Mauritania, Jibouti.

Negara-negara non-Arab di Asia, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, Sri Lanka. Di Afrika, di antaranya ia mengunjungi Kenya dan Tanzania. Sedangkan di Eropa, dakwahnya telah merambah Inggris, Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, Irlandia, Denmark, Bosnia Herzegovina, dan Turki. Ia pun setidaknya telah empat kali mengadakan perjalanan dakwah ke Amerika Serikat; pertama tahun 1998, kedua tahun 2001, ketiga tahun 2002, dan keempat tahun 2008. Di samping juga mengunjungi Kanada

Perjalanan dakwahnya ke berbagai negeri membawa kesan tersendiri di hati para jama’ah yang mendengarkan penjelasan dan pesan-pesannya.

Di Jerman, ia membuat jama’ah masjid sebanyak tiga lantai menangis tersedu-sedu mendengar taushiyahnya. Orang-orang yang tinggal di Barat, yang cenderung keras hatinya, ternyata bisa lunak di tangan Habib Ali. Di Amerika ada yang merasa bahwa memandang dan berkumpul bersama Habib Ali Al-Jufri selama satu malam cukup untuk memberinya tenaga dan semangat untuk beribadah selama tiga bulan. Di Inggris ia terlibat pelaksanaan Maulid Nabi di stadion Wembley. Di Denmark ia mengadakan jumpa pers dengan kalangan media massa.

Di Darul Musthafa, Tarim, Hadhramaut setiap tahun, bulan Rajab-Sya`ban, ia menjadi pembicara rutin Daurah Internasional. Ia pun merangkul para dai muda di Timur Tengah,serta membimbing dan memberikan petunjuk kepada para pemuda yang berbakat. Ia suka duduk bersama para pemuda dan mengadakan dialog terbuka secara bebas.

Dalam berdakwah, ia aktif menjalin hubungan dengan berbagai kalangan masyarakat. Ia memasuki kalangan yang paling bawah, seperti suku-suku di Afrika, hingga kalangan paling atas, seperti keluarga keamiran Abu Dhabi. Ia berhubungan dengan kalangan awam hingga kalangan yang paling alim, seperti Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (mufti de facto negeri Syria), Syaikh Ali Jum`ah (mufti Mesir), dan ulama-ulama besar lainnya.

Banyak sekali bintang film, artis dan aktris, para seniman, di Mesir yang bertaubat di tangannya. Ini mengakibatkan pemerintah Mesir merasa khawatir, kalau hal ini berlangsung terus akan memberikan dampak buruk bagi industri perfilman Mesir, yang merupakan salah satu sumber penghasilan utama setelah pariwisata. Artis yang sebelumnya “terbuka” jadi berhijab, yang dulunya aktor jadi berdakwah.

Kini ia pun secara rutin tampil di televisi. Penyampaian dakwahnya menyentuh akal dan hati. Cara dakwahnya yang sejuk dan simpatik, pandangan-pandangannya yang cerdas dan tajam, pembawaannya yang menarik hati, membuatnya semakin berpengaruh dari waktu ke waktu.

Kemunculan Habib Ali di dunia dakwah membawa angin segar bagi kaum muslimin, terutama kalangan Sunni. Cara dakwahnya berbeda dengan dakwah kalangan yang cenderung keras, kasar, dan kering dari nilai-nilai ruhani, serta cenderung menyerang orang lain, dan banyak menekankan pada model konflik ketimbang harmoni dengan kalangan non-muslim. Bahkan mereka memandang masyarakat muslim sekarang sebagai reinkarnasi dari masyarakat Jahiliyah.

Beberapa waktu lalu koran Denmark kembali menampilkan kartun Nabi. Berbeda dengan reaksi sebagian kalangan muslim yang penuh amarah dan tindak kekerasan di dalam menanggapinya, Habib Ali Jufri dengan kesejukan hatinya serta ketajaman pandangan, pikiran, akal, dan mata bathinnya telah melakukan serangkaian langkah yang bervisi jauh ke depan. Ia berharap, langkah-langkahnya akan berdampak positif bagi kaum muslimin, terutama yang tinggal di negara-negara Barat, serta akan menguntungkan dakwah Islam di masa kini dan akan datang.

Bukannya melihat kasus ini sebagai ancaman dan bahaya terhadap Islam dan muslimin, Habib Ali justru secara cerdas melihat hal ini sebagai peluang dakwah yang besar untuk masuk ke negeri Eropa secara terbuka, untuk menjelaskan secara bebas tentang Rasulullah SAW dan berdialog dengan penduduk serta kalangan pers di sana tentang agama ini dan tentang fenomena muslimin. Singkatnya, ia justru melihat ini sebagai peluang dakwah yang besar.

Tentu saja cara pandang Habib Ali juga disebabkan pemahamannya yang sangat dalam tentang karakter masyarakat Barat. Salah satu karakter terbesar mereka adalah mempunyai rasa ingin tahu yang besar, berpikir rasional, dan memiliki sikap siap mendengarkan. Karakter-karakter umum ini, ditambah sorotan perhatian kepada Rasulullah, merupakan peluang besar untuk memberikan penjelasan. Mereka ingin tahu tentang Nabi SAW, berarti mereka dalam kondisi siap mendengarkan. Mereka rasional, berarti siap untuk mendapatkan penjelasan yang logis.

Apabila kita bisa menjelaskan tentang Nabi SAW dan agama ini kepada mereka dengan cara yang menyentuh akal dan hati mereka, maka kita justru akan bisa mengubah mereka. Dari yang anti menjadi netral, yang netral menjadi pro, yang pro menjadi muslim, yang antipati menjadi simpati, yang keras menjadi lembut, yang marah menjadi dingin, yang acu menjadi penasaran. Sekaligus pula mencegah simpatisan menjadi oposan, pro menjadi anti dan seterusnya.

Karena karakter masyarakat Barat yang terbuka, toleran, lebih bisa menerima keanekaragaman budaya, maka peluang dakwah terbuka bebas. Inilah ranah ideal untuk dakwah Islamiyah. Tentu saja ini bagi para da`i yang berfikiran terbuka, berakal lurus dan tajam, cerdas memahami situasi kondisi, dan memiliki dada yang cukup lapang dalam menerima tanggapan negatif, serta giat melakukan pendekatan yang konstruktif dan positif, serta memiliki akhlak yang mulia. Di sinilah Habib Ali Al-Jufri masuk dengan dakwahnya yang dialogis.




http://ahlulkisa.com/mengenal-lebih-dekat-sosok-al-habib-ali-zainal-abidin-al-jufri.html 


Mengenal Lebih Dekat Sosok Al Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri




February 3, 2011 ahlulkisa Foto Habaib, Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri, News, Profil Habaib



Berwajah tampan dengan sosoknya yang tinggi besar dan berbadan tegap. Jubah dan sorban yang dikenakan membuatnya lebih berwibawa. Saat ini beliau menjadi idola dan panutan para kawula muda di negara-negara Timur Tengah. Dialah Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri. Ayah beliau pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Yaman Selatan, saat negeri Yaman belum menjadi Negara kesatuan seperti sekarang ini. Sejak kecil Habib Ali berguru kepada Al Maghfurlah Al Imam Al Habib abdulqadir bin Ahmad Assegaf, Jeddah, Saudi Arabia. Beliau mendapatkan nadzrah (pandangan) khusus dari Al Imam Al Habib abdulqadir bin Ahmad Assegaf. Kemudian Al Imam Al Habib abdulqadir bin Ahmad Assegaf memerintahkan beliau untuk mengikuti Habib Umar binMuhammad bin Hafidz bin Syeikh Abibakar dan beliau termasuk generasi awal murid-murid Habib Umar bin Hafidz. Sejak awal keistimewaan Habib Ali Al Jufri sudah nampak baik bakat suluknya maupun keistimewaan akalnya yang tajam dan
cerdas melampaui murid-murid lainnya.

Beliau berdakwah menyeru manusia kepada Allah dan Rasul-Nya dengan berjalan di atas manhaj salafunasshalihin dengan thariqah ba`alawi dan madzhab Syafi`i. Karena keikhlasannya yang tinggi, maka Allah pun mengangkat namanya. Kini beliau aktif berdakwah kesegala penjuru dunia, masuk dikalangan yang paling bawah, diantaranya suku-suku di pedalaman Afrika, hingga kalangan paling atas, seperti keluarga keamiran di Uni Emirat Arab. Bakan sekarang di Uni Emirat Arab beliau diangkat menjadi Rais Musytasyar Dini, di Indonesia setingkat dengan jabatan ketua MUI. Beliau diterima mulai dari kalangan awam, hingga kalangan cendekiawan seperti: Assyeikh Ali Jum`ah (Mufti Mesir), Assyiekh Muhammad Sa`id Ramadhan(Mufti Syuria), Assyeikh Bayyah,serta ulama-ulama besar lainnya di zaman ini. Usianya belum mencapai 40 tahun, namun ilmua dan budi pekertinya sangatlah agung. Beliau berdakwah kebeberapa negara didunia, diantaranya di Timur Tengah, Uni EMirat Arab,
Saudi Arabia, Yaman, Oman, Syuria, Libanon, dll. Kawasan Asia diantaranya India, Pakistan, Brunai, Malaysia, Thailand, Indonesia, dll. Kawasan Afrika diantaranya Mesir, Sudan, Somalia, dll. Negara-negara kawasan Eropa TImur, hingga negara-negara barat, diantaranya: Inggris, Denmark, Jerman, Amerika Serikat, dll. Terutama Inggris, hamper setiap tahun dikunjunginya. Di Timur Tengah siapa tidak kenal Habib Ali Al Jufri, beliau menapaki jejak inernasionalnya mulai dari Negara Mesir, banyak sekali para artis dan seniman yang bertaubat ditangannya, hingga pemerintah Mesir merasa khawatir bahwa hal ini akan memberikan dampak buruk bagi industri perfilman di Mesir, yang merupakan salah satu sumber penghasilan utama negri Mesir setelah pariwisata. Artis yang dulunya terbuka jadi berjilbab, yang dulunya aktor menjadi da`I,seperti Wajdi Al `Arabi, aktor kawakan di Mesir, dan masih banyak lagi lainnya. Pemerintah Mesir akhirnya melarang Habib Ali Al Jufri untuk
berdakwah di Mesir. Namun itu tidak menyurutkan langkah dakwahnya, beliau malah meluaskan dakwahnya keberbagai negeri arab lainnya. Maka meluaslah pengaruhnya,karena cara dakwah beliau yang sejuk, simpatik, dengan pandangan-pandangannya yang cerdas, tajam serta pembawaannya menarik hati dan akhlak luhurnya yang dapat mempengaruhi orang yang duduk dengannya. Pada akhirnya beliau menjadikan ABU DHABI sebagai tempat tinggal dan aktifitas dakwahnya dan secara rutin beliau tampil dibeberapa stasiun televise di negara-negara Arab.


Dalam penyampaiannya, kata-kata Habib Ali Al Jufri menyentuh akal dan hati manusia. Di Jerman, beliau membuat jama`ah masjid sebanyak tiga lantai menangis tersedu-sedu mendengaar ceramahnya, di Inggris beliau punya andil besar dalam pelaksanaan Maulid Nabi di Stadion Wembley, di Denmark, beliau mengadakan jumpa pers dengan kalangan media massa saat memanasnya peristiwa kartun Nabi Muhammad SAW. SSetiap tahunnya beliau menjadi pembicaraan rutin dalam Dauroh (Pesantren kilat) Internasional yang diadakan oleh Al Habib Umar bin Hafidz di Pondok Pesantren Darul Mustafa Tarim, Hadramaut. Dalam Daurah tersebut Habib Ali menyampaikan Fikrah Dakwah (ide-ide baru dan cemerlang dalam dunia dakwah). Al Habib Umar bin Hafidz mempercayakan topik ini kepada beliau karena keluasan wawasan Habib Ali tentang metode dakwah internasional. Berbagai aktifitas dakwah Habib Ali Al Jufri selengkapnya dapat di ikuti di website beliau: www.alhabibali.org. Website ini
memberitakan sebagian aktivitas beliau yang sangat padat.


Para da`i muda di Timur Tengah beliau rangkul, para pemuda yang berbakat beliau bimbing dan diarahkan kepada manhaj salafuna shalihin. Beliau sangat suka duduk bersama para pemuda dan mengadakan dialog terbuka secara bebas.
Metode dakwah Habib Ali Al Jufri merupakan salah satu bentuk representasi dari manhaj dakwah Ahlussunnah wal jama`ah dengan berjalan diatas jalan para salafunasshalihin dari kalangan keluarga ba`alawi, yaitu dakwah bil hikmah wal mauidhotil hasanah sertadi iringi dakwah `ala bashiroh atau dakwah dengan menggunakan pandangan mata hati yang jernih.


Semoga Allah SWT menjaga kesehatan beliau, memudahkan segala urusan beliau dan memanjangkan usia beliau amin….dan semoga para da`i muda dapat bercermin pada metode dakwah beliau. Wallahu a`lam.




http://www.alhabibali.com/biography/ln/en 



Biography

ALI ZAIN AL-ABIDIN AL-JIFRI

FOUNDER AND GENERAL DIRECTOR OF TABAH FOUNDATION

DEPUTY DEAN OF DAR AL-MUSTAPHA FOR ISLAMIC STUDIES

 
Birth

Habib Ali was born in the city of Jeddah in the Kingdom of Saudi Arabia just before dawn on Friday 20th Safar 1391 AH (16th April 1971), from parents who are both descendents of Imam Hussein son of Ali, peace be upon them.

Back to Top
 
Lineage

Ali Zain al-Abidin son of Abdul-Rahman son of Ali son of Muhammad son of Alawi son of Ali son of Alawi son of Ali son of Ahmed son of Alawi son of Abdul-Rahman Mawlah al-Arsha son of Muhammad son of Abdullah al-Tarisi son of Alawi al-Khawas son of Abu Bakr al-Jifri son of Muhammad son of Ali son of Muhammad son of the Ahmed son of the al-Faqih al-Muqaddam Muhammad son of Ali son of Muhammad Sahab Murbat son of Ali Khali` Qassam son of Alawi son of Muhammad son of Alawi son of Ubaidullah son of the Ahmed al-Muhajir ila Allah (trans: the one who made an exodus to the Divine presence) son of Isa son of Muhammad al-Naqib son of Ali al-Uraidhi son of Jafar al-Sadiq son of Muhammad al-Baqir son of Ali Zain al-Abidin son of Hussein (the grandson of the Messenger of God blessings & peace be upon him) son of Ali son of Abu Taleb, may God ennoble his countenance, the husband of Fatimah al-Zahra daughter of the Messenger of God blessings & peace be upon him.

His noble mother is Marumah daughter of Hassan son of Alawi son of Hassan son of Alawi son of Ali al-Jifri.

Back to Top
 
Educational Background

He began taking knowledge from his early childhood from his first teacher, his mother’s great-aunt the scholar and knower of God Safiah daughter of Alawi son of Hassan al-Jifri, she had an immense influence on him and the direction he took in the pursuit of knowledge and spirituality.

As a continuation of the authentic methodology of receiving Sacred Knowledge, and wayfaring on the spiritual path, through an unbroken chain of masters, all the way back to the Messenger of God may God Bless him & his family and give them peace, a methodology the preservation and maintenance of which, the valley of Hadramaut and the city of Tarim are renowned, this work was continued in the intellectual Milieu of the Hejaz which became a meeting point for the Scholars of the School of Hadramaut when they were exiled from the South of Yemen during Communist Rule; he received his education in the Sacred Sciences and the Science of Spiritual Wayfaring at the hands of Scholars and Spiritual Educators, among them:

• The Scholar and Spiritual Educator Habib Abdul-Qadir Bin Ahmad al-Saqqaf in Jeddah. With whom he studied the Authentic Hadith Compilations of Bukhari and Muslim, as well as the Revival of the Religious Sciences of Imam Ghazali and other important texts. He continued studying directly under his teacher from the age of 10 until he was 21 years of age.

• The Scholar and Spiritual Educator Habib Ahmad Mashhur Bin Taha Al-Haddad the author of many famous books. Among the books he studied under this master was: ‘The Clarification of the Secret Knowledge known to those Brought Near to the Divine Presence’.

• The Scholar and Master Muhammad Bin Alawi al-Maliki al-Hasani, the Hadith Master of the Two Holy Sanctuaries. Under whom he studied Hadith Terminology, Legal Principles and the Biography of the Prophet.

• The Scholar and Educator Al-Habib Attas al-Habshi.

• The Scholar Habib Abu Bakr al-Mashhur al-Adani, the author of numerous works.

• The Scholar Sheikh Muhammad Ba-Sheikh.

• He enrolled in the College of Islamic Studies in Sana’a Yemen from 1412 AH/1991 AD, until 1414 AH/1993 AD. During this time he was given the opportunity to study directly under Habib Muhammad Bin Abdullah al-Hadaar who was in his last days, so he went to the Habib’s Centre of Learning in the City of Baeda in Yemen. It was during this phase that he began to move from theoretical studies to the work of calling to God, as he benefited greatly from the late Habib Muhammad Al-Hadaar’s methodology of living his knowledge, and making it impact his reality.

• During that phase the link between him and the Great Scholar & Educator Habib Omar Bin Muhammad Bin Salem Bin Hafiz, (who was one of the foremost people in Habib Muhammad Al-Hadaar’s Centre of Learning) was strengthened He later went to the City of Sheher to be with him.

• He settled in Tarim in the Companionship of Habib Omar Bin Mohammed Bin Hafiz from 1993 to 2003.
Back to Top
 
Professional Background

• 1426 AH/2005 â€" present: General Director of Tabah Foundation.

• 1424 AH/2003 â€" present: Member of the Board of Director of Dar Al-Mustapha for Islamic Studiesin Tarim.

• 1428 AH/ 2007 â€" present: Active member of The Royal Aal al-Bayt Foundation for Islamic Thought in Amman, Jordan.

• 1428 AH/ 2007 â€" Present: Secretary General to the Board of Trustees for the Al Mahabbah Awards.

• 1424 AH/ 2003 â€" Present: Member of the Board of Trustees of the European Academy for Islamic Culture and Science in Brussels, Belgium.

• 1418 AH/1997 â€" Present: Visiting Lecturer (summer program) at Dar Al-Mustapha for Islamic Studies in Tarim.

Back to Top
 
Achievements


* Founding the Tabah Foundation â€" an organization whose remit is “the renewal of contemporary Islamic discourse to fit the needs humanity” through its three divisions: Research, Projects, and Media.
* Producing a Media Package for a unique lecture entitled ‘So that the Religion Does not Become a Game’ which dealt with some of the crisis and tribulations of the contemporary world which are a direct result of people taking advantage of religions for their own limited ambitions, the lecture was both an analysis and a clarification.
* Contributed to the formulation of the Open Letter to Pope Benedict XVI after his offensive lecture regarding Islam and the Prophet May God Bless him & Give him Peace, he was also one of 38 scholars who were signatories to the letter which was lofty and intellectual in its manner in the context of constructive dialogue.
* Contributed in managing the historical project on “A Common Word” a document signed by 138 Muslims Scholars, scholars representing different sects and schools of thought as well as countries. This document was sent to Christian Leaders the world over, and received a huge and positive reaction from the Christian side.
* Contributed to the formulation of the ‘Declaration by Muslim Religious Leaders’ issued by 42 scholars and Islamic Authorities of whom he was a member and which was in reply to the offensive Cartoons by a Danish Newspaper.
* Founding the ‘Guidance Media’ Company and Magazine in the UK.
* Founding the Board of Trustees for the ‘European Academy for Islamic Culture and Science’ in Brussels, Belgium.
* Founding the ‘Noor Centre for the Preservation/Renovation, Documentation and Editing of Manuscripts’ in Tarim, Yemen.
* Supervising the founding of Schools and Centre of Learning within and outside Yemen for the propagation of an authentic methodology for the dissemination of knowledge, education and spiritual training.


Back to Top
 
Activities and Travels
He has given classes for teaching, guidance, advice, in order to awaken people to their responsibilities, and to call people to God in many countries, he began in 1412 AH/1991 AD in the towns and villages of Yemen. He started his overseas journeys in 1414 AH/1993 AD which still continue to this day, and which have included the following countries:



* Arab Countries: UAE, Jordan, Bahrain, Saudi Arabia, Sudan, Syria, Oman, Qatar, Kuwait, Lebanon, Libya, Egypt, Morocco, Mauritania, the Comoros Islands, and Djibouti.

* Asian Countries: Indonesia, Malaysia, Singapore, India, Bangladesh, and Sri Lanka.

* African Countries: Kenya, and Tanzania.

* European Countries: Great Britain, Germany, France, Belgium, Holland, Ireland, Denmark, Bosnia & Herzegovina, and Turkey.

* USA: 3 trips the first of which was in 1419 AH/1998 AD, the second was in1422 AH/2001 AD, and the third of which was in 1423 AH/2002 AD, in addition to which he also visited Canada.
Back to Top
 
Lectures Abroad
Has delivered a number of lectures of concern to humanity at large throughout the world including:



* Lecture at Santa Clara University.

* Lecture at San Diego University.

* Lecture at the University of Miami.

* Lecture at the University of Southern California USC in L.A.

* Lecture at S.O.A.S in London.

* Two Lectures at the Wembley Conference Centre in London.

* A number of lectures as part of the Radical Middle Way Project in different parts of the UK.

* A presentation at the House of Lords in London.

* Nearly 300 lectures and series of sessions on cassettes, CDs, and DVDs.
Back to Top
 
Conferences and Forums
Participated in the following:

* Conference on A Common Word in London and Cambridge 12-15 October 2008.

* Conference on A Common Word at Yale University in conjunction with Princeton and Georgetown Universities 24-31 July 2008.

* Conference of the Global Centre for Renewal and Guidance held in Nouakchott, Mauritania March 2008.

* Conference on the Middle Way in Amman, Jordan 2007.

* Conference of Judges in Amman, Jordan 2007.

* Conference of the Love of the Quran, Dead Sea, Jordan 2007.

* 11th annual Conference on ‘Dialogue and Understanding’ in Paris, France 1427 AH/2006.

* 7th annual forum entitled ‘the Quran a Doctrine and Way of Life’ in Frankfurt, Germany 1426 AH/2005.

* Conference on Guidance, in Sana, Yemen 2004.

* Participated in ‘Symposium on Islamic Unity’ in Damascus 1425 AH/2004.

* Participated in ‘the Forum for the Callers to Islam’ in Beirut 1425 AH/2004.

* Participated in the Conference on ‘the Guidance of the Prophet’ in Abu Dhabi 1425 AH/ 2004.

* Participated in the Conference on ‘Unity for the Sake of Peace’ in Sri Lanka 1424 AH/2003.

* Participated in ‘the Forum on Minority Culture from a Western and Islamic Perspective â€" Understanding and Practice’ in Paris, France 1424 AH/2003.

* Symposium for Muslim Scholars in Tarim, Yemen 2002.

* Conference on ‘the Etiquettes of Disagreement’ in Sri Lanka 1422 AH/2001.
Back to Top
 
Television Programs

• Program entitled ‘the Spiritual Aspirant’ on the Mihwar Channel (Spirituality) 30 parts.

• Program entitled ‘Al-Mizan’ on Iqra, (Thought) over 100 produced.

• Program entitled ‘the Way to God’ on Dream 2 (Spirituality) 43 produced.

• Program entitled ‘Intellectual Dialogue’ on Dream 2 and on Aqariya (Thought) 30 parts.

• Program entitled ‘the Friday Meeting’ on Dream 2 (Thought) 6 produced.

• Program entitled ‘Alive in our Hearts’ on Dream 2 (Biography of the Prophet and Description of his outward form and character).

• Program entitled ‘Journey of Faith’ on Mihwar (Spirituality).

• Program entitled ‘the World View of Islam’ with Dr. Ahmad Omar Hashem on the 1st Egyptian Channel and on Mihwar (Thought) 14 parts.

• Program entitled ‘they Love Him (i.e. God) and He Loves them’ with Sheikh Ali Abu Hasan on the Risalah Channel (Spirituality).

• Program entitled ‘For the sake of His (i.e. God’s) Love’ on Emirates channel (Spirituality and the Jurisprudence of Alms) 30 parts.

• Program entitled ‘Gathering of Mustapha’ on the Yemeni Channel (an Analytical study of the Prophet Muhammad’s Biography) 30 parts.

• Various Debates Programs: (‘Lights’ on Al-Arabia, Shariah and Life on Jazeera, ‘Hot Topic of Debate’ on Abu Dhabi TV, Cairo Today on Al-Yawm Orbit, ‘On Air’ on Safwa Orbit), and ‘Reminder’ on the Emirates Channel.

• Program on the Virtues and Characteristics of the Prophet Muhammad on the Iqra Channel.

• Program on the Biography of the Prophet Mohammed on the Dubai Channel 6 parts.

• Program entitled ‘Insinuations/Whispers’ on the Qatar Channel.

[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
9. Mencintai Rasul dan para sahabatnya..
Posted by: "Salman Media" salmanmedia2000@yahoo.com salmanmedia2000
Date: Thu May 24, 2012 8:59 pm ((PDT))


Assalamualaikum Wr Wb..

Alhamdulillah telah terjual habis Kisah Para Sahabat Nabi cetakan pertama..

Telah terbit Kisah Para Sahabat Nabi cetakan kedua..

Inginkah anak Anda termotivasi untuk berprestasi?...
Inginkah anak Anda mengidolakan pendekar Islam?...
Inginkah Anda mengembalikan tokoh idola yang nyaris tak terdengar lagi?...

Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda yang artinya,
Sebaik-baik zaman adalah generasiku (sahabat), kemudian generasi sesudahnya, dan sesudahnya lagi. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rekan milist...
Seorang sejarawan Inggris mengatakan"The history of the world is the biography of great man". Bila kata-kata ini benar, maka sejarah Islam merupakan rangkaian kisah orang-orang besarnya.

Puji syukur kepada Allah SWT, yang berkat Karunia-Nya lah buku KISAH SAHABAT NABI ini dapat hadir ke benak setiap keluarga muslim yang kami cintai. Hanya Allah SWT saja yang tahu seberapa besar keinginan kami untuk menghadirkan buku yang dapat mengatasi krisis idola dan krisis teladan bagi kaum Muslimin masa kini, terutama bagi generasi mudanya. Itulah sebabnya, buku "Kisah Para Sahabat Nabi" tanpa ragu memanjakan para membaca dengan sajian visual berkualitas tinggi, termasuk komik. Keinginan untuk "Berbicara dangan bahasa kaumnya", membuat kami akhirnya memutuskan bahwa komik adalah sarana efektif. untuk menghidupkan teladan-teladan luar biasa ini.

Mengapa Para Sahabat Nabi Cocok Menjadi Model?

Paradigma baru: mengajar agama mulai dari mengenalkan tokohnya, bukan dari ritualnya.
Belum pernah dalam sejarah ada sekelompok orang yang berhasil mengubah dunia secara drastis: dari penyembahan berhala kepada tauhid.
Para sahabat mewakili banyak bakat dan karakter: ahli pengetahuan, ahli ekonomi, ahli militer, dan lain sebagainya.
Memperkuat akidah.

Ready Stock... New Edition "Kisah Para Sahabat Nabi" hanya Rp.2.800.000/set.

Bacaan buku untuk anak yang Soleh dan Soleha....

Berikut rician daftar harganya :

1. Buku Kisah Para Sahabat Nabi (KIPAS) 1 set (14 Jilid) harga Rp. 3.500.000 Diskon 15% = Rp.2.975.000

2. Buku Aku Cinta Islam (ACI) 1 set (10 jilid) harga Rp. 1.950.000 Diskon = Rp.1.600.000 

3. Buku Seri Mengenal Allah (SMA) 1 set (2 jilid) harga Rp.388.000 Diskon 15% = Rp.329.000

Masih banyak buku Islam lainnya untuk keluarga muslim....

Silhkan kunjungi di www.salmanmedia.co m
Email:
. salmanmedia2000@yahoo.com
. salmanmedia2000@gmail.com

Telp/sms :
Sartono 08174977517
Mujiran 02192655127

Wassalamu'alaikum wr wb

Sent from [www.salmanmedia.com]



Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
10. Bernyanyi Saja Dapat Cegah Kepikunan, Apalagi Ngaji!
Posted by: "Nugroho Laison" nugon19@yahoo.com nugon19
Date: Thu May 24, 2012 9:00 pm ((PDT))




http://www.hidayatullah.com/read/20342/23/12/2011/bernyanyi-saja-dapat-cegah-kepikunan,-apalagi-ngaji!.html 


Bernyanyi Saja Dapat Cegah Kepikunan, Apalagi Ngaji! 


Jum'at, 23 Desember 2011 

Hidayatullah.comâ€"Sebuah temuan terbaru menunjukkan aktivitas sederhana seperti bernyayi, bermain teka-teki dan bowling bisa menghambat penurunan fungsi otak (demensia) alias kepikunan.
 
Dalam penelitia ini ditemukan, mereka yang rutin melakukan aktivitas ini diduga bisa membuat otak lebih 'awet muda' dibandingkan dengan orang yang hanya mengandalkan obat anti-demensia saja.

Aktivitas yang dilakukan selama dua jam ini bisa sebagai alternatif terapi penderita demensia ringan sampai sedang. Para peneliti mengambil kesimpulan ini setelah mempelajari efek dari program yang
dirancang khusus pada penduduk dengan berbagai tingkat demensia di panti jompo di Bavaria. Mereka membandingkan orang-orang yang rutin melakukan aktivitas ini dan mereka yang biasa mengkonsumsi obat anti demensia. Dampak aktivitas ini cukup membawa perubahan yang signifikan. 

Menurut sang peneliti Profesor Elmar Graessel, aktivitas dilakukan secara rutin, akan membawa efek yang sama baiknya dengan mengonsumsi obat pencegah pikun. Seperti Aricept dan Exelon.  Demikian hasil  penelitian yang diterbitkan di Jurnal BioMed Central Medicine. 

Sementara itu, Dr Marie Janson, direktur perkembangan Alzheimers Research Inggris, mengatakan, "Jika kesimpulan ini bisa ditiru di studi besar-besaran, ini sangat bisa memperbaiki jiwa orang dengan dementia." .“Jika temuan ini dapat direplikasi dalam studi beskala besar, ini bisa sangat meningkatkan kehidupan orang-orang dengan demensia," ujarnya dikutip Independent Online, (06/12/2011).

Hal itu menegaskan teori bahwa menjaga otak tetap aktif merupakan cara efektif membantu menjaga kesehatan. Aktivitas ini bisa menghambat demensia setidaknya hingga satu tahun. "Efek kemampuan mereka untuk melakukan tugas sehari-hari dua kali lebih baik dibandingkan dengan orang yang hanya mengonsumsi obat pencegah demensia," ujar dia.
  
Keutamaan al-Quran

Belum lama ini, sebuah hasil penelitian ilmiah di Universitas al-Imam Muhammad bin Sa'ud al-Islamiyyah membuktikan ketika semaki banyak kadar hafalan al-Qur'an siswa meningkat maka akan meningkat pula kesehatan jiwanya.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Shalih bin Ibrahim, professor ilmu Kesehatan Jiwa, terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama, para mahasiswa-mahasiswi
Universitas Malik abdul Aziz di Jeddah.  Dan kelompok kedua, mahasiswa-mahasiswi di Ma'had al-Imam asy-Syatibi li ad-Dirasah al-Qur'aniyyah, Jeddah.  Hasilnya, mahasiswa yang memiliki hafalan yang bagus memiliki kesehatan jiwa yang jauh lebih tinggi.  

Sebelum adanya penelitian ini, Nabi kita Muhammad Salallahu ‘alaihi Wassalam pernah mengatakan, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya." [HR. Bukhari]

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, ’’Barangsiapa membaca al-Quran dan menghafalnya,menganggap halal apa yang di halalkan di dalam al-Quran, dan menganggap haram apa yang di haramkannya,maka Allah Subhanahu wata’ala akan memasukkannya kedalam Surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafa’at kepada sepuluh orang ahli keluarganya yang akan dicampakkan ke dalam api neraka.’’ [HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi].

Rasulullah saw bersabda, ’’Wahai ahli- ahli al-Quran, janganlah kalian menggunakan Al Quran sebagai bantal tetapi hendaknya kamu membacanya dengan teratur siang dan malam,sebarkanlah kitab suci itu, bacalah dengan suara yang merdudan pikirkanlah isi kandungannya! Dengan begini kamu akan mendapat kejayaan, janganlah kamu minta di segerakan ganjarannya (dalam dunia) karena ia mempunyai ganjaran (yang sangat besar di akhirat)." [HR.Imam Baihaqi].

Nah, jika menyanyi kan lagu saja bisa membantu kepikunan, apalagi membaca sekaligus menghapal al-Quran yang jauh lebih luas dampaknya. *

[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
11. Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Posted by: "nugon19" nugon19@yahoo.com nugon19
Date: Thu May 24, 2012 9:00 pm ((PDT))

http://blitar-kota.muhammadiyah.or.id/artikel-amar--ma%E2%80%99ruf--nahi\
--munkar-detail-203.html


Amar Ma'ruf Nahi Munkar19 April 2012 17:01 WIB
Penulis : H. R Riyanto

PendahuluanPerbuatan yang menjadikan pelaku dan korbannya memperoleh
keberuntungan dan kebahagiaan dunia akherat adalah " Amar ma'ruf
nahi munkar". Allah yang Maha Bijaksana telah menginformasikan
dengan firman-Nya."Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat
yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan
mencegah dari yang munkar ; mereka itulah orang - orang yang
beruntung" ( Ali Imron ayat 104 ).

PengertianBerdasarkan keterangan sebagaian kitab tafsir, "Al-
ma'ruf" berarti apa yang dianggap baik oleh syariat dan akal,
sedang "munkar" ialah lawan katanya. Ada juga yang memberikan
pengertian bahwa " Al- ma'ruf" adalah segala perbuatan yang
mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan "munkar" ialah segala
perbuatan yang menjauhkan kita dari Allah. Amar ma'ruf yaitu
mengajak untuk melakukan kebajikan, ketaatan kepada Allah dalam
beragama, sedang nahi munkar yaitu melarang atau mencegah untuk
melakukan kejelekan yang dilarang oleh Allah.

Melihat realitasKalau kita mencoba melihat al-ma'ruf atau
kema'rufan atau amar ma'ruf dengan tidak melihat dunia atau
Indonesia tapi kita mencoba melihat di daerah kita bertempat tinggal
yaitu di Blitar dan sekitarnya, maka patut kiranya kita bersyukur dengan
adanya gerakan Amar ma'ruf misalnya :1. Semakin banyak TPQ bagi
anak-anak dan remaja, tumbuhnya madrasah diniyah di langgar, masjid dan
mushola, banyak jama'ah pengajian di hampir setiap RT dan RW,
jama'ah yasin, khataman Al-Qur'an tahlil, diba' dan masih
banyak lagi kegiatan keagamaan yang lain.2. Ditambahnya jam pelajaran
agama Islam di sekolah - sekolah umum dan diwajibkannya dapat membaca
Al-Qur'an, bagi murid-murid Sekolah Dasar yang tamat kelas VI oleh
Pemerintah.3. Semakin banyak warga masyarakat Muslim yang menunaikan
ibadah haji.4. Meningkatnya kesadaran berzakat, infaq dan sodaqoh
bagi PNS dan Guru.
Dengan demikian, jika pemerintah, para ustad, kyai, ulama', tokoh
masyarakat, lembaga pendidikan dan ormas-ormas Islam lebih memperhatikan
terhadap anak-anak, para remaja dan generasi muda, tentu sangat memberi
harapan masa depan yang lebih baik dan menjanjikan.
Namun dengan maraknya kema'rufan di sekitar kita, ternyata marak
juga kemunkaran. Berbicara tentang kemunkaran kiranya dapat dibedakan
menjadi dua macam. Pertama kemunkaran yang tidak berdampak langsung
merugikan pada pihak lain misalnya kufur nikamat yaitu tidak menjalankan
syareat agama yang dianut. Contohnya mengaku beragama Islam tapi tidak
mau menegakkan rukun Islam dalam kehidupan. Dan inilah sebenarnya
kemunkaran yang paling besar, sementara jenis kemunkaran ini disekitar
kita jumlahnya tidak sedikit. Tetapi karena tidak dirasakan merugikan
pihak lain dan tidak meresahkan, dianggap bukan kemunkaran.
Jenis kemunkaran ini tentunya menjadi bidang garap para ustadz, kyai,
ulama' dan orang-orang yang siap Islam menuju kaffah. Kedua,
kemunkaran yang meresahkan dan sering berdampak merugikan pihak lain
bahkan termasuk penyakit sosial yaitu miras, narkoba, pencurian,
perzinaan, penipuan, perjudian, korupsi dll. Kemunkaran jenis ini
ternyata marak juga di daerah kita.

Amar ma'ruf nahi munkarDalam hal "Amar ma'ruf nahi
munkar" kita mencoba melontar beberapa pertanyaan. Pertama, siapa
yang berkewajiban dan bertanggung jawab "Amar ma'ruf" ?
Sebagian jawabnya adalah bahwa yang seharusnya bertanggung jawab yaitu
orang-orang Islam yang sadar akan kewajibannya sebagai seorang Muslim
dengan sentuhan panggilan Al-Quran : " Ajaklah mereka kepada jalan
Tuhan-Mu dengan cara hikmah dan berdialoglah dengan mereka dengan cara
yang baik". Sedang yang bertanggung jawab tentunya adalah setiap
Muslim dan juga Pemerintah.
Pertanyaan yang kedua, siapa yang berkewajiban dan bertanggung jawab
" nahi munkar"?Sebagian jawabnya adalah kembali kepada setiap
umat Islam, para tokoh agama, ustadz, kyai, ulama' lembaga sosial
masyarakat dan utamanya adalah pemerintah. Insya Allah jika seluruh
komponen ini bersinergi, bekerja sama dengan penuh semangat dan
bersungguh-sungguh dalam menangani ataupun memberantas kemunkaran,
niscaya akan memperoleh hasil yang diharapkan oleh siapapun.
Pertanyaan ketiga, bagaimanakah cara beramar ma'ruf dan nahi munkar
menurut Islam? perlu kita sadari, bahwa amar ma'ruf lebih mudah
dibandingkan dengan melakukan nahi munkar karena resikonya lebih kecil,
Namun demikian bagi juru da'wah harus mampu menunjukkan
intelektualitasnya dalam berdakwah. Memang tidak mudah untuk meyakinkan
bahwa ajaran Islam itu indah, menyelamatkan dan menentramkan, karena itu
juru da'wah yang memahami Islam secara utuh ( konprehensif ) yang
mampu menyuguhkan Islam sebagai ajaran yang " Rahmatan
lil'alamin" dengan mampu menerjemahkan ajaran Islam dengan
bahasa cinta,bahasa yang mampu menggaet simpati sasaran da'wah.
Islam sama sekali tidak mengajarkan da'wah Amr ma'ruf nahi
munkar dengan cara yang menakutkan, kasar atau tidak santun. Ironisnya,
fakta di lapangan tidak seindah yang diharapkan; Masih banyak pengajian,
tausiyah, forum keagamaan, tidak mampu meneteskan embun kesejukan,
kepedulian, kerahmatan dan keramahan bagi jama'ahnya, sehingga
jama'ah yang semula mengharapkan siraman rohani justru mundur
teratur bahkan ada yang mundur tidak teratur, disebabkan muatan
da'wahnya berekspresi provokatif, menebarkan kebencian, kemarahan
dan emosional.
Yang tidak boleh dilupakan bagi juru da'wah dalam beramar ma'ruf
nahi munkar adalah berda'wah dengan seni dan strategi. Da'wah
tanpa seni atau rasa seni dan strategi akan nampak sepi dan kasar bagi
yang mendengar. Hal ini perlu diperhatikan karena ketika dalam
berda'wah hanya mengandalkan semangat yang tinggi tanpa seni dan
strategi boleh jadi cuma memakan energy, apalagi bila lemah dalam
interprestasi dan kurang mampu berkomunikasi.
Da'wah amar ma'ruf nahi munkar adalah upaya merubah suatu
kondisi tertentu menuju kondisi yang lebih baik sesuai dengan ajaran
agam Islam. Jadi dalam berda'wah intinya adalah perubahan bukan
sekedar penyampaian. Karenanya da'wah haruslah dengungkan ajaran
kebaikan wujudkan amal dan hasil, da'wah sekedar penyampaian
mustahil untuk berhasil.
Sementara nahi munkar dirasa lebih berat dan lebih beresiko dibanding
dengan amar ma'ruf. Karenanya bagi juru da'wah harus lebih
menyiapkan diri dengan niat yang tulus, percaya diri yang lebih besar,
mengedepankan rasa cinta kasih, husnudhon, tampil dengan ramah, memahami
kondisi psikologis pelaku kemungkaran dan mengetahui latar belakangnya.
Lebih efektif jika nahi munkar dilakukan sinergi dengan seluruh elemen
masyarakat dan pemerintah utamanya aparat keamanan.



[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
12. potret Syiah di masa lalu dan Salafi Modern di Indonesia
Posted by: "Nugroho Laison" nugon19@yahoo.com nugon19
Date: Thu May 24, 2012 9:09 pm ((PDT))

utk beberapa orang tertentu di milis ini, ane postingkan artikel terkait Syiah dan Salafi.

Wassalam,


Nugon
 
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  
http://nugon19.multiply.com/journal

-=-=-=-=-

http://muslim.or.id/sejarah-islam/potret-kejahatan-syiah-dalam-sejarah.html 


Potret Kejahatan Syi’ah dalam Sejarah
Kategori: Sejarah Islam
5 Komentar // 13 Mei 2012
Berangkat dari akidah yang rusak dan absurd, sekte Syi’ah kerap menebar kekejian dan kebiadaban kepada kaum muslimin. Sejarah mencatat lembaran demi lembaran kelam kejahatan mereka dan tidak ada seorang pun yang dapat mengingkarinya. Berikut adalah diantara sebagian ‘kecil’ catatan sejarah kejahatan mereka yang digoreskan oleh para ahli sejarah Islam. Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dan berhati-hati, karena sejarah seringkali terulang.
Jatuhnya Kota Bagdad
Pada tahun 656 H, Hulagu Khan, Raja Tatar berhasil menguasai kota Baghdad yang saat itu menjadi pusat peradaban Islam di bawah kekuasaan Bani Abbasiyyah. Keberhasilan invansi Tatar ini tidak lepas dari peran dua orang Syi’ah. Yang pertama adalah seorang menteri pengkhianat khalifah Muktashim yang bernama Mu`yyiduddin Muhammad Ibnul Alqamy. Dan yang kedua adalah seorang ahli nujum Nashirudin Ath Thusi penasehat Hulagu.
Pada akhir kepemimpinan khalifah Mustanshir, jumlah pasukan Bani Abbasiyyah mencapai seratus ribu pasukan. Sepeninggal Mustanshir dan tampuk kepemimpinan dipegang oleh Muktashim, Ibnul Alqamy membuat usulan-usulan kepada khalifah untuk mengurangi jumlah pasukan dengan alasan untuk menghemat biaya. Hal itu pun diikuti oleh khalifah. Padahal itu merupakan taktik untuk melemahkan kekuatan pasukan. Hingga akhirnya jumlah pasukan hanya sepuluh ribu saja.
Pada saat yang sama, Ibnul Alqami menjalin hubungan gelap dengan Hulagu. Ia sering menulis surat kepada Hulagu dan memberinya motivasi untuk mengusai Baghdad serta berjanji akan membantunya sambil menggambarkan kondisi pertahanan Bagdad ketika itu yang semakin melemah. Itu semua ia lakukan demi memberantas sunnah, menampakkan bid’ah rafidhah dan mengganti kekuasaan dari Bani Abbasiyyah kepada Alawiyyah.
Pasukan Hulagu pun kemudian bergerak menuju Bagdad. Pasukan Khalifah baru menyadari bahwa Tatar telah bergerak masuk. Upaya penghadangan Tatar yang dilakukan oleh khalifah gagal hingga akhirnya Tatar berhasil menguasai sebagian wilayah Bagdad. Dalam kondisi itu, Ibnul Alqami mendatangi Hulagu dan membuat perencanaan dengannya kemudian kembali kepada khalifah Muktashim dan mengusulkan kepadanya untuk melakukan perdamaian seraya berkata bahwa Hulagu akan tetap memberinya kekuasaan sebagaimana yang Hulagu lakukan terhadap penguasa Romawi. Ia pun berkeinginan menikahkan putrinya dengan anak laki-laki kahlifah yang bernama Abu Bakar. Ia terus mengusulkan agar penawaran itu disetujui oleh khalifah. Maka khalifah pun berangkat dengan membawa para pembesar pemerintahannya dalam jumlah yang sangat banyak (dikatakan sekitar 1200 orang)
Khalifah menempatkan rombongannya di sebuah tenda. Lalu menteri Ibnul Alqami mengundang para ahli fikih dan tokoh untuk menyaksiakan akad pernikahan. Maka berkumpulah para tokoh dan guru Bagdad yang diantaranya adalah Muhyiddin Ibnul Jauzi beserta anak-anaknya untuk mendatangi Hulagu. Sesampainya di tempat Tatar, pasukan Tatar malah membunuhi mereka semua. Begitulah setiap kelompok dari rombongan khalifah datang dan dibantai habis semuanya. Tidak cukup sampai disitu, pembantaian berlanjut kepada seluruh penduduk Bagdad. Tidak ada yang tersisa dari penduduk kota Bagdad kecuali yang bersembunyi. Hulagu juga membunuh khalifah dengan cara mencekiknya atas nasehat Ibnul Alqami.
Pembantaian Tatar terhadap penduduk Bagdad berlangsung selama empat puluh hari. Satu juta korban lebih tewas dalam pambantaian ini. Kota Bagdad hancur berdarah-darah, rumah-rumah porak-poranda, buku-buku peninggalan para ulama dibakar habis dan Bagdad pun jatuh kepada penguasa kafir Hulagu Khan.
Selain peran Ibnul Alqami, peristiwa ini juga tidak lepas dari peran seorang Syi’ah lainnya bernama Nashirudin At Thushi, penasehat Hulagu yang dari jauh-jauh hari telah mempengaruhi Hulagu untuk menguasai kota Bagdad. [Lihat Al Bidayah wa Al Nihayah, vol. 13, hal. 192, 234 â€" 237, Al-Nujuum Al Zaahirah fii Muluuk Mishr wa Al Qahirah, vol. 2, hal. 259 â€" 260]
Konspirasi Syi’ah Ubaidiyyah dan Pasukan Salib
Ketika kerajaan Islam Saljuqi sedang dalam pengintaian pasukan salib, orang-orang Syi’ah Ubaidiyyah yang menamakan diri mereka sebagai Fathimiyyah memanfaatkan keadaan. Ketika pasukan salib sedang mengepung Antakia, mereka mengirim utusan kepada pasukan salib untuk melakukan kerjasama dalam memerangi kerajaan Islam Saljuqi serta membuat perjanjian untuk membagi wilayah selatan (syiria) untuk pasukan salib dan wilayah utara (palestina) untuk mereka. Pasukan salib pun menyambut tawaran itu.
Maka, terjadilah pertempuran antara pasukan salib dan pasukan Saljuqi. Saat terjadi peperangan antara pasukan Saljuqi dengan pasukan salib, orang-orang Syi’ah Ubaidiyyah sibuk untuk memperluas kekuasaan mereka di Pelestina yang saat itu berada di bawah kekuasaan Saljuqi.
Akan tetapi kemudian pasukan salib mengkhianati perjanjian mereka dan merangsek masuk ke wilayah Palestina pada musim semi tahun 492 H dengan kekuatan seribu pasukan berkuda dan lima ribu invanteri saja. Pasukan Ubaidiyyah melawan mereka namun demi tanah dan diri mereka saja, bukan untuk jihad. Hingga satu per satu dari daerah Palestina jatuh ke tangan pasukan salib dan mereka pun membantai kaum muslimin. Mereka membunuhnya di depan Masjid Al Aqsha. Lebih dari tujuh puluh ribu orang tewas dalam peristiwa berdarah itu, termasuk para ulama. [Lihat Tarikh Islam, Mahmud Syakir, vol. 6, hal. 256-257, Tarikh Al Fathimiyyin, hal. 437]
Syi’ah Qaramithah
Al Hafidz Ibnu Katsir dalam (Al Bidayah wa Al Nihayah, vol. 11, hal. 149) menceritakan, di antara peristiwa pada tahun 312 H bulan Muharram, Abu Thahir Al Husain bin Abu Sa’id Al Janabi â€"semoga Allah melaknatnya- menyerang para jemaah haji yang tengah dalam perjalanan pulang dari baitullah dan telah menunaikan kewajiban haji. Mereka merampok dan membunuh mereka. Korban pun berjatuhan dengan jumlah yang sangat banyak â€"hanya Allah yang mengetahuinya. Mereka juga menawan para wanita dan anak-anak mereka sekehendaknya dan merampas harta mereka yang mereka inginkan.
Ibnu Katsir juga menceritakan pada tahun 317 H, orang-orang Syi’ah Qaramithah telah mencuri hajar aswad dari baitullah. Dalam tahun itu, rombongan dari Iraq yang dipimpin orang Manshur Ad Daimamy datang ke Makkah dengan damai. Kemudian pada hari tarwiyah, orang-orang Qaramithah menyerang mereka, merampas harta dan membantainya di masjidil haram, di depan Kabah. Para jemaah haji berhamburan. Diantara mereka ada yang berpegangan dengan kain penutup Kabah. Akan tetapi itu tidak bermanfaat bagi mereka. Orang-orang Qaramithah terus membunuhi orang-orang. Setelah selesai, orang-orang Qaramithah membuang para korban di sumur zamzam dan tempat-tempat di masjidil haram.
Qubbah zamzam dihancurkan, pintu kabah dicopot dan kiswahnya dilepaskan kemudian dirobek-robek. Mereka pun mengambil hajar aswad dan membawanya pergi ke negara mereka. Selama dua puluh dua tahun hajar aswad beserta mereka hingga akhirnya mereka kembalikan pada tahun 339 H.
Daulah Shafawiyyah (Cikal Bakal Syi’ah di Iran)
Dahulu, hampir sembilan pulun persen penduduk Iran menganut akidah ahli sunnah bermadzhab Syafi’i. Hingga pada abad ke sepuluh hijriyah tegaklah daulah Shafawiyyah dibawah kepamimpinan Isma’il Ash-Shafawi. Ia pun kemudian mengumumkan bahwa ideologi negera adalah Syi’ah Imamiyyah Itsna Asyriyyah, serta memaksa para warga untuk juga menganutnya.
Ia sangat terkenal sebagai pemimpin yang bengis dan kejam. Ia membunuh para ulama kaum muslimin beserta orang-orang awamnya. Sejarah mencatat, ia telah membunuh sekitar satu juta muslim sunni, merampas harta, menodai kehormatan, memperbudak wanita mereka dan memaksa para khatib ahli sunnah untuk mencela para khalifah rasyidin yang tiga (Abu Bakar, Umar dan Ustman â€"semoga Allah meridhai mereka) serta untuk mengkultuskan para imam dua belas.
Tidak hanya itu, ia juga memerintahkan untuk membongkar kuburan ulama kaum muslimin dari kalangan ahli sunnah dan membakar tulang belulangnya.
Daulah Shafawiyyah berhasil memperluas kekuasaannya hingga semua penjuru daerah Iran dan wilayah yang ada di dekatnya. Ismail Shafawi berhasil menaklukkan daulah Turkimaniyyah berakidah ahli sunnah di Iran, kemudian Faris, Kirman dan Arbastan serta yang lainnya. Dan setiap peristiwa penaklukan itu, ia membunuh puluhan ribu ahli sunnah. Hingga ia pun berhasil menyerang Bagdad dan menguasainya. Ia pun melakukan perbuatan kejinya kepada ahli sunnah disana. [dinukil dari Tuhfatul Azhar wa Zallaatu al Anhar, Ibnu Syaqdim As-Syi’i via al Masyru’ al Irani al Shafawi al Farisi, hal. 20 -21]
Wallahu ‘alam wa Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
â€"
Penulis: Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc (Alumni Universitas Al Azhar Mesir, Da’i di Islamic Center Bathah Riyadh KSA)
Artikel Muslim.Or.Id

Dari artikel Potret Kejahatan Syi’ah dalam Sejarah â€" Muslim.Or.Id â€" Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah by null

-=-=-=-=-

http://banyuwangi.muhammadiyah.or.id/artikel-gerakan-salafi-modern-di-indonesia-detail-225.html 


GERAKAN SALAFI MODERN DI INDONESIA
.: Home > Artikel > PDM
11 Mei 2012 09:35 WIB
Dibaca: 139
Penulis : Muh. Ikhsan & DR. Muhammad Lutfi Zuhdi, MA

Pengantar
Indonesianampaknya memang akan selalu menjadi lahan subur lahir dan tumbuhnya berbagai gerakan Islam dengan berbagai ragamnya; baik yang “hanya sekedar” perpanjangan tangan dari gerakan yang sebelumnya telah ada, ataupun yang dapat dikategorikan sebagai gerakan yang benar-benar baru. Dan sejarah pergerakan Islam Indonesia benar-benar telah menjadi saksi mata terhadap kenyataan itu selama beberapa kurun waktu lamanya.
Dan kini, di era modern ini, mata sejarah semakin “dimanjakan” oleh kenyataan itu dengan tumbuhnya aneka gerakan Islam modern yang masing-masing menyimpan keunikannya tersendiri. Jagat pergerakan Islam Indonesia modern tidak hanya diramaikan oleh organisasi semacam Muhammadiyah dan NU, tapi disana ada pemain-pemain baru yang juga secara perlahan â€"namun pasti- mulai menanamkan pengaruhnya. Mulai dari yang mengandalkan perjuangan politis hingga yang lebih memilih jalur gerakan sosial-kemasyarakatan.
Salah satu gerakan Islam tersebut adalah yang menyebut diri mereka sebagai Salafi atau Salafiyah. Salah satu peristiwa fenomenal gerakan ini yang sempat “menghebohkan” adalah kelahiran Laskar Jihad yang dimotori oleh Ja’far Umar Thalib pada 6 April 2000 pasca meletusnya konflik bernuansa SARA di Ambon dan Poso.[1]
Tulisan singkat ini akan mencoba mengulas sejarah dan ide-ide penting gerakan ini, sekaligus memberikan beberapa catatan kritis yang diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya bagi gerakan ini namun juga bagi semua gerakan Islam di Tanah Air.
 
Apa Itu Salafi?
Kata Salafi adalah sebuah bentuk penisbatan kepada al-Salaf. Kata al-Salaf sendiri secara bahasa bermakna orang-orang yang mendahului atau hidup sebelum zaman kita.[2] Adapun makna al-Salaf secara terminologis yang dimaksud di sini adalah generasi yang dibatasi oleh sebuah penjelasan Rasulullah saw dalam haditsnya:
“Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di masaku, kemudian yang mengikuti mereka, kemudian yang mengikuti mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits ini, maka yang dimaksud dengan al-Salaf adalah para sahabat Nabi saw, kemudian tabi’in, lalu atba’ al-tabi’in. Karena itu, ketiga kurun ini kemudian dikenal juga dengan sebutan al-Qurun al-Mufadhdhalah (kurun-kurun yang mendapatkan keutamaan).[3] Sebagian ulama kemudian menambahkan label al-Shalih (menjadi al-Salaf al-Shalih) untuk memberikan karakter pembeda dengan pendahulu kita yang lain.[4] Sehingga seorang salafi berarti seorang yang mengaku mengikuti jalan para sahabat Nabi saw, tabi’in dan atba’ al-tabi’in dalam seluruh sisi ajaran dan pemahaman mereka.[5]
Sampai di sini nampak jelas bahwa sebenarnya tidak masalah yang berarti dengan paham Salafiyah ini, karena pada dasarnya setiap muslim akan mengakui legalitas kedudukan para sahabat Nabi saw dan dua generasi terbaik umat Islam sesudahnya itu; tabi’in dan atba’ al-tabi’in. Atau dengan kata lain seorang muslim manapun sebenarnya sedikit-banyak memiliki kadar kesalafian dalam dirinya meskipun ia tidak pernah menggembar-gemborkan pengakuan bahwa ia seorang salafi. Sebagaimana juga pengakuan kesalafian seseorang juga tidak pernah dapat menjadi jaminan bahwa ia benar-benar mengikuti jejak para al-Salaf al-Shalih, dan â€"menurut penulis- ini sama persis dengan pengakuan kemusliman siapapun yang terkadang lebih sering berhenti pada taraf pengakuan belaka.
‘Ala kulli hal, penggunaan istilah Salafi ini secara khusus mengarah pada kelompok gerakan Islam tertentu setelah maraknya apa yang disebut “Kebangkitan Islam di Abad 15 Hijriyah”. Terutama yang berkembang di Tanah Air, mereka memiliki beberapa ide dan karakter yang khas yang kemudian membedakannya dengan gerakan pembaruan Islam lainnya.
 
Sejarah Kemunculan Salafi di Indonesia
Tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan Salafi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh ide dan gerakan pembaruan yang dilancarkan oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab di kawasan Jazirah Arabia. Menurut Abu Abdirrahman al-Thalibi[6], ide pembaruan Ibn ‘Abd al-Wahhab diduga pertama kali dibawa masuk ke kawasan Nusantara oleh beberapa ulama asal Sumatera Barat pada awal abad ke-19. Inilah gerakan Salafiyah pertama di tanah air yang kemudian lebih dikenal dengan gerakan kaum Padri, yang salah satu tokoh utamanya adalah Tuanku Imam Bonjol. Gerakan ini sendiri berlangsung dalam kurun waktu 1803 hingga sekitar 1832. Tapi, Ja’far Umar Thalib mengklaim â€"dalam salah satu tulisannya[7]- bahwa gerakan ini sebenarnya telah mulai muncul bibitnya pada masa Sultan Aceh Iskandar Muda (1603-1637).
Disamping itu, ide pembaruan ini secara relatif juga kemudian memberikan pengaruh pada gerakan-gerakan Islam modern yang lahir kemudian, seperti Muhammadiyah, PERSIS, dan Al-Irsyad. “Kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah” serta pemberantasan takhayul, bid’ah dan khurafat kemudian menjadi semacam isu mendasar yang diusung oleh gerakan-gerakan ini. Meskipun satu hal yang patut dicatat bahwa nampaknya gerakan-gerakan ini tidak sepenuhnya mengambil apalagi menjalankan ide-ide yang dibawa oleh gerakan purifikasi Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab. Apalagi dengan munculnya ide pembaruan lain yang datang belakangan, seperti ide liberalisasi Islam yang nyaris dapat dikatakan telah menempati posisinya di setiap gerakan tersebut.
Di tahun 80-an, -seiring dengan maraknya gerakan kembali kepada Islam di berbagai kampus di Tanah air- mungkin dapat dikatakan sebagai tonggak awal kemunculan gerakan Salafiyah modern di Indonesia. Adalah Ja’far Umar Thalib salah satu tokoh utama yang berperan dalam hal ini. Dalam salah satu tulisannya yang berjudul “Saya Merindukan Ukhuwah Imaniyah Islamiyah”, ia menceritakan kisahnya mengenal paham ini dengan mengatakan:[8]
“Ketika saya belajar agama di Pakistan antara tahun 1986 s/d 1987, saya melihat betapa kaum muslimin di dunia ini tercerai berai dalam berbagai kelompok aliran pemahaman. Saya sedih dan sedih melihat kenyataan pahit ini. Ketika saya masuk ke medan jihad fi sabilillah di Afghanistan antara tahun tahun 1987 s/d 1989, saya melihat semangat perpecahan di kalangan kaum muslimin dengan mengunggulkan pimpinan masing-masing serta menjatuhkan tokoh-tokoh lain…
Di tahun-tahun jihad fi sabilillah itu saya mulai berkenalan dengan para pemuda dari Yaman dan Surian yang kemudian mereka memperkenalkan kepada saya pemahaman Salafus Shalih Ahlus Sunnah wal Jamaah. Saya mulai kenal dari mereka seorang tokoh dakwah Salafiyah bernama Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i…
Kepiluan di Afghanistan saya dapati tanda-tandanya semakin menggejala di Indonesia. Saya kembali ke Indonesia pada akhir tahun 1989, dan padajanuari 1990 saya mulai berdakwah. Perjuangan dakwah yang saya serukan adalah dakwah Salafiyah…”
Ja’far Thalib sendiri kemudian mengakui bahwa ada banyak yang berubah dari pemikirannya, termasuk diantaranya sikap dan kekagumannya pada Sayyid Quthub, salah seorang tokoh Ikhwanul Muslimin yang dahulu banyak ia lahap buku-bukunya. Perkenalannya dengan ide gerakan ini membalik kekaguman itu 180 derajat menjadi sikap kritis yang luar biasa â€"untuk tidak mengatakan sangat benci-.[9]
Di samping Ja’far Thalib, terdapat beberapa tokoh lain yang dapat dikatakan sebagai penggerak awal Gerakan Salafi Modern di Indonesia, seperti: Yazid Abdul Qadir Jawwaz (Bogor), Abdul Hakim Abdat (Jakarta), Muhammad Umar As-Sewed (Solo), Ahmad Fais Asifuddin (Solo), dan Abu Nida’ (Yogyakarta). Nama-nama ini bahkan kemudian tergabung dalam dewan redaksi Majalah As-Sunnah â€"majalah Gerakan Salafi Modern pertama di Indonesia-, sebelum kemudian mereka berpecah beberapa tahun kemudian.
Adapun tokoh-tokoh luar Indonesia yang paling berpengaruh terhadap Gerakan Salafi Modern ini â€"di samping Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab tentu saja- antara lain adalah:
1. Ulama-ulama Saudi Arabia secara umum.
2. Syekh Muhammad Nashir al-Din al-Albany di Yordania (w. 2001)
3. Syekh Rabi al-Madkhaly di Madinah
4. Syekh Muqbil al-Wadi’iy di Yaman (w. 2002).
Tentu ada tokoh-tokoh lain selain ketiganya, namun ketiga tokoh ini dapat dikatakan sebagai sumber inspirasi utama gerakan ini. Dan jika dikerucutkan lebih jauh, maka tokoh kedua dan ketiga secara lebih khusus banyak berperan dalam pembentukan karakter gerakan ini di Indonesia. Ide-ide yang berkembang di kalangan Salafi modern tidak jauh berputar dari arahan, ajaran dan fatwa kedua tokoh tersebut; Syekh Rabi’ al-Madkhaly dan Syekh Muqbil al-Wadi’iy. Kedua tokoh inilah yang kemudian memberikan pengaruh besar terhadap munculnya gerakan Salafi ekstrem, atau â€"meminjam istilah Abu Abdirrahman al-Thalibi- gerakan Salafi Yamani.[10]
Perbedaan pandangan antara pelaku gerakan Salafi modern setidaknya mulai mengerucut sejak terjadinya Perang Teluk yang melibatkan Amerika dan Irak yang dianggap telah melakukan invasi ke Kuwait. Secara khusus lagi ketika Saudi Arabia “mengundang” pasukan Amerika Serikat untuk membuka pangkalan militernya di sana. Saat itu, para ulama dan du’at di Saudi â€"secara umum- kemudian berbeda pandangan: antara yang pro[11] dengan kebijakan itu dan yang kontra.[12] Sampai sejauh ini sebenarnya tidak ada masalah, karena mereka umumnya masih menganggap itu sebagai masalah ijtihadiyah yang memungkinkan terjadinya perbedaan tersebut. Namun berdasarkan informasi yang penulis dapatkan nampaknya ada pihak yang ingin mengail di air keruh dengan “membesar-besarkan” masalah ini. Secara khusus, beberapa sumber[13] menyebutkan bahwa pihak Menteri Dalam Negeri Saudi Arabia saat ituâ€"yang selama ini dikenal sebagai pejabat yang tidak terlalu suka dengan gerakan
dakwah yang ada- mempunyai andil dalam hal ini. Upaya inti yang dilakukan kemudian adalah mendiskreditkan mereka yang kontra sebagai khawarij, quthbiy (penganut paham Sayyid Quthb), sururi (penganut paham Muhammad Surur ibn Zain al-‘Abidin), dan yang semacamnya.
Momentum inilah yang kemudian mempertegas keberadaan dua pemahaman dalam gerakan Salafi modern â€"yang untuk mempermudah pembahasan oleh Abu ‘Abdirrahman al-Thalibi disebut sebagai-: Salafi Yamani dan Salafi Haraki.[14] Dan sebagaimana fenomena gerakan lainnya, kedua pemahaman inipun terimpor masuk ke Indonesia dan memiliki pendukung.
 
Ide-ide Penting Gerakan Salafi
Pertanyaan paling mendasar yang muncul kemudian adalah apa yang menjadi ide penting atau karakter khas gerakan ini dibanding gerakan lainnya yang disebutkan sedikit-banyak terpengaruh dengan ide purifikasi Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab di Jazirah Arabia?
Setidaknya ada beberapa ide penting dan khas gerakan Salafi Modern dengan gerakan-gerakan tersebut, yaitu:
 
1. Hajr Mubtadi’ (Pengisoliran terhadap pelaku bid’ah)
Sebagai sebuah gerakan purifikasi Islam, isu bid’ah tentu menjadi hal yang mendapatkan perhatian gerakan ini secara khusus. Upaya-upaya yang mereka kerahkan salah satunya terpusat pada usaha keras untuk mengkritisi dan membersihkan ragam bid’ah yang selama ini diyakini dan diamalkan oleh berbagai lapisan masyarakat Islam. Dan sebagai sebuah upaya meminimalisir kebid’ahan, para ulama Ahl al-Sunnah menyepakati sebuah mekanisme yang dikenal dengan hajr al-mubtadi’ atau pengisoliran terhadap mubtadi’. [15] Dan tentu saja, semua gerakan salafi sepakat akan hal ini.
Akan tetapi, pada prakteknya di Indonesia, masing-masing faksi â€"salafi Yamani dan haraki- sangat berbeda. Dalam hal ini, salafi Yamani terkesan membabi buta dalam menerapkan mekanisme ini. Fenomena yang nyata akan hal ini mereka terapkan dengan cara melemparkan tahdzir (warning) terhadap person yang bahkan mengaku mendakwahkan gerakan salafi. Puncaknya adalah ketika mereka menerbitkan “daftar nama-nama ustadz yang direkomendasikan” dalam situs mereka www.salafy.or.id.[16] Dalam daftar ini dicantumkan 86 nama ustadz dari Aceh sampai Papua yang mereka anggap dapat dipercaya untuk dijadikan rujukan, dan ‘uniknya’ nama-nama itu didominasi oleh murid-murid Syekh Muqbil al-Wadi’i di Yaman.
Sementara Salafi Haraki cenderung melihat mekanisme hajr al-mubtadi’ ini sebagai sesuatu yang tidak mutlak dilakukan, sebab semuanya tergantung pada maslahat dan mafsadatnya. Menurut mereka, hajr al-mubtadi’ dilakukan tidak lebih untuk memberikan efek jera kepada sang pelaku bid’ah. Namun jika itu tidak bermanfaat, maka boleh jadi metode ta’lif al-qulub-lah yang berguna.[17]
 
2. Sikap terhadap politik (parlemen dan pemilu).
Hal lain yang menjadi ide utama gerakan ini adalah bahwa gerakan Salafi bukanlah gerakan politik dalam arti yang bersifat praktis. Bahkan mereka memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bid’ah dan penyimpangan. Ide ini terutama dipegangi dan disebarkan dengan gencar oleh pendukung Salafi Yamani. Muhammad As-Sewed misalnya â€"yang saat itu masih menjabat sebagai ketua FKAWJ mengulas kerusakan-kerusakan pemilu sebagai berikut:
a. Pemilu adalah sebuah upaya menyekutukan Allah (syirik) karena menetapkan aturan berdasarkan suara terbanyak (rakyat), padahal yang berhak untuk itu hanya Allah.
b. Apa yang disepakati suara terbanyak itulah yang dianggap sah, meskipun bertentangan dengan agama atau aturan Allah dan Rasul-Nya.
c. Pemilu adalah tuduhan tidak langsung kepada islam bahwa ia tidak mampu menciptakan masyarakat yang adil sehingga membutuhkan sistem lain.
d. Partai-partai Islam tidak punya pilihan selain mengikuti aturan yang ada, meskipun aturan itu bertentangan dengan Islam.
e. Dalam pemilu terdapat prinsip jahannamiyah, yaitu menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan-tujuan politis, dan sangat sedikit yang selamat dari itu.
f. Pemilu berpotensi besar menanamkan fanatisme jahiliah terhadap partai-partai yang ada.[18]
Berbeda dengan Salafi Haraki yang cenderung menganggap masalah ini sebagai persoalan ijtihadiyah belaka. Dalam sebuah tulisan bertajuk al-Musyarakah fi al-Intikhabat al-Barlamaniyah yang dimuat oleh situs islamtoday.com (salah satu situs yang dianggap sering menjadi rujukan mereka dikelola oleh DR. Salman ibn Fahd al-‘Audah) misalnya, dipaparkan bahwa sistem peralihan dan penyematan kekuasaan dalam Islam tidak memiliki sistem yang baku. Karena itu, tidak menutup mungkin untuk mengadopsi sistem pemilu yang ada di Barat setelah ‘memodifikasi’nya agar sesuai dengan prinsip-prinsip politik Islam. Alasan utamanya adalah karena hal itu tidak lebih dari sebuah bagian adminstratif belaka yang memungkinkan kita untuk mengadopsinya dari manapun selama mendatangkan mashlahat.[19] Maka tidak mengherankan jika salah satu ormas yang dianggap sebagai salah satu representasi faksi ini, Wahdah Islamiyah, mengeluarkan keputusan yang menginstruksikan anggotanya untuk
ikut serta dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilu-pemilu yang lalu.[20]
 
3. Sikap terhadap gerakan Islam yang lain.
Pandangan pendukung gerakan Salafi modern di Indonesia terhadap berbagai gerakan lain yang ada sepenuhnya merupakan imbas aksiomatis dari penerapan prinsip hajr al-mubtadi’ yang telah dijelaskan terdahulu. Baik Salafi Yamani maupun Haraki, sikap keduanya terhadap gerakan Islam lain sangat dipengaruhi oleh pandangan mereka dalam penerapan hajr al-mubtadi’. Sehingga tidak mengherankan dalam poin inipun mereka berbeda pandangan.
Jika Salafi Haraki cenderung ‘moderat’ dalam menyikapi gerakan lain, maka Salafi Yamani dikenal sangat ekstrim bahkan seringkali tanpa kompromi sama sekali. Fenomena sikap keras Salafi Yamani terhadap gerakan Islam lainnya dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut:

a. Sikap terhadap Ikhwanul Muslimin
Barangkali tidak berlebihan jika dikatakan Ikhwanul Muslimin nampaknya menjadi musuh utama di kalangan Salafi Yamani. Mereka bahkan seringkali memelesetkannya menjadi “Ikhwanul Muflisin”.[21] Tokoh-tokoh utama gerakan ini tidak pelak lagi menjadi sasaran utama kritik tajam yang bertubi-tubi dari kelompok ini. Di Saudi sendiri â€"yang menjadi asal gerakan ini-, fenomena ‘kebencian’ pada Ikhwanul Muslimin dapat dikatakan mencuat seiring bermulanya kisah Perang Teluk bagian pertama. Adalah DR. Rabi’ ibn Hadi al-Madkhali yang pertama kali menyusun berbagai buku yang secara spesifik menyerang Sayyid Quthb dan karya-karyanya. Salah satunya dalam buku yang diberi judul “Matha’in Sayyid Quthb fi Ashab al-Rasul” (Tikaman-tikaman Sayyid Quthub terhadap Para Sahabat Rasul).[22]
Sepengetahuan penulis, fenomena ini bisa dibilang baru mengingat pada masa-masa sebelumnya beberapa tokoh Ikhwan seperti Syekh Muhammad al-Ghazali dan DR. Yusuf al-Qaradhawi pernah menjadi anggota dewan pendiri Islamic University di Madinah, dan banyak tokoh Ikhwan lainnya yang diangkat menjadi dosen di berbagai universitas Saudi Arabia. Dalam berbagai penulisan ilmiah â€"termasuk itu tesis dan disertasi- pun karya-karya tokoh Ikhwan â€"termasuk Fi Zhilal al-Qur’an yang dikritik habis oleh DR. Rabi al-Madkhali- sering dijadikan rujukan. Bahkan Syekh Bin Baz â€"Mufti Saudi waktu itu- pernah mengirimkan surat kepada Presiden Mesir, Gamal Abdul Naser untuk mencabut keputusan hukuman mati terhadap Sayyid Quthb.[23]
Terkait dengan ini misalnya, Ja’far Umar Thalib misalnya menulis:
Di tempat Syekh Muqbil pula saya mendengar berita-berita penyimpangan tokoh-tokoh yang selama ini saya kenal sebagai da’i dan penulis yang menganu pemahaman salafus shalih. Tokoh-tokoh yang telah menyimpang itu ialah Muhammad Surur bin Zainal Abidin, Salman Al-Audah, Safar Al-Hawali, A’idl Al-Qarni, Nasir Al-Umar, Abdurrahman Abdul Khaliq. Penyimpangan mereka terletak pada semangat mereka untuk mengelu-elukan tokoh-tokoh yang telah mewariskan berbagai pemahaman sesat di kalangan ummat Islam, seperti Sayyid Qutub, Hasan Al-Banna, Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Rasyid Ridha dan lain-lainnya. [24]
Dan jauh sebelum itu, Ja’far Umar Thalib juga melontarkan celaan yang sangat keras terhadap DR. Yusuf al-Qaradhawy â€"salah seorang tokoh penting Ikhwanul Muslimin masa kini- dengan menyebutnya sebagai ‘aduwullah (musuh Allah) dan Yusuf al-Qurazhi (penisbatan kepada salah satu kabilah Yahudi di Madinah, Bani Quraizhah). Meskipun kemudian ia dikritik oleh gurunya sendiri, Syekh Muqbil di Yaman, yang kemudian mengganti celaan itu dengan mengatakan: Yusuf al-Qaradha (Yusuf Sang penggunting syariat Islam).[25] Di Indonesia sendiri, sikap ini berimbas kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dianggap sebagai representasi Ikhwanul Muslimin di Indonesia.
Secara umum, ada beberapa hal yang dianggap sebagai penyimpangan oleh kalangan Salafi Yamani dalam tubuh Ikhwanul Muslimin, diantaranya:
- Bai’at yang dianggap seperti bai’at sufiyah dan kemiliteran.[26]
- Adanya marhalah (fase-fase) dalam dakwah yang menyerupai prinsip aliran Bathiniyah.[27]
- Organisasi kepartaian (tanzhim hizb).[28]
Berbeda dengan yang disebut Salafi Haraki, mereka cenderung kooperatif dalam melihat gerakan-gerakan Islam yang ada dalam bingkai “nata’awan fima ittafaqna ‘alaih, wa natanashahu fima ikhtalafna fihi.”[29] Karena itu, faksi ini cenderung lebih mudah memahami bahkan berinteraksi dengan kelompok lain, termasuk misalnya Ikhwanul Muslimin. Meskipun untuk itu kelompok inipun harus rela diberi cap “Sururi” oleh kelompok Salafi Yamani. Yayasan Al-Sofwa, misalnya, masih mengakomodir kaset-kaset ceramah beberapa tokoh PKS seperti DR.Ahzami Sami’un Jazuli.[30]
 
b. Sikap terhadap Sururiyah
Secara umum, Sururi atau Sururiyah adalah label yang disematkan kalangan Salafi Yamani terhadap Salafi Haraki yang dianggap ‘mencampur-adukkan’ berbagai manhaj gerakan Islam dengan manhaj salaf. Kata Sururiyah sendiri adalah penisbatan kepada Muhammad Surur bin Zainal Abidin. Tokoh ini dianggap sebagai pelopor paham yang mengadopsi dan menggabungkan ajaran Salafi dengan Ikhwanul Muslimin. Disamping Muhammad Surur, nama-nama lain yang sering dimasukkan dalam kelompok ini adalah DR. Safar ibn ‘Abdirrahman al-Hawali, DR. Salman ibn Fahd Al-‘Audah â€"keduanya di Saudi- dan Abdurrahman Abdul Khaliq dari Jam’iyyah Ihya’ al-Turats di Kuwait.
Dalam sebuah tulisan berjudul Membongkar Pikiran Hasan Al-Banna-Sururiyah (III) diuraikan secara rinci pengertian Sururiyah itu:[31]
“Ada sekelompok orang yang mengikuti kaidah salaf dalam perkara Asma dan Sifat Allah, iman dan taqdir. Tapi, ada salah satu prinsip mereka yang sangat fatal yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Mereka terpengaruh oleh prinsip Ikhwanul Muslimin. Pelopor aliran ini bernama Muhammad bin Surur.
Muhammad bin Surur yang lahir di Suriah dahulunya adalah Ikhwanul Muslimin. Kemudian ia menyempal dari jamaah sesat ini dan membangun gerakannya sendiri berdasarkan pemikiran-pemikiran Sayyid Quthub (misalnya masalah demonstrasi, kudeta dan yang sejenisnya)…”[32]
Tulisan yang sama juga menyimpulkan beberapa sisi persamaan antara Sururiyah dengan Ikhwanul Muslimin, yaitu:
- Keduanya sama-sama mengkafirkan golongan lain dan pemerintah muslim.
- Keduanya satu ide dalam masalah demonstrasi, mobilisasi dan selebaran-selebaran.
- Keduanya sama dalam masalah pembinaan revolusi dalam rangka kudeta.
- Keduanya sama dalam hal tanzhim dan sistem kepemimpinan yang mengerucut (piramida).
- Keduanya sama-sama tenggelam dalam politik.[33]
Hanya saja banyak ‘tuduhan’ sebenarnya terlalu tergesa-gesa untuk tidak mengatakan membabi buta. Ada yang tidak mempunyai bukti akurat, atau termasuk persoalan yang sebenarnya termasuk kategori ijtihad dan tidak bisa disebut sebagai kesesatan (baca: bid’ah).
 
4. Sikap terhadap pemerintah
Secara umum, sebagaimana pemerintah yang umum diyakini Ahl al-Sunnah â€"yaitu ketidakbolehan khuruj atau melakukan gerakan separatisme dalam sebuah pemerintahan Islam yang sah-, Gerakan Salafi juga meyakini hal ini. Itulah sebabnya, setiap tindakan atau upaya yang dianggap ingin menggoyang pemerintahan yang sah dengan mudah diberi cap Khawarij, bughat atau yang semacamnya.[34]
Dalam tulisannya yang bertajuk “Membongkar Pemikiran Sang Begawan Teroris (I), Abu Hamzah Yusuf misalnya menulis:
“Tokoh-tokoh yang disebutkan Imam Samudra di atas (maksudnya: Salman al-Audah, Safar al-Hawali dan lain-lain â€"pen) tidaklah berjalan di atas manhaj Salaf. Bahkan perjalanan hidup mereka dipenuhi catatan hitam yang menunjukkan mereka jauh dari manhaj Salaf…
Tak ada hubungan antara tokoh-tokoh itu dengan para ulama Ahlus Sunnah. Bahkan semua orang tahu bahwa antara mereka berbeda dalam hal manhaj (metodologi). Tokoh-tokoh itu berideologikan Quthbiyyah, Sururiyah, dan Kharijiyah…”[35]
Dalam “Mereka Adalah Teroris” juga misalnya disebutkan:
“…Kemudian dilanjutkan tongkat estafet ini oleh para ruwaibidhah (sebutan lain untuk Khawarij -pen) masa kini semacam Dr. Safar Al-Hawali, Salman Al-Audah dan sang jagoan konyol Usamah bin Laden. Sementara Imam Samudra hanyalah salah satu bagian kecil saja dari sindikat terorisme yang ada di Indonesia. Kami katakan ini karena di atas Imam Samudra masih ada tokoh-tokoh khawarij Indonesia yang lebih senior seperti: Abdullah Sungkar alias Ustadz Abdul Halim, Abu Bakar Ba’asyir alias Ustadz Abdush Shamad.”[36]
Pernyataan ini disebabkan karena tokoh-tokoh yang dimaksud dikenal sebagai orang-orang yang gigih melontarkan kritik ‘pedas’ terhadap pemerintah Kerajaan Saudi Arabia terutama dalam kasus penempatan pangkalan militer AS di sana. Sementara dua nama terakhir dikenal sebagai orang-orang yang gigih memformalisasikan syariat Islam di Indonesia.
Sebagai konsekwensi dari prinsip ini, maka muncul kesan bahwa kaum Salafi cenderung ‘enggan’ melontarkan kritik terhadap pemerintah. Meskipun sesungguhnya manhaj al-Salaf sendiri memberikan peluang untuk itu meskipun dibatasi secara “empat mata” dengan sang penguasa.
Namun pada prakteknya kemudian, ternyata prinsip inipun sedikit banyak telah dilanggar oleh mereka sendiri. Abu ‘Abdirrahman al-Thalibi misalnya â€"yang menulis kritik tajam terhadap gerakan ini- menyebutkan salah satu penyimpangan Salafi Yamani: “Sikap Melawan Pemerintah”. Ia menulis:
“Dalam beberapa kasus, jelas-jelas Salafy Yamani telah melawan pemerintah yang diakui secara konsensus oleh Ummat Islam Indonesia, khususnya melalui tindakan-tindakan Laskar Jihad di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid.
Tanggal 6 April 2000, mereka mengadakan tabligh akbar di Senayan, tak lama kemudian mereka berdemo di sekitar Istana Negara dimana Abdurrahman Wahid sedang berada di dalamnya. Kenyataan yang sangat mengherankan, mereka bergerak secara massal dengan membawa senjata-senjata tajam. Belum pernah Istana Negara RI didemo oleh orang-orang bersenjata, kecuali dalam peristiwa di atas. Masih bisa dimaklumi, meskipun melanggar hukum, jika yang melakukannya adalah anggota partai komunis yang dikenal menghalalkan kekerasan, tetapi perbuatan itu justru dilakukan oleh para pemuda yang mewarisi manhaj Salafus Shalih. Masya Allah, Salafus Shalih mana yang mereka maksudkan?”[37]
Hal lain lagi adalah bahwa hingga kini mereka masih saja melancarkan kritik yang pedas terhadap Partai Keadilan Sejahtera â€"yang dianggap sebagai bagian dari Ikhwanul Muslimin di Indonesia-. Namun kenyataannya sekarang bahwa Partai ini telah menjadi bagian dari pemerintahan Indonesia yang sah. Beberapa anggota mereka duduk sebagai anggota parlemen, ada yang menjadi menteri dalam kabinet, bahkan mantan ketuanya, Hidayat Nur Wahid saat ini menjabat sebagai Ketua MPR-RI. Bukankah berdasarkan kaidah yang selama ini mereka gunakan, kritik pedas mereka terhadap PKS dapat dikategorikan sebagai tindakan khuruj atas pemerintah?


“Ja’far Umar Thalib Telah Meninggalkan Kita…”
Kalimat mungkin dapat dijadikan sebagai bukti fase baru perkembangan gerakan Salafi di Indonesia. Setelah sebelumnya dijelaskan bahwa dalam perjalanannya gerakan ini terbagi menjadi setidaknya 2 faksi: Yamani dan haraki, maka setidaknya sejak dewan eksekutif FKAWJ membubarkan FKAWJ dan Laskar Jihad pada pertengahan Oktober 2002, ada hembusan angin perubahan yang sangat signifikan di tubuh gerakan ini. Salafi Yamani ternyata kemudian berpecah menjadi 2 kelompok: yang pro Ja’far dan yang kontra terhadapnya.
Ja’far Umar Thalib sejak saat itu dapat dikatakan menjadi ‘bulan-bulanan’ kelompok eks Laskar Jihad yang kontra dengannya. Apalagi setelah DR.Rabi’ al-Madkhali â€"ulama yang dulu sering ia jadikan rujukan fatwa- justru mengeluarkan tahdzir terhadapnya. Pesantrennya di Yogyakarta pun mulai ditinggalkan oleh mereka yang dulu menjadi murid-muridnya.
Uniknya, kelompok yang kontra terhadapnya justru ‘dipimpin’ oleh Muhammad Umar As-Sewed, orang yang dulu menjadi tangan kanannya (wakil panglima) saat menjadi panglima Laskar Jihad. Ja’far Thalib-pun mulai dekat dengan orang-orang yang dulu dianggap tidak mungkin bersamanya. Arifin Ilham ‘Majlis Az-Zikra’ dan Hamzah Haz, contohnya.
Karena itu, Qomar ZA â€"redaktur majalah Asy-Syariah yang dulu adalah murid Ja’far Umar Thalib- menulis artikel pendek berjudul “Ja’far Umar Thalib Telah Meninggalkan Kita…”.[38] Di sana antara lain ia menulis:
“Adapun sekarang betapa jauh keadaannya dari yang dulu (Ja’far Umar Thalib, red). Jangankan majlis yang engkau tidak mau menghadirinya saat itu, bahkan sekarang majlis dzikirnya Arifin Ilham kamu hadiri, mejlis Refleksi Satu Hati dengan para pendeta dan biksu kamu hadiri (di UGM, red), majlis dalam peresmian pesantren Tawwabin yang diprakarsai oleh Habib Riziq Syihab, Abu Bakar Baa’syir Majelis Mujahidin Indonesia dan lain-lain. Kamu hadiri juga peringatan Isra’ Mi’raj sebagaimana dinukil dalam majalah Sabili dan banyak lagi…
Apakah gurumu yang sampai saat ini kamu suka menebeng di belakangnya yaitu Syekh Muqbil, semoga Allah merahmatinya, akan tetap memujimu dengan keadaanmu yang semacam ini??…
Asy-Syaikh Rabi’ berkata: “…Dan saya katakan: Dialah yang meninggalkan kalian dan meninggalkan manhaj ini (manhaj Ahlus Sunnah)…” [39]
 
Penutup
Demikianlah paparan singkat tentang gerakan Salafi modern di Indonesia. Sudah tentu masih banyak sisi gerakan ini yang belum tertuang dalam tulisan ini. Dan di bagian akhir tulisan ini, ada beberapa catatan kritis yang perlu penulis kemukakan atas gerakan ini:
1. Diperlukan kajian yang komperhensif tentang sejarah masa lalu ummat Islam, dan termasuk didalamnya sejarah generasi As-Salaf Ash-Shalih yang menjadi panutan semua gerakan Islam â€"tentu saja dengan kadar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain-. Dan khusus untuk pendukung gerakan Salafi ini, ada banyak sisi kehidupan As-Salaf yang mungkin terlupakan; seperti: kesantunan dan kearifan dalam menyikapi perbedaan yang masih mungkin untuk ditolerir, serta bersikap proporsional dan adil dalam menyikapi kesalahan atau kekeliruan pihak lain.
2. Salah satu kesalahan utama pendukung gerakan ini â€"khususnya Salafi Yamani- adalah ketidaktepatan dalam menyimpulkan apakah sesuatu itu dapat dikategorikan sebagai manhaj baku kalangan As-Salaf atau bukan. Dalam kasus di lapangan, seringkali karakter pribadi seorang ulama dianggap sebagai bagian dari manhaj Salafi. Padahal kita semua memahami bahwa setiap orang memiliki tabiat dasar yang nyaris berbeda. Jika Abu Bakr dikenal dengan kelembutannya, maka Umar dikenal dengan ketegasannya. Berbeda lagi dengan Abu Dzar yang keteguhan prinsipnya membuat dia lebih cocok hidup sendiri daripada terlalu banyak melakukan interaksi sosial.
Dalam kasus Salafi misalnya, sebagian pendukungnya banyak mengadopsi karakter Syekh Rabi atau Syekh Muqbil misalnya, yang memang dikenal dengan karakter pribadi yang keras. Padahal masih banyak ulama rujukan mereka yang cenderung lebih toleran dan elegan.
Akhirnya, memang tidak ada gading yang tak retak. Setiap anak Adam itu berpotensi melakukan kesalahan, namun sebaik-baik orang yang selalu terjatuh dalam kesalahan adalah yang selalu bertaubat dan menyadari kesalahannya, kata Nabi saw. Setiap gerakan sudah tentu memiliki sisi positif dan negatif. Yang terbaik pada akhirnya adalah yang mampu meminimalisir sisi negatifnya dan semakin hari memiliki perubahan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Wallahul muwaqqiq!
Cipinang Muara, pertengahan Mei 2006

 
 
DAFTAR PUSTAKA :
1.     Beberapa Kerusakan Pemilu. Muhammad Umar As-Sewed. Majalah SALAFY. Edisi XXX. Tahun 1999H.
2.     Daftar Ustadz yang Terpercaya. www.freelists.org/archives/Salafi/12-2003/msg00017.html
3.     Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi. Abu Abdirrahman Al-Thalibi. Hujjah Press. Jakarta. Cetakan kedua. Maret 2006.
4.     Gerakan Salafi Radikal di Indonesia. Penyunting: Jamhari dan Jajang Jahroni. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. Cetakan pertama. 2004.
5.     Hajr al-Mubtadi’. Bakr ibn ‘Abdillah Abu Zaid. Dar Ibn al-Jauzi. Dammam. Cetakan kedua. 1417H.
6.     Indonesia Bacgrounder: Why Salafism and Terrorism Mostly Don’t Mix. International Crisis Group. Asia Report no.83.13 September 2004.
7.     Ja’far Umar Thalib: Sang Ustadz yang Penuh Warna. www.tempointeraktive.com.
8.     Ja’far Umar Thalib Telah Meninggalkan Kita. Qomar ZA. Lc. www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=664.
9.     Al-Khithab al-Dzahaby. Bakr ibn ‘Abdillah Abu Zaid. Maktabah al-Sunnah. Kairo. Cetakan pertama. 1418H.
10.   Lisan al-‘Arab. Abu al-Fadhl Muhammad ibn Manzhur. Dar Shadir. Beirut. Cetakan pertama. 1410H.
11.   Madarik al-Nazhar fi al-Siyasah baina al-Tathbiqat al-Syar’iyyah wa al-Infi’alat al-Hamasiyah. ‘Abd al-Malik ibn Ahmad Ramadhany al-Jaza’iry. Dar Sabil al-Mu’minin. Dammam. Cetakan kedua. 1418H.
12.   Membongkar Pikiran Hasan al-Banna-Ikhwanul Muslimin (II). www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=336.
13.   Membongkar Pikiran Hasan al-Banna-Sururiyah (III). www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=338.
14.   Mereka Adalah Teroris. Luqman bin Muhammad Ba’abduh.
15.   Al-Musyarakah fi al-Intikhabat al-Barlamaniyah. DR. ‘Abdullah ibn Ibrahim al-Thuraiqy. www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2869 dan www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2896.
16.   Pasang Surut Menegakkan Syariah Islamiyah. Ja’far Umar Thalib. Majalah SALAFY. Edisi 40. Tahun 1422/2001.
17. Penjelasan Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah tentang Pemilihan Umum. www.wahdah.or.id.
18. Persaksian Tentang Yayasan Al-Sofwa. Muhammad Umar As-Sewed. www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557.
19.   Saya Merindukan Ukhuwah Imaniyah Islamiyah. Ja’far Umar Thalib. Majalah SALAFY. Edisi 5. Tahun 1426/2005.
[1]    Lih. Majalah SALAFY, edisi 5 Tahun 2005, hal. 13.
[2]    Lih. Lisan al-Arab, entri Sa-La-Fa.
[3]    Lih. Madarik al-Nazhar, hal. 30, Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, hal. 8
[4]    Ibid.
[5]    Dari kata ini kita kemudian sering mendengarkan kata bentukan lainnya seperti Salafiyah (yang berarti ajaran atau paham kesalafan) atau Salafiyun/Salafiyin yang merupakan bentuk plural dari Salafi.
[6]    Lih. Dakwah Salafiyah, hal. 10 dan hal.30-31.
[7]    Pasang Surut Menegakkan Syari’ah Islamiyah, majalah SALAFY, hal. 2-12, edisi 40 tahun 1422/2001. Seputar masalah ini juga dapat dilihat dalam Laporan International Crisis Group bertajuk “Indonesia Backgrounder: Why Salafism and Terrorism Mostly Don’t Mix”, Asia Report no.83, 13 September 2004, hal. 5-6.
[8]    Majalah SALAFY, hal. 3 (Edisi 5, Tahun 2005).
[9]    Lih. Ja’far Umar Thalib: Sang Ustadz yang Penuh Warna, http://www.tempointeraktive.com
[10] Lih. Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, hal.13
[11] Yang pro dalam hal ini misalnya adalah Hai’ah Kibar al-‘Ulama (Dewan Ulama Besar) di sana yang saat itu diketuai oleh Syekh Abd al-Aziz ibn Baz.
[12] Yang kontra dalam hal ini misalnya adalah Syekh Hamud al-‘Uqla (seorang ulama senior yang selevel dengan ‘Abd al-Aziz ibn Baz), Safar ibn ‘Abd al-Rahman al-Hawali, Salman ibn Fahd al-‘Audah, dan ‘Aidh ibn ‘Abdillah al-Qarni. Tiga nama terakhir kemudian sempat di penjara, namun setelah lepasnya dari penjara ketiganya kemudian menjadi tokoh yang sering dijadikan rujukan pendapat oleh Pemerintah Saudi terutama dalam upaya meredam radikalisme alumni jihad Afghan.
[13] Informasi ini penulis dengarkan dari beberapa dosen Islamic University of Madinah, seperti DR. Shalih al-Fa’iz dan DR. Rusyud al-Rusyud.
[14] Lih. Dakwah Salafiyah, hal. 20
[15]  Lih. Pembahasan lengkap tentang masalah ini dalam Hajr al-Mubtadi’, karya DR. Bakr ibn Abdillah Abu Zaid.
[16] Lih. Daftar Ustadz yang Terpercaya.
[17] Lih. Hajr al-Mubtadi’, hal.19.
[18] Lih. Beberapa Kerusakan Pemilu,Muhammad Umar As-Sewed, Majalah SALAFY, edisi XXX, hal. 8-15. Lihat juga wawancara dengan Eko Rahardjo, ketua divisi penerangan FKAWJ tanggal 10 Agustus 2004 dalam Gerakan Salafi Radikal di Indonesia, hal. 121.
[19] Lih. Al-Musyarakah fi al-Intikhabat al-Barlamaniyah, DR. ‘Abdullah ibn Ibrahim al-Thuraiqy, www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2869 dan www.islamtoday.net/print.cfm?artid=2896 . Dalam tulisan yang sama, ia menawarkan sebuah sistem pemilu Islam yang mengadopsi konsep Ahl al-Hill wa-‘Aqd yang hanya melibatkan ‘orang-orang pilihan’ dan bukan seluruh rakyat di sebuah tempat.
[20] Lih. Penjelasan Dewan Syariah Wahdah Islamiyah tentang Pemilihan Umum, www.wahdah.or.id.
[21]  Lih. Kesaksian Tentang Yayasan Al-Sofwa, hal.2, www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557.
[22] Buku ini diterbitkan oleh Maktabah al-Ghuraba’ di Madinah.
[23] Lih. Al-Khithab al-Dzahaby, karya DR.Bakr ibn Abdillah Abu Zaid. Buku kecil ini pada mulanya adalah surat balasan Syekh Bakr untuk DR.Rabi’ yang memintanya memberi pengantar atas bukunya yang mengkritik Sayyid Quthb secara tidak proporsional. Permintaan itu justru ditolak dan dijawab dengan surat ini. DR.Bakr Abu Zaid adalah anggota Dewan Ulama Besar Saudi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Konfrensi Fikih Internasional Rabithah Alam Islami di Mekkah.
[24] Saya Merindukan Ukhuwwah Imaniyah Islamiyah, majalah SALAFY hal.6, edisi 5 tahun ke 5.
[25] Lih. Majalah SALAFY edisi 3 tahun 1416, juga Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak hal. 34.
[26] Lih. Membongkar Pikiran Hasan al-Banna-Ikhwanul Muslimin (II), hal.3
[27]  Ibid., hal.6
[28] Ibid., hal.8
[29] Uniknya prinsip ini justru diucapkan oleh Syekh Nashiruddin al-Albani dengan mengadopsi dan melakukan sedikit koreksi redaksional atas prinsip Ikhwanul Muslimin: “Nata’wanu fima ittafaqna alaih wa na’dzuru ba’dhuna ba’dhan fima ikhtalafna fihi.”
[30] Lih. Persaksian tentang Yayasan Al Sofwa, www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=557.
[31] Lih. www.freelists.or/archives/salafy/11-2003/msg00034.html.
[32] www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=338 .
[33] Ibid., hal. 2
[34] Lih. Mereka Adalah Teroris, hal.664-702. Buku setebal 720 halaman ini ditulis oleh Luqman Ba’abduh â€"salah seorang murid Syekh Muqbil ibn Hadi al-Wadi’i di Indonesia- untuk membantah buku yang ditulis Imam Samudra, Aku Melawan Teroris.
[35]  Membongkar Pemikiran Sang Begawan Teroris (I), www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=878.
[36]  Mereka Adalah Teroris, hal.59
[37] Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, hal.69
[38] Lih. www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=664.
[39]          Majalah SALAFY, edisi 5 tahun ke 5, hal. 9-10

[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
13. Hukum mencela sahabat Nabi Muhammad s.a.w
Posted by: "Nugroho Laison" nugon19@yahoo.com nugon19
Date: Thu May 24, 2012 9:20 pm ((PDT))

Sahabat ra tidak ma'shum.
mereka manusia, bukan malaikat.
tapi kita dilarang mencela Sahabat Nabi Muhammad saw.
ini salah satu kajiannya.

Wassalam,




Nugon

-=-=-=-=-

http://allangkati.blogspot.com/2012/04/hukum-mencela-sahabat-nabi-muhammad-saw.html 

Sabtu, 28 April 2012



Hukum mencela sahabat Nabi Muhammad s.a.w



Berkata Al-Faqir Muhammad Husni Ginting Bin Muhammad Hayat Ginting Al-Langkati Al-Azhari : Telah mengabarkan kepada kami Syeikh Ahmad Damanhuri bin Arman Al-Banteni wafat 1426 hijriyah, beliau berkata : telah mengabarkan kepada kami Syeikh Umar Hamdan Al-Mahrisi wafat 1368 hijriyah, dari Syeikh Muhammad Abu Nashr Bin Abdul Qadir Al-Khatib wafat 1324 hijriyah, dari Syeikh Abdurrahman Bin Muhammad Al-Kuzbari As-Soghir wafat 1262 hijriyah, dari Syeikh Musthafa bin Muhammad
Ar-Rahmati wafat 1205 hijriyah, dari Syeikh Abdul Ghani Bin Ismail An-Nablusi wafat 1143 hijriyah, dari Syeikh Muhammad Najmuddin Muhammad Bin Badaruddin Al-Ghazzi wafat 1061 hijriyah, dan ayahnya Syeikh Badaruddin Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazzi wafat 984 hijriyah, dari Syeikh Islam Zakaria Bin Muhammad Al-Ansori wafat 925 hijriyah, Dari Al-Hafizh Syihabuddin Ahmad Bin Ali Bin Hajar Al-Asqalani wafat 852 hijriyah, Dari Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad bin Muhammad An-Naisaburi wafat 790 hijriyah, dari Abu Al-Fadl Sulaiman Bin Hamzah Al-Maqdisi wafat 715 hijriyah, dari Syeikh Abu Al-Hasan Ali Bin Husein Bin Ali Ibnu Al-Muqayyar Al-Azji wafat 643 hijriyah, dari Abu Al-Fadl Muhammad Bin Naashir As-Salaami Al-Baghdadi wafat 550 hijriyah, dari Abu Al-Qasim Abdurrahman Bin Muhammad Bin Ishaq Bin Mandah wafat 470 hijriyah, dari Syeikh Abu Bakar Muhammad Bin Abdullah Bin Muhammad Bin Abdaan An-NAsisaburi wafat 325 hijriyah, belau berkata : Mengkabarkan kepada
kami Imam Al-Hafiz Muslim Bin Al-Hajjaaj Al-Qusyairi An-Naisaburi wafat 261 hijriyah , telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Yahya At-Tamimi , Abu Bakar Bin Abi Syaibah dan Muhammad Bin Al-`Ala` , Berkata Yahya : mengabarkan kepada kami sedangkan Abu BAkr dan Muhammad berkata : Telah mencertakan kepada kami : Abu Mu`awiyyah, dari al-A`masy, dari Abi Sholeh, Dari Abu Hurairah belia berkata : Telah bersabda Rasulullah s.a.w :

 لا تسبوا أصحابي لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا ما أدرك مد أحدهم ولا نصيفه . رواه مسلم.

Artinya : " Janganlah kamu mencela sahabat-sahabat ku !, janganlah kamu mencela sahabat-sahabat ku !,Demi Allah yang jiwaku didalam kekuasaannya, jikalau kamu infaqkan emas sebesar gunung Uhud, maka pahala sedekah kamu tidak akan setara sedikitpun  dalam ukuran satu mud atau setengan mud ( dari pahala sedekah mereka ).

Takhrij Hadis secara singkat :

Bukhari no : 3673, Muslim : 2541, Abu Daud : 4658, Tirmizi : 3870.

Sebab datangnya hadis ini :

Ada pun sebab datangnya hadis ini adalah perselisihan yang terjadi diantara sahabat Nabi s.a.w Khalid Bin Wali dan Abdurrahman Bin `Auf, sehingga Khalid Bin Walid mencerca Abdurrahman Bin `Auf, maka datanglah Rasulullah melarang Khalid agar tidak menghina Abdurrahman Bin `Auf.

Fiqih Hadis :

 Hadis ini merupakan penjelasan betapa tingginya kedudukkan sahabat Rasulullah s.a.w, sebeb mereka telah membantu dan menolong Nabi s.a.w dalam menyampaikan dakwah, sampainya dakwah islam keseluruh pelosok negeri baik di benua Asia, Afrika dan Erofa merupakan jasa besar para sahabat yang telah dididik dan di tarbiyah oleh Rasulullah s.a.w.

Memulyakan mereka sama dengan memulyaka Rasul, menghida mereka sama dengan menghina Rasul, sebab mereka merupakan sosok manusia yang terpilih agar menjadi sahabat sebaik-baik makhluk Allah, mereka hidup dengan pengajaran Rasulullah,sebab itulah Rasul sangat melarang seorang mukmin mencela dan mencaci para sahabatnya.

Golongan yang suka mencela dan menghina sahabat Rasul :

Ada tiga golongan yang sangat suka mencela dan mencerca sahabat Rasul mereka adalah :

1 - Golongan Khawarij : Mereka sebenarnya sudah mulai timbul sejak zaman Rasulullah lagi sebagaimana yang di jelaskan didalam hadis tetentang Zul Khuwaishirah, tetapi golongan ini memembesar mengkuat ketika zaman Imam Ali setelah terjadinya Tahkim diantara Imam Ali dan Mu`awiyyah, golongan Khawarij bukan saja mencerca dan mencari para sahabat, bahkan mereka telah berani mengkafirkan Imam Ali, Sayyidah `Aisyah, Mu`awiyyah, `Amr Bin `Ash dan lain-lainnya.

2 - Golongan Syi`ah : Syi`ah memiliki banyak golongan, tetapi kebanyakkan golongan ini telah mencela dan mencerca banyak para sahabat diantaranya Abu Bakar, Umar, Usman dan Mu`awiyyah, diantara mazhab Syi`ah ada yang menjadikan cercaan terhadap sahabat Nabi s.a.w merupakan dasar-dasar penting didalam mazhab mereka.

3 - Golongan Nawashib : golongan ini mereupakan lawan terhadap golongan Syi`ah, gerakkannya tidak terlampau di pandang oleh para ahli sejarawan, padahal pandangan dan perbuatan mereka juga merupakan hal yang tercela didalam pandangan agama, mereka adalah orang-orang yang anti dan benci dengan Imam Ali dan para keluarganya, sehingga mereka menghina dan mencela Imam Ali , Sayyidina Hasan dan Husein, golongan ini banyak terdapat dari kalangan Bani Umayyah dan penduduk Syam, padahal Rasul telah menegaskan didalam hadis yang telah di keluarkan oleh Muslim bahwa pertanda kemunafikkan itu adalah benci dengan Imam Ali r.a.

Lantas bagaimana sikap seorang yang berpegang teguh dengan Ahlu Sunnah Wal Jama`ah.

Ahlu Sunnah Wal Jama`ah menghormati seluruh sahabat Nabi tanpa memilih dan memilah, mereka beri`tiqad bahwa Imam Abu Bakar merupakan khalifah yang pertama, kemudia Sayyidina Umar, Usman dan Imam Ali, mereka tidak menghina Mu`awiyyah dan orang-orang yang terjerembab didalam fitnah besar, dan mereka juga sangat menghormati Ahli Bait Rasulullah s.a.w.

Hukum Menghina sahabat-sahabat Rasul s.a.w.

Qadhi Iyadh berkata : Jamhur ulama berpendapat bahwa orang yang menghina sahabat di beri hukuman Ta`zir, sementara sebahagian ulama Malikiyyah berpendapat orang menghina sahabt di bunuh, sementara sebahagian ulama Syafi`iyyah mengkhusukan pembunuhan terhadap pencela Abu Bakar, Umar, Hasan dan Husein, Qadhi Husein menceritakan dalam masalah  ini dengan dua hukum, sementara Imam As-Subki lebih mengkuatkan hukuman pembunuhan terhadap orang yang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar, demikian juga orang-orang yang mengkafirkan terhadap sahabat-sahabat yang telah Rasul jelaskan didalam hadis yang mutawattir sebagai ahli surga, karena dipandang telah mendustakan Nabi s.a.w.

Imam Nawawi berkata :
Perlu kamu ketahui bahwa menghina sahabat Rasul merupakan satu perbuatan yang haram dan tergolong seburuk-buruk sesuatu yang haram, sama ada sahabat itu yang terbabit dengan fitnah ( peperangan ) atau tidak, karena para sahabat tergolong orang-orang yaang berijtihad ketika terjadinya peperangan itu, dan mereka juga mentakwailkannya, sebagaimana yang telah kami jelaskan pada awal kelebihan sahabat dari Syarah ( keterangan ) ini, Berkata Qadhi Iyadh : Menghina salah seorang sahabat merupaka maksiat dosa besar, mazhab kami dan jamhur ulama orang yang mencerca di ta`zir tidak di bunuh, berpendapat sebahagian ulama Malikiyyah bahwa orang yang mencela sahabat di bunuh.


Rujukkan :

1 - Syarah Sohih Muslim karya Imam Nawawi : 16 / 93, Mathabi` Al-Amiriyyah Kairo Cet : 1417 - 1996.

2 - Tuhfatul Ahwazi Bi Syarhi Jami` Tirmizi karya Muhammad Abdurrahman Al-Mubarakfuri : 9 / 335, Dar Al-Hadis Kairo Cet 1421 - 2001.

3 - Al-Kawkab Al-Wahahhaaj Wa Ar-Raudha Al-Bahhaaj Fi Syarhi Muslim Bin Hajjaaj, karya Syeikh kami Muhammad Amin Bin Abdullah Al-Harari : 24 / 230 .


at 11:45 Posted by Muhammad Husni Ginting 

[Non-text portions of this message have been removed]






Messages in this topic (1)



===


Untuk berlangganan milis Syiar Islam, kirim email ke:
syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com
Layanan pembuatan website mulai 2 Dinar: http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-3-dinar

Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.700/orang di http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400

Ruby Store: Toko Film Islam dan Produk Muslim Terpercaya: http://media-islam.or.id/2012/04/30/ruby-store-toko-film-islam-dan-produk-muslim-terpercaya

------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
Digest Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
syiar-islam-normal@yahoogroups.com
syiar-islam-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
syiar-islam-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

------------------------------------------------------------------------